Anda di halaman 1dari 132

1.

PENGANTAR ILMU KEPENDUDUKAN


2. KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN

Disampaikan oleh :

Dr.Ir. Hj. triyuni Soemartono, MM


UNDANG-UNDANG NO 32 TAHUN 2004
TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

PERUBAHAN TATA PEMERINTAHAN

SENTRALISTIS DESENTRALISTIS

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA MEMPUNYAI


TANGGUNGJAWAB MEYELENGGARAKAN MANA-
JEMEN PEMERINTAHAN DAERAH TERMASUK
BIDANG KEPENDUDUKAN

SESUAI DENGAN PASAL 13, 14 UU 32/2004

BAHWA URUSAN WAJIB YANG MENJADI


KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI.
KAB/KOTA TERMASUK PELAYANAN KEPENDU-
DUKAN DAN CAPIL
MODAL DASAR
PENDUDUK
FAKTOR DOMINAN

TITIK SENTRAL PEMBANGUNAN


BERKELANJUTAN

JUMLAH PENDUDUK BESAR


MEMPERLAMBAT
KWALITAS RENDAH KONDISI IDEAL
PERTUMBUHAN YANG CEPAT

KUANTITAS KWALITAS
UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006
TENTAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

PERATURAN PEMERINTAH 37 TAHUN2007


TENTANG PELAKSANAAN UU 23 TAHUN 2006

PERPRES 25TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA


PENDAFTRAN KEPENDUDUKAN
DAN PENCATATAN SIPIL
ILMU KEPENDUDUKAN
APA ITU ILMU KEPENDUDUKAN ?, ILMU KEPENDUDUKAN SERING DISAMAKAN
DENGAN DEMOGRAFI, KEDUA-DUANYA MERUPAKAN ILMU YANG MEMPELAJARI
TENTANG PENDUDUK DAN MEMPUNYAI HUBUNGAN YANG ERAT SATU SAMA LAIN,
HANYA BERATNYA BERBEDA.

ISTILAH DEMOGRAFI BERASAL DARI BAHASA YUNANI YAITU DEMOS YANG


ARTINYA RAKYAT DAN GRAPHEIN YANG ARTINYA MENGGAMBARKAN ATAU
MELUKISKAN DEMOGRAFI ADALAH SUATU STUDI STATISTIK DAN MATEMATIK
TENTANG JUMLAH KOMPOSISI DAN PERBEDAAN PENDUDUK, SERTA PERUBAHAN
FAKTOR FAKTOR INI SETELAH MELEWATI KURUN WAKTU YANG DISEBABKAN
5 PROSES :
1) FERTILITAS
2) MORTALITAS
3) PERKAWINAN
4) MIGRASI, dan
5) MOBILITAS SOSIAL

DARI DEMOGRAFI TERSEBUT, SECARA UMUM YANG DIPELAJARI ADALAH :


1.KEADAAN PENDUDUK, YAITU TENTANG JUMLAH PENDUDUK, PERTAMBAHAN PENDUDUK,
PENYEBARAN PENDUDUK, KEPADATAN PENDUDUK, SERTA SUSUNAN PENDUDUK.
2. STATISTIK VITAL PENDUDUK YAITU KEADAAN KELAHIRAN, KEMATIAN, PERKAWINAN
DAN PERCERAIAN
3. MIGRASI, YAITU PERPINDAHAN PENDUDUK SECARA GEOGRAFIS ATAU HORIZONTAL.
ILMU KEPENDUDUKAN :
MEMILIKI LINGKUP YANG LEBIH LUAS., ILMU
KEPENDUDUKAN BERUSAHA UNTUK MENJAWAB
PERTANYAAN MENGAPA PERUBAHAN DEMOGRAFI ITU
TERJADI YANG SELALU MEMPERHITUNGKAN FAKTOR NON
DEMOGRAFI.

FAKTOR-FAKTOR NON DEMOGRAFI : EKONOMI, POLITIK,


BUDAYA, ANTHROPOLOGI, SOSIOLOGI, PSICHOLOGIS DAN
LAIN-LAIN.
CONTOH : PERUBAHAN KOMPOSISI PENDUDUK BUKAN SAJA
DIKAITKAN DENGAN FERTILISASI DAN MORTALITAS ,
TETAPI JUGA DIKAITKAN FAKTOR-FAKTOR LAINNYA., YAITU
SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA

KEPENDUDUKANG MERUPAKAN PENGHUBUNG ANTARA


PENDUDUK DAN SISTEM SOSIAL, DG HARAPAN DPT
MEMECAHKAN PERTANYAAN DASAR THD MASYARAKAT
MELALUI PROSES ANALISA (KEPENDUDUKAN )
BEBERAPA TULISAN TENTANG DEFINISI
ILMU KEPENDUDUKAN ;
DALAM BUKU MULTILINGUAL DEMOGRAFIC DICTIONARY, 1982)

ILMU KEPENDUDUKAN : ILMU YANG MEMPELAJARIN PENDUDUK


(SUATU WILAYAH) TERUTAMA MENGENAI JUMLAH, STRUKTUR
(KOMPOSISI PENDUDUK DAN PERKEMBANGAN DAN
PERUBAHANNYA)

JUGA BEBERAPA AHLI LAIN (PHILIP M, HAUSER dan DUDDLY


DUNCAN, 1959.) : ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG JUMLAH,
PESEBARAN DAN KOMPOSISI SERTA PERUBAHAN
PENDUDUK.
PERUBAHAN : KARENA FERTILITAS, MORTALITAS, MIGRASI.
JADI ILMU KEPENDUDUKAN/ : MEMPELAJARI STRUKTUR DAN
PROSES PENDUDUK SUATU WILAYAH, YANG STRUKTURNYA
MELIPUTI JUMLAH, PERSEBARAN DAN KOMPOSISI
PENDUDUK. STRUKTUR PENDUDUK DAPAT SELALU BERUBAH-
RUBAH, DAN PERUBAHAN KARENA PROSES DEMOGRAFI, YAITU
KELAHIRAN, KEMATIAN DAM MIGRASI PENDUDUK
FERTILITAS : KEMAMPUAN SEORANG ISTERI HAMIL, DAN MELAHIRKAN ANAK
HIDUP OLEH SUAMI YANG MAMPU MENGHAMILINYA, JADI FERTILITAS
ADALAH FUNGSI SATU PASANGAN YANG SANGGUP MENJADIKAN KEHAMILAN
DAN KELAHIRANANAK YANG HIDUP.

MORTALITAS : YAITU KEMATIAN ADALAH SALAH SATU DARI KETIGA


KOMPONEN DEMOGRAFI YANG BERPENGARUH TERHADAP STRUKTUR DAN
JUMLAH PENDUDUK.
DUA KOMPONEN LAINNYA ADALAH FERTILITAS DAN MOBILITAS PENDUDUK

TINGKAT TINGGI RENDAHNYA MORTALITAS SUATU DAERAH TIDAK HANYA


MEMPENGARUHI PETUMBUHAN PENDUDUK TETAPI MERUPAKAN BAROMETER
DARI TINGGI RENDAHNYA TINGKAT KESEHATAN MASYARAKAT DIDAERAH
ITU

DENGAN MEMPERHATIKAN TREND DARI TINGKLAT MORTALITAS DIMASA


LAMPAU DAN ESTIMASI DIM MASA MENDATANG DAPATLAH DIBUAT SUATU
PROYEKSI PENDUDUK DI WILAYAH TERSEBUT.
PERKEMBANGAN PENDUDUK DIARAHKAN PADA
SEGALA KEGIATAN YANG BERHUBUNGAN
DENGAN PERUBAHAN KEADAAN PENDUDUK
MELIPUTI:
1.K U A N T I T A S
2.K U A L I T A S
3.M O B I L I T A S
4.P E R L I N D U N G A
N
5.P E R S E B A R A N
6.W A W A S A N
GAMBARAN DAN ANALISA TENTANG DINAMIKA
KEPENDUDUKAN
DATA PERKEMBANGAN PENDUDUK
AGAR PROGRAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN YANG ADA DI PROVINSI,
KABUPATEN/ KOTA DAN NASIONAL MENJADI TERARAH, KEMUDIAN KEGIATAN
INI DIARAHKAN PADA SEGALA KEGIATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERUBAHAN PENDUDUK

KUANTITAS KUALITAS MOBILITAS


-JUMLAH PENDUDUK -ANGKA HARAPAN HIDUP -DAERAH ASAL MIGRAN
-PERTUMBUHAN -RASIO KEMATIAN -KARAKTERISTIK
PENDUDUK MATERNAL MIGRAN
-PERSEBARAN PENDUDUK -PENDIDIKAN -FULL FAKTOR DAN
PUSH FAKTOR
-KEPADATAN PENDUDUK -ANGKA PARTISIPASI
MURNI SEKOLAH SISWA -TERJADI MIGRASI DAN
-STRUKTUR/KOMPOSISI
PEREMPUAN JENIS/STATUS MIGRAN
PENDUDUK
(PERMANEN & NON
-PROSENTASE
-BEBAN, PERMANEN
PENGELUARAN NON
TANGGUNGJAWAB, Dll
PANGAN RUMAH
TANGGA
-ANGKA PENGANGURAN
& PERCERAIAN
DATA KUANTITATIF BERKAITAN DG ASPEK
PENGEMBANGAN KUALITAS PENDUDUK MELIPUTI :

