Anda di halaman 1dari 22

Chapter 5 Haifa Azninda

Choiru Ichwannanta

Mekanika Kuantum
Nilai Ekspektasi, Operator, Persamaan Schrodinger, dan
Partikel dalam Kotak
Nilai Ekspektasi
Jikafungsi gelombang sudah diperoleh maka semua
informasi tentang partikel itu yang diijinkan oleh
prinsip ketidakpastian, dapat diperoleh.
Lalu
informasi yang seperti apa? dan bagaimana cara
memperolehnya?
Informasi yang diperoleh adalah berupa nilai
ekspektasi dari suatu kuantitas yang hendak diukur,
misalnya dimana partikel itu sering berada atau
berapa momentum rata-ratanya.
Contoh Kasus

Sejumlah
elektron (N1) berada pada
posisi x1, kemudian sejumlah
elektron lainnya (N2) berada pada
posisi x2, dan seterusnya, maka
rata-rata posisi pada kasus ini
adalah:
Kita
sepakat dengan sebuah partikel tunggal, kita rubah
jumlah N dari partikel pada posisi x dengan nilai
probabilitas P

Dimana adalah partikel fungsi gelombang pada x = xi


Kita substitusikan

Jika merupakan fungi gelombang ternomalisasi, maka


nilai ekspektasi posisinya
Contoh Soal

Sebuah
partikel yang dibatasi
sumbu x antarai x = 0 dan x = 1,
mempunyai fungsi gelombang
Tentukan probabilitas partikel
dapat ditemukan antara x = 0,45
dan x = 0,55
Tentukan nilai ekpektasi dari
posisi partikel
Penyelesaian

Probabilitasnya adalah

Nilai Ekspektasinya
Langkah yang sama seperti yang diatas dapat digunakan untuk
menentukan nilai ekspektasi untuk semua nilai, energi potensial U(x)
yang merupakan fungsi posisi x dari partikel yang dijelaskan dengan
fungsi gelombang . Hasilnya adalah

Nileiekpektasi untuk momentum tidak dapat dihitung menggunakan


cara ini karena, berdasarkan pada prinsip ketidakpastian, tidak ada
fungsi seperti yang berlaku.
Mekipun kita jelaskan dengan detail bahwa (sehingga )
Persoalan yang sama dengan untuk energi ()
Pada fisika klasik kita mungkin mendapatkan nilai
momentum (p), energi (E) dan posisi (x) berdasarkan
pada hukum ke dua Newton yang berlaku pada semua
gaya yang bekerja pada benda.
Padafisika kuantum, apa yang dapat kita peroleh dari
persamaan Schrodinger untuk gerak suatu partikel
adalah fungsi gelombang , sementara keadaan awal
adalah sebuah kemungkinan, bukan kepastian.
Questions & Discussion
Operator (cara lain untuk mendapatkan nilai ekspektasi)

Sebuah
operator menyatakan operasi yang mana yang
digunaan untuk menyelesaikan nilai yang berhubungan.
Misalnya operator , berarti kita akan menyelesaikan
dengan menurunkan secara parsial fungsi yang berada
setelah operator.
Operator dan Nilai Ekspektasi

Kita tahu bahwa nilai ekspektasi dari A adalah

Sehingga nilai ekspektasi dari momentum p adalah


Nilai ekspektasi Energi

Note:
Persamaan Schrodinger: Keadaan
Tunak

Keadaan
tunak (bahasa Inggris: steady state) adalah
kondisi sewaktu sifat-sifat suatu sistem tak berubah
dengan berjalannya waktu atau dengan kata lain,
konstan. Ini berakibat untuk setiap properti p dari
sistem, turunan parsial terhadap waktu adalah nol:
Ketikafungsi tidak berganrung pada waktu, persamaan Schrodinger
dapat menyederhanakan dengan menghapus kaitannya dengan
waktu.
Fungsi Gelombang 1 dimensi

