Anda di halaman 1dari 72

PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN

PEMERIKSAAN SKRINING
PEKERJA
Oleh:
Nuri Purwito Adi
Dewi S Soemarko
Astrid B Sulistomo
Divisi Kedokteran Kerja FKUI
1
PERMASALAHAN KESEHATAN PEKERJA
PEKERJA:
- Sifat, Perilaku, Budaya,
Pengetahuan
- Cara kerja
- Ketahanan tubuh dan Gizi
- Kesakitan dan kecacatan

LINGKUNGAN:
PELAYANAN KES - Fisik, Kimia,
KERJA: Biologi,
Ergonomi &
-SDM Psikososial
-Sarana kesehatan
- Pimpinan &
-Jejaring Yankes
Pemimpinan
kurang faham

KESEJAHTERAAN:
-Pendapatan
-Pengembangan diri
-Pendidikan rendah 2
Sumber: DitKesja Kemnekes
LATAR BELAKANG

Ratusan juta pekerja di dunia saat ini


bekerja pd kondisi yg tdk aman ggn kesehatan

ILO (2003) :
- 2 jt kean krn penyakit atau kecelakaan akibat
pekerjaan
- 300.000 kean dari 250 juta kecelakaan
- Diperkirakan 160 juta penyakit akibat hubungan
kerja pertahun

3
SITUASI KESEHATAN PEKERJA

CFR KAK Pekerja Peserta Jamsostek dari


tahun ketahun meningkat 1,6% (th2000)
1,82% (th 2004)

Hasil studi Depkes tahun 2004 di 8 Prov


pada pekerja informal didpt:
- 75,8% Perajin Batu Bata gangguan Otot Rangka
- 41% Perajin kulit & Petani Kelapa Sawit gangg Mata
- 23,2% Perajin Batu Onix Dermatitis kontak/alergi

4
SITUASI KESEHATAN PEKERJA

. Hasil Studi Depkes Profil Masalah


Kesehatan Pekerja di Indonesia th 2005
didapatkan: 40.5% dari pekerja
keluhan gangguan kesehatan berhub dg pekerjaan:
- 16 % Muskulo Skeletal Diseases
- 8 % Kardiovaskuler
- 6 % Gangguan Syaraf
- 3 % Respiratori Diseases
- 1,5% Gangguan THT
- 1,3 Gangguan Kulit
Hanya 20 % formal terlind pembiayaan kes, 1 %
informal
5
ILO:
1,1 juta kematian karena penyakit atau
kecelakaan akibat hubungan pekerjaan
300,000 kematian adalah akibat 250 juta
kecelakaan yang terjadi
160 juta peny. akibat hubungan kerja/th

Indonesia:
Data penyakit akibat kerja ???

6
Penyebab Kematian yang berhubungan dengan
pekerjaan (ILO 1999)
Kanker 34%

5% Kecelakaan 25%
15%
34%
Peny. Sal. Pernafasan
Khronis 21%
21% Peny. Kardiovaskuler
15%
25%
Lain-lain 5%

7
8
Pengeluaran Biaya untuk kecelakaan
dan penyakit akibat kerja (ILO, 1999)

9
WHO Akses terhadap pelayanan
kesehatan kerja yang memadai:
* 5 10 % pekerja di negara berkembang
* 20 50 % pekerja di negara industri
* data mengenai penyakit akibat kerja yang
ada: hanya bagian dari puncak gunung es.

Pengawasan langsung terhadap K3 di


perusahaan lemah

10
11
PAK (WHO, 5 benua, 1999)
Cedera
MSD (48%)
PPOK (11%)
Dermatosis Akibat Kerja (10%)
Noise induced (9%)
Sakit Jiwa (10%-(30%, 2005))
Keracunan Pestisida (3%)

12
KARAKTERISTIK PEKERJA DI NEGARA
BERKEMBANG
Angka pengangguran umumnya tinggi (> 25%)
Tidak mengeluh
Menerima keadaan lingkungan kerja yang buruk
Pendidikan rendah
Kurang terlatih
Prevalensi penyakit umum masih tinggi:
Penyakit infeksi
Malnutrisi