1) PENDIDIKAN
2) PEMERATAAN PENDAPATAN DAN PENGHASILAN
3) KETENAGA KERJAAN DAN PRODUKTIVITAS KERJA
4)TINGKAT PENGEMBANGAN MANUSIA HDI/IPM
5)PENDUDUK RENTAN DAN KECACATAN
6)KESEHATAN, STATUS GIZI DAN TINGKAT KESAKITAN
7) KRIMINALITAS
8) KUALITAS LINGKUNGAN DAN PEMUKIMAN
9) JUMLAH LEMBAGA SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI
10) BENTUL PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN BAGI
PENDUDUK RENTAN
JENIS DATA
KEPENDUDUKAN
DATA KUANTITATIF :
BERKAITAN DENGAN PENGENDALIAN KUALITAS
PENDUDUK :
- JUMLAH PENDUDUK
- PERTUMBUHAN PENDUDUK
- TINGKAT KELAHIRAN
- TINGKAT KEMATIAN DAN HARAPAN HIDUP
- PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR
- ANGKA INDIKATOR KETERGANTUNGAN
-- ANGKA PARTISIPASI DAN ANGKATAN KERJA
KUANTITAS
PENDUDUK:
( PENGENDALIAN JUMLAH &
LAJU PENDUDUK, PENGATURAN
KELAHIRAN, PENURUNAN
ANGKA KEMATIAN, PENGARAHAN
MONBILITAS SPY PENDUDUK
TUMBUH SEIMBANG SESUAI
DAYA DUKUNG DAN DAYA
TAMPUNG LINGKUNGAN

PERKEMBANGAN
KEPENDUDUKAN
KUALITAS :
MENDORONG PENINGKATAN
MUTU, NILAI, PENDUDUK, DIUKUR
SECARA LANGSUNG DARI ASPEK KESEHATAN (AHH/
ANGKA HARAPAN HIDUP, ANGKA KEMATIAN
IBU PDSAAT MELAHIRKAN, ANGKA
KEMATIAN BALITA. PENDIDIKAN : ANGKA
PENDIDIKAN TINGGI YG DITAMATKAN,ANGKA
PARTISIPASI MURNI SEKOLAH SISWA
PEREMPUAN. EKONOMI : ANGKA PARTISI
PASI ANGKATAN KERJA, ANGKA
PENGANGGURAN,% PENGELUARAN
NON PANGAN.
PERSEBARAN PENDUDUK :

Latar belakang terjadinya sebaran penduduk


sebaran penduduk tidak seimbang antara wilayah timur,
barat dan beberapa pulau kecil (relatif kosong
penduduknya)

Pengaruh tata ruang tidak sesuai dg daya tampung /


daya dukung lingkungan (akibat banjir, bencana alam,
longsor dll)

KEBIJAKAN MOBILITAS/PERSEBARAN DIARAHKAN


1) kewilayah yg jarang penduduknya
2) mengembangkan potensi SDA dan SDM,
SARANA/PRASARANA EKOSOSBUD & TRANSPORTASI
THEORY DORONG - TARIK
4 : Faktor individu
4
3 3
+-0
+-+
-+ 0
+- 0 0-+0-

1 : faktor 2 Faktor penarik di


pendorong drh tujuan
di drh asal
MOBILITAS PENDUDUK
GERAK KERUANGAN PENDUDUK MELEWATI BATAS
ADMINISTRASI
MOTIF : EKONOMI, SOSIAL, POLITIK, BUDAYA
dan KEAMANAN
WAKTU : PERMANEN
NON PERMANEN
ARAH : KEPEMUKIMAN BARU, KEKOTA BESAR,
PERUBAHAN DESA KOTA
TUJUAN : PENINGKATAN STATUS SOSIAL,
EKONOMI DAN BUDAYA
(KESEJAHTERAAN DAN KEAMANAN)
Jika motif migrasi adalah ekonomi,
mengapa terdapat penduduk yang
sangat miskin dan berasal dari daerah
yang sangat miskin tidak melakukan
migrasi
Utk menjawab hal tsb ada dua
pendekatan yg dapat dimanfaatkan,
yaitu :
Pendekatan individu
Pendekatan struktural Hal 22
INDIKATOR PERSEBARAN PENDUDUK
Indikator yg umum dipakai adalah rasio kepadatan
penduduk (density)., yaitu rasio yg menyatakan
perbandingan antarabanyaknya penduduk terhadap
luas wilayah atau berapa banyak nya
Penduduk perkilometer persegi pada tahun tertentu.

RASIO KEPADATAN PENDUDUK = JUMLAH PENDUDUK


-----------------------------
LUAS WILAYAH (KM2)
Dinamika kependudukan
Dinamika kependudukan : membicarakan
tentang perubahan-perubahan besaran
penduduk menurut waktu dalam suatu wilayah
Akan melahirkan push and pull,
yaitu pertumbuhan penduduk
merupakan keseimbangan yang
dinamis antara kekuatan-kekuatan
yang menambah & mengurangi
Kekuatan menambah
(dorong/push) : kelahiran, migrasi
Kekuatan mengurangi (tarik/pull) :
kematian, emigrasi
Laju pertumbuhan penduduk
Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun
selalu bertambah
Perubahan jumlah penduduK ini disebut
sebagai pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan penduduk adalah
bertambah atau berkurangnya jumlah
penduduk disuatu daerah atau neghara
dalam kurun waktu tertentu. Tingkat
pertumbuhan penduduk Indonesia masih
termasuk tinggi.
Pengukuran laju
pertumbuhan penduduk
Rate of natural increase ( pertumbuhan penduduk alami
)
Pt=po (B-D) + (mi-Mo) pt= jumlah penduduk pada
waktu sesudahnya (p=population)
Po=jumlah penduduk pada waktu terdahulu (awal)
B=kelahiran yang terjadi pasa jangka waktu antara
kedua kejadian tersebut, B=birth
D= jumlah kematian yang terjadi jangka waktu yang
sama (Death= mati)
Mi= migrasi masuk pada jangka waktun yanmg sama
(M=migration)
Mo=: migrasi keluar pada jangka waktu yang sama
R=angka pertumbuhan penduduk (r=rate)
Lanjutan petumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk disuatu negara
disebabkan oleh faktor-faktor demografi
Angka kelahiran, fertilitas,
natalitas/birt rate
Angka kematian, mortalitas/death rate
Migrasi masuk, (imigrasi) yang
masuknya penduduk kesuatu daerah
tempat tujuan (area of destination)
Migrasi keluar (emigrasi) yaitu
perpindahan penduduk keluar dari
suatu daerah asal ( area of origin)
Ukuran-ukuran dasar demograf
Rate , angka yang menunjukan
kemungkinan terjadinya suatu
kejadian/penyakit tertentu dalam
populasi dan waktu tertentu atau
perbandingan antara kejadian dengan
jumlah penduduk yang memiliki risiko
kejadian tersebut. Digunakan
untukmenyatakan dinamika dari
kecepatan kejadian tertentu dalam
masyarakat
Janjutan ukuran-ukuran dasar
demografi

Rasio / ratio : adalah perbandingan antara nomerator dan


denomerator pada suatu waktu, perbandingan 2 bilangan yang tidak saling
tergantumg dan digunakan untuk menyatakan besarnay kejadian
Proporsi, : perbandingan antara pembilang (Numerator) dengan
penyebut (denomerator) dimana numeratpr termasuk/bagian dari
denomerator, denganm satuan %
Rata-rata, : yaitu ukuran nilai tengah yang diperoleh denganmcara
menjumlahkan semua nilai pengamatan yang didapat kemudian dibagi
banyaknya pengamatan yang ada
Frekuensi, : yaitu ukuran yang menyatakan berapa kali aktivitas/suatu
kegiatan dilaksanakan pada periode waktu tertentu
Cakupan, : ukuran untuk menilai pencapaian hasil pelaksanaan dari
suatu target kegiatan yang ditentukan pada periode tertentu
Kegunaan Pengelompokan

Penduduk
Untuk mengetahui human resources
yang ada, baik menurut umur maupun
jenis kelamin
Untuk pengambilan kebijakan yang
berhubungan dengan kependudukan
Untuk membandingkan keadaan suatu
penduduk dengan penduduk lainnya
Melalui penggambaran piramida dapat
diketahui proses demografi yang telah
terjadi pada penduduk tersebut.
Klasifkasi komposisi
penduduk
Menurut biologis : umur dan jenis kelamin
Menurut sosial : tingkat pendidikan, literacy
rate, status perkawinan, agama, etnisitas dsb
Menurut ekonomi : penduduk yang aktif
secara ekonomi, lapangan pekerjaan, jenis
pekerjaan, tingkat pendapatan, dsb
Geografs : berdasarkan tempat tinggal
seperti Daerah perkotaan/perdesaan,
Provinsi, kabupaten, pulau dsb.
Defnisi dan Ukuran
Umur tunggal (single age) : Umur seseorang yang
dihitung berdasarkan hari ulang tahun terakhirnya
Dalam kenyataan masih banyak penduduk Indonesia
yang tidak tahu tanggal kelahirannya
Age heaping atau age preference : Ada
kecenderungan orang menyenangi umur-umur dengan
angka ahir 0 atau 5, mis : umur sebenarnya 29 tapi
mengaku 30
Rasio jenis kelamin (sex ratio) : perbandinagn
banyaknya penduduk laki-laki terhadap penduduk
perempuan
Angka beban tanggungan : (Dependency ratio) :
perbandingan jumlah penduduk yang tidak produktif
(dibawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) terhadap
banyaknya orang termasuk usia produktif (15-64)
Piramida penduduk
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin
secara grafik dapat digambarkan dlm bentuk piramida
penduduk
Cara penggambaran :
1. sumbu vertikal untuk distribusi umur
2. sumbu horisontaluntuk jumlah penduduk
3. Dasar piramida dimulai untuk umur muda (0-4)
tahun makin keatas untuk yang makin tua
4 Puncak piramida dibuat open end interval, misal : 75
tahun keatas
5. Bagian kiri untuk laki-laki, bagian kanan untuk
perempuan
6. Besarnya balok diagram untuk masing-masing
kelompok harus sama
Contoh gambar piramida
penduduk
Mempunyai dasar lebar dan slope tdk
terlalu curam atau datar. Terdapat
pada negara dengan tingkat kelahiran
dan kematian tinggi, umur median
rendah, dependency ratio tinggi,
contoh India 1951, dan Indonesia
1971
Pyramid penduduk