Fungsi di atas merupakan fungsi gelombang yang bergantung pada


waktu
Sehingga fungsi keadaan tunak 1 dimensi nya adalah

3 dimensi
Yang perlu diperhatikan dari Persamaan Schodinger keadaan
tunal adalah bahwa persamaan tersebut memiliki satu atau lebih
penyelesaian untuk suatu sistem, setiap fungsi gelombang ini
berhubungan pada nilai yang spesifik dari energi E.
Energikuantisasi tersebut muncul dalam gelombang mekanik
sebagai elemen alami dari sebuah teori.
Energi kuantisasi pada dunia fisika dikemukakan sebagai
karakteristik fenomena universal pada semua sistem yang stabil.
Persamaan Schrodinger tersebut dapat
dianalogikan dengan perilaku gelombang
dalam sebuah tali yang kedua ujungnya
terikat, dengan panjang L.
Disini, dibanding sebuah persebaran
gelombang yang tidak terbatas pada satu
arah, gelombang malah merambat pada dua
arah (+x dan x) secara bergantian.
Gelombang tersebut memiliki perpindahan y
= 0 pada kedua ujung tali (kondisi batas)
Untuk perpindahan sama seperti dan
turunannya kontinyu, berhingga dan memiliki
nilai tunggal.
Nilai y juga bilangan real, tidak kompleks
(imajiner) dan mewakili nilai yang dapat
Nilai Eigen dan Fungsi Eigen
Nilai
energi yang dapat diselesaikan dengan
Persamaan Schrodinger: Steady State disebut nilai
eigen.
Dan fungsi gelombang yang berkaitan disebut
fungsi eigen.
Contoh fungsi eigen
Tingkat energi diskrit pada atom hidrogen
Pertanyaannya adalah....

Mengapa nilai energi tertentu E ini hanya berlaku pada


fungsi gelombang untuk elektrok pada atom hidrogen?
Variabel
dinamis yang lebih penting dari energi total
dan terkuantisasi pada sistem yang stabil disebut
momentum angular L

Dengan l = 0, 1, 2, ...

Pada atom hidrogen posisi elektron tidak terkuantisasi
Jadi kita harus berfikir bahwa elektron yang berada di
sekitar inti atom dengan probabilitas sebesar per satuan
volume dengan tanpa posisi perkiraan atau bahkan orbit
yang dijelaskan secara klasik.
Pernyataan probabilitas ini tidak bertentangan dengan
data eksperimen yang telah diterapkan pada atom
hidrogen (yang selalu menunjukkan bahwa setiap bagian
mengandung seluruh elektron, bukan 27% elektron pada
wilayah tertentudan 73% ada di lainnya)
PERSAMAAN SCHRODINGER PADA GERAK PARTIKEL BEBAS
DALAM RUANG TIGA DIMENSI

1. Gerak Partikel Bebas Dalam Ruang Satu Dimensi

Pada sistem konservatif berlaku hukum kekekalan


energi, yaitu jumlah energi kinetik ditambah energi
potensial bersifat kekal: artinya tidak bergantung pada
waktu dan posisi. Sebagaimana diketahui, hukum
kekekalan energi tersebut telah dapat dijelaskan baik
oleh fisika klasik. Dengan demikian, sebagai teori yang
lebih baru, persamaan Schodinger harus konsisten
dengan hukum kekekalan energi
p2/2m + Ep = Em
Persamaaan Schodinger merupakan persamaan differensial
yang akan menghasilkan penyelesaian yang tepat terhadap
masalah-masalah fisika kuantum. Persamaan demikian ini
haruslah memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Konsisten dengan hukum kekekalan energi, Ek + Ep = Em (2.1)
b. Persamaan ini bagaimanapun bentuknya, harus konsisten dengan
persamaan de Broglie. Oleh karena itu untuk partikel bebas dengan
momentum p dan panjang gelombang = h/p, maka energi kinetik
Ek = p2/2m =2k2 /2m ... (2.2)
c. Karena persamaan ini menunjukkan peluang untuk menemukan
partikel, maka persamaan ini haruslah berharga tunggal , tidak boleh
ada dua peluang yang berbeda untuk menemukan partikel pada titik
yang sama dalam ruang. Persamaan ini harus linier, sehingga
gelombang itu memiliki sifat superposisi.
Oleh karena itu dipostulatkan gelombang de Broglie untuk partikel bebas juga
mempunyai bentuk yang sama
(x,t) = A sin (kx t) (2.3)
Gelombang ini mempunyai panjang gelombang =2/k dan frekuensi v= / 2.
Untuk sementara diambil bahwa t = 0, sehingga (x,t) menjadi (x,t = 0), sehinnga
x = A sin kx .. (2.4)
Sebelumnya telah didapatkan bahwa Ek = 2k2 /2m dan satu-satunya cara untuk
mendapatkan bentuk k adalah dengan mengambil turunan kedua dari y(x) = A sin kx
terhadap x,
x = A sin kx
D/dx = kA cos kx (2.5)
D2/dx2 = - k2 A sin kx
(- 2/2m) d2/dx2 + Ep = Em (2.6)
Persamaan inilah yang memenuhi ketiga kriteria tersebut dan inilah persamaan
Schodinger bebas waktu dalam satu dimensi