13
PERATURAN PERUNDANGAN
UUD45 Pasal 27, 2 hak WN atas pekerjaan yg layak
UU no 1/1970 Keselamatan Kerja
UU no 13/2003 Ketenagakerjaan Pelindungan bagi Tenaga
Kerja

UU RI no 36 tahun 2009 ttg Kesehatan Bab 12 kesehatan kerja


UU RI, No. 23 Tahun 1992 ttg Kesehatan. Bab VI, Bag. Keenam,
Kesehatan Kerja, Pasal 23.
UU RI no 29 tahun 2004 ttg Praktek Kedokteran dan Petunjuk
pelaksanaannya.

S.E no 01/1997 dan Kep Men 51/1999 NAB Faktor kimia dan
fisika
Per Men 01/82 kewajiban lapor kecelakaan kerja dan PAK
PerMenaker no 02/Men/80 Pemeriksaan Kesehatan tenaga
kerja, dalam Penyelengaraan Kesehatan Kerja

14
Permenaker no.02/Men/80 ttg. Pemeriksaan Kesehatan
Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Kes. Kerja.

Pemeriksaan kesehatan AWAL (SEBELUM KERJA):


Kondisi fisik prima
Tak ada penyakit menular
Fit
K3 ybs dan tenaga kerja lain

Pemeriksaan kesehatan BERKALA(1TAHUN SEKALI ):


Deteksi dini perubahan dikendalikan
Tindak lanjut

Pemeriksaan kesehatan KHUSUS

KEWAJIBAN PENGURUS:
Pekerjaan / tenaga kerja tertentu dugaan
Perawatan > 2 Minggu
Rentan

15
Permaner RI No. Per 02/Men/80 (lanjutan)
Pemeriksaan Kes tenaga kerja dlm
penyelenggaraan kesehatan kerja
Pengurus membuat rencana dan laporan
Laporan < 2 bulan
Unit di dalam /di luar perusahaan

Permenaker RI No.Per.01/Men/76
Wajib Latihan Hiperkes bagi Dokter Perusahaan

16
Permen tenaga Kerja RI No. PER. 01/MEN/81
KEWAJIBAN MELAPOR P.A.K
Hasil pemeriksaan kesehatan
2 x 24 jam
Kepres 22/1993 31 Macam
(Penyakit yg timbul karena hubungan kerja = Penyakit
akibat Kerja)

KepMen Tenaga Kerja KEP : 333/MEN/1989


Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja

17
Permen Nakertrans No 03/MEN/1982 tentang

PELAYANAN KESEHATAN KERJA


Usaha-usaha Preventif / kuratif
Oleh Dokter (MEN I/1970)
Kewajiban pengurus
Penyelenggaraan (Sendiri kolektif)
Penyelenggaraan , tergantung :
TENAGA KERJA
RESIKO BAHAYA

SYARAT:
a. > 500 TK : KLINIK, dokter full time
b. 200 500 : KLINIK, SEKALI / 2 HARI
BAHAYA TINGGI : - a.
c. 100 200 : KLINIK, SEKALI / 3 HARI
BAHAYA, TINGGI : - b.
d. < 100 TK : - KOLEKTIF
- SENDIRI
18
KEP.PRES 22/1993 PENYAKIT
AKIBAT KERJA :
PENGERTIAN Penyakit Akibat Kerja:
Akibat pekerjaan
Selama kerja
Kaitan dengan istirahat /waktu kerja
Biasanya kronis
Tak menular/ menular

KEP.PRES 22/93 : 31 kelompok Penyakit

19
PP 14/1993 tentang Jamsostek
terdiri dari:
Program Jaminan Kecelakaan Kerja
Program Jaminan Kematian
Program Jaminan Hari Tua
Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

KepMen Tenaga Kerja No KEP 187/1999 tentang

PENGENDALIAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI


TEMPAT KERJA (bahan dasar,1/2 jadi, hasil
utama )
Penyediaan dan penyampaian MSDS dan label
Penetapan Potensi Bahaya
Kewajiban Pengurus dan Pengusaha
Penunjukkan Petugas K3 Kimia dan ahli K3 Kimia 20
Peraturan Menteri Perburuhan no 7 tahun 1964