1=04 5 = 20 24 9 = 40 44 13 = 60 64
2=59 6 = 25 29 10 = 45 49 14 = 65 69
Kondisi penduduk
berdasarkan bentuk piramida
Piramida penduduk= merupakan bentuk penyajian data
kependudukan ( jenis kelamin dan kelompok umur) antara 2
grafk batang yang digambarkan secara berlawanan arah dg
posisi horizontal. Penggambaran piramida dimulai dg
menggambarkan dua garis yang saling tegak lurus, sumbu
vertikal menggambarkan kelompok umurpenduduknmulai 0-4
tahun hingga umur tertentu ( lebih dari 65 tahun atau lebih
dari 75 tahun); sedangkan sumbu horizontal menggambarkan
jumlah penduduk ttt, baik absolut ataupun relatif dalam %.
Sayap sebelah kiri menggambarkan jumlah penduduk laki-
laki, sedangkan sayap sebelah kanan piramida
menggambarkan jumlah penduduk perempuan.
Piramida penduduk ekspansif

Bentuk piramida ekspansif terjadi


jika sebagian besar penduduk berada
dalam kelompok umur muda. Bentuk
piramida ini dicirikan melebar di bagian
Bawah dan semakin meruncing di bagian
Atasnya. Hal ini menunjukan banyaknya
Tingkat kelahiran. Bentuk piramida
semacam ini umumnya terjadi di negara
-negara sedang berkembang

Skema bentuk piramida ekspansif


Piramida penduduk
konstruktif
Bentuk piramida konstruktif terjadi
Jika sebagian besar penduduk berada
dalam kelompok umur dewasa.
Bentuk piramida ini dicirikan dengan
Bentuk mengecil dikelompok umur muda
melebar dikelompok umur dewasa,
dan mengecil kembali di kelompok umur
Tua. Kondisi ini menunjukan adanya
penurunan yang cepat terhadap tingkat
kelahiran dan rendahnya tingkat kematian
Penduduk. Bentuk piramida ini terdapat di Jepang
dan Swedia

Skema bentuk piramida konstruktif


Piramida penduduk stationer

Bentuk piramida stationer terjadi jika jumlah


penduduk pada setiap kelompok umur
(muda, tua dan dewasa) relatif seimbang.
Bentuk piramida ini di cirikan dengan bentuk
yang relatif sma atau rata di tiap kelompok umur.
Pada umumnya, bentuk piramida semacam ini
terdap[at di negara-negara Eropah yang telah lama
Maju serta mempunyai tingkat klahiran dan tingkat
kematian yang rendah.

Skema bentuk piramida stationer


Faktor yang
mempengaruhi struktur
Fertilitas : angka kelahiran
penduduk/
meningkat, maka dasar piramida
wikepedia

memanjang dibandingkan kelompok


umur sebelumnya. Sebaliknya dasar
piramida memendek jika angka
kelahiran menurun
Mortalitas : terjadi penciutan
diagram balok untuk setiap kelompok
umur. Bentuk slope semakin curam
dibanding tahun-tahun sebelumnya
Permasalahan penduduk
di Indonesia
Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di
Jawa, sangat jarang di papua dan kalimantan
Piramida penduduk masih melebar, kelompok balita
dan remaja masih sangat besar
Angkatan kerja sangat besar, perkembangan
lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan
jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun
Distribusi kegiatan ekonomi masih belum merata,
masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar
di pulau Jawa
Pembangunan infra struktur masih tertinggal, belum
mencapai perhatian serius
Indeks kesehatan masih rendah; angka kematian ibu
dan bayi masih tinggi
PERTUMBUHAN PENDUDUK
PERTUMBUHAN PENDUDUK DISUATU
WILAYAH DIPENGARUHI OLEH 3
KOMPONEN YAITU :
KELAHIRAN (FERTILITAS),
KEMATIAN (MORTALITAS)
PERPINDAHAN (MIGRATION)
PARAMETER FERTILITAS
FERTILITAS ADALAH ISTILAH YG
DIGUNAKAN UTK MENGINDIKASIKAN
BANYAKNYA ANAK YG LAHIR HIDUP. JADI
FERTILITAS MENGUKUR KEMAMPUAN
REPRODUKSI PEREMPUAN YANG
DIPERKIRAKAN DENGAN
MENGGUNAKAN AKH (ANGKA
KELAHIRAN HIDUP)
LANJUTAN PARAMETER FERTILITAS

UKURAN FERTILITAS DAPAT DIHITUNG BAIK DG


MENGGUNAKAN CARA LANGSUNG MAUPUN TDK
LANGSUNG.
SECARA LANGSUNG = DIHITUNG JIKA DATA
KELAHIRAN YG TERJADI SELAMA SATU PERIODE
TT TERSEDIA.
NAMUN NAMPAKNYA SULIT DILAKUKAN KARENA
DATA TSB HANYA DIDAPAT MELALUI REGISTRASI,
DIMANA REGISTRASI PENDUDUK BELUM
BERJALAN DG BAIK. OLEH KARENA ITU TINGKAT
FERTILITAS DIBEBERAPA DAERAH DIHITUNG DG
CARA TDK LANGSUNG.
BEBERAPA UKURAN TINGKAT
FERTILITAS ADALAH :

AKK : ANGKA KELAHIRAN KASAR


(CRUDE BIRTH RATE = CBR),
MENGUKUR BANYAKNYA KELAHIRAN UTK
SETIAP 1000 PENDUDUK. ANGKA INI
SANGAT KASAR KARENA MEMBAGI
BANYAKNYA KELAHIRAN DENGAN
PENDUDUK SECARA KESELURUHAN YANG
MENCAKUP PENDUDUK ANAK-ANAK,
DEWASA DAN LANJUT USIA DG TIDAK
MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN
AFU : ANGKA FERTILITAS UMUM
( GENERAL FERTILITY
RATE=GFR), ATAU ANGKA
FERTILITAS TOTAL (TFR = TOTAL
FERTILITY RATE). Gfr =
MENGUKUR BANYAKNYA
KELAHIRAN PER 1000 PEREMPUAN
USIA SUBUR (15-49 TAHUN) PADA
PERTENGAHAN TAHUN,
UKURAN INI LEBIH BAIK DPD CBR
KARENA HANYA MEMPERTIMBANGKAN
P[ENDUDUK PEREMPUAN USIA SUBUR.
TETAPI ANGKA INI JUGA KURANG
SPESIFIK KARENA TIDAK MEMBEDAKAN
RISIKO MELAHIRKAN DARI BERBAGAI
KELOMPOK UMUR. ARTINYA KELAHIRAN
YG BERASAL DARI IBU YG BERUMUR 15-
19 TAHUN DIPERLAKUKAN SAMA
DENGAN DG JUMLAH KELAHIRAN IBU YG
BERUSIA LEBIH TUA.
TFR : TOTAL FERTILITY RATE
UKURAN YG PALING BAIK = TFR : TOTAL
FERTILITY RATE, TFR ADALAH RATA-RATA
JUMLAH ANAK YG AKAN DILAHIRKAN OLEH
SEORANG PEREMPUAN SELAMA MASA
REPRODUKSINYA, PADA TAHUN YGBS Angka ini
lebih spesifik karena memperhatikan jumlah
kelahiran menurut kelompok umur perempuan

CWR (CHILD WOMAN RATE)

DAN PARITAS/JUMLAH ANAK YG DILAHIRKAN


HIDUP/ALH ( CHILDREN EVER BORN CEB)
ANGKA KEMATIAN KASAR
(CDR)
CDR ADALAH SALAH SATU INDIKATOR
KEMATIAN YG MENGHITUNG SECARA
KASAR RATA-RATA KEMATIAN YG TERJADI
PADA TAHUN TERTENTU TERHADAP 1000
PENDUDUK PADA TAHUN YG SAMA.
CONTOH DI DKI SEPANJANG KURUN
WAKTU 2000-2006 (DATA PEMERINTAH
DKI), TERJADI PENURUNAN ANGKA
KEMATIAN KASAR (CDR), YAITU DARI 4,48
PER 1000 PENDUDUK MENJADI 4,20
KEMATIAN PER 1000 PENDUDUK (BPS DKI)
PENURUNAN CDR INI TDK TERLEPAS
DARI BERBAGAI PROGRAM DAN
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN
MASYARAKAT. KEBIJAKAN INI A.L.
DILAKUKAN DG MEMBANGUN
FASILITAS KESEHATAN YG MEMADAI,
TERMASUK YG DIKELOLA OLEH
MASYARAKAT DAN PIHAK SWASTA.
SELAIN ITU ADAPERBAIKAN
LINGKUNGAN. PERUMAHAN
DAN PEMUKIMAN, TERMASUK
SANITASI LINGKUNGAN,
PENGELOLAAN SAMPAH DAN
LIMBAH RUMAH TANGGA DLL.
ANGKA KEMATIAN BAYI/ IMR
(INFANT MORTALITY RATE) DAN ANGKA
HARAPANHIDUP/AHH
IMR DAN AHH MERUPAKAN INDIKATOR
PENTING UTK MENGUKUR DERAJAT
KESEHATAN PENDUDUK SUATU
DAERAH, SEMAKIN TINGGI AHH DAN
SEMAKIN RENDAH AKB/IMR DI SUATU
DAERAH MENUNJUKAN SEMAKIN
TINGGI DERAJAT KESEHATAN
PENDUDUK DI DAERAH TERSEBUT.
CONTOH : PEMDA DKI, PADA TAHUN
1980, AHH MASIH RELATIF SANGAT
PENDEK DIMANA ANGKA HARAPAN
HIDUP LAKI-LAKI HANYA 50,8 TAHUN
DAN PEREMPUAN 59,5 TAHUN. NAMUN
SEJALAN DENGAN PENINGKATAN
STATUS KESEHATAN MASYARAKAT,
AHH TERUS MENINGKAT HINGGA PADA
TAHUN 2005 MENJADI 74,0 TAHUN
DAN AHH HIDUP PEREMPUAN LEBIH
TG DPD LAKI-LAKI
CONTOH : LIFE TABEL
KEMATIAN DIDALAM RAHIM (INTERNAL DAN
EXTERNAL)
DIDALAM RAHIM (INTRA UTERIN) DAN DILUAR
RAHIM (EXTRA UTERIN)
Pada masa janin masih dalam kandungan ibu
terdapat peristiwa@ kematian janin sbb :
Abortus : kematian janin menjelang dan sampai 16
minggu
Immature, kematian janin antara umur kandungan
diatas 16 minggu sd umur kandungan 28 minggu
Premature : kematian janin di dalam kandungan
pada umur diatas 28 minggu sampai waktu lahir
Selanjutnya kematian bayi di luar rahim
(extra uterin) di bedakan atas :
1. Lahir mati (sytill birth), kematian bayi
yang cukup masanya pada waktu keluar
rahim, tdk ada tanda2 kehidupan
2. kematian baru lahir (neo natal death),
adalah kematian bayi sebelum umr 1 bln
3. Kematian lepas baru lahir (post neo natal
death) adlh kematian bayi setelah berumur
1 bln tetapi kurang dari 1 thun
4.Kematian bayi (infant mortality), kematian
setelah bayi lahir hidup hingga berumur
kurang dari 1 tahun
PARAMETER MORTALITAS
INDIKATOR KEMATIAN YG POPULER,
ada 3 :
1. CDR ( CRUDE DEATH RATE),
2. ANGKA KEMATIAN MENURUT UMUR
( ASDR= AGE SPESIFIC DEATH RATES),
3. ANGKA KEMATIAN BAYI (INFANT
MORTALITY RATE /IMR.
TINGKAT KEMATIAN KASAR
(CDR)
DIDEFINISIKAN : SEBAGAI
BANYAKNYA KEMATIAN PADA TAHUN
TERTENTU, TIAP 1000 PENDUDUK
PADA PERTENGAHAN TAHUN.

