Anda di halaman 1dari 29

MONITORING INTRAOPERATIF :

PENGENALAN & PENANGANAN GANGGUAN


HEMODINAMIK & SIRKULASI INTRA OPERATIF

Oleh :
Muhali, S.Kep, Ners
(Staf Perawat Anesthesi RSSA)

www.keperawatan-muhali.blogspot.co
Kenapa Perlu
Monitoring Intra
Operatif ?
Oleh karena Intra Operatif Deaths
Selama Anestesi dan Pembedahan

Pencegahannya ?
Monitor yang ketat dan benar :
Oleh tim : * Perawat yang teliti, terampil dan
bertanggung jawab
* Dr. Anestesi
* Dr. Bedah/Dr.Obgyn, Dr konsultan lainnya
* Laboratorium
* Radiologi
ALAT MONITORING

CANGGIH (Electronic, Digital)

SEDERHANA (Non Electronic)


LIHAT, RABA, DENGAR dan KETUK

(Inspection,Palpation,Auscultation,Per
cussion)
Monitoring Intraoperatif
Pengamat
an 1. Teliti
Pemantau Masalah
2. Cepat
B1 B6
an 3. Benar
Pemeriksa
an
Pencatata LAPOR SEGERA
n
Pelaporan
Tindakan
Penangan
Pengobatan

Late Early

Morbidit Mortalitas
as
Monitoring : Berdasarkan Prioritas
dan Sistematis

B1 : Breath : Sistem Pernafasan


B2 : Bleed : Sistem Vaskuler
B3 : Brain : Sistem SSP
B4 : Blader: Sistem Urogenital
B5 : Bowel : Sistem Trac. Digestivus
B6 : Bone : Sistem Tulang
Breath : Sistem
B1
Pernapasan
Sering terjadi :

Airway Obstruction : Baik Total maupun partial


OK : -Tidak sadar pangkal lidah jatuh ke belakang
- Laryngospasme, odema glotis
- Muntahan, blood clot di jalan nafas
- Serangan Asma

: Menyebabkan PCO2 >45


Hipoventilasi
OK : - Efek depresi dari narkotik
- Muscle Relaxant
- Hipokalemia
- Nyeri pada operasi : Thorax, abdomen atas

Pneumo/hematothoraks OK : Anesthesi / Bedah


B1
Apnoe : Tidak bernafas
OK : - Proses sentral
- obat-obatan anesthesi
- gangguan fungsi paru sendiri

Hipoksemia : Oksigen menurun didalam darah


OK : - Gangguan fungsi paru
- Gangguan airway
- Restlessnes
- Cardiac Irritability (AF/VF)
B1
Monitoring
1. RR > 30 x/mnt
Tanda-tanda Distres Nafas :
2. Cuping hidung
3. Cyanosis
4. Tachicardi
5. Keringat dingin

Pulse Oxymetri (SPO2)


Capnograf
Analisa Gas Darah
Elektrolit
Lihat, Dengar, Raba, Ketuk
B1 Tindaka
n
Bebaskan Jalan Nafas dari sumbatan:
- Jaw Trust
- Suction
- Pemasangan Mayo / Guedel

Berikan oksigen yang cukup

Lakukan intubasi maupun respirasi

Medikamentosa
B2 Bleed : Kardio Vaskuler
Sering terjadi :

Hipotensi
OK : - Hipovolemi / perdarahan
- Alergi
- Sepsis
- Ventricular disfungsi
- Severe metabolik asidosis
- Obat anesthesi

HipertensiOK : - Nyeri
- Bladder distensi
- Reflec simpatic actifiti

BradicardiOK : - Obat anesthesi


- Obat refersal (Prostigmin)
- Hipoksia
B2

Disritmia OK : - Gangguan elektrolit


(VT, VF, SVT, PVC) - Hiperkarbi
- Nyeri

Miocard Infark / ischemik OK : - Hipotensi


Cardiac Arrest - Shock
- Hipoksia
- Takikardi
- Nyeri
B2 Tekanan Darah
EKG

MONITORING
: CVP
Perfusi Perifer
Laboratorium : Elektrolit , FH

Koreksi Penyebab ( cairan, tranfusi atau elektrolit)

TindakanAtasi
: nyeri yg adekuat
Atasi hipoksia (pemberian oksigen yg cukup)

Kalau perlu RJP, DC-Shock


Koreksi Cairan :
Jenis Jam I Jam 2 Jam 3
Kebutuhan
Pengganti Puasa 1/2 1/4 1/4

Cairan Maint / (4-2-1)cc/Kg (4-2-1)/Kg (4-2-1)/Kg


BB/jam BB/jam BB/jam
jam Atau Atau Atau
2 cc/Kg 2 cc/Kg 2 cc/Kg
BB/jam BB/jam BB/jam
Cairan Jenis Jenis Jenis
operasi/Kg operasi/Kg operasi/Kg
Translokasi BB/jam BB/jam BB/jam

Pengganti Anak-anak : 10 % EBV


Dewasa : 15-20 % EBV
perdarahan
Catatan .
Ingat Rumus 100 cross

100
Hipovolemi ?
Te
n si

d i
Na
B3
Brain : Susunan Saraf Pusat
Sering Terjadi :

Kesadaran yang menurun sampai koma


Tetra plegy atau tetra parese
Gelisah, Mual, Muntah, Sakit Kepala (pd px SAB)
Kejang

