Anda di halaman 1dari 13

Penyakit Menular

Seksual
SIFILIS
Disusun oleh kelompok 4:
1. Asrul Hidayat (03)
2. Ratih Dyas N (20)
3. Rifna Ayu I (21)
4. Shofi Fadhlur R (23)
5. Tutut Anggraini (24)
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
SIFILIS

1. Definisi la
2. Etio 3. Geja
Sifilis logi Sifilis
Sifilis

4. Kla
sifikas 6. Kesim
Sifilis i pulan

n
5. Penulara
Sifilis
DEFINISI SIFILIS
Penyakit Sifilis merupakan salah satu
penyakit menular seksual (PMS).
Sifilis juga dapat diartikan sebagai
penyakit infeksi yang disebabkan oleh
Treponema pallidum, merupakan peyakit
kronis dan dapat menyerang seluruh organ
tubuh dan dapat ditularkan pada bayi di
dalam kandungan melalui plasenta.
ETIOLOGI SIFILIS
Penyebab infeksi sifilis yaitu Treponema
pallidum. Treponema pallidum merupakan
salah satu bakteri spirochaeta. Bakteri
ini berbentuk spiral. Terdapat empat
subspecies yang sudah ditemukan, yaitu:
1. Treponema pallidum pallidum
2. Treponema pallidum pertenue
3. Treponema pallidum carateum, dan
4. Treponema pallidum endemicum.
GEJALA SIFILIS
Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu
1-13 minggu setelah terinfeksi rata-rata
3-4 minggu.
Infeksi bisa menetap selama bertahun-
tahun dan jarang menyebabkan kerusakan
jantung, kerusakan otak maupun kematian.
KLASIFIKASI SIFILIS
Penyakit sifilis memiliki empat stadium yaitu
primer, sekunder, laten dan tersier. Tiap
stadium perkembangan memiliki gejala
penyakit yang berbeda-beda dan menyerang
organ tubuh yang berbeda-beda pula.
1. Fase Primer.
2. Fase Sekunder
3. Fase Laten
4. Fase Tersier.
FASE PRIMER
Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri
(cangker) pada tempat yang terinfeksi yang
tersering adalah pada penis, dan vagina.
Cangker juga bisa ditemukan di anus, rektum,
bibir, lidah, dll. Luka tersebut tidak
mengeluarkan darah, tetapi jika digaruk akan
mengeluarkan cairan jernih yang sangat
menular.
Luka biasanya membaik dalam waktu 3-12
minggu dan sesudahnya penderita tampak sehat
secara keseluruhan.
FASE SEKUNDER
Fase sekunder biasanya dimulai dengan suatu
ruam kulit, yang muncul dalam waktu 6-12 minggu
setelah terinfeksi. Ruam ini bisa berlangsung
hanya sebentar atau selama beberapa bulan.
Meskipun tidak diobati, ruam ini akan
menghilang. Tetapi beberapa minggu atau bulan
kemudian akan muncul ruam yang baru.
Pada fase sekunder sering ditemukan luka di
mulut, mengalami peradangan pada tulang dan
sendi yang disertai nyeri,pembesaran kelenjar
getah bening di seluruh tubuhnya, dan menderita
peradangan mata.
FASE LATEN
Setelah penderita sembuh dari fase
sekunder, penyakit akan memasuki fase
laten dimana tidak nampak gejala sama
sekali. Fase ini bisa berlangsung
bertahun-tahun atau berpuluh-puluh
tahun atau bahkan sepanjang hidup
penderita. Pada awal fase laten kadang
luka yang infeksi kembali muncul .
FASE TERSIER
Pada fase tersier penderita tidak lagi
menularkan penyakitnya. Gejala
bervariasi mulai ringan sampai sangat
parah. Gejala ini terbagi menjadi 3
kelompok utama:
1) Sifilis tersier jinak.
2) Sifilis kardiovaskuler.
3) Neurosifilis
PENULARAN SIFILIS
Cara penularan sifilis antara lain melalui
transmisi darah. Hal ini bisa terjadi jika
pendonor darah menderita sifilis pada
stadium awal. Ada lagi kemungkinan penularan
cara lain, yaitu penularan melalui barang-
barang yang tercemar bakteri penyebab
sifilis, Treponema pallidum, walaupun itu baru
secara teoritis saja, karena kenyataannya
boleh dikatakan tidak pernah terjadi.
Jadi, penularan penyakit syphilis dapat terjadi
jika:
1. Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang
mengidap penyakit sifilis,
jika tidak (pernah) melakukan hubungan seksual aktif
dengan penderita sifilis maka dia tidak terkena
penyakit ini.
2.Ibu menderita sifilis saat sedang mengandung
kepada janinnya lewat transplasental
3.Lewat transfusi darah dari darah penderita
sifilis.

KESIMPULAN
Penyakit Sifilis merupakan salah satu penyakit menular
seksual (PMS).
Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu
setelah terinfeksi; rata-rata 3-4 minggu. Infeksi bisa
menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan
kerusakan jantung, kerusakan otak maupun kematian.
Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4
tahapan yaitu fase primer, sekunder, laten dan tersier.
Penularan karena melakukan hubungan seksual dengan
seseorang yang mengidap penyakit sifilis.
Pengobatannya dapat diberikan antibiotik pilihan yaitu
Penisilin selain itu juga diberikan eritromisin kerena tidak
mempengaruhi janinnya.