Tingkat Kematian Kasar (CDR) = D X K


PM
D = JUMLAH KEMATIAN PADA TAHUN TERTENTU (DARI HASIL REGISTRASI PENDUDUK
PM = JUMLAH PENDUDUK PADA PERTENGAHAN TAHUN ( PADA BULAN JUNI/JULI
K = BILANGAN KONSTAN YANG BIASANYA BERNILAI 1000
CONTOH
SEBAGAI CONTOH DIKETAHUI JUMLAH PENDUDUK
INDONESIA PADA PERTENGAHAN TAHUN 1975
SEBESAR 136.000.000 JW. JUMLAH KEMATIAN
SEPANJANG TAHUN SEBESAR 2.298.400 JW.
BESARNYA TINGKAT KEMATIAN KASAR DAPAT
DIHITUNG SBB :
TINGKAT KEMATIAN KASAR (CDR) = 2.298.400/
136.000.000. X 1000 = 16,9
ANGKA INI BERARTI, BHW PD PERIODE THN TTT
(DIMANA TAHUN 1975 TERLETAK) SETIAP TAHUN,
SETIAP 1000 PENDUDUK, TERDAPAT 16,9
KEMATIAN
Definisi Konsep Ketenagakerjaan
Tenaga Kerja berdasarkan UU No.13 tahun 2003, tenaga kerja adalah setiap
orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa
baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
Angkatan Kerja bagian dari tenaga kerja yang aktif (digolongkan dalam usia
kerja yaitu 15 tahun ke atas) dalam kegiatan ekonomi baik yang sudah bekerja
maupun yang sedang mencari pekerjaan (pengangguran).
Kesempatan Kerja kebutuhan tenaga kerja yang kemudian secara riil diperlukan
oleh perusahaan atau lembaga penerima kerja pada tingkat upah, posisi dan syarat
kerja tertentu, yang diinformasikan melalui iklan dan lain.
Pekerja setiap orang yang menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai nilai
ekonomis baik yang menerima gaji atau bekerja sendiri yang terlibat dalam kegiatan
manual. Atau, sebagai tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada
pengusaha dengan menerima upah dan atau imbalan dalam bentuk lain.
Pengangguran seseorang yang sedang tidak bekerja tetapi sedang mencari
pekerjaan, sedang mempersiapkan suatu usaha baru, tidak memiliki pekerjaan karena
merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (discouraged worker) sudah mendapat
pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Komposisi Penduduk & Tenaga Kerja
Penduduk

Penduduk Usia Kerja Penduduk di Luar Usia


Kerja

Angkatan Bukan Angkatan Kerja


Kerja

Menganggur Bekerja Sekolah Mengurus Rumah Penerima


Tangga Pendapatan

Setengah Pengangguran
Menganggur Penuh

Kentara Tidak Kentara Pengangguran


(Jam kerja Potensial
kurang)
Beberapa Rumus Ketenagakerjaan
Penduduk = Tenaga Kerja + Penduduk di Luar Usia Kerja

Tenaga Kerja = Angkatan Kerja + Bukan Angkatan Kerja


Angkatan Kerja = Penduduk Bekerja + Menganggur
Tingkat Pertisipasi Angkatan Kerja = Angkatan Kerja
Penduduk Usia Kerja

Dependcy Ratio (DR) = Penduduk Luar Usia Kerja


Penduduk Usia Kerja

Setengah Pengangguran = Bekerja 14 35 jam/minggu x 100%


Angkatan yang Bekerja

Setengah Pengangguran kritis = Bekerja kurang 14 jam/minggu x 100%


Angkatan yang Bekerja
Sistem upah merupakan kebijakan dan strategi yang
Sistem Upah
menentukan kompensasi yang diterima pekerja.
Kompensasi merupakan bayaran atau upah yang
diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas hasil
kerja mereka.
Bagi pekerja, masalah sistem upah menjadi penting
karena menyangkut keberlangsungan dan
kesejahteraan hidup mereka.
Bagi perusahaan, upah menjadi biaya yang paling
besar dalam biaya operasi sehingga dapat menjadi
penentu harga produknya di pasaran
Konsekuensi logis dua kepentingan tersebut sistem
upah harus sesuai dengan kebutuhan pekerja dan
kemampuan perusahaan. Oleh karena itu digunakan
Upah Minimum Regional (UMR).
Sistem Upah di Indonesia
Upah Menurut waktu upah harian, mingguan, bulanan
Upah Prestasi hasil prestasi karyawan
Upah Skala upah berdasarkan perubahan hasil produksi
Upah Indeks upah berdasarkan perubahan harga barang
kebutuhan sehari
Upah Premi upah selain diterima setiap bulan juga
ditambah dengan premi yang diterima setiap bulan
Upah Co-partnership upah yang diterima berdasarkan
kepemilikan saham karyawan
Upah Komisi upah berdasarkan persentase hasil penjualan
Fasilitas dan Tunjangan Pekerja

Selain menerima gaji, pekerja biasanya juga menerima berbagai fasilitas-


fasilitas dan tunjangan kerja.
Tunjangan dan fasilitas ini merupakan kompensasi tidak langsung yang diberikan
perusahaan kepada karyawannya.
Ada beberapa tunjangan yang diberikan langsung seperti Asuransi, namun ada
juga tunjangan yang diganti oleh perusahaan dalam bentuk uang, misalnya
uang kuliah yang dibiayai perusahaan.
Biasanya tunjangan yang diterima pekerja bernilai sepertiga dari total upah dan
gajinya.
Karena menambah penghasilan maka dalam perhitungan pajaknya, tunjangan
dan fasilitas dianggap sebagai Penghasilan Kena Pajak.
Jenis Pengangguran
1. Pengangguran Normal golongan angkatan kerja yg betul tidak mendapatkan
pekerjaan krn pendidikan dan ketrampilan yg tidak memadai
2. Pengangguran Terselubung golongan angkatan kerja yang kurang
dimanfaatkan dalam bekerja atau golongan yg melakukan pekerjaan tetapi
hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Pengangguran Terbuka pengangguran yang timbul karena kurangnya
kesempatan kerja.
Pengangguran Kronis / Friksional pengangguran temporer yang terjadi
karena atas perubahan dan dinamuka ekonomi
Pengangguran Musiman pengangguran yang terjadi secara musiman
3. Pengangguran Konjungtural pengangguran yang terjadi karena berkurangnya
permintaan barang dan jasa (biasanya saat terjadi resesi)
4. Pengangguran Struktural pengangguran yang
muncul akibat terjadinya perubahan struktur
ekonomi, misal dari agraris ke industri
5. Pengangguran Sukarela pengangguran yang
terjadi karena adanya orang yang sesungguhnya
masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela dia
tidak mau bekerja (malas atau sudah kaya)
6. Pengangguran Deflasioner pengangguran yang
disebabkan lowongan pekerjaan tidak cukup untuk
menampung pencari kerja
7. Pengangguran Teknologi pengangguran yang
disebabkan karena kemajuan teknologi.
Sebab Pengangguran
Menurunnya permintaan Tenaga Kerja
Kemajuan Teknologi
Kelemahan dalam Pasar Tenaga Kerja
Serikat Pekerja meminta upah terlalu tinggi
Adanya tunjangan pengangguran menurunkan niat
unutk bekerja
Asuransi pekerja terlalu berat bagi perusahaan
Kurangnya informasi mengenai lowongan kerja
Ketidakmampuan pekerja untuk mencari pekerjaan
Dampak Pengangguran
Dampak Ekonomi biaya peluang yang timbul karena
hilangnya pendapatan dan menurunnya hasil produksi
(seperti GDP), menurunkan ketrampilan tenaga kerja,
faktor waktu menyulitkan pencari kerja mendapatkan
pekerjaan baru.
Dampak Sosial naiknya tingkat kriminalitas, naiknya
jumlah orang bunuh diri, retaknya keluarga,dsb.
Dampak Individu dan Keluarga turunnya status sosial,
hilangnya harga diri, dsb
Cara Mengatasi Pengangguran

