Anda di halaman 1dari 30

PERTIMBANGAN DALAM

MENENTUKAN JENIS
JENIS PERAWATAN

DRG. NOOR HAFIDA W., SP. KG


PERAWATAN PROSTODONSIA

Gigi tiruan sebagian lepasan


Gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang dan
jaringan pendukungnya pada rahang atas atau rahang bawah serta
dapat dibuka pasang oleh pasien, terdiri atas GTSL akrilik dan GTSL
kerangka logam
INDIKASI PEMAKAIAN GTSL

1. Panjang daerah tidak bergigi tidak memungkinkan pembuatan GTC


2. Tidak terdapat gigi penyangga di sebelah distal ruang tidak bergigi
3. Resorpsi tulang alveolar berlebih
4. Bila dukungan sisa gigi asli kurang sehat atau belum erupsi sempurna
GIGI TIRUAN CEKAT (GTC)

Gigitiruan cekat (GTC) didefinisikan sebagai gigi tiruan yang


memperbaiki mahkota gigi yang rusak atau menggantikan satu atau
beberapa gigi yang hilang dengan bahan tiruan dan dipasangkan ke
pasien secara permanen serta tidak dapat dibuka-buka oleh pasien,
terdiri dari gigitiruan cekat mahkota (crown) dan jembatan (bridge)
INDIKASI PEMAKAIAN GTC

1. Menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang


2. Daerah tidak bergigi masih dibatasi oleh gigi asli pada kedua sisinya
3. Gigi yang dijadikan sebagai penyangga harus sehat dan jaringan
periodontal baik
4. Pasien berumur 20-55 tahun
GIGI TIRUAN IMPLAN

gigitiruan yang mempunyai dukungan dari bahan yang ditanamkan ke


dalam tulang alveolar untuk mendapatkan retensi dan dukungan yang
cukup terhadap gigi tiruan cekat maupun gigi tiruan lepasan
PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN
PERAWATAN PROSTODONSIA
Keadaan rongga mulut
Keinginan pasien: kebutuhan, keinginan dan ekspektasi
biaya
HAL YANG HARUS DILAKUKAN DRG

Komunikasikan denga pasien


Jenis perawatan yang akan dilakukan
Resiko tidak bibuatkan protesa
Biaya
Jenis matrial yang akan digunakan
PATIENT'S CHIEF COMPLAINT

assessment of present dental status


self-perceived needs and susceptibilities
priorities for care
perception of symptoms
and feelings of threat of disease, as well as professional's identification
and judicious assessment of normative needs.
PATIENT'S DESIRES AND EXPECTATIONS

assessment of patient's expected outcomes


a patient's beliefs about potential risks and benefits of treatment.
PATIENT'S PREFERENCES:

evaluation of patient's previous concepts and beliefs about prosthetic


alternatives,
attitudes in response to proposed treatment plans;
if necessary, unrealistic thoughts may be changed by a through
professional orientation
IMPACT OF INTERVENTION ON PATIENT'S
QUALITY OF LIFE:
evaluation of the potential influence of treatment on daily activities
interference with social environment.
THE LIKELIHOOD OF A FAVORABLE
PROGNOSIS FOR THE INDIVIDUAL PATIENT
the probability of success
long-term survival of treatment.
6. 7. 8. 9.
PATIENT'S ABILITY IN MAINTAINING A HEALTHY
ORAL CONDITION AFTER TREATMENT
involves individual's potential for increased dental health care,
promoted and supported by appropriate dental health education
VIABILITY OF OTHER TREATMENT
ALTERNATIVES
assessment of effectiveness
safety of different intervention approaches.
PATIENT'S CAPACITY TO HANDLE THE STRESS
ASSOCIATED TO ALL STAGES OF TREATMENT
associated with extensive and invasive approaches.
The availability of financial resources, manpower, technical support,
and professional's skills to perform the proposed treatment plan (in
some cases referral is advised).
FAKTOR KEBERHASILAN PERAWATAN PROSTODONTIK

dokter gigi yang membuat diagnosa, persiapan rencana perawatan dan


melaksanakan prosedur klinis
tekniker gigi yang melakukan prosedur laboratorium
pasien dalam hal menyesuaikan diri terhadap gigi tiruan dan
menerima keterbatasan gigitiruan
FAKTOR KEBERHASILAN PERAWATAN PROSTO

