Anda di halaman 1dari 30

Groupthink

Deskripsi

Groupthink adalah suatu pola pikir yang cenderung


mementingkan kohesivitas (kelekatan) kelompok
dan solidaritas daripada mempertimbangkan fakta-
fakta secara realistis.
Tokoh

Irving Lester Janis lahir pada tanggal 26 Mei 1918


dan meninggal dunia pada tanggal 15 November
1990. Dia adalah seorang peneliti psikologi di
Universitas Yale dan profesor di Universitas
Californi. Di Berkeley teori "groupthink"
menggambarkan kesalahan sistematis yang
dilakukan oleh kelompok-kelompok ketika membuat
keputusan kolektif.
Premis dan Pokok Pikiran

1. Illusion of Invulnerability ( Ilusi Ketidakrentanan)

2. Belief in Inherent Morality of The Group (Kepercayaan dalam moralitas yang


melekat dari kelompok )

3. Collective Rationalization ( Rasionalisasi kolektif )

4. Group-Out Stereotypes ( Stereotip kelompok Luar )

5. Self Sensorship ( Sensor diri )

6. Illusion of Unanimity ( Ilusi kebulatan suara dalam kelompok )

7. Direct Pressure on Dissenters ( Tekanan langsung pada pembangkang kelompok )

8. Self Appointed Mindguards ( Menunjuk diri untuk menjaga pikiran )


Pengambil keputusan dalam kelompok

Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan


yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah
dengan pengumpulan fakta dan data serta
menentukan alternative yang matang untuk
mengambil satu tindakan yang tepat dan serta
menentukan alternatif yang matang untuk
mengambil satu tindakan yang tepat.
Metode Pengambilan Keputusan

1. wewenang : para anggota menyuarakan perasaan dan


pendapat mereka, tapi pimpinan, bos , atau direksi
membuat keputusan akhir.

2. aturan mayoritas : kelompok menyetujui untuk


mematuhi keputusan mayoritas dan mengijinkan adanya
pemungutan suara untuk mencari penyelesaian satu
masalah.

3. konsensus : kelompok hanya akan sampai pada suatu


keputusan jika semua anggota kelompok menyetujuinya.
Asumsi Groupthink

1. Terdapat kondisi-kondisi didalam kelompok yang


mempromosikan kohesivitas tinggi.

2. Pemecahan masalah kelompok pada intinya


merupakan proses yang menyatu.

3. Kelompok dan pengambilan keputusan oleh


kelompok sering kali bersifat kompleks.
Asumsi Pertama

Asumsi pertama dari Groupthink berhubungan


dengan karakterisitik kehidupan kelompok :
kohesivitas. Terdapat kondisi-kondisi dalam
kelompok yang menyebabkan tingginya tingkat
kohesivitas.
Asumsi Kedua

Asumsi kedua mempelajari proses pemecahan


masalah di dalam kelompok kecil: hal ini biasanya
merupakan kegiatan yang menyatu. Maksudnya ,
orang tidak dengan sengaja menggangu jalannya
pengambilan keputusan dalam kelompok kecil. Para
anggota biasannya berusaha untuk bergaul dengan
baik.
Asumsi Ketiga

Asumsi yang ketiga menggaris bawahi sifat dasar


dari kebanyakan kelompok pengambilan keputusan
dan kelompok yang berorientasi pada tugas diman
orang-orang biasanya tergabung : mereka biasanya
bersifat kompleks.
Manfaat

Dengan mempelajari groupthink kita bisa mencegah


gejala-gejala yang sering muncul dalam kehidupan
sehari-hari, kita dapat membedakan mana yang
termasuk groupthink dan mana yang bukan dan kita
bisa menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.
Kritik dan Pujian

Dalam groupthink ini kita dapat mengetahui


perilaku kelompok yang seharusnya dicegah agar
tidak terjadi dalam satu kelompok dan manfaatnya
adalah untuk mengetahui lebih detail gejala-gejala
yang ada dalam sebuah komunikasi kelompok,
asumsi-asumsi yang muncil pada groupthink dan
mengetahui metode dalam mengambil keputusan
dalam sebuah kelompok.
Perspektif Fungsional Pada Pengambilan Keputusan Kelompok

Deskripsi
Komunikasi adalah sebagai alat sosial yang membantu
kelompok untuk mencapai kesimpulan yang lebih baik.
Setiap kelompok pasti berdiskusi untuk memiliki
tujuan akhir atau menghasilkan suatu keputusan.
Setiap anggota dari kelompok tersebut harus mengerti
terhadap topik yang dibicarakan. Anggota tersebut
harus memiliki kecerdasan, dan lebih mementingkan
fakta, ide-ide baru, atau pemikiran yang jernih.
Interaksi kelompok memiliki dampak positif dalam
pebuatan keputusan (decision making).
Tokoh

Randy Hirokawa adalah ketua liberal arts di


University of Hawaii, Hilo
Dennis Gouran adalah profesor komunikasi di
Pennsylvania State University
Premis dan Pokok Pikiran

Four Function of Effective Decision Making

1. Analisis Masalah
2.Merumuskan Tujuan
3. Identifikasi Alternatif Yang Mungkin Ada
4. Mengevaluasi karateristik positif dan negatif
Manfaat

Kita jadi bisa memiliki cara membuat keputusan


dalam kelompok dengan mudah. Pembuatan
keputusan dalam kelompok tersebut juga bisa
berlangsung dengan cepat.
Kritik dan Pujian

Menurut kami teori ini sangat baik karena memang


masalah disetiap kelompok adalah susahnya
membuat keputusan dan tujuan yang sama. Di
dalam teori ini diajarkan bagaimana kita membuat
keputusan untuk kelompok tersebut secara bersama-
sama.
Teori Adaptif Struktural

Deskripsi
Dalam Teori ini anggota dalam sebuah kelompok
menciptakan kelompok tersebut sebagaimana mereka
berinteraksi di dalamnya. Seringkali orang-orang yang
berada di dalam kelompok membuat struktur atau
aturan yang membuat mereka merasa sangat tidak
nyaman berada di dalamnya, akan tetapi mereka tidak
sadar bahwa mereka sendiri yang mencipatakan hal
tersebut. Anggota dalam kelompok menciptakan
kelompok karena mereka bertindak di dalamnya
Tokoh

Marshall Scott Poole lahir di Amerika pada tahun


1951. Dia merupakan seorang peneliti di bidang
komunikasi dan menjadi profesor di Universitas
Illinois. Dia memulai karir akademiknya pada
tahun1979 sebagai asisten profesornya di Universitas
Illinois. Pada tahun 1985 Marshall Scott Poole
pindah ke Universitas Minnesota sebagai asisten
dosen dan mulai menjadi rekan profesor pada tahun
1987 kemudian Poole menjadi profesor pada tahun
1991 hingga 1995.
Premis dan Pokok Pikiran

Phasing Out The Phase Model

1. Orientasi
2. Konflik
3. Koalisi
4. Pengembangan
5. Integrasi
Orientasi

Upaya-upaya tersebut tidaklah foukus karena tujuan


dari grup itu sendiri tidaklah jelas; hubungan
sifatnya tidaklah pasti; para anggota butuh
kejelasan.
Konflik

Golongan-golongan tidak setuju tentang bagaimana


untuk mendekatkan masalah dan argumen yang
berlawanan dengan sudut pandang lainnya; para
anggota menimbang posisi mereka.
Koalisi

Ketegangan mulai menurun melalui negosiasi yang


damai; para anggota mengizinkankan lainnya untuk
menyelamatkan muka dengan mengadopsi solusi
yang dapat diterima untuk semuanya.
Pengembangan

Kelompok mulai mencari cara untuk mencari satu


solusi bersama, dimana semua anggota merasa
terlibat dan berinteraksi di dalamnya
Integrasi

Kelompok fokus pada tension-free solidarity, bukan


pada tugas, para anggota saling menghargai sebagai
usaha untuk membentuk persatuan kelompok.
Strukturasional Menurut Giddens

InteraksiKepedulian akan Moralitas, Komunikasi,


dan Kekuatan

Strukturasional mengacu pada produksi dan


reproduksi sistem sosial melalui penggunaan aturan
dan sumber daya yang ada.
Produksi Perubahan dan Reproduksi Stabilitas

Selain membahas proses dalam kelompok, di sini


akan dibahas juga mengenai produk yang diproduksi
dan direproduksi melalui interaksi. Jika Poole
membahas apa dan bagaimana membuat suatu
keputusan, ia akan bilang bahwa produk akhirnya
adalah produksi dan reproduksi. Jika keputusan yang
diambil berbeda dengan keputusan yang sudah ada
sebelumnya, kelompok itu sedang memproduksi
perubahan. Sebaliknya, jika keputusannya sama
dengan yang sudah ada sebelumnya, stabilitaslah
yang diproduksi (terjadi reproduksi).
Duality of Structure

Duality structure melihat bahwa rules dan resources


adalah medium dan outcome. Dalam proses
pengambilan keputusan, artinya, pembuatan
keputusan tidak hanya dipengaruhi rules dan
resources tapi juga mempengaruhi rules dan
resources.
Manfaat

Kita dapat memahami bahwa individu menciptakan


dan membentuk kelompok sebagaimana mereka
berperilaku di dalamnya. Perilaku anggota
kelompok, seperti dikatakan Giddens, dipengaruhi
oleh tiga elemen tindakan yaitu interpretasi,
moralitas, dan kekuasaan.
Kritik dan Pujian

Teori ini sangat membatu kita dalam berperilaku


sebagai anggota kelompok, kita jadi mengetahui
tahap-tahap atau fase-fase perilaku dalam kelompok
itu sendiri yakni ada tahap orientasi, konflik, Koalisi,
Pengembangan dan Integrasi.