Cara mengatasi Pengangguran Friksional dan Sukarela:


Proyek Padat Karya
Menarik Investor baru
Pengembangan transmigrasi
Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM
Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural:
Meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pasar menjadi ramai dan akan
menambah jumlah permintaan
Mengatur bunga bank agar tidak terlalu tinggi sehingga investor lebih suka
menginvestasikan uangnya
Cara Mengatasi Pengangguran Struktural:
Menyediakan lapangan kerja baru
Pelatihan tenaga kerja
Menarik investor
Cara Mengatasi Pengangguran Musiman:
Pelatihan ketrampilan lainnya
Menginformasikan lowongan pekerjaan yang ada di sektor lain
Cara mengatasi pengangguran Deflasioner:
Pelatihan tenaga kerja
Menarik investor baru
Cara Mengatasi Pengangguran
Teknologi:
Mempersiapkan masyarakat untuk dapat
mengikuti perkembangan teknologi dg cara
memasukkan materi kurikulum pelatihan
teknologi di sekolah.
Pengenalan teknologi sejak dini
Pelatihan tenaga pendidik untuk
penguasaan teknologi
MIGRASI DIDEFINISIKAN SEBAGAI PERPINDAHAN PENDUDUK DENGAN

TUJUAN UNTUK MENETAP DARI SUATU TEMPAT KE TEMPAT YANG LAIN


YANG MELAMPAUI BATAS POLITIK/NEGARA ATAUPUN BATAS ADMINISTRASI/BATAS
BAGIAN SUATU NEGARA.

JENIS-JENIS MIGRASI ( I) :
MIGRASI INTERNASIONAL : YAITU PERPINDAHAN PENDUDUK DARI SUATU NEGARA
KENEGARA LAIN.
MIGRASI INTERNAL : PERPINDAHAN TERJADI DALAM SATU NEGARA, MISALNYA
ANTAR PROPINSI , ANTAR KABUPATEN/KOTA, MIGRASI PERDESAAN KE PERKOTAAN ATAU
SATUAN ADMINISTRATIF LAINNYA YG LEBIH RENDAH DARIPADA TINGKAT
KABUPATEN, SEPERTI KECAMATAN, KELURAHAN DST.

JENIS MIGRASI ( 2 ) :
DIGUNAKAN BATASAN WAKTU UNTUK MIGRAN : Artinya seseorang dikatakan migran,
jika ia tinggal ditempat yg baru atau berniat tinggal ditempat baru paling sedikit 6 bulan
Lamanya

Jenis-jenis migrasi ( 3 )

Mobilitas penduduk yg tdk bersifat menetap :


a.Migrasi sirkuler atau migrasi musiman , yakni migrasi yg terjadi jika seseorang
berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap ditempat tujuan
b. migrasi ulang alik (commuter) yakni orang yg setiap hari meninggalkan tempat
tinggalnya pergi kekota lain utk bekerja atau berdagang dsb nya tetapi pulang pada sore
harinya
JENIS-JENIS MIGRASI ( 4 )

PERHITUNGAN ANGKA MIGRASI BIASANYA DIDASARKAN


PADA TIGA KRITERIA :

1.MIGRASI SEMASA HIDUP (LIFE TIME MIGRATION) ADALAH


MEREKA YG PD WKT PENCACAHAN SENSUS BERTEMPAT
TINGGAL DI DAERAH YG BERBEDA DG DAERAH TEMPAT
KELAHIRAN NYA TANPA MELIHAT KAPAN PINDAHNYA
2. MIGRASI RESEN (RECENT MIGRATION) , YG MENYATAKAN
BAHWA SESEORANG DIKATAKAN SEBAGAI MIGRAN BILA
TEMPAT TINGGAL WAKTU SURVEI BERBEDA DG TEMPAT
TINGGAL LIMA TAHUN SEBELUM SURVEI
3. MIGRASI TOTAL , (TOTAL MIGRATION), YG MENYATAKAN
BAHWA SESEORANG DIKATAKAN SEBAGAI MIGRAN BILA DIA
PERNAH BERTEMPAT TINGGAL DI TEMPAT YG BERBEDA DG
TEMPAT TINGGAL WAKTU SURVEI

CATATAN : KRITERIA MIGRASI YG DIGUNAKAN DLM MODUL


ADLH ANGKA MIGRASI RESEN, KRN LEBIH MENCERMINKAN
DINAMIKA SPASIAL PENDUDUK ANTAR DAERAH DPD MIGRASI
SEUMUR HIDUP
JENIS-JENIS MIGRASI ( 6 )

ISTILAH LAIN YG BERKAITAN DENGAN KONSEP MIGRASI ADALAH :

-URBANISASI ( URBANIZATION ), YAITU BERTAMBAHNYA PROPORSI PENDUDUK


YG BERDIAM DI DAERAH PERKOTAAN YG DISEBABKAN OLEH PERTAMBAHAN PENDUDUK
ALAMI, PERPINDAHAN PENDUDUK PERKOTAAN DAN / ATAU AKIBAT DARI PERLUASAN
DAERAH PERKOTAAN.

JENIS-JENIS MIGRASI ( 7 )

TRANSMIGRASI ADALAH SALAH SATU BAGIAN DARI MIGEASI YG DIRENCANAKAN OLEH


PEMERINTAH MAUPUN OLEH SEKELOMPOK PENDUDUK YG BERANGKAT BERMIGRASI
BER SAMA-SAMA. ISTILAH INI MEMILIKI ARTI YG SAMA DG PEMUKIMAN KEMBALI
( RESETLEMENT ).

( MENURUT SUPAS : SURVEI PENDUDUK ANTAR SENSUS, 1995),


RUANG LINGKUP ILMU KEPENDUDUKAN :

1.BESAR ATAU JUMLAH KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI PENDUDUK


DALAM SUATU WILAYAH
2.PERUBAHAN-PERUBAHAN DARI JUMLAH PENDUDUK,
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSINYA
3.KOMPONEN-KOMPONEN DARI PERUBAHAN TERSEBUT
4.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KOMPONEN
5.KONSEKUENSI DARI PERUBAHAN BAIK JUMLAH, KOMPOSISI
ATAUPUN DISTRIBUSI DALAM KOMPONEN TERSEBUT.

BEBERAPA CATATAN TENTANG KAJIAN KEPENDUDUKAN


BESAR ATAU JUMLAH PENDUDUK HANYA DAPAT BERUBAH
MELAUI - FERTILITAS, MORTALITAS DAN MIGRASI
BILAMANA SESEORANG LAHIR, MATI, PINDAH BERARTI SECARA
TERUS MENERUS PENDUDUK BERTAMBAH ATAU BERKURANG
PENDUDUK BERTAMBAH DENGAN CARA KELAHIRAN, PINDAH
DATANG (MOVING) KE SUATU WILAYAH
JUMLAH PENDUDUK BERKURANG DENGAN ADANYA KEMATIAN
ATAU PERPINDAHAN KELUAR (MOVING OUT) DARI SUATU
WILAYAH
DEMOG RAFI ILMU YANG
MEMPELAJARI DINAMIKA
KEPENDUDUKAN / MANUSIA.
MELIPUTI DIDALAMNYA
UKURAN, STRUKTUR, DAN
DISTRIBUSI PENDUDUK, SERTA
BAGAIMANA JUMLAH
PENDUDUK BERUBAH SETIAP
WAKTU AKIBAT :
- KELAHIRAN
- KEMATIAN, MIGRASI,
SERTA PENUAAN
TEORI MALTHUS :
ADALAH BAHWA POPULASI MANUSIA BERTAMBAH
LEBIH CEPAT DARIPADA PRODUKSI MAKANAN,
SEHINGGA MENYEBABKAN MANUSIA BERSAING
SATU SAMA LAIN UNTUK MEMPEREBUTKAN
MAKANAN DAN MENJADIKAN PERBUATAN AMAL
SIA-SIA.

ANALISIS PEMIKIRAN MALTHUS : KESEIMBANGAN


PENDUDUK DG DAYA DUKUNG DAN DAYA
TAMPUNG SUDAH DIPERSOALKAN SEJAK DAHULU
OLEH PARA FILOSOF CINA, YUNANI DAN ARAB
BENCANA KELAPARAN DAN KEMATIAN LANGSUNG
DIKAITKAN DG FAKTOR KETIDAK SEIMBANGAN
JUMLAH PENDUDUK DG POTENSI LINGKUNGAN
ALAM, KHUSUS PENYEDIAAN MAKANAN.
BEBERAPA ISTILAH KEPENDUDUKAN BERKAITAN DENGAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN PENDIDIKAN
KELUARGA : UNIT TERKECIL DALAM MASYARAKAT YG TERDIRI ATAS SUAMI-
ISTERI, ATAU SUAMI, ISTERI, DAN ANAKNYA, ATAU AYAH DAN ANAKNYA, ATAU
IBU DAN ANAKNYA.

