Anda di halaman 1dari 61

1

SEJARAH FILSAFAT KESEHATAN


2

MENGAPA HARUS BELAJAR FILSAFAT?


Untuk mengetahui sejak kapan munculnya ilmu
pengetahuan
Agar mampu berpikir sistematis, kritis untuk
memperoleh kebenaran.
3

PENGERTIAN FILSAFAT
1. Dari sisi kebahasaan
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu
philosophia. Philo=cinta Sophia=
kebijaksanaan/kebenaran. Jadi philosophia
adalah orang yang mencintai kebenaran,
sehingga berupaya memperoleh dan
memilikinya.
4
lanjutan

Kata philosophia ditransformasikan ke


berbagai bahasa. Dalam bahsa arab
disebut falsafah. Dalam bahsa
Indonesia disebut falsafat/filsafat.
Dalam bahsa Belanda dan Jerman
disebut Philosophie.
5

lanjutan
Dari sisi filsafat sebagai ilmu
Plato, fisuf besar Yunani mengatakan, filsafat
adalah ilmu pengetahuan yang berusaha
mencapai kebenaran yang asli, karena
kebenaran mutlak di tangan Tuhan. Atau
dengan singkat dikatakan pengetahuan tentang
segala yang ada.
6

lanjutan
Aristoteles, murid Plato mengatakan,
filsafat adalah ilmu pengetahuan yang
meliputi kebenaran yang terkandung
di dalamnya ilmu matafisika, logika,
retorika, politik, sosial budaya dan
estetika.
7

Alfarabi, Filsuf besar muslim dengan


gelar Aristoteles ke 2, mengatakan
Filsafat adalah pengetahuann tentang
yang ada menurut hakikatnya yang
sebenarnya.
8

lanjutan
Immanuel Kant, Filsuf barat dengan
gelar raksasa pemikir Eropa,
mengatakan filsafat adalah ilmu
pokok dan pangkal segala
pengetahuan yang mencakup di
dalamnya empat persoalan:
9

lanjutan
1. apa dapat kita ketahui, dijawab oleh
metafisika
2. apa yang boleh kita kerjakan,
dijawab oleh etika
3. apa yang dinamakan manusia,
dijawab oleh antropologi.
4. sampai dimana harapan kita, dijawab
oleh agama.
10

lanjutan
Hasbullah Bakry, filsafat adalah ilmu yang
menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam
mengenai Ketuhanan, alam semesta, dan
manusia sehingga dapat melahirkan
pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya
sejauh yang dicapai manusia.
11

lanjutan
3. Filsafat dari sisi benda
Titus dkk, mengajukan dua pengertian filsafat.
- filsafat adalah sekumpulan problem- problem
yang langsung dan mendapat perhatian dari
manusia yang dicarikan jawabannya oleh ahli
filsafat.
12

lanjutan
Filsafat adalah sekumpulan sikap
dan kepercayaan terhapadap
kehidupan dan alam yang
biasanya diterima secara tidak
kritis.
13

lanjutan
4. Filsafat sebagai suatu aktifitas
Filsafat adalah sebagai suatu proses berpikir
untuk memperoleh jawaban-jawaban dari
berbagai problem.
Titus dkk, memberikan 3 pengertian filsafat sbg
aktifitas:
- Filsafat adlah suatu proses kritik atau pemikiran
terhadap kepercayaan diri dari sikap yang sangat
kita junjung tinggi.
14

lanjutan
- Filsafat adalah sebagai analisi logis dari bahasa
serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.
- Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh
gambaran keseluruhan
15

BERDASARKAN KONSEP DAN TEORI TERSEBUT PROSES


BERFILSAFAT TERSEBUT MELALUI EMPAT TAHAP

1. LOGIS, yaitu berpikir dengan menggunakan


logika (undang-undang berpikir) yaitu melalui
tiga tahap; pemahaman, keputusan dan
argumentasi
contoh;:
- Alam berubah-ubah (premis minor)
- Setiap berubah-ubah baru (premis mayor)
- Alam baru (simpulan)
16

lanjutan
2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yang
sistemik sehingga ditemukan adanya koheren
(saling runtut), diantara satu pertanyaan dengan
pertanyaan lainnya.
3. RADIKAL, berpikir sampai kepada akar
masalah.
4. UNIVERSAL, berpikir secara umum bukan
khusus. Disini perbedaannya ilmu berpikir
secara khusus, filsafat berpikir secara umum.
17

SEJARAH TIMBULNYA FILSAFAT


KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?
Filsafat muncul sejak manusia ada dan sejak
adanya pembicaraan manusia. Maka sejarah
lahirnya filsafat dimana-mana Yunani, India,
Persia. Karena filsafat memiliki kualifikasi
tertentu, maka lahirnya filsafat diidentikan
dengan Yunani. Hal ini sesuai dengan karakter
orang yunani ialah Rasional
18

