Anda di halaman 1dari 17

FILSAFAT PENDIDIKAN

Kelompok 2 / Kelas B-3


Sri Susilawati : 8136122052
Sunani : 8136122055
T. Herlina : 8136122058
Yohana Sazlila : 8136122061
Philip Nababan : 8136122063
Esra Hutabarat : 813612206?
Latar Belakang
Filsafat Bersifat abstrak dan nyata

Manusia Makhluk yang mempunyai akal budi untuk berfikir

Akal Budi Diperoleh melalui jalur pendidikan

Pendidikan Upaya mengembangkan potensi yang dimiliki

Filsafat Pendidikan aktivitas pemikiran yang teratur,


selaras, dan terpadu yang berisi nilai-nilai pengalaman manusia
(Syam dalam Jalaluddin & Idi, 2011).
Filsafat merupakan asas pedoman yang
melandasi semua aspek kehidupan,
termasuk aspek pendidikan

Filsafat pendidikan harus berdasarkan


filsafat yang dianut oleh suatu bangsa.

Pendidikan harus mewarisi nilai-nilai


filsafat.
Pembahasan

Peran filsafat pendidikan landasan filosofis yang


menjiwai seluruh pelaksanaan pendidikan.

Landasan filosofis landasan yang berdasarkan


filsafat.
Religi & Menyelu
Radikal Etika ruh
Konseptu
al
ONTOLOGI PENDIDIKAN
Ontologi (Sadulloh, 2010) analisis tentang objek
materi ilmu pengetahuan yang bersifat empiris serta
mempelajari apa yang ingin diketahui manusia dan
objek apa yang diteliti.

Ontologi pendidikan (Jalaluddin & Idi, 2011)


substansi pendidikan dalam semua perspektifnya,
melihat pendidikan dari tujuan esensialnya sebagai
pencapaian maksimal dari pendidikan.
Ruang Lingkup Filsafat
Pendidikan
Merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan (the nature
of education)
Merumuskan sifat hakikat manusia, sebagai subjek dan objek
pendidikan (the nature of man).
Merumuskan secara tegas hubungan antara filsafat, filsafat
pendidikan, agama dan kebudayaan.
Merumuskan secara hubungan antara filsafat, filsafat
pendidikan, teori dan pendidikan.
Merumuskan hubungan antara filsafat negara (ideologi),
filsafat pendidikan dan politik pendidikan (sistem pendidikan)
Merumuskan sistem sistem nilai-norma atau isi moral
pendidikan yang merupakan tujuan pendidikan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa yang
menjadi ruang lingkup filsafat pendidikan ialah

semua aspek yang berhubungan dengan upaya


manusia untuk mengerti dan memahami
hakikat pendidikan yang baik dan
bagaimana tujuan pendidikan itu dapat
dicapai seperti yang di cita-citakan.
Hakekat Pendidikan
Asumsi dasar hakikat pendidikan oleh Raka Joni:
1.Pendidikan proses interaksi manusia yang ditandai oleh
keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan
kewibawaan pendidikan.
2.Pendidikan usaha penyiapan subjek didik menghadapi
lingkungan hidup yang mengalami perubahan.
3.Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan
masyarakat.
4.Pendidikan berlangsung seumur hidup.
5.Pendidikan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu
pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia
seutuhnya.
Dasar dan Tujuan Pendidikan
Nasional
Pendidikan nasional mempunyai tujuan yanng jelas yakni
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan
manusia seutuhnya (manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa), berbudi pekerti
luhur, mempunyai pengetahuan dan ketrampilan,
mempunyai kepribadian yang mantap dan mandiri serta
bertanggung jawab pada masyarakat dan negara.
Menurut Zahar Idris (1987) Pendidikan nasional sebagai
suatu sistem adalah karya manusia yang terdiri dari
komponen-komponen yan mepunyai hubungan fungsionl
dlam rangka membantu terjadinya proses transformasi
atau perubahan tingkah laku seseoang sesuai dengan
tujuan nasional seperti tercantum dalam Undang
Undang Dasar Republik ndonesia Tahun 1945.
Fungsi Pendidikan
Pendidikan memberikan bantuan, arahan
bagi siswa untuk mengembangkan dan
memunculkan potensi dalam dirinya.
Secara mikro adalahmembantu secara sadar
perkembangan jasmani dan rohani peserta
didik untuk mengolah potensi yang dimiliki
siswa.
Kurikulum
Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai
alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang
pada dasarnya kurikulum memiliki
komponen pokok dan komponen penunjang
yang saling berkaitan dan berinteraksi satu
sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan
tersebut.
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN
AKSIOLOGI PENDIDIKAN
Ontologi Pendidikan
Ontologi analisis tentang objek materi dari ilmu
pengetahuan.
Berisi mengenai hal-hal yang bersifat empiris serta
mempelajari mengenai apa yang ingin diketahui manusia dan
objek apa yang diteliti ilmu.
Ontologi pendidikan substansi pendidikan dalam semua
perspektifnya, sebagaimana melihat pendidikan dari tujuan
esensialnya sebagai pencapaian maksimal dari pendidikan
(Jalaluddin & Idi, 2011).
Dasar ontologi pendidikan objek materi pendidikan ialah sisi
yang mengatur seluruh kegiatan kependidikan.
Ontologis pendidikan mengkaji secara mendalam hakikat
pendidikan dan semua unsur yang berhubungan dengan
pendidikan.
Epistemologi Pendidikan
Dalam arti khusus, konsep ilmu tentang
pengetahuan bersifat konkrit atau nyata, sedangkan
konsep pengetahuan tentang ilmu pendidikan
bersifat abstrak dan meluas.
Secara tata bahasa, konsep epistemologi pendidikan
disusun menurut kaidah subyek-obyek.
Epistemologi sebagai subyek dan pendidikan
sebagai obyek. Konsep epistemologi pendidikan
dapat diartikan sebagai suatu usaha mencari tahu
tentang asal-usul, jangkauan wilayah dan arah dari
perkembangan ilmu pendidikan sebagai suatu obyek
penelitian serta ditelaah secara sistematis, koheren
dan konsisten dari awal sampai akhir.
Aksiologi Pendidikan
Aksiologi pendidikan menguji dan mengintegrasikan semua
nilai tersebut dalam kehidupan manusia dan menjaganya,
membinanya di dalam kepribadian peserta didik.
Aksiologi salah satu cabang filsafat yang mempelajari
tentang nilai-nilai atau norma-norma terhadap sesuatu
ilmu.
Berbicara mengenai nilai itu sendiri dapat kita jumpai
dalam kehidupan seperti kata-kata adil dan tidak adil, jujur
dan curang.
Hal itu semua mengandung penilaian karena manusia yang
dengan perbuatannya berhasrat mencapai atau
merealisasikan nilai. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu
yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai
pertimbangan tentang apa yang dinilai.
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Filsafat Pendidikan Idealisme
Filsafat Pendidikan Realisme
Filsafat Pendidikan Materialisme
Filsafat Pendidikan Pragmatisme
Filsafat Pendidikan Eksistensialisme
Filsafat Pendidikan Progresivisme
Filsafat Pendidikan esensialisme
Filsafat Pendidikan Perenialisme
Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme
Secara garis besar, ontologi,
epistemologi, dan aksiologi pendidikan
dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Epistemologi/
Ontologi/ Objek cara Aksiologi/ hasil
materi (Peserta memperoleh benar atau
didik, pendidikan salah (hasil
pendidikan/ (pendidik, belajar, sikap,
alam semesta) kurikulum, dan
sarana, dan keterampilan)
metode)
SEKIAN