KELUARGA SEJAHTERA : KELUARGA YG DIBENTUK BERDASARKAN ATAS


PERKAWINAN YG SAH, MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP SPIRITUAL DAN
MATERIAL YG LAYAK, BERTAKWA KEPADA TUHAN YME, MEMILIKI HUBUNGAN
SERASI, SELARAS DAN SEIMBANG ANTARA ANGGT KLG DG MASY DAN LINGK

KELUARGA BERENCANA : UPAYA PENINGKATAN KEPEDULIAN DAN PERAN


SERTA MASY MELL PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN, PENGATURAN
KELAHIRAN, PEMBINAAN KETAHANAN KLG, PENINGKTN KESEJHTR KLG UTK
MEWUJ KLG KECIL, BAHAGIA DAN SEJAHTERA

KUALITAS KELUARGA : KONDISI KELUARGA YG MENCAKUP ASPEK


PENDIDIKAN, KESEHATAN, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA, KEMANDIRIAN
KELUARGA, DAN MENTAL SPIRITUAL SERTA NILAI-NILAI AGAMA YG MERUPAKAN
DASAR UTK MENCAPAI KELUARGA SEJAHTERA
KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DENGAN
TELAH DITETAPKAN
UU ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN.
( UU 23 TAHUN 2006)
Aspek-aspek filosofis, yuridis dan
sosiologis yang melandasi lahirnya
Undang-Undang
1. Negara pada hakikatnya berkewajiban
memberikan perlindungan & pengakuan
terhadap penentuan status pribadi dan
status hukum atas setiap Peristiwa
Kependudukan dan Peristiwa Penting yang
dialami oleh penduduk Indonesia yang berada
di dalam dan/atau di luar wilayah RI
2. Untuk memberikan perlindungan, penga
penentuan status pribadi dan status hukum
atas setiap peristiwa kependudukan dan
peristiwa penting yang dialami oleh pendu
Indonesia dan WNI yang berada
di luar wilayah RI.
Lanjutan
LanjutanPokok
PokokPikiran
PikiranUU
UUAdminduk
Adminduk
3. Pengaturan tentang administrasi kependudukan
dapat terlaksana apabila didukung oleh
pelayanan yang profesional dan
peningkatan kesadaran penduduk,
termasuk WNI yang berada di luar negeri.
4. Peraturan perundang-undangan mengenai
administrasi kependudukan yang ada tidak
sesuai lagi dengan tuntutan pelayanan
administrasi kependudukan yang tertib
dan tidak diskriminatif sehingga diperlukan
pengaturan secara konprehensif untuk
menjadi pegangan bagi semua
penyelenggara negara yang berhubungan
Lanjutan
LanjutanPokok
PokokPikiran
PikiranUU
UUAdminduk
Adminduk

ARAH
pemenuhan hak asasi setiap orang di bidang
administrasi kependudukan tanpa diskriminasi
dengan pelayanan publik yang profesional
peningkatan kesadaran penduduk akan
kewajibannya
untuk berperan serta dalam pelaksanaan
administrasi
kependudukan
pemenuhan data statistik secara nasional
mengenai peristiwa kependudukan dan peristiwa
penting
mendukung perumusan kebijakan & perencanaan
Lanjutan
LanjutanPokok
PokokPikiran
PikiranUU
UUAdminduk
Adminduk

- Lanjutan tujuan

mewujudkan tertib Adminduk secara


nasional dan terpadu

menyediakan data penduduk sebagai


rujukan dasar bagi sektor terkait dalam
penyelenggaraan kegiatan
pemerintahan, pembangunan dan
kemasyarakatan
Lanjutan
LanjutanPokok
PokokPikiran
PikiranUU
UUAdminduk
Adminduk

MAKSU
D
terselenggaranya administrasi kependudukan
dalam skala nasional yang terpadu dan tertib
terselenggaranya administrasi kependudukan
yang bersifat universal, permanen, wajib dan
berkelanjutan
terpenuhinya hak penduduk di bidang adminduk
dengan pelayanan yang profesional
tersedianya data dan informasi secara nasional
mengenai pendaftaran penduduk dan
pencatatan sipil pada berbagai tingkatan secara
akurat, lengkap, mutakhir dan mudah diakses
sehingga menjadi acuan bagi perumusan
kebijakan dan pembangunan pada umumnya.
DASAR HUKUM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Amanat UUD 1945 :


Pasal 26 ayat (3) : Hal-hal mengenai warga
negara dan penduduk diatur dengan
Undang-Undang.

UU ini menjadi landasan yang kokoh dalam


reformasi Adminduk untuk menyelesaikan
6 (enam) masalah mendasar : dasar
hukum, kelembagaan, aparatur, dokumen
dan data, pemahaman masyarakat terhadap
manfaat akta, dokumen penduduk dan
Lanjutan
LanjutanPokok
PokokPikiran
PikiranUU
UUAdminduk
Adminduk

TUJUAN
memberikan keabsahan identitas dan kepastian
hukum untuk setiap peristiwa kependudukan dan
peristiwa penting yang dialami oleh penduduk
memberikan perlindungan status hak sipil
penduduk
menyediakan data dan informasi kependudukan
secara nasional pada berbagai tingkatan yg
akurat, lengkap, mutakhir dan mudah diakses
mengenai pendaftaran penduduk dan
pencatatan sipil sehingga menjadi acuan bagi
perumusan kebijakan & pembangunan pada
umumnya
Lanjutan
LanjutanKerangka
Kerangka Adminduk
Adminduk

PERISTIWA KEPENDUDUKAN

Kejadian yang dialami penduduk yang harus


dilaporkan karena membawa akibat terhadap
penerbitan atau perubahan KK, KTP dan/atau
surat keterangan kependudukan lainnya
meliputi :
- pindah-datang untuk menetap, tinggal
terbatas, atau tinggal sementara
- perubahan alamat
- perubahan status orang asing tinggal
terbatas menjadi tinggal tetap
HAK DAN KEWAJIBAN PENDUDUK
Penduduk berhak memperoleh :
a. Pelayanan yang sama dalam pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil;
b. Dokumen Kependudukan;
c. Perlindungan atas data pribadi;
d. Kepastian hukum atas kepemilikan dokumen;
e. Informasi mengenai data hasil Dafduk dan Capil
atas dirinya dan/atau keluarganya;
f. Ganti rugi dan pemulihan nama baik sebagai
akibat kesalahan dalam pendaftaran penduduk &
pencatatan sipil serta penyalahgunaan data
pribadi oleh Instansi Pelaksana.
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIII

Penduduk
berkewajiban
Melaporkan :
peristiwa kependudukan dan
peristiwa penting yang dialaminya kepada
Instansi Pelaksana dengan memenuhi
persyaratan yang diperlukan dalam pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil
WNI yang berada di luar wilayah RI
berkewajiban :
Melaporkan peristiwa kependudukan dan
peristiwa penting yang dialaminya kepada
Instansi Pelaksana pencatatan sipil negara
setempat dan/atau kepada Perwakilan RI dengan
memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam
pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil
KETENTUAN UMUM
1. Administrasi Kependudukan
2. Penduduk
3. Warga Negara Indonesia
4. Orang Asing
5. Menteri
6. Penyelenggara
7. Instansi Pelaksana
8. Dokumen Kependudukan
Lanjutan
LanjutanBab
BabI I
9. Data Kependudukan
10. Pendaftaran Penduduk
11. Peristiwa Kependudukan
12. Nomor Induk Kependudukan
13. Kartu Keluarga
14. Kartu Tanda Penduduk
15. Pencatatan Sipil
16. Pejabat Pencatat Sipil
17. Peristiwa Penting
18. Izin Tinggal Terbatas
Lanjutan
LanjutanBab
BabI I

19. Izin Tinggal Tetap


20. Petugas Registrasi
21. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan
22. Data Pribadi
23. Kantor Urusan Agama Kecamatan
24. Unit Pelaksana Teknis Dinas Instansi Pelaksana
KEWENANGAN PENYELENGGARA
DAN INSTANSI PELAKSANA
1. Pemerintah berkewajiban dan bertanggung
jawab menyelenggarakan adminduk secara
nasional yang dilakukan oleh Menteri, dengan
kewenangan :
a. Koordinasi antar Instansi dalam urusan
Adminduk
b. Penetapan sistem, pedoman dan standar
pelaksanaan Adminduk
c. Sosialisasi Adminduk
d. Pemberian bimbingan, supervisi dan konsultasi
pelaksanaan urusan Adminduk
e. Pengelolaan & penyajian data kependudukan
berskala nasional (menggunakan SIAK)
f. Pencetakan, penerbitan & distribusi blangko
dokumen kependudukan
2. PEMERINTAH PROVINSI :
PEMERINTAH PROVINSI BERKEWAJIBAN DAN
BERTANGGUNG JAWAB MENYELENGGARAKAN URUSAN
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN, YANG DILAKUKAN
GUBERNUR DENGAN KEWENANGAN MELIPUTI :

A.Koordinasi penyelenggaraan administrasi kependudukan


B.Pemberian bimbingan, superviusi, dan konsultasi
pelaksanaan pendaftaran pendudk dan pencatatan sipil
C. Pembinaan dan sosialisasi penyelenggaraan administrasi
kependudukan
D. Pengelolaan dan penyajian data kependudukan berskala
provinsi dan
E. Koordinasi pengawasan atas penyelenggaraan
administarsi kependudukan
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII
3. Pemerintah kabupaten/kota berkewajiban dan
bertanggung jawab menyelenggarakan urusan
adminduk yang dilakukan oleh Bupati/Walikota,
dengan kewenangan meliputi :
a. koordinasi penyelenggaraan adminduk
b. pembentukan instansi pelaksana
c. pengaturan teknis
d. pembinaan & sosialisasi
e. pelaksanaan kegiatan pelayanan masyarakat
f. penugasan kepala desa untuk menyelenggarakan
sebagian adminduk berdasarkan asas tugas
pembantuan
g. pengelolaan & penyajian data kabupaten berskala
kab/kota
Di Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta
h. koordinasi pengawasan
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

4. Instansi Pelaksana melaksanakan urusan


adminduk dengan kewajiban :
a. Pendaftaran peristiwa kependudukan dan pencatatan
peristiwa penting
b. Memberikan pelayanan yang sama dan profesional
kepada setiap penduduk
c. Menerbitkan dokumen kependudukan
d. Mendokumentasikan hasil pendaftaran penduduk &
pencatatan sipil
e. Menjamin kerahasiaan & keamanan data atas
peristiwa kependudukan & peristiwa penting
f. Melakukan verifkasi & validasi data dan informasi
yang disampaikan penduduk dalam pelayanan
dafduk & capil
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