Oleh karena:TIK Meningkat (perdarahan, edema cerebri, tumor)


Gangguan elektrolit
Trauma Kapitis
Hipoksia
Hipercarbia
B3

MONITORING : Tingkat Kesadaran (GCS)


TIK
Reflek Pupil / Reflek Cahaya, Isokor/ an isokor
CT Scant / MRI

Bebaskan Jalan nafas, Oxygenasi


TINDAKAN :
Cegah hipoksia dan hiperkarbi
Kepala netral, jangan miring sekali
Posisi Head up 30o
Cegah Nyeri
B4BLADDER : Sistem Urogenital
Sering
Terjadi :
Anuria
Oliguria
Poliuria
Hematuria

MONITORING : Produksi urine / jam


Fungsi ginjal, ureum, creatinin
Elektrolit
Radiologi
B4 TINDAKAN :
Bila urine tidak ada atau kurang kita harus segera mencari penyebabn
Kira kira PRE RENAL, RENAL ATAU POST RENAL

PENTING

Pre Renal: Mungkin penyebabnya :


Hipovolemi : kurang cairan atau perdarahan
CEK : - TD
- Nadi
- Perfusi jaringan kurang/jelek

TINDAKAN:Beri cairan yang cukup


Kalau perlu tranfusi
B4
Renal: Mungkin penyebabnya :

Proses prerenal yang tidak teratasi


CRF

TINDAKAN:Cek Kandung kencing


Cek Elektrolit
Batasi Cairan
k/p pasang CVP
K/p hemodialisa
B4 : Mungkin penyebabnya :
Post Renal
Prostat hipertropi, batu / bekuan darah
Stricture uretra
Kateter buntu ( tertekuk / bekuan darah) CRF

Cek
TINDAKAN : Kandung kencing
Cek adanya sumbatan kateter
Segera bebaskan sumbatan dari kateter ke urine bag

SIKAP YG HARUS DILAKUKAN BILA URINE TIDAK ADA / KURANG


Periksa Hemodinamik (TD, Nadi, perfusi jaringan)
Tentukan status volume cairan
Periksa kandung kencing
Periksa sumbatan kateter
Periksa elektrolit (kalium, natrium, Cl)
INGAT
Perawat harus membantu mengetahui
Penyebab
: anuria atau oliguria
Melaporkan keadaan klinisnya

ingga Terapinya bukan hanya LASIK saja !!

URINE (-) = ?

RENAL PRE RENAL POST RENAL

Hipovolemi CRF Batu


Perdarahan Pre renal tdk teratasi Prostat
Kateter tertekuk
B5 BOWEL : Sistem Trac. Didestivus
Sering terjadi :

o
Abdominal Distended :Lingkaran abdomen bertambah
oDrain
oDarah lama/baru, pus

Peristaltik : Meningkat atau menurun

NGT : Jumlah >>


Warna hijau, kuning,jernih, merah

Nyeri : Defance muscular


Kolik
B5 MONITORING
Hemodinamik : TD, Nadi, CVP
Perfusi Jaringan
Lingkaran Abdomen
Drain jumlah dan jenis cairan
Laboratorium : Hb, Ht, elektrolit

TINDAKAN :Koreksi cairan / elektrolit / darah


Atasi nyeri
Cari penyebab
k/p dilakukan relaparatomi
B6 BONE : Tulang Kerangka
Sering Terjadi :
Compartemen syndrom : oedema, perdarahan
Perfusi jaringan sekitar
Perubahan posisi
Nyeri

MONITORING :Perfusi jaringan / SpO2


Nyeri
Drain / perdarahan
Kontrol foto
PASIEN TIDAK BOLEH PINDAH DARI
KAMAR OPERASI
Bila :
Airway dan Ventilasi tidak adekuat
Hemodinamik tidak stabil
Perdarahan masih aktif (drain)

HIPOXIA

Transportasi pasien pasca bedah harus pakai oksigen


30 50% pasien pasca bedah tanpa oksigen terjadi hipoksi
Serah Terima Pasien
Dari
Harus :
Dr. Anesthesi Kepada Jelas
Perawat Asisten anesthesi Perawat RR / PACU
Benar

Keadaan
: pasien sebelum operasi
Masalah
Keadaan pasien selama operasi
Keadaan pasien saat diterima
Hal-hal yang penting mungkin terjadi : perdarahan, ashma,
hemodinamik tdk stabil
Tehnik anesthesi : GA / Regional / Lokal
Therapi : Sudah / Akan / di stop.
Latihan soal :
Laki-laki 35 th dg tindakan operasi
appendiktomy, pasien puasa selama
10 jam (pkl 22.00 08.00). Berat
badan pasien 50 Kg.
Pengkajian : T= 120/70 mmHg,
N=75 X/mnt

Tentukan Kebutuhan cairan intra


operatif ?
Sudah siapkah saya memonitor
pasien intra operatif ?

Terima
Kasih
Jawaban
Jenis Jam I Jam 2 Jam 3
Kebutuhan
Pengganti Puasa 900 cc / 10 - -
jam

Cairan Maint / 90 cc - -
jam

Cairan 50 X 5 = 250 - -
cc
Translokasi

Pengganti EBV :70 cc X 50 Kg = 3500 cc


ABL: 20 % EBV : 20 % X 3500 cc = 700 cc
perdarahan