Anda di halaman 1dari 49

2

DEFINISI PENGELASAN
Penyambungan antara dua/lebih material dalam keadaan cair
dengan menggunakan panas (heat) atau tekanan (preassure)
atau keduanya. Logam pengisi (filler metal) dengan
temperature lebur yang sama dengan TL dari logam induk
dapat atau tanpa digunakan dalam proses penyambungan tsb.
Penyambungan dari logam yang dihasilkan dengan
memanaskan material hingga temperature las, dengan atau
tanpa menggunakan tekanan (pressure) atau hanya tekanan,
dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi.

3
PERSYARATAN DASAR
(Untuk setiap proses penyambungan)
1. Sumber energi :
A. Electrical (resistance, radiation, induction, conduction and electric
arc)
B. Chemical (flame, radiation, explosion and solid reactants)
C. Mechanical (no heating and friction)
2. Mekanisme penghilangan kontaminasi pada permukaan
sambungan
3. Perlindungan terhadap kontaminasi udara
4. Pengontrolan metalurgi las

4
Energi Busur Listrik
Q B = I x U x 60 K (J/mm)
v
dimana : I = Arus Las (A)
U = tegangan las (V)
v = Kecepatan las (mm/mnt)
energi las yang ditransfer ke benda kerja. QM, tergantung
pada efisiensi busur , dan dikalkulasikan sebagai
berikut:
QM = Q B x

5
TERJADINYA BUSUR LISTRIK
KLASIFIKASI LAS BUSUR LISTRIK
Las elektroda terbungkus
(Coated-electrode welding SMAW)
Las elektroda kontinyu
(Continuos-electrode welding )
Las busur rendam
(Sumerged Arc Welding SAW)
Las listrik terak
(Electro-Slag Welding )
Las logam gas mulia (MIG)
(Gas-shielded Metal Arc Welding GMAW)
Las tungsten gas mulia (TIG)
(Gas Tungsten Arc Welding)
SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW)
Las elektroda terbungkus ini juga dikenal
dengan stick welding dan metoda ini paling luas
pemakainnya untuk penyambungan logam.
SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW)

Keunggulan SMAW antara lain :


Peralatan sederhana, murah dan portable
Tidak memerlukan gas pelindung (digunakan fluks)
Busur listriknya tidak mudah terpengaruh angin
Dapat digunakan pada bagian yang sulit dijangkau
Cocok untuk mengelas berbagai jenis logam

Keterbatasannya antara lain :


Tidak dapat digunakan untuk mengelas logam yang
memiliki titik lebur rendah & reactive metals
Pemakaian arus terbatas
Proses Pengelasan SMAW
Hubungan Arus las dengan Diameter Elktroda
Submerged Arc Welding - SAW

SAW mampu menghasilkan weld dengan arus


hingga 2000 Ampere dengan sumber AC atau DC
Prinsipnya sbb :
Elektroda dalam bentuk kawat diumpankan
kekampuh las benda kerja secara kontinyu dan
ditutup dengan fluk dalam bentuk serbuk halus.
Busur listrik tercipta diantara elektroda dan
benda kerja namun tidak terlihat karena
elektroda tertutup oleh fluk sehingga namanya
disebut las busur rendam.
Prinsip Kerja SAW
Aplikasi
Faktor yang dipertimbangkan dalam
menggunakan SAW a.l :
Komposisi kimia sifat mekanik yang dibutuhkan dari weld
metal
Ketebalan logam induk yang akan di las
Join ascessibility
Posisi dimana lasan akan dibuat
Frekuensi atau volume pengelasan yang harus dikerjakan
Penggunaan SAW :
SAW cocok untuk fabrikasi weldments yang besar & tebal
Digunakan pada fabrikasi bejana tekan (pressure vessels),
kapal, bangunan railroad, pipe manufacturing.
Peralatan & Material untuk Las

Alat yang dibutuhkan untuk SAW a.l :


Sumber arus
Sistem pengumpan elektroda
Sistem pendistribusian fluk
Pengatur kecepatan pengelasan
Sistem kontrol proses

Logam yang dapat di las dengan SAW a.l :


Baja karbon hingga 0.29 %C
Baja paduan rendah
Baja Cr-Mo
Baja tahan karat
Keuntungan & Keterbatasan
Keuntungan :
Asap hasil proses las ini sedikit karena fluk menutup seluruh
busur listrik maka tidak membutuhkan helmet.
Penggunaan arus yang tinggi, mengakibatkan proses ini memiliki
efisiensi/produktifitas yang tinggi.

Kelemahan/keterbatasan :
Hanya untuk posisi pengelasan datar (flat)
Karena penetrasi las sangat dalam maka kualitas logam las
yang dihasilkan sangat tergantung pada komposisi logam induk
dan kondisi pengelasan.
Material yang dapat di las
Mild steel, structural, and pressure vessel grades
seperti ASTM A36, A515 dan A516.
High-strength, low alloy structural grades seperti
ASTM A440, A441, A572 dan A588.
High-strength quenched and tempered alloy steel,
ASTM A514, A517 dan A588.
Cr-Mo steel
AISI tipe 304, 309, 316, 347, 410, 430 dan 502.
Nickel steels, ASTM A203.
Abrasion-resistant alloy steels.
Fungsi fluk
Memberikan sifat mekanik, korosi dan metalurgi dari
weld dengan pengaturan komposisi kimia
Menghasilkan weld yang terlindung dari atmosfir
Memberikan pengotor dari logam cair melalui reaksi
fluk
Menghasilkan terak yang dapat melindungi weld yang
membeku
Menstabilkan busur
Gas Metal Arc Welding (GMAW)
Karakteristik :
Menggunakan busur yang terbentuk antara kawat las terumpan
dan weld pool
Menggunakan gas sebagai pelindung dan tanpa tekanan

Mekanisme pemindahan Logam :


Short circuiting transfer
Globular transfer
Spray transfer

Faktor yang menentukan ketiga mekanisme tsb adalah :


Besar dan jenis arus
Diameter elektroda
Komposisi elektroda
Electrode extension
Gas Pelindung
Peralatan Las MIG
cv power supply(com
Prinsip Proses MIG
Prinsip Proses MIG
Prinsip Proses MIG
Pola Transfer pada GMAW
Molten Droplet pada MIG
Molten Droplet pada MIG
Molten Droplet pada MIG
Keunggulan & Kelemahan (GMAW)
KEUNGGULAN :
Merupakan satu-satunya proses elektroda terumpan yang
dapat digunakan untuk mengelas semua logam dan
paduannya
Mengatasi permasalahannya mengenai panjang elektroda
yang terbatas pada SMAW
Pengelasan dapat dilakukan pada semua posisi
Deposition rate lebih besar dibandingkan dengan SMAW
Kecepatan las lebih cepat dibandingkan SMAW
Weld yang panjang dapat dibuat tanpa harus mengalami
penyetopan
KELEMAHAN :
Perataan lebih kompleks dibandingkan SMAW
Penggunaannya lebih sulit dibandingkan dengan SMAW
Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)

Karakteristik :
Menggunakan busur yang terbentuk antara
kawat las terumpan dan weld pool
Menggunakan gas sebagai pelindung dan tanpa
tekanan

Komponen pada TIG :


Torch
Electrode
Welding power source
Shielding gas
Prinsip Proses TIG
Jenis Elektroda pada TIG
Elektroda & Besar Arus pada TIG
Elektroda & Besar Arus pada TIG
Electro Slag Welding (ESW)

Karakteristik :

Merupakan proses pengelasan single-pass suatu


pelat yang tebal
Sering digunakan untuk menyambung logam pada
posisi vertikal dengan single-pass
Proses yang dapat menghemat biaya khususnya
pada pengelasan material yang tebal
Prinsip Proses ESW
Prinsip Proses ESW
Parameter las pada ESW
Logam yang di las a.l:
baja karbon
baja konstruksi
baja bejana tekan

Variabel proses a.l:


voltase, arus, kecepatan umpan elektroda,
electrode extension
Aplikasi pada ESW
Plasma Arc Welding (PAW)

Karakteristik :

Plasma adalah gas yang terionisasi pada


temperatur tinggi, terdiri dari elektron dan ion
positif.
Dpat digunakan untuk proses pemotongan, hard
surfacing, metal spraying dan pengelasan.
Menggunakan elektroda tak terumpan seperti
halnya pada TIG.
Dapat digunakan untuk mengelas berbagai jenis
logam pada semua posisi.
Salah satu kelemahan PAW adalah mahalnya
peralatan PAW.
Plasma Arc Welding (PAW)

Jenis Busur :
Non-transferred or forced arc
Transferred Arc

Keunggulan (dibandingkan TIG) a.l :


Konsentrasi energi lebih besar
Stabilitas busur lebih baik
Narrower bead

Kelemahan :
Lebih sulit untuk manual
Lebih mahal
Pola Transfer Busur PAW
Gagang Plasma (Torch Head of PAW)
FUNGSI COATING (FLUX)
1. Sebagai Slag Pelindung (Ptotective Slag)
=> Si & Mn (Slag Forming)
=> TiO2 dan CaF2/CaCO3
2. Sebagai Gas Pelindung (Shielding Gas)
=> Celulosa, 15 30 %

(C6H10O5)n + n/2 O2 -> 6n CO + 5n H2


2CO + O2 -> 2CO2
2H2 + O2 -> 2H2O
3. Sebagai penstabil busur -> Na dan K
4. Sebagai sumber unsur paduan
Flux-Cored Arc Welding (FCAW)

Karakteristik :

Busur listrik tercipta antara elektroda


terumpan dan weld pool
Pelindung yang digunakan berupa fluks yang
terdapat didalam elektroda yang berongga
Prosesnya tanpa tekanan dan dapat diberi
tambahan gas sebagai pelindung
Merupakan proses semiautomatic
Merupakan kombinasi SMAW, MIG dan SAW
Flux-Cored Arc Welding (FCAW)
Flux-Cored Arc Welding (FCAW)

Ada 2 tipe FCAW, yaitu :

Self-shield FCAW, mengahsilkan weld bead narrow


dan shallow, umumnya digunakan sebagai pengganti
SMAW
Gas-shielded FCAW, menghasilkan weld bead
narrow dan deep, umumnya digunakan sebagai
pengganti MIG
Dua Jenis Proses FCAW

Prinsip proses FCAW-S


Prinsip proses FCAW-G
Keunggulan & Kelemahan FCAW

Keunggulan :
Kwalitas weld deposit tinggi
Penampakan weld yang baik (halus dan seragam)
Kontur horisontal fillet welds baik
Deposition rate tinggi
Pemebrsihan awal lebih sedikit dibandingkan MIG
Distorsi lebih kecil dibandingkan SMAW
Deposition rate lebih dari 4 kali dibandingkan SMAW
Kelemahan :
Terbatas pada pengelasan ferrous metals dan nickel base
alloys
Proses FCAW menghasilkan terak yang harus dihilangkan
Elektroda FCAW mahal
Peralatan lebih mahal dan lebih kompleks dibandingkan dengan
SMAW