Kewajiban tersebut untuk pencatatan nikah, talak,


cerai dan rujuk bagi penduduk yang beragama
Islam pada tingkat kecamatan dilakukan oleh
pegawai pencatat pada KUA Kecamatan
Pelayanan capil pada tingkat kecamatan dilakukan
oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instansi
Pelaksana dengan kewenangan menerbitkan Akta
Capil
Tatacara dan persyaratan pencatatan peristiwa
penting bagi penduduk yang agamanya belum
diakui sebagai agama menurut peraturan
perundang-undangan atau bagi penghayat
kepercayaan berpedoman pada peraturan
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

Penjelasan :

- Ketentuan mengenai UPTD Instansi Pelaksana


dan prioritas pembentukannya diatur dengan
PP
- Pemerintah diminta untuk menerbitkan PP
mengenai tata cara dan persyaratan Pencatatan
Peristiwa Penting bagi Penduduk yang agamanya
belum diakui sebagai agama menurut Per-UU-an
atau bagi penghayat kepercayaan diterbitkan
dalam waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah
diundangkannya UU ini, untuk menjadi dasar
pendaftaran peristiwa kependudukan &
pencatatan peristiwa penting
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

5. Instansi Pelaksana melaksanakan urusan


adminduk dengan kewenangan :
a. Memperoleh keterangan dan data yang benar
tentang Peristiwa Penting dan Peristiwa
Kependudukan yang dilaporkan oleh penduduk
b. Memperoleh data mengenai Peristiwa Penting
yang dialami penduduk atas dasar
keputusan/penetapan Pengadilan
c. Memberikan keterangan atas laporan Peristiwa
Penting dan Peristiwa Kependudukan untuk
kepentingan penyelidikan, penyidikan dan
pembuktian kepada lembaga Peradilan;
d. Mengelola data dan mendayagunakan informasi
hasil Dafduk dan Capil untuk kepentingan
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

Kewenangan huruf a dan huruf b berlaku juga


bagi KUA Kecamatan, khususnya untuk
pencatatan nikah, talak, cerai dan rujuk bagi
penduduk yang beragama Islam.

Instansi Pelaksana juga mempunyai


kewenangan untuk mendapatkan data hasil
pencatatan peristiwa perkawinan, perceraian
dan rujuk bagi Penduduk yang beragama Islam
dari KUA Kecamatan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai
penyelenggaraan kewenangan diatur dalam
Peraturan Pemerintah
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

6. Pejabat Pencatatan Sipil mempunyai


kewenangan :
melakukan verifkasi kebenaran data, melakukan
pembuktian pencatatan atas nama jabatannya,
mencatat data dalam register akta catatan sipil,
menerbitkan kutipan akta catatan sipil dan membuat
catatan pinggir pada akta-akta catatan sipil.

Ketentuan pedoman pengangkatan & pemberhentian


serta tugas pokok Pejabat Pencatatan Sipil diatur
dalam Peraturan Menteri.
Lanjutan
LanjutanBab
BabIIIIII

7. Petugas Registrasi :

a. membantu Kepala Desa dan Lurah dan


Instansi Pelaksana dalam pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil

b. diangkat dan diberhentikan oleh


bupati/walikota dari PNS yang memenuhi
persyaratan
Ketentuan pedoman pengangkatan & pemberhentian
serta tugas pokok Petugas Registrasi diatur dalam
Peraturan Menteri.
PENDAFTARAN PENDUDUK

A. Setiap penduduk wajib melaporkan


peristiwa kependudukan yang dialami
serta hal-hal yang berimplikasi pada
penerbitan Biodata Penduduk, KK, KTP
dan Surat Keterangan Kependudukan
kepada Instansi Pelaksana dengan
tenggang waktu yg telah ditentukan
B. Instansi Pelaksana melakukan
pendaftaran dan menerbitkan dokumen
berupa Biodata Penduduk, KK, KTP dan
Lanjutan
LanjutanBab
BabIVIV

Pendaftaran Penduduk Meliputi :

1. Penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK)


- NIK berlaku seumur hidup dan selamanya,
diberikan oleh Pemerintah kpd setiap penduduk
setelah dilakukan pencatatan biodata
- NIK dicantumkan dalam setiap dokumen
kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan
paspor, SIM, NPWP, polis asuransi, Sertifkat hak
atas Tanah dan penerbitan dokumen identitas
lainnya
Ketentuan mengenai persyaratan, tatacara & ruang
lingkup penerbitan dokumen identitas lainnya serta
pencantuman NIK diatur dengan PP
Lanjutan
LanjutanBab
BabIVIV

2. Pendaftaran Peristiwa Kependudukan :


Perubahan alamat
Pindah datang penduduk dalam wilayah
Indonesia (WNI/OA)
Pindah datang antar negara (WNI/OA)
Penduduk Pelintas Batas

3. Pendataan Penduduk Rentan adminduk


4. Pelaporan penduduk yang tidak mampu
mendaftarkan sendiri
PENCATATAN SIPIL

A. Penduduk wajib melaporkan setiap


peristiwa penting yg dialami sesuai
tenggang waktu yang telah ditentukan
kepada Instansi Pelaksana.

B. Pejabat Pencatatan Sipil mencatat


dalam Register Akta dan menerbitkan
kutipan akta.
Lanjutan
LanjutanBab
BabVV

C. Pencatatan Sipil meliputi :

1. Pencatatan Kelahiran
di Indonesia;
di luar wilayah Republik Indonesia;
di atas Kapal Laut atau Pesawat Terbang;
yang melampaui batas waktu.
2. Pencatatan Lahir Mati
3. Pencatatan Perkawinan :
di Indonesia;
di luar wilayah Republik Indonesia.
Lanjutan
LanjutanBab
BabVV

4. Pencatatan Pembatalan Perkawinan


5. Pencatatan Perceraian :
di Indonesia
di luar wilayah Indonesia

6. Pencatatan Pembatalan Perceraian


7. Pencatatan Kematian :
di Indonesia
di luar wilayah Indonesia
Lanjutan
LanjutanBab
BabVV

8. Pencatatan Pengangkatan Anak,


Pengakuan anak dan Pengesahan Anak.

9. Pencatatan Perubahan Nama dan


Perubahan Status Kewarganegaraan
10. Pencatatan Perubahan Peristiwa Penting
Lainnya
11. Pelaporan Penduduk Yang Tidak Mampu
Melaporkan Sendiri
DATA DAN DOKUMEN
KEPENDUDUKAN
1. Data Kependudukan terdiri atas data perseorangan
dan/atau data agregat penduduk.
2. Dokumen Kependudukan meliputi :

Biodata Penduduk;
Kartu Keluarga;
Kartu Tanda Penduduk;
Surat Keterangan Kependudukan;
Akta Pencatatan Sipil.

3. Perlindungan Data dan Dokumen Kependudukan


DATA DAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN
DATA KEPENDUDUKAN :
Adalah data perseorangan dan/atau data agregat
Yang tersruktur sebagai hasil dari kegiatan pendaf-
taran penduduk dan pencatatan sipil.

DATA PRIBADI : adalah data perseorangan tertentu


yang disimpan, dirawat dan dijaga kebenaran serta
dilindungi kerahasiaannya.

1. DATA PERSEORANGAN meliputi :


a.Nomor KARTU KELUARGA
b.NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN
c.Nama Lengkap
d.Jenis Kelamin
e.Tempat lahir
f. Tanggal/bulan/tahun kelahiran x. Tanggal perkawinan
g. Golongan darah y.Kepemilikan akta perceraian
h. agama/kepercayaan z.Nomor akta perceraian/surat cerai
i. Status perklawinan aa.Tanggal perceraian
J.Cacat fisik dan / atau mental
K.Agama/kepercayaan
L.Pendidikan terakhir
M.Jenis pekerjaan
N.NIK ibu kandung
O.Nama ibu kandung
P.NIK ayah
Q.Nama ayah
R.Alamat sebelumnya
S.Alamat sekarang
T.Kepemilikan akta kelahiran/surat kenal lahir
U.Nomor akta kelahiran/nomor surat kenal lahir
V.Kepemilikan akta keperkawinan/buku nikah
W.Nomor akta perkawinan/buku nikah
2. DATA AGREGAT MELIPUTI HIMPUNAN DATA
PERSEORANGAN YANG BERUPA DATA KUANTITATIF
DAN DATA KUALITATIF

DOKUMEN KEPENDUDUKAN MELIPUTI :


A.Bio data kependudukan
- Bio data penduduk, keterangan yang berisi elemen data
tentang jati diri, informasi dasar serta riwayat perkembangan
dan perubahan keadaan yang dialami oleh penduduk sejak saat
kelahiran
- KARTU KELUARGA
- KARTU TANDA PENDUDUK
- Surat keterangan kependudukan (ada 14 surat keterangan
kependudukan) dan
- Akta pencatatan sipil
PENDAFTARAN PENDUDUK DAN CATATAN
SIPIL SAAT NEGARA ATAU SEBAGIAN
NEGARA DALAM KEADAAN DARURAT
DAN LUAR BIASA (BAB VII)
Apabila negara atau sebagian negara
dinyatakan dalam keadaan darurat
dengan segala tingkatannya menurut
UU ini, otoritas pemerintahan yang
menjabat saat itu diberi kewenangan
membuat surat keterangan mengenai
Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa
Penting.
SISTEM INFORMASI
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN /
SIAK
Sistem Informasi yang memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi
untuk memfasilitasi pengelolaan
informasi administrasi kependudukan
di tingkat penyelenggara dan instansi
pelaksana sebagai satu kesatuan
SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI
KEPENDUDUKAN / SIAK
Pengelolaan informasi Adminduk dilakukan
oleh Menteri melalui pembangunan SIAK.
Pengkajian dan pengembangan SIAK
dilakukan oleh Pemerintah, Provinsi,
Kabupaten/Kota.
Data penduduk yang dihasilkan oleh SIAK
dan tersimpan didalam data base
kependudukan dimanfaatkan untuk
kepentingan perumusan kebijakan dibidang
pemerintahan dan pembangunan.
UNSUR-UNSUR e-KTP
Unsur-unsur SIAK
Perangkat Keras
Server
Finger Print Scanner
Smart Card Reader/Writer
ID Smart Card Printer
Networking/Communation Device
Perangkat Lunak
Aplikasi AFIS terinstal
Database Engine
Operating System
PROSES e-KTP
DATABASE
KEPDDKA
N
BERBASIS Biodata
NIK 1. NIKPenduduk
2. Nama Lengkap
3. Jenis Kelamin
4. Tanggal Lahir
5. Tempat Lahir
6. dst