1. RETENSI
2. STABILISASI
3. DUKUNGAN
RETENSI

Retensi merupakan daya tahan terhadap gaya yang melepaskan


gigitiruan dalam arah yang berlawanan dengan arah pemasangan.
Retensi disebut juga sebagai usaha mempertahankan posisi gigitiruan
didalam rongga mulut yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara
lain adhesi, kohesi, tegangan permukaan. antar fasial, daya tarik-
menarik kapiler, tekanan atmosfer dan otot-otot rongga mulut dan
wajah.
STABILITAS

1. STABILITAS
Stabilitas merupakan kemampuan gigitiruan untuk dapat bergerak
secara horizontal dengan baik dan konstan posisinya bila tekanan jatuh
padanya. Kestabilan gigitiruan didapat dari kontak rapat antara basis
gigitiruan dengan mukosa, besar dan bentuk daerah pendukung, kualitas
cetakan fisiologis, bentuk permukaan yang dipoles serta lokasi dan
susunan anasir gigitiruan
DUKUNGAN

Sedangkan dukungan merupakan daya tahan gigitiruan terhadap


komponen vertikal dari pengunyahan atau tekanan-tekanan lain yang
dijatuhkan ke arah daerah pendukung. Dukungan terhadap gigitiruan
didapat dari tulang rahang atas dan rahang bawah serta jaringan
mukosa yang menutupinya. Dukungan akan bertambah dengan
pemberian tekanan selektif yang serasi dengan kekenyalan jaringan
yang tersedia untuk dukungan
PERSIAPAN PARAWATAN PROSTODONSIA

1. JARINGAN PERIODONTAL
.Kebersihan mulut harus terjaga
Scaling dan root planing
Suatu gigi tiruan penuh dapat berfungsi dengan baik bila jaringan periodontal
memiliki kesehatan yang optimal.
Gigi tiruan yang retentif dan stabil adalah gigi tiruan yang berada tetap pada
tempatnya jika kekuatan retentive yang bekerja pada gigi tiruan melebihi
kekuatan yang menggerakkannya dan gigi tiruan memiliki dukungan yangcukup.
Dukungan ini ditentukan oleh keadaan jaringan periodontal dan kontak antara
basis gigi tiruan dengan jaringan periodontal
KONDISI JARINGAN PERIODONTAL YANG IDEAL

1. Adanya ketebalan dan keratinisasi mukosa yang sehat.


2. Tidak ada tonjolan tulang, ceruk, dan puncak alveolar yang tajam.
3. Bentuk prosesus alveolar yang baik
4. Tidak ada jaringan hiperplastik di atas tulang alveolar yang telah mengalami
resorbsi
5. Tidak ada perlekatan otot atau frenulum pada daerah puncak lingir.
6. Tidak ada jaringan parut atau hipertropi pada mukosa.
7. Terdapat lingir alveolus yang cukup prominen dan puncaknya membulat serta sisi
labial, bukal, dan lingual yang runcing.
ALUR

PENCABUTAN GIGI
UNTUK
PERAWATAN PERUBAHAN
PROSTO TULANG ALVEOLAR

RESORBSI TULANG
VERTIKAL DAN
HORISONTAL
RESIDUAL RIDGE
MENGGANGGU
TULANG BASAL PENONJOLAN TULANG RETENSI GT

PERBAIKAN JARINGAN MENGGNGGU


ALVEOPLASTY
PERIODONTAL KENYAMANAN PASIEN

FRENECTOMY

ALVEOLAR
AUGMENTASI
ALVEOPLASTY

Alveoplasti adalah mempertahankan, memperbaiki sisa alveolar ridge


yang tidak teratur sebagai akibat pencabutan satu gigi atau beberapa
gigi, dan mempersiapkan sisa ridge dengan pembedahan agar
permukaannya dapat menerima gigi tiruan dengan baik

Apa perbedaan dengan alveolectomy


Alveoplasti merupakan prosedur yang biasanya dilakukan untuk
mempersiapkan lingir, berkisar mulai satu gigi atau seluruh gigi dalam
rahang, dilakukan segera setelah encabutan atau sekunder, dan
tersendiri sebagai prosedur korektif yang dilakukan kemudian
2. Perawatan konservatif
Melakukan restorasi apabila gigi terkena karies, fraktur
Berupa: restorasi langsung dan perawatan endodontik

Anda mungkin juga menyukai