Sanitasi dan penerangan


Menghindarkan potensi bahaya kecelakaan kerja
dan PAK
Kebersihan dan ketertiban
Penerangan memenuhi standar
Faktor kimia
Faktor fisika

PerMen Naker 05/96 tentang SMK3


Penerapan SMK3
Audit SMK3
21
SE No. 1 tahun 1997
tentang NAB Kimia

Kepmennaker No. Per.


51/Men/1999 tentang
NAB Fisika

Kepmenakertrans No 68/2004
tentang Pencegahan dan
Penanggulangan HIV/AIDS di

tempat kerja

22
Pajanan
Skrining &
FISIK Surveilance
PSIKO
SOSIAL KIMIA
ergono
mi Perlu
BIOLOGI DICEGAH
PENYAKIT
AKIBAT
KERJA

TATA LAKSANA
KAPASITAS
PEKERJA

PERILAKU KERJA KECACATAN/


KEMATIAN
23
Peny. Akibat Kerja & Peny. Yg.
Berhubungan dengan pekerjaan
Perkembangan daftar peny akibat kerja:
1919 1 penyakit : Anthrax
1925 3 penyakit
1934 10 penyakit
ILO Encyclopaedi of Occupational Health and
Safety 70 penyakit
Indonesia: Keppres RI 22.1993 31 penyakit
karena hubungan kerja

24
Kriteria umum
Peny. Akibat Kerja
Adanya hubungan antara pajanan yang
spesifik dengan penyakit

Adanya fakta bahwa frekwensi kejadian


penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi
daripada pada masy. Umum

Penyakit dapat dicegah dengan melakukan


tindakan preventif di tempat kerja
25
PENYAKIT AKIBAT KERJA
berdasarkan Kepmenaker No. 333/1989 :

- ditemukan/didiagnosa saat
pemeriksaan kesehatan berkala

- Oleh dokter , dengan dasar :


pemeriksaan klinis,
pemeriksaan kondisi lingk. kerja

Hasil diagnosis Okupasi oleh dokter: PAK


26
DEFINISI-DEFINISI:
Simposium Internasional mengenai PAK
Penyakit akibat kerja
(Occupational Disease):
Penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik
atau asosiasi kuat dengan pekerjaan, yang pada
umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang
sudah diakui (Evidance based)

27
Definisi-definisi

Penyakit yang berhubungan dengan


pekerjaan (Work Related Disease):

Penyakit yang mempunyai beberapa agen


penyebab, dimana faktor pada pekerjaan
memegang peranan bersama dengan faktor risiko
lainnya dalam berkembangnya penyakit yang
mempunyai etiologi yang kompleks

28
Definisi-definisi

Penyakit yang mengenai populasi pekerja-


Penyakit diperberat oleh pekerjaan
(Diseases affecting working populations)

Penyakit yang terjadi pada populasi pekerja tanpa


adanya agen penyebab ditempat kerja, namun
dapat diperberat oleh kondisi pekerjaan yang
buruk bagi kesehatan

29
Definisi-definisi

ILO (1983):
Pengertian Occupational Disease & Work Related
Disease masih dipisah

Gagasan WHO & ILO (1987)- adopsi (1989):


Work related disease dapat digunakan untuk peny.
Akibat kerja yg sudah diakui & gangg. Kesehatan
dimana lingkungan kerja dan proses kerja merupakan
salah satu faktor penyebab yang bermakna

30
Definisi
PERDOKI (ILO, WHO, ACOEM)

Penyakit Akibat Kerja (Occupational Diseases)


penyakit yg mempunyai penyebab spesifik atau asosiasi kuat
dng pekerjaan yg sebab utama terdiri dari satu agen penyebab
yg sdh diakui (evidance based ada)