Foto Penduduk

DATABAS
E
SIDIK JARI
Sidik Jari
Penduduk
PROSES e-KTP
(Lanjutan)
DATABASE
KEPDDKAN
BERBASIS
NIK

Biodata DATA
DATA
DATABASE Penduduk VALID/
VALID/
SIDIK JARI Foto Penduduk INVALID
Sidik Jari INVALID
Keimigrasian
Perbankan
Kepolisian
Rumah Sakit DATABASE
PELAYANA
Perhotelan N
Transportasi PUBLIK
Asuransi
Ketenagakerjaan
Perpajakan
dll
KESIAPAN
KESIAPAN SIAK
SIAK

MENUJU
MENUJU
KESIAPAN
KESIAPAN DATABASE
DATABASE KPDDK
KPDDK e-KTP
e-KTP
2011
2011
KESIAPAN
KESIAPAN e-KTP
e-KTP
KERANGKA
DATABASE
PIKIR SIAK
DATABASE
KPDDK
UNSUR
UNSURSIAK
SIAK FUNGSI
KPDDK
SISTEM FUNGSI BERBASIS
BERBASIS
(2006) SIAK SISTEM
NIK
(2006) NIK

2011
2011
STAGING I
PEMANFAATAN
STAGING II
CAPIL
CAPIL
JENIS LAYANANLAYANAN DOK.
LAYANAN DOK. LAYANAN
LAYANANDATA
DATA
KEPENDUKAN
KEPENDUKAN KEPENDUDUKAN
KEPENDUDUKAN
DAFDUK
DAFDUK
PERUMUSAN
PERUMUSAN
KK KTP KEBIJAKAN
KEBIJAKAN
KK KTP e-KTP
e-KTP PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
DAN
DANPEMBANGUNAN
PEMBANGUNAN
KERANGKA ADMINDUK
DAFDUK
Layanan
1. Pencatatan Biodata Dokumen
Penduduk Per Keluarga Kepddkan
2. Pencatatan atas Pelaporan (Biodata, KK, KTP,
Peristiwa Kependudukan INPUT
Surat Keterangan
3. Pendataan Penduduk OUTPUT Kependudukan,
Rentan Kependudukan Akta/Kutipan Akta)
4. Pelaporan Penduduk yang
tidak dapat melapor
sendiri
Layanan Data
1. Pencatatan Kelahiran
2.
CAPIL
Pencatatan Lahir Mati
3. Pencatatan Perkawianan SIAK DATABASE
1. Perumusan
Kebijakan
4. Pencatatan Pembatalan KEPDDKAN 2. Perencanaan
Perkawinan BERBASIS Pembangunan
5. Pencatatan Perceraian NIK 3. Kebutuhan Sektor
6. Pencatatan Pembatalan Pembangunan lain
Perceraian 4. Pilkada dan Pemilu
7. Pencatatan Kematian 5. Penyusunan
8. Pencatatan Pengangkatan Perkembangan
Pengesahan dan Pengakuan OUTPUT Kependudukan
anak 6. Penyusunan
9. Pencatatan Perubahan Nama & INPUT Proyeksi
Perubahan Status Kependudukan
Kewarganegaraan 7. Verifikasi Jati Diri
10.Pencatatan Peristiwa Penting Penduduk dan
11.Pelaporan Penduduk yg Tdk Bisa Dokumen
PROSES e-KTP
Biodata (Lanjutan)
Penduduk
1. NIK
2. Nama
Lengkap
3. Jenis Kelamin
4. Tanggal Lahir
5. Tempat Lahir
Verifikasi 6. dst
Biodata Foto Penduduk
DATABASE
KEPDDKAN
BERBASIS
NIK
Protection
Film
Printing Film
Card Body
Pemotret Printing Film
an Security
Protection Printing
Film
DATABASE
SIDIK JARI

Scan Sidik e-KTP


Jari
PERLINDUNGANGAN DATA PRIBADI
PENDUDUK
Data Pribadi Penduduk wajib disimpan dan
dilindungi oleh negara
Perlindungan diberikan dengan cara
membatasi hak akses kpd Petugas oleh
Mendagri

PENYIDIKAN
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yg
lingkup
tugas dan tanggung jawabnya di bid.
Adminduk
diberi wewenang khusus sbg Penyidik
. SANKSI ADMINISTRATIF
Sanksi Administratif berupa denda bagi penduduk :
yang melampaui batas waktu pelaporan peristiwa
kependudukan/peristiwa penting (utk WNI paling
banyak Rp.1 juta dan Orang Asing Rp. 2 juta) .
yang berpergian tdk membawa Kartu Tanda
Penduduk (KTP) paling banyak Rp.50.000 dan Surat
Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) paling banyak
Rp.100.000.
Pejabat pd Instansi Pelaksana yg melakukan tindakan
atau sengaja melakukan tindakan yg memperlambat
pengurusan dokumen kependdk dlm waktu yg
ditentukan dlm UU ini paling banyak Rp. 10 juta
KETENTUAN PIDANA
Ketentuan Pidana berupa pidana penjara
dan/atau denda bagi :

Setiap penduduk yang dengan sengaja memalsukan


dokumen dipidana penjara paling lama 6 th dan atau
denda paling banyak Rp. 50 juta;

Setiap orang yang dengan sengaja mengubah,


menambah atau mengurangi tanpa hak isi elemen
data pada dokumen kependudukan dipidana penjara
paling lama 2 th dan atau denda paling banyak Rp25
juta.
Setiap orang yang tanpa hak mengakses data base
kependudukan dipidana penjara paling lama 2 th
dan/atau denda paling banyak Rp.25 juta.

Setiap orang atau badan hukum yang tanpa hak


mencetak, menerbitkan dan/atau mendistribusikan
blangko dokumen kependudukan dipidana penjara
paling lama 10 th dan denda paling banyak Rp 1
Milyar.
Setiap penduduk yang dengan sengaja
mendaftarkan diri sebagai kepala keluarga atau
anggota keluarga lebih dari satu KK dan untuk
memiliki KTP lebih dari satu dipidana penjara
paling lama 2 th dan/atau denda paling banyak
Rp. 25 juta.
Dalam hal Pejabat dan Petugas pd Penyelenggra
dan Instansi Pelaksana melakukan tindak pidana
sbgmana dimaksud Pasal 93 atau Pasal 94
dipidana dengan pidana yang sama ditambah 1/3

Dalam hal Pejabat dan Petugas pd Penyelenggara


dan Instansi Pelaksana membantu melakukan
tindak pidana sbgmana dimaksud Pasal 92 atau
Pasal 95 dipidana sesuain dengan ketentuan UU
KETENTUAN PERALIHAN

Semua Dokumen Kependudukan yang


telah diterbitkan atau yang telah ada
dinyatakan tetap berlaku menurut
Undang-Undang ini

Ketentuan ini dikecualikan untuk KK dan


KTP sampai dengan batas waktu
berlakunya atau diterbitkannya KK dan
KTP yang sesuai dengan UU ini
Lanjutan
LanjutanKetentuan
KetentuanPeralihan
Peralihan

Pada saat UU ini berlaku :


Pemerintah memberikan NIK kpd setiap
Penduduk paling lambat 5 (lima tahun)

Semua Instansi wajib menjadikan NIK sbg


dasar dalam menerbitkan dokumen

KTP seumur hidup yang mempunyai NIK


tetap berlaku dan yang belum harus
disesuaikan dengan UU ini.
KETENTUAN PENUTUP
(BAB XIV)
Peraturan Pelaksanaan UU ini harus telah ditetapkan
paling lambat 1 (satu) tahun sejak di Undangkan.
Dalam waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah
diundangkannya UU ini, Pemerintah menerbitkan PP
tentang tata cara dan persyaratan pencatatan
peristiwa penting sebagaimana dimaksud pada Pasal
8 ayat (4).
Pencabutan peraturan pencatatan sipil dan
pendaftaran penduduk, serta peraturan lainnya yang
sudah tidak sesuai atau bertentangan dengan
Undang-Undang ini.
HAL-HAL PENTING DALAM PEMBAHASAN
Mengenai pengisian kolom agama.
Pencatatan perkawinan bagi penduduk yg beragama
Islam dimasukkan dalam UU ini (KUAKec).
Mengakomodasi penduduk penganut kepercayaan
(Pasal 8 ayat (4), Pasal 61 ayat (2), Pasal 64 ayat (2)
dan Pasal 105).
Pelaporan pengakuan dan pengesahan anak
dikecualikan bagi penduduk yg agamanya tdk
membolehkan pengakuan dan pengesahan anak
(Pasal 49 dan Pasal 50).
Pembentukan UPTD di tingkat kecamatan
(Pasal 8 ayat (5)).
Lanjutan
LanjutanPendahuluan
Pendahuluan

Proses
a. Penyampaian RUU Kepada Presiden

1) Surat Mendagri kepada Presiden (Surat


Nomor : 470/1970/Sj tertanggal 6 Agustus
2004), dan permohonan diterbitkan
AMPRES (termasuk Amandemen UU No 10
Th 1992).

2) Surat Menteri Kehakiman dan HAM kepada


Presiden Nomor : M.UM.01.06.117
tertangal 10 Agustus 2004 untuk
diteruskan kepada DPR.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai