Anda di halaman 1dari 25

TUGAS KONTRAK MANAJEMEN

KONSTRUKSI
NAMA : Badri Permana
KELAS : 2 Jalan Tol 2015
NIM : 4115110003
LEMBAR DATA PEMILIHAN
Dokumen pemilihan adalah dokumen yang ditetapkan oleh ULP/Pejabat
Pengadaan yang memuat ketentuan pelaksanaan penyedia barang/jasa.
Adapun isi dalam Lembar Data Dokumen diantaranya :

LINGKUP PEKERJAAN
SUMBER DANA
JADWAL TAHAPAN PEMILIHAN
MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN
MASA BERLAKUNYA PENAWARAN
[JAMINAN PENAWARAN ] (Apabila dipersyaratkan)]
JADWAL PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN
BATAS AKHIR WAKTU PEMASUKAN
PEMBUKAAN PENAWARAN
DOKUMEN PENAWARAN
AMBANG BATAS SISTEM GUGUR
SANGGAHAN, SANGGAHAN BANDING DAN PENGADUAN
JAMINAN SANGGAHAN BANDING
JAMINAN PELAKSANAAN
JAMINAN UANG MUKA
LINGKUP PEKERJAAN
Dalam dokumen perjanjian kontrak kerja
konstruksi antara kontraktor dan owner
sebaiknya berisi penjelasan tentang lingkup
pekerjaan yang penulisanya bisa dibuat
dengan pasal tersendiri, hal ini untuk
memberikan kejelasan kepada kedua belah
pihak tentang ruang lingkup pekerjaan
yang menjadi hak serta tanggung jawab
untuk dilaksanakan dengan baik, pada
bagian lingkup pekerjaan ini akan
menjelaskan tentang proyek yang menjadi
tanggung jawab kontraktor, nama
proyeknya, dimana alamatnya, kapan
JADWAL TAHAPAN PEMILIHAN

Secara garis besar tahapan proyek konstruksi dapat dibagi


menjadi :
Tahap perencanaan (planning)
Rekruitment konsultan (MK, perencana) untuk
menterjemahkan kebutuhan pemilik, membuat TOR,
survey, feasibility study kelayakan proyek, pemilihan
desain, schematic design, program dan budget,
financing. Disini merupakan tahap pengelolaan (briefing),
studi, evaluasi dan program yang mencakup hal-hal
teknis ekonomis, lingkungan, dll
Tahap perancangan (design)
Yang mencakup kriteria desain, skematik desain, proses
diagram blok plan, rencana tapak, potongan, denah,
gambar situasi/site plan tata ruang, estimasi cost.
Tahap pengadaan/pelelangan
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menunjuk Kontraktor
sebagai pelaksanan atau sejumlah kontraktor sebagai
sub-kontraktor yang melaksanakan konstruksi di
lapangan.
Tahap pelaksanaan (construction)
Tujuan dari tahap pelaksanaan adalah untuk mewujudkan
bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek dan
sudah dirancang oleh Konsuktan Perencana dalam
batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, serta
dengan kualitas yang telah disyaratkan. Kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini adalah merencanakan,
mengkoordinasikan, dan mengendalikan semua
operasional di lapangan.
MATA UANG PENAWARAN DAN CARA
PEMBAYARAN

Merupakan sebuah hal penting bagi kontraktor untuk mendapatkan pembayaran


sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dilaksanakan, sebaliknya owner juga
perlu mendapatkan kepastian bahwa pekerjaan akan selesai dengan baik sesuai
dengan pembayaran yang telah diberikan, untuk itu perlu dibuatkan pasal khusus
dalam dokumen perjanjian pengadaan pekerjaan konstruksi dengan judul
PEMBAYARAN, isinya harus menguntungkan kedua belah pihak, adapun isi pasal
pembayaran pada surat perjanjian kontrak konstruksi adalah kurang lebih sebagai
berikut :
Pembayaran uang muka
1. Besaran uang muka bagi kontraktor untuk memulai pelaksanaan pembangunan,
misalnya owner wajib membayar uang muka paling banyak 15% dari nilai kontrak.
2. Syarat bagi kontraktor agar bisa mendapat uang muka, misalnya kontraktor bisa
mendapatkan uang muka apabila menyetujui rencana penggunaan uang muka dari
owner. 3. Peruntukan uang muka, penjelasan mengenai untuk apa uang muka akan
digunakan, misalnya untuk mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda
jadi kepada pemasok bahan/material, dan perisiapan teknik lainya. 4. Besaran
jaminan uang dari kontraktor kepada owner, berapa besarnya jaminan uang muka
yang harus disediakan kontraktor untuk owner, misalnya sebesar uang muka yang
diterima. 5. Cara pengembalian uang muka, contohnya pengembalian uang muka
diperhitungkan berangsurangsur pada setiap pembayarn prestasi pekerjaan dan
paling lambat harus lunas setelah progres pekerjaan mencapai 100%.
Pembayaran Prestasi Pekerjaan
1. Sistem penghitungan prestasi pekerjaan, Misalnya pembayaran kepada pihak kontraktor
hanya bisa dilakukan maksimal senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk
peralatan atau bahan yang ada di lokasi pekerjaan.
2. Syarat kontraktor agar memperoleh pembayaran, contohnya owner melakukan
pembayaran apabila kontraktor telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan
pekerjaan yang telah disetujui dan disepakati Manajemen Konstruksi, Kontraktor dan owner.
3. Apabila ada ketidak sesuaian perhitungan prestasi pekerjaan?, misalnya pembayaran hanya
bisa dilakukan maksimal sesuai dengan besarnya prestasi pekerjaan menurut perhitungan
owner.
4. Pembayaran angsuran uang muka, pajak, denda (bila ada) dan retensi, misalnya setiap
pembayaran dari owner harus memperhatikan halhal tersebut.
5. Pembayaran terakhir, contohnya pembayaran terakhir kepada kontraktor hanya bisa
dilakukan setelah pekerjaan mencapai 100%, dan kontraktor telah menyerahkan jaminan
pemeliharaan.

Pembayaran lainya
1. Kewajiban kontraktor mengganti biaya pembuatan Dokumen Kontrak termasuk biaya
materai, dan yang lainya sesuai dengan undangundang yang berlaku.
2. Kewajiban kontraktor untuk membayar semua biaya yang timbul sehubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan dan pajakpajak sesuai dengan peraturan undangundang yang
berlaku. 3. Kewajiban Kontraktor untuk menyelesaikan segala perizinan yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan, dan wajib menanggung biaya atas perizinan tersebut
MASA BERLAKU PENAWARAN
Salah satu syarat subsantasial dalam surat penawaran selainbertanggaldan
mencantumkanharga penawaranadalahmasa berlaku penawaran.

Terkait dengan Masa berlaku penawaran, tentunya masa berlaku penawaran


harus paling tidak berlaku sebelum penandatangan kontrak, aturan ini sudah
tertuang pada LDP Dokumen pengadaan yaitu '{diisi dengan
memperhitungkan akhir pemasukan dokumen penawaran sampai
penandatanganan kontrak].Pada saat pembukaan penawaran, hal yang
paling sering menjadi penilaian Pokja pada surat penawaran adalah,selain
memastikan bertanggal dan peserta memasukan harga penawaran adalah
menghitung masa berlaku penawaran peserta apakah sudah dengan yang
ditetapkan .

Permasalahan yang terjadi adalah, pada saat evaluasi penawaran, terkadang


jadwal evaluasi yang sudah di susun pada waktu paket lelang di buat, tidak
selamanya akan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ini bisa
dimaklumi, bahwa pada saat evaluasi terkadang banyak hal yang akan
menghambat kelancaran dalam melakukan evaluasi penawaran
Isi lingkup Pekerjaan dalam kontrak
proyek
1. Kesepakatan kedua pihak, contohnya owner sepakat untuk memborongkan
pembangunan gedung kepada kontraktor, sebaliknya kontraktor menerima
kesepakatan tersebut serta sanggup melaksanakan proyek pembangunan
tersebut dengan baik dan benar sesuai dengan perjanjian kontrak.
2. Nama Pekerjaan, Proyek apa yang dibangun? jika gedung maka disebutkan
nama gedungnya dan kapan waktu penyediaan anggaranya. contohnya
pembangunan Gedung Tower ilmusipil 999 lantai tahun anggaran 2055 s/d
2065.
3. Lokasi Pekerjaan, menjelaskan tentang dimana alamat proyek tersebut
berada, berisi informasi alamat jalan, nomor alamat, kelurahan, kota, provinsi
dan negara. misalnya proyek tersebut terletak di Jl. Gang Luas no.1 ,
Kelurahan Langit ketujuh, Kota Angkasa, Provinsi Perut Bumi, Negara Republik
mimpi.
4. Lingkup Pekerjaan, pekerjaan apa saja yang menjadi tanggung jawab
kontraktor untuk dilaksanakan, apakah seluruh bagian gedung, atau hanya
beberapa sub pekerjaan saja, misalnya struktur, arsitektur, finishing,
mekanikal elektrikal, sesuai spesifikasi teknis serta gambar kontrak.
5. Batasan tanggung jawab Kontraktor, menjelaskan tentang halhal yang
harus dilaksanakan kontraktor, misalnya membangun gedung secara
keseluruhan termasuk pemeliharaan dan pengelolaan, atau hanya
merenovasi, atau hanya manajemen building.
6. Sifat harga kontrak, berisi tentang penjelasan nilai kontrak apakah lump
SUMBER DANA
Dengan adanya keputusan untuk mengadakan investasi maka
diperlukan dana yang dapat membelanjai investasi. Timbullah
masalah bagaimana perusahaan dapat memperoleh dana yang
dibutuhkan untuk membiayai investasi yang direncanakan
dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan dengan
mengingat, bahwa para pemilik dana mengharapkan balas jasa
atas penggunaan dananya dan merupakan biaya investasi
yang direncanakan tersebut.
SUMBER DANA PERUSAHAAN
Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba,
pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk
melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba
manajemen harus berprilaku :
1.Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen
harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang
digunakannya.
2.Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba,
manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan
MASA BERLAKUNYA PENAWARAN

Salah satu syarat subsantasial dalam surat penawaran selainbertanggaldan


mencantumkanharga penawaranadalahmasa berlaku penawaran.

Terkait dengan Masa berlaku penawaran, tentunya masa berlaku penawaran


harus paling tidak berlaku sebelum penandatangan kontrak, aturan ini
sudah tertuang pada LDP Dokumen pengadaan yaitu'{diisi dengan
memperhitungkan akhir pemasukan dokumen penawaran sampai
penandatanganan kontrak].Pada saat pembukaan penawaran, hal yang
paling sering menjadi penilaian Pokja pada surat penawaran adalah,selain
memastikan bertanggal dan peserta memasukan harga penawaran adalah
menghitung masa berlaku penawaran peserta apakah sudah dengan yang
ditetapkan .

Permasalahan yang terjadi adalah, pada saat evaluasi penawaran, terkadang


jadwal evaluasi yang sudah di susun pada waktu paket lelang di buat, tidak
selamanya akan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ini bisa
dimaklumi, bahwa pada saat evaluasi terkadang banyak hal yang akan
menghambat kelancaran dalam melakukan evaluasi penawaran
JAMINAN PENAWARAN
Pelelangan umum dan pelelangan sederhana
mempersyaratkan Jaminan Penawaran. Namun
dengan dikeluarkannya Peraturan Kepala (Perka)
LKPP Nomor 18 Tahun 2012 tentang E-Tendering
maka ada pengecualian terhadap aturan tersebut.
Perka LKPP Nomor 18 Tahun 2012 memang
merupakan sebuah hadiah akhir tahun dari LKPP
yang cukup signifikan, karena mengubah banyak
hal terhadap proses pengadaan secara elektronik
(E-Proc) yang terdahulu. Juga menyebabkan semua
Standard Bidding Document (SBD) atau Standar
Dokumen Pengadaan (SDP) harus segera
menyesuaikan.
JADWAL PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN
BATAS AKHIR WAKTU PEMASUKAN

Semenjak terbitnya Pepres Nomer 4 Tahun 2015 ada sebuah aturan


baru yaitu dimana Pokja dapat merubah waktu batas akhr
pemasukan penawaran yang tidak diatur pada pepres Nomer 54
tahun 2010 sampai dengan Pepres 172 tahun 2014, yaitu Pokja
dapat merubah batas akhir penawaran bilamana tidak ada peserta
yang memasukan penawaran. Hal ini juga diatur pada Perka
etendering Nomer 1 Tahun 2015 yaitu pada angka 4 Pemasukan
penawaran huruf D Pokja ULP dapat memperpanjang batas
akhir jadwal pemasukkan penawaran dalam hal setelah
batas akhir pemasukan penawaran tidak ada peserta
yangmemasukkan penawara dan E Perpanjangan jangka waktu
sebagaimana dimaksud pada huruf d dilakukan pada hari yang
sama dengan batas akhir pemasukan penawaran.
PEMBUKAAN PENAWARAN
Mengenai hal ini penting untuk didefinisikan sebab di nomor 17 bagian
pembukaan dokumen penawaran, disebutkan bahwaPokja ULP
segera membuat Berita Acara Pembukaan Dokumen
Penawaran diantaranya paling sedikit memuat jumlah
dokumen penawaran yang lengkap dan tidak lengkap.
Dalam Perka LKPP Nomor 18 Tahun 2012 tentangE-Tendering,
disebutkan bahwa file yang dianggap sebagai penawaran adalah
dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan dapat dievaluasi yang
sekurang-kurangnya memuat:
a) Satu file:harga penawaran, daftar kuantitas dan harga untuk
kontrak harga satuan/gabungan, jangka waktu penawaran,
dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan;
b) Dua file atau dua tahap:daftar kuantitas dan harga untuk
kontrak harga satuan/gabungan, jangka waktu penawaran,
dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan.
DOKUMEN PENAWARAN

Dokumen penawaran adalah dokumen yang disampaikan oleh penyedia barang/jasa


dalam sampul tertutup kepada Pokja ULP/Pejabat Pengadaan, terdiri dari
persyaratan administrasi, teknis, dan penawaran harga dalam jangka waktu dan
sesuai persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan suatu kegiatan
pengadaan barang/jasa.
kelengkapan dokumen penawaran yang meliputi :
a) Surat penawaran yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran, tanggal dan tanda
tangan serta mencantumkan total harga penawaran;
b) Jaminan penawaran asli;
c) Rincian harga penawaran (daftar kuantitas dan harga), apabila dipersyaratkan;
d) Surat kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi kepada penerima
kuasa (apabila dikuasakan);
e) Surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila peserta berbentuk kemitraan/KSO);
f) Dokumen penawaran teknis;
g) Formulir rekapitulasi perhitungan TKDN (apabila dipersyaratkan untuk mendapatkan
preferensi harga);
h) Dokumen kualifikasi;
AMBANG BATAS SISTEM GUGUR

SISTEM GUGURdenganambang bataskarena kriteria evaluasi


yang dinilai merupakan kriteria wajib untuk menentukan
standar, kualifikasi dan atau persyaratan minimum yang harus
dipenuhi oleh penawar. Sistem ini bertujuan mendapatkan nilai
terbaik dari penawaran dengan harga terendah yang memenuhi
semua persyaratan (secara teknis, harga terendah dapat
diterima).

Sedangkan ambang batas digunakan untuk memberikan batasan


nilai (spesifikasi teknis) minimal yang harus dipenuhi oleh
penyedia barang/jasa untuk kemudian dapat dinyatakan lulus
ambang batas nilai teknis dan kemudian dapat dipertimbangkan
sebagai pemenang jika harga yang ditawarkan adalah harga
yang terendah.
SANGGAHAN, SANGGAHAN BANDING DAN
PENGADUAN

Sanggahanwajib disampaikan olehpeserta yang memasukkan penawaran


baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan peserta lain
apabila merasa tidak puas atas penetapan pemenang karena mengetahui ada
hal-hal yang dianggap menyimpang dari prosedur pengadaan barang / jasa,
dimana penyampainnya dalam masa sanggah yang sudah ditetapkan dan
ditujukan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP)/PP serta dapat
menyampaikan tembusan kepada pihak-pihak dalam Organisasi Pengadaan
barang yaitu PA, KPA, PPK ataupun APIP.

APA PERBEDAAN SANGGAH/SANGGAH BANDING DENGAN PENGADUAN?

Dalam menyampaikan dan menjawab Sanggah / sanggah banding


terdapatketentuan tentangbatasan waktu, batasan tujuan serta batasan
materi yang disampaikan dan yang dapat menyampaikan hanya Peserta yang
memasukkan dokumen penawaran.
Sedangkan pengaduan tidak dibatasi oleh hal-hal sebagaimana
sanggah/sanggah banding. Dengan kata lain pengaduan dapat dilakukan
kapan saja, kepada semua instansi / pejabat yang berwenang, dan dapat
dilakukan oleh siapa saja. masyarakat ataupun oleh peserta.
JAMINAN SANGGAHAN BANDING

Jaminan Sanggah Banding adalah surat


jaminan yang berfungsi untuk menjamin
keseriusan penyedia dalam memberikan
surat sanggah banding akibat
ketidakpuasan terhadap jawaban
sanggahan dari Kelompok Kerja ULP
Jaminan Sanggahan Banding ditetapkan
sebesar 1% (satu perseratus) dari nilai
total HPS, dengan masa berlaku 15 (lima
belas) hari kerja sejak pengajuan
Sanggahan Banding untuk Pelelangan
Umum/Seleksi Umum/ Pelelangan Terbatas,
dan 5 (lima) hari kerja untuk Pelelangan
JAMINAN PELAKSANAAN
Jaminan Pelaksanaan adalah surat yang berfungsi untuk menjamin Pelaksanaan
Pekerjaan sesuai dengan kontrak, penyedia harus memberikan jaminan
pelaksanaan PPK pada saat setelah diterbitkannya SPPBJ dan sebelum
penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya,
dengan masa berlaku sejak tanggal Kontrak sampai serah terima Barang/Jasa
Lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.

Kecuali untuk Pengadaan Jasa Konsultansi, Jaminan Pelaksanaan diberikan oleh


Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi untuk Kontrak bernilai di atas
Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan dapat diminta kepada Penyedia Jasa
Lainnya untuk Kontrak dengan nilai kontrak yang sama, kecuali untuk Pengadaan
Jasa Lainnya dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna.
Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari
nilai Kontrak; atau untuk sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS untuk
nilai penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai
total HPS.
Jaminan Pelaksanaan berlaku sejak tanggal Kontrak sampai serah terima
Barang/Jasa Lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.

Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah:


a. penyerahan Barang/Jasa Lainnya dan Sertifikat Garansi; atau
b. penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai
Kontrak khusus bagi Penyedia Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya.
JAMINAN UANG MUKA

Pada setiap kesepakatan bisnis, pemberian


uang muka oleh pemberi proyek (Obligee)
kepada penyedia barang/jasa (Principal)
bisa dibilang suatu keharusan guna
melancarkan proses kerja sama itu sendiri.
Namun ada kalanya suatu proses kerja
sama tak berjalan sesuai dengan
kesepakatan dan hal tersebut
menyebabkan hilangnya uang muka yang
telah dibayarkan sebelumnya. Mengingat
jumlah uang muka yang tak sedikit, hal ini
menginspirasi lahirnya sebuahjaminan
uang mukayang telah diterapkan di
Fungsi Jaminan Pembayaran Uang Muka
Sebagai syarat bilaPrincipalmengambil uang muka untuk tujuan
memperlancar pembiayaan proyek yang dikerjakannya
JikaPrincipalgagal melaksanakan pekerjaan sehingga tidak dapat
mengembalikan uang muka yang telah diterimanya, makaSurety
Companyakan membayar kepadaObligeesebesar sisa uang muka yang
belum dilunasinya.
Isi Jaminan Pembayaran Uang Muka
JanjiSurety CompanydanPrincipaluntuk mengembalikan uang muka yang
telah diterimaPrincipalsebelum pekerjaan selesai, sesuai dengan kontrak
yang telah ditanda tanganinya.
JikaPrincipaltelah melaksanakan pengembalian uang muka kepadaObligee,
makaJaminan Pembayaran Uang Mukaotomatis berakhir.
Pada saat jatuh tempo pembayaran uang muka belum dilunasi,
makaJaminan Pembayaran Uang Mukadapat diperpanjang sesuai dengan
kesepakatanObligeedanPrincipal.
JikaPrincipallalai tidak mengembalikan uang muka, makaSurety
Companyakan mengganti jumlah uang tersebut, maksimum sebesar nilai
jaminan yang tercantum dalamJaminan Pembayaran Uang Mukadengan
diperhitungkan tingkat prestasi kerja yang telah dicapai olehPrincipal.
Pengajuan ganti rugi atas jaminan kepadaSurety Companydiajukan dalam
jangka waktu tertentu setelah berakhirnyaJaminan Pembayaran Uang
Muka.
FormatJaminan Pembayaran Uang Muka(Advance Payment Bond)
LEMBAR DATA
CONTOH

PEMILIHAN
SELESAI.

Anda mungkin juga menyukai