APA YANG MENYEBABKAN LAHIRNYA


FILSAFAT?
1. PERTENTANGAN ANTARA MITOS DAN
LOGOS
Dikalangan masyarakat Yunani dikenal adanya
mitos, sebagai suatu keyakinan lama yang
berkembang dengan pesat misalnya mite
kosmologi yang melukiskan kejadian alam.
Lama-lama mitos hilang dikalahkan oleh logos,
maka logos penyebab pertama lahirnya
filsafat.
19

lanjutan
2. RASA INGIN TAHU
Karena mite hanya bersifat dongeng belaka,
maka orang mulai berpikir rasional, untuk
mencari jawaban-jawaban yang logis.
Keingintahuan terhadap alam semesta,
keingintahuan terhadap penciptanya dsb.
20

lanjutan
3. RASA KAGUM
Menurut Plato, filsafat lahir adanya kekaguman
manusia tentang dunia dan lingkungannya. Para
filsuf atas kekagumannya mencoba merumuskan
asal mula alam semesta.
Thales bapak filsafat Yunani, mengatakan alam
semesta berasal dari air.
21

lanjutan
Anaximandros, alam berasal dari apairon (api)
Democrios, alam berasal dari atom
Empedokles, alam berasal dari empat unsur;
air, api, angin, tanah.
4. PERKEMBANGAN KESUSASTRAAN
Faktor lain yang menyebakan lahirnya filsafat
adalah kesusastraan.
22

KARAKTERISTIK FILSAFAT
1. SKEPTISIS
Skeptisis adalah keraguan terhadap suatu
kebenaran sebelum mendapat argumen yang
kuat terhadap kebenaran tersebut.
Dikelompokan;
-bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin
-bersifat degradasi, dari yakin ke ragu
-bertahan sophisme, terus menurus ragu.
23

Lanjutan
Sifat gradasi diungkapkan oleh RENE
DECARTES Filsuf Prancis cagito ergo sum
(saya berpikir maka saya ada)
2.KOMUNALISME
Hasil pemikiran filsafat dimiliki masyarakat
umum tidak memandang ras, kelas, ekonomi,
dan keyakinan. Misalnya hasil pemikiran Yunani
bermanfaat untuk orang Eropa, Asia Afrika dsb.
24

lanjutan
3. DISENTERESTEDNESS
YANG BERASAL DARI KATA INTEREST, yaitu
suatu kegiatan filsafat yang tidak dimotivasi
untuk suatu kepentingan tertentu.
4. UNIVERSALISME
Filsafat bersifat umum, berati filsafat adalah hak
seluruh umat manusia secara umum atau
sifatnya internasional. Semua umat manusia
berhak mengadakan kajian filsafat.
25

APA GUNANYA FILSAFAT BAGI MANUSIA?

Filsafat mampu memberikan


pemahaman yang menyeluruh
(general) terhadap suatu wujud
(ontologi) sekaligus memberikan
konsep kebenaran
( justifikasi) terhadap wujud tersebut.
Dengan kebenaran manusia akan
bertindak bijaksana (wesdom)
26

lanjutan
Filsafat dapat memberikan kepuasan
bagi filsuf/seseorang karena
kemampuannya dalam
menggambarkan problem kehidupan
yang sedang dan akan dihadapi sesuai
dengan leluasan pemahamannya.
Plato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu suatu
kenikmatan yang luar biasa dan kebahagian yang paling
berharga.
27

lanjutan
Filsafat dapat dijadikan sebagai bahan pijakan
untuk merubah dunia.
Karl Marx mengatakan, filsafat tidak hanya
hanya menjelaskan pada dunia(interferd the
world) melainkan juga merubahnya.
28

PROBLEMATIKA FILSAFAT
Secara Umum terbagi menjadi tiga;
1. ONTOLOGI, yaitu mengkaji hakikat segala
sesuatu, terbagi 2:
1. Kualitas;
- Monisme, asal lam terdiri dari satu unsur
(mono=satu). Thales dari air, Anaximandros
dari apairon, Anaximenes dari udara,
Democritos dari tanah.
29

lanjutan
- Dualisme, yang mengatakan alam semesta
terdiri dari dua unsur yaitu materi dan roh.
Tokohnya Anaxagoras dan Aristolteles.
- Pluralisme, alam semesta terdiri dari empat
unsur; air, angin, api, tanah. Tokohnya
Empedokles, Leukippos.
30

lanjutan
2. Kualitas
Pandangan ini membicarakan bagaimana
alam berproses, dalam kaitannya muncul 4
teori:
-Mekanisme, yang mengatakan bahwa segala
sesuatu berproses secara mekanik.
-Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yang
terjadi di alam raya berproses menuju suatu tujuan,
yaitu Tuhan.
31

-Determinisme, kejadian di alam iniberproses


melalui suatu ketentuan yang telah
ditetapkan sebelumnya, baik oleh hukum
alam maupun oleh Tuhan
-Indeterminisme, segala kejadian di alam ini
berlangsung secara bebas, tanpa kendali
tertentu dari Tuhan atau kekuatannya.
32

PROBLEM FILSAFAT
2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal;
a. Hakikat pengetahuan, muncul 2
pandangan;
- realisme, yaitu pengetahuan manusia riil
adanya dalam kehidupan.
- idealisme, yaitu hakikat ilmu pengetahuan tidak
terdapat dalam dunia riil, melainkan konsep
ideal atau dunia ide-ide.
33

lanjutan
b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;
- rasionalisme, mengatakan bahwa sumber
pengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia.
- Empirisme, sumber pengetahuan adalah indera
manusia.
- Kritisme, pengetahuan manusia bersumber dari
luar diri manusia, yaitu Tuhan.
34

PROBLEM FILSAFAT
3. AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6
PANDANGAN;
a. naturalisme, yang menyatakan
ukuran baik buruk ialah sesuai
tidaknya perbuatan tersebut sesuai
dengan fitrah (natura) manusia.
b. Hedonisme, yang menyatakan bahwa
ukuran baik buruk ialah sejauh mana
suatu perbuatan mendatangkan
kenikmatan (hedone) bagi manusia.
35

lanjutan
a. Vitalisme, ukuran baik buruk
ditentukan oleh sejauh mana suatu
perbuatan tersebut dapat
mendorong manusia untuk hidup
lebih maju.
b. Ultitarianisme, Ukuran baik buruk
ditentukan oleh ada tidaknya suatu
perbuatan mendatangkan manfaat
bagi manusia.
36

lanjutan
e. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh
sesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengan
konsep ideal (rancang bangun) pikiran
manusia.
f. Teologis, baik buruknya suatu perbuatan
ditentukan oleh sesuai tidaknya suatu
perbuatan dengan ketentuan agama
(teos=Tuhan, agama)
37

lanjutan
Berdasarkan uraian problematika di
atas kebenaran itu bersifat relatif
tergantung pada latar belakang
pendidikan, sosial, budaya, agama
dan sebagainya.
38

BAGAIMANA HUBUNGAN ILMU,


FILSAFAT, DAN AGAMA
Ilmu adalah sistem dari berbagai pengetahuan
yang masing-masing mengenai suatu
pengalaman tertentu yang disusun melalui
sistem tertentu, sehingga menjadi suatu
kesatuan.
Menuurut Harsojo, ilmu terdiri dari tiga
kesimpulan, yaitu;
39

lanjutan
1. Merupakan akumulasi pengetahuan yang
disistematikan
2. Suatu pendekatan/metode pendekatan
terhadap seluruh dunia empiris, yaitu dunia
yang terikat oleh faktor ruang dan waktu,
dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh
panca indra manusia, dan
40

lanjutan
1. Suatu cara yang mengijinkan
kepada ahli-ahli lainnya untuk
menyatakan suatu proporsi.
41

lanjutan
Filsafat menurut Plato dan Al Faraby; filsafat
adalah pengetahuan tentang segala yang ada.
AGAMA
Terdapat perbedaan pengertian agama
dikalangan tokoh agama. Hal ini disebabkan
oleh perbedaan bidik terhadap agama.
42

lanjutan
Agama diartikan secara praktis, adalah
suatu keyakinan akan adanya
aturan/jalan hidup (way of life) yang
bersumber dari suatu kekuatan yang
absolut (Tuhan).
Agama memiliki empat perangkat
sbb:
1. Adanya pengatur (Tuhan) sebagai
kebenaran yang pertama dan terakhir.
43

lanjutan
2. adanya aturan (code hukum) yang harus
dipahami yang termaktub dalam kitab suci dan
kebenarannya bersifat ansolut.
3. Adanya seorang nabi sebagai pembawa aturan
hukum.
4. Adanya komunitas (manusia) sebagai pelaksana
aturan yang bersumber dari Tuhan.
44

HUBUNGAN ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA


ILMU, mencari kebenaran dengan cara
penyelidikan (riset) sesuai dengan eksistensinya
yang berhubungan dengan alam empiris.Dalam
penyelidikan ilmu selalu mencari hukum sebab
akibat. Sebagai hukum sebab akibat maka
kebenaranya pasti ada.
45

lanjutan
ILSAFAT, karena selalu berhadapan denga alam
empiris, (metafisika, ghaib) maka ia komit
dengan organon (alatnya) yaitu logika. Cara
kerjanya selalu diawali dengan pertanyaan
apa. Berpikir logis, sistematis, radikal, dan
universal.
46

lanjutan
AGAMA, menemukan konsep
kebenaran bersumber pada wahyu,
kebenarannya bersifat mutlak,
absolut sebagiai kebenaran tertinggi.
47