- Penyakit Yang berhubungan dengan pekerjaan


(Work Related Disease)
penyakit yg mempunyai bbrp agen penyebab, dimana faktor
pekerjaan memegang peranan penting bersama dengan faktor
risiko lainnya dalam berkembangnya penyakit

Note: Dalam Diagnosis Okupasi, kedua nya dianggap PAK

31
Definisi: PERDOKI (ILO, WHO, ACOEM .

Penyakit diperberat oleh pekerjaan


atau Penyakit yang mengenai Populasi Pekerja (Disease
affecting working population)
penyakit yang terjadi pada populasi pekerja tanpa
adanya agen penyebab di tempat kerja, namun dapat
diperberat oleh kondisi lingkungan pekerjaan yang buruk
bagi kesehatan.

Penyakit Bukan Penyakit akibat kerja


Umumnya termasuk penyakit umum (yang ada pada
masyarakat umum)
Pajanan tidak menyebabkan penyakit akibat kerja

32
Definisi-definisi

Keppres RI no 22/1993
Penyakit yang timbul karena hubungan
kerja :

Penyakit yang timbul karena hubungan kerja


adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan
atau lingkungan kerja

33
Hubungan peny. Akibat Kerja &
peny. Yg. Berhub.dg pekerjaan

P.A.KPENY.BERHUBUNGANDG.PEKNON-PAK

FAKTORPEKERJAAN

BUKANFAKTORPEKERJAAN

34
IDENTIFIKASI
PENYAKIT AKIBAT KERJA

Mapping hazards di tempat kerja dan pekerjaan lakukan


pengukuran lingkungan kerja

Kenali gangguan kesehatan yang mungkin timbul

Sudah ada penelitian-penelitian yang membuktikan adanya


hubungan sebab-akibat (hazards/pajanan vs penyakit)

be careful !! PAK umumnya baru terasa setelah lama (> 5


tahun)

35
Identifikasi PAK

Konsul ke dokter segera Diagnosis Okupasi


(7 langkah Diagnosis
Okupasi)
Konsensus 7 Langkah Diagnosis Okupasi, PERDOKI 2010

Diagnosis Okupasi pada pekerja dilakukan oleh dokter


yang kompeten, untuk tahu:
Penyakit Akibat Kerja (termasuk work related diseases)
Penyakit Diperberat oleh pekerjaan
Bukan Penyakit Akibat Kerja

Dokter perusahaan ragu konsul SpOk / PERDOKI


36
Apa tujuan tahu
Diagnosis Okupasi (Penyakit Akibat Kerja)

Hak pekerja/pasien untuk tahu keadaan


kesehatan
Dasar penatalaksanaan
Membatasi kecacatan
Klaim asuransi (utk peserta asuransi)
Melindungi pekerja lain

37
Penyebab Penyakit akibat kerja:
Golongan fisik:
Bising, Radiasi, Suhu
ekstrem, Tekanan udara,
Vibrasi, Penerangan

Golongan Kimiawi:
Semua bahan kimia dalam
bentuk debu, uap , gas,
larutan, kabut

38
Penyebab Penyakit akibat kerja ..

Golongan biologik:
Bakteri, virus, jamur dll.
Golongan Fisiologik/ergonomik:
Desin tempat kerja, beban kerja
Golongan Psikososial:
Stress psikis, monotoni kerja, tuntutan
pekerjaan dll

Di negara maju faktor fisik, biologi dan kimiawi sudah


dapat dikendalikan sehingga golongan fisiologik
dan psikososial yang menjadi penyebab utama

39
Hazards (Penyebab PAK)
PAJANAN GANGG. KESEHATAN

Ada 5 golongan besar Bising Tuli Akibat Bising

Fisik: bising, getaran, suhu Getaran HAVS, White Palmar

ekstrim, gelombang elektro Microwave Katarak, Infertil


magnet, pencahayaan
Ultra violet Konjuctivitis akibat
Kimia Kerja
Pencahayaan Asthenopia (lelah mata)
Biologi: virus, bakteri,
Benzena Lekemia
parasit, hewan
Ergonomi Virus Hepatitis B Hepatitis B

Angkat&angkut Low Back Pain,


Psikososial shoulder pain
Pengemb Karir tidak ada Stress kerja

40
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA

A. Pendekatan Epidemiologis ( untuk Komunitas)


:
identifikasi hubungan kausal antara pajanan dan
penyakit :
Kekuatan asosiasi
Konsistensi
Spesifisitas
Hubungan waktu
Hubungan dosis

Contoh: surveilens medis untuk high risk people

41
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA .

B. Pendekatan Klinis (Individu):


Untuk mendiagnosis penyakit akibat kerja (7
langkah) : Konsensus 7 Langkah Diagnosis Okupasi,
PERDOKI 2010

1. Diagnosis klinis
2. Pajanan yang dialami
3. Hubungan pajanan dng penyakit
4. Pajanan yang dialami cukup besar
5. Peranan faktor individu
6. Faktor lain diluar pekerjaan
7. Diagnosis PAK atau bukan PAK, Diperberat
oleh pekerjaan atau butuh tambahan data
42
Langkah 1:

Diagnosis Klinis
7 LANGKAH DIAGNOSIS OKUPASI
(untuk menentukan D/ PAK)

Langkah 7: Tentukan Langkah 2:


Diagnosis PAK /
Pajanan di
Diperberat
lingkungan kerja
Pekerjaan /Bukan PAK
/ tambah Data

Langkah 3:
Langkah 6:
Adakah hub ant
Adakah faktor lain pajanan dengan
diluar pekerjaan Diagnosis Klinis

Langkah 4:
Langkah 5:
Apakah pajanan yg
Adakah faktor2
dialami cukup besar
individu yg berperan
43
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA .

Untuk diagnosis yg tepat diperlukan bbrp


sumber / Anamnesis dan pemeriksaan:

Keberhasilan identifikasi PAK


tergantung riwayat pasien sec
keseluruhan
menyelidiki sec adekuat hub antara
pekerjaan dng penyakit.

44
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA .

Garis besar riwayat pekerjaan

Gambarkan semua pekerjaan yang


dipegang
Pajanan di tempat kerja
Waktu timbulnya gejala
Data penyakit serupa pd teman sekerja
Pajanan di luar tempat kerja dan faktor
lain spt merokok, hobi
45
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA .

Gambarkan pekerjaan
Jenis pekerjaan (saat ini & sebelumnya)
Gerakan dalam bekerja
Tugas yg berat/ berlebihan
Perubahan /pergeseran kerja
Iklim di tempat kerja
Pekerjaan lain / paruh waktu spt ibu rumah
tangga, sbg orang tua dll.

46
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA .

Pajanan di tempat kerja


Tanyakan pajanan yg ada saat ini dan
sebelumnya (fisik, biologi, kimia, psikososial)
daftar pertanyaan

Kecelakaan atau kejadian dalam penggunaan


bahan kimia , spt menumpahkan bahan

Bekerja dengan pajanan pd tempat yg terbatas,


bahan baru, perubahan proses kerja dll.
47
IDENTIFIKASI PENYAKIT AKIBAT KERJA .

Untuk mempertegas Diagnosis Okupasi


diperlukan

pemeriksaan:
bio monitoring & tes klinik,
penilaian pajanan lingkungan

perhatikan legalitas,
etika
faktor sosioekonomi
48
PENCEGAHAN PENYAKIT
AKIBAT KERJA

49
PRINSIP: 5 Levels of Pevention
Pencegahan Primer

Health Promotion:
Penyuluhan:
Perilaku kesehatan
Faktor bahaya ditempat kerja
Perilaku kerja yang baik
Olah Raga (Jenis, Freq, lama/durasi)
Gizi seimbang

50
Pencegahan Sekunder
Specific Protection:
1.Pengendalian teknis:
. Substitusi
. Isolasi
. ventilasi
2. Pengendalian admnistrasi , melalui per-undang2
an dan admnistrasi/organisasi:
. Rotasi/pembatasan jam kerja
3. Penggunaan Alat Pelindung Diri