Ilmu kebenarannya bersifat empiris, filsafat


kebenarannya bersifat spekulatif (berdasrkan
nalar dan logika), keduanya bersifat nisbi.
Agama kebenarannya bersifat absolut mutlak,
dalam penentuannya semua perlu perumusan
48

lanjutan
Hubungan ilmu filsafat dan agama, Albert
Einstein menagatakan dengan singkat
science with out is blind, religion with out
science is blame Ilmu tanpa agama buta,
agama tanpa ilmu lumpuh.
49

BAGAIMANAKAH KATEGORI MANUSIA


ITU?
1. MANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAM
KETIDAKAHUANNYA
2. MANUSIA TIDAK TAHU DALAM
KETAHUANNYA
3. MANUSIA TAHU AKAN
KETIDAKTAHUANNYA
4. MANUSIA TAHU AKAN KETAHUANNYA
Kategori manakah yang paling baik?
50

Manusia adalah akhluk ciptaan Tuhan yang tercanggih.


Memiliki banyak kelebihan dibanding dengan makhluk
lain terutama akalnya.
Memiliki rasa ingin tahu, maka diaktuakisasikan
dalam bentuk bertanya.
Melalui rasio maka manusia memberikan
jawaban terhadap aneka pertanyaan
Manusia bertanya, manusia pula menjawab
Manusialah yang benar-benar bereksistensi
karena memiliki kesadaran dan otonomi dirinya.
51

Lanjutan

DENGAN KATA LAIN


Malalui akalnya manusia mampu menyamai
makhluk lain.
Burung terbang tinggi, manusia tefrbang dengan
pesawat ciptaannya.
Angsa bisa berenang ke ujung pulau, manusia
berenang dengan kapal Feri ciptaannya.
Ikan mampu menembus dasar lautan, manusia
menembus lautan dengan kapal selam
ciptaannya.
52

APAKAH SETIAP MANUSIA MAMPU BERFILSAFAT? Tidak


juga. Rule of the game ( ada aturan mainnya)

Berpikir logis, sistematis, radikal, dan universal.

Dengan mengindahkan ke empat aturan main


tersebut, maka Anda bisa menjadi seorang filsuf
53

LAHIRNYA ILMU PENGETAHUAN


SEJAK KAPAN LAHIRNYA ILMU PENGETAHUAN?
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang
tercanggih.
Dengan akalnya manusia mampu. berpikir,
dengan pikirannya memperoleh pengetahuan,
dengan pengetahuannya manusia memiliki ilmu,
dengan ilmunya manusia mampu berpikir
rasional, logis dan sistematis.
54

JADI PENGETAHUAN LAHIR SEJAK


MANUSIA ITU ADA
SEJAK MANUSIA BERPIKIR
SEJAK MANUSIA BERINTERAKSI DENGAN
ALAM
55

BAGAIMANA HUBUNGAN (ILMU


PENGETAHUAN DENGAN FILSAFAT?
Pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu,
pengetahuan lahir sejak adanya peradaban
manusia dan berkembang pesat sesuai dengan
budayanya.
Pengetahuan lahir dari aktivitas
Aktivitas memerlukan metode
Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.
Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.
56

lanjutan
Aktivitas memerlukan metode
Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.
Ilmu dan pengetahuan tidak bisa
dipisahkan.
57

SIKLUS ILMU

ILMU AKTIVITAS

METODE PENGETAHUAN
58

PENGERTIAN ILMU SEBAGAI


PENGETAHUAN
Dari segi maknanya pengertian ilmu sekurang-
kurangnya merujuk tiga hal:
Pengetahuan
Aktivitas
metode
59

Pengertian Umum

Ilmu adalah sesuatu kumpulan yang


sistematis dari pengetahuan.
Ilmu berarti semua pengetahuan
yang dihimpun dengan perantara
metode ilmiah (John G. Kemeny).
60

lanjutan
Menurut Norman Campbell :
Ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan
yang berguna dan praktis dan suatu metode
untuk memperoleh pengetahuan
Ilmu tidak bersangkutan dengan kehidupan
praktis dan tidak dapat mempengaruhinya
kecuali dalam cara yang paling tak
langsung, baik kebaikan atau keburukan.
61

SIMPULAN
Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang
rasional dan kognitif dengan berbagai metode
berupa aneka prosedur dan tata langkah
sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan
yang sistematis mengenai gejala-gejala
kealaman, kemasyarakatan atau keorangan
untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh
pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun
melakukan penerapan.