Pengendalian jalur kesehatan: imunisasi


51
Pencegahan tersier
Early Diagnosis & Prompt treatment:
Pemeriksaan pra-kerja
Pemeriksaan berkala
Skrining dan Surveilans
Pemeriksaan lingkungan secara berkala
Pengobatan segera bila ditemukan adanya
gangguan kesehatan pada pekerja
Pengendalian segera ditempat kerja

52
Disability limitation:
Evaluasi kembali bekerja (return to work)
Rehabilitation:
Evaluasi kecacatan
Menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi
pekerja
Mengganti pekerjaan sesuai dengan
kemampuan pekerja

53
Skrining dan Surveilance
Skrining : Pemeriksaan klinis atau lab untuk
mendeteksi adanya proses patologi umumnya
pada pekerja sehat (tidak ada keluhan) yang
bekerja dengan pajanan bahan tertentu
Surveilance : Proses integrasi (perencanaan,
pemeriksaan, pencatatan dan pelaporan)
terhadap suatu pajanan bahan tertentu di
tempat kerja yang dilaksanakan secara
periodik

54
Kriteria Pemeriksaan Skrining
Memiliki nilai sensitifitas dan spesifisitas
yang baik
Valid dan dapat dipercaya
Dapat mendeteksi kelainan secara dini
Pemeriksaan lanjutan dan
penatalaksanaan yang efektif harus
tersedia untuk kelainan yang ditemukan
Manfaat lebih besar dari harganya
55
Contoh Pemeriksaan Skrining
Rontgen Thoraks paparan debu
mineral dan debu kapas
Spirometri pekerja tambang
Pemeriksaan level pendengaran bising
Pemeriksaan fungsi penghidu bahan
kimia (pengencer cat)
Pemeriksaan buta warna bahan kimia

56
Jaminan mutu pemeriksaan
skrining
Hasil dapat dipertanggungjawabkan
Kalibrasi berkala
Evaluasi hasil berkala
Tenaga medis yang kompeten

57
Program Pemeriksaan Skrining
dan Surveilance
Dibuat spesifik sesuai dengan pajanan
bahan potensial/jenis pekerjaan
Pemeriksaan sederhana tapi reliable
Perhitungkan cost yang efisien krn
perusahaan menanggung biaya untuk
banyak pekerja
Kemasan program yang menarik

58
Komponen dalam Surveilans kesehatan kerja:

Surveilans Kesehatan (Medical Surveilance)


- Pemeriksaan kesehatan
- Analisa Data Kesehatan

Monitoring Biologis (Biological Monitoring)

Monitoring Lingkungan Kerja (Environmental


Workplace Monitoring)

59
Penyakit saluran pernafasan
Akut asma akibat kerja
- Srg di dx sbg tracheobronchitis akut atau krn
virus
Kronis asbestosis
- Spt gx Chronic Obstructive Pulmonary Disease
(COPD)
Edema paru akut
- Dpt disebabkan o/ bhn kimia spt nitrogen oksida

60
Beberapa PAK

Penyakit kulit
Pem.umum tdk spesifik, menyusahkan, tdk
mengancam kehidupan, kadang sembuh sendiri

Dermatitis kontak yg dilaporkan 90% merupakan peny


kulit yg berhub dng pekerjaan

Penting riwayat pekerjaan dlm mengidentifikasi iritan


yg merupakan penyebab, membuat peka atau krn
faktor lain

61
Beberapa PAK

Kerusakan pendengaran
Banyak kasus Gangguan pendengaran menunjukan
akibat pajanan kebisingan yg lama, beberapa
kasus bukan krn pekerjaan

Riwayat pekerjaan sec detail sebaiknya didapatkan


dari setiap org dng ggn pendengaran

Dibuat rekomendasi ttg pencegahan terjadinya


hilangnya pendengaran

62
Beberapa PAK

Gejala pd punggung & sendi


Tdk ada tes atau prosedur yg dpt membedakan
peny pd punggung yg berhub dng pekerjaan atau yg
tdk berhub dng pekerjaan

Penentuan kemungkinan bergantung pd riwayat


pekerjaan

Artritis & tenosynovitis disebabkan o/ gerakan


berulang yg tdk wajar

63
Beberapa PAK

Kanker
Adanya persentase yg signifikan menunjukan
kasus kanker disebabkan oleh pajanan di tempat
kerja.

Bukti bhw bahan di tempat kerja pada kasus


karsinogen sering didapat dari laporan klinis individu
daripada studi epidemiologi.

Pada kanker, pajanan untuk terjadi karsinogen


mulai >20 tahun sebelum didiagnosis
64
Beberapa PAK

Coronary Artery Disease


Karena stres atau Carbon Monoksida dan
bahan kimia lain di tempat kerja

Penyakit liver
Sering di Diagnosis sbg peny liver karena
hepatitis virus atau sirosis karena alkohol
Penting: riwayat ttg pekerjaan, bahan toksik
yg ada.
65
Beberapa PAK

Masalah neuropsikiatrik
Masalah neuropsikiatrik yg berhub dng tempat kerja sering
diabaikan

Neuropati perifer: sering dikaitkan dng Diabetes Melitus,

Pemakaian alkohol atau tdk diketahui penyebabnya,

Depresi SSP karena penyalahgunaan zat2 atau masalah psikiatri

Kelakuan yg tdk baik mungkin merup gejala awal stres yg


berhub dng pekerjaan

66
Beberapa PAK

Masalah neuropsikiatrik
Lebih dari 100 bhn kimia (a.l solven) dpt
menyebakan depresi SSP

Bbrp neurotoksin (termasuk arsen, timah, merkuri,


methyl n butyl ketone) dpt menyebabkan neuropati
perifer

Carbon disulfida dpt menyebabkan gejala spt


psikosis
67
Beberapa PAK

Gangguan reproduksi
Gangguan haid
Gangguan pertumbuhan janin
Janin lahit mati, cacat
Infertilitas

Penyakit yg tdk diketahui penyebabnya


Alergi
Ggn kecemasan - berhub bahan kimia atau lingkungan ?
Sick building syndrome
Multiple Chemical Sensitivities (MCS)
perfum, derivat petroleum, rokok
68
Pasien
Sistem Rujukan
Anamnesis &
pemeriksaan
. Konsul Spesialis Klinik
Ragu terkait
Diagnosis klinis . Rujuk Ke RS / BKKM/
BKTK

Ragu - Konsul Spesialis Ked.


Diagnosis okupasi Okupasi
- Pemeriksaan Lingkungan,
Biomarker dll

Penatalaksanaan
kasus
Ragu

Ragu Penatalksanaan Penatalaksanaan


klinis/medis okupasi
Konsul spesialis
terkait
69
RujukBKKM, RS
Puskesmas
Pelayanan Kedokteran Kerja Internal
Perlindungan terhadap staf Puskesmas dan pasien
Dominasi pajanan biologi
Sertifikasi ISO
Program screening dan deteksi dini (MCU)
Pelayanan Kedokteran Kerja Eksternal
Mapping area kerja sekitar Puskesmas
Sektor informal
Kembangkan unit pelayanan Kesehatan Kerja
Layanan Promotif, Preventif, Kuratif
Sistem pembiayaan praupaya??

70
Kesimpulan
Data kesehatan warga indonesia?? PAK??
K3, Kesehatan Kerja, keselamatan kerja
PAK (penyakit Akibat Kerja)
Fenomena Gunung Es Cara:D/ Okupasi: PAK, Peny. Diperberat,
bukan PAK
Versi: ILO konversi no. 121
ICD 10 OH
Kepres RI no. 22/1993 31 kelompok Peny.
Penyebab : fisik, kimia, biologi, ergonomi, psikososial
Pendekatan komunitas (survey/penelitian) dan Pendekatan individu
(Diagnosis Okupasi)
Sistem rujukan
PENCEGAHAN PAK 5 level of Prevention
Penerapan di Puskesmas

71
TERIMA KASIH
atas perhatiannya .

72

Anda mungkin juga menyukai