Anda di halaman 1dari 26

BAB V

KEPAILITA
N
KEPAILITAN

FAILLISEMENT
Sumber Hukum Kepailitan:

1.KUHPerdata pasal 1131,


1132, 1133 dan 1134
2.UU No. 37 Tahun 2004
Tentang Kepailitan dan
Penundaan Kewajiban
Pembayaran Hutang
3. UU No. 40 tahun 2007
tentang PT
Tujuan Hukum Kepailitan
UU NO. 37 / 2004

1. untuk menghindari perebutan harta debitor


apabila dalam waktu yang bersamaan ada
beberapa kreditur yang menagih hutangnya
kepada debitor
2. menghindari adanya kreditor pemegang hak
jaminan kebendaan yang menuntut
hutangnya dengan cara menjual barang milik
debitror tanpa memperhatikan kepentingan
debotor dan kreditoe lainya
3. mengindari kecurangan yang mungkin akan
dilakukan oleh salah satu kreditor atau
debitor sendiri
Asas Asas Umum UU Kepailitan
Asas mendorong investasi dan bisnis
Memberikan manfaat dan perlindungan
yang seimbang bagi kreditor dan
debitor
Asas putusan pilit tidak dapat
dijatuhkan terhadap debitor yang
masih Solven (kepailitan hanya dapat
diajukan terhadap debitor yang tidak
membayar lebih dari 50 % hutangnya
Asas persetujuan putusan pailit harus
disetujui oleh kreditor mayoritas
Asas keadaan diam
Asas mengakui hak separatis kreditor
pemegang hak jaminan
Asas proses putusan pernyataan pailit tidak
berkepanjangan ( 60 hari )
Asas proses putusan pailit terbuka untuk
umum
Asas memberikan kesempatan restrukturisasi
hutang terhadap perusahaan yang prospektif
Asas perbuatan yang merugikan harta pailit
adalah suatu tindak pidana
Asas-Asas UU No. 37 tahun
2004
Asas keseimbangan
Asas kelangsungan usaha
Asas keadilan
Asas integrasi adalah asas yang
menengandung pengertian bahwa
sistem hukum formal dan hukum
materiilnya merupakan satu kesatuan
yang utuh dari sistem hukum perdata
dan hukum acara perdata
Pengertian Pailit
Pasal 2 ayat 1 UUK-PKPU:
seorang debitor yang mempunyai dua
atau lebih kreditor dan tidak membayar
lunas sedikitnya satu hutang yang telah
jatuh tempo atau dapat ditagih
dinyatakan pailit oleh pengadilan yang
berwenang baik atas permohonan
sendiri atau atas permohonan satu atau
lebih krediturnya.
SYARAT SYARAT kEPAILITAN
Pasal 2 ayat 1 UUK-PKPU:
1. debitur minimal memiliki lebih dari
satu kreditur atau minimal 2
kreditur (Concurcus Creditorum)
2. debitur tidak membayar lunas
minimal satu hutangnya
3. hutang tersebut telah jatuh tempo
dan telah dapat ditagih
Pihak Yang Dapat Mengajukan
Permohonan Pernyataan Pailit
Debitor
Seorang atau lebih kreditor
Kejaksaan
Bank Indonesia (bank )
Bapepam
Menteri keuangan
Permohonan Pernyataan Pailit oleh
Debitor
Dapat dilakukan atas diri debitor
sendiri dengan syarat debitor harus
membuktikan memiliki lebih dari
satu kreditor
Permohonan oleh debitur yang
berbentuk PT atas dirinya sendiri
dapat dilakukan atas persetujuan
RUPS
Permohonan Pernyataan Pailit oleh
Kreditor
Dapat dilakukan dengan persetujuan
kreditor mayoritas
Jika debitor tidak melunasi hutang
hanya pada satu atau 2 orang
kreditur sedang pada kreditur
mayoritas debitor tetap
malaksanakan kewajibannya maka
permohonan pernyataan pailit harus
ditolak oleh pengadilan
Permohonan Pernyataan Pailit Oleh
Kejaksaan
Dapat diajukan dengan alasan untuk
kepentingan umum
Kepentingan umum: kepentingan
bangsa dan negara atau kepentingan
masyarakat
Contoh: penghimpunan dana untuk
investasi emas, dan pemilik
perusahaan melarikan diri dengan
membawa uang yang telah
terkumpul dari masyarakat.
Permohonan Pernyataan Pailit Oleh
Bapepam
Dapat dilakukan terhadap :
1. perusahaan efek,
2. lembaga kliring dan penjaminan
3. lembaga pemyimpanan dan
penyelesaian
4. bursa effek
Permohonan Pernyataan Pailit Oleh
MenKeu
Dapat dilakukan terhadap:
1. Perusahaan asuransi
2. BUMN yang bergerak dibidang
kepentingan publik
Akibat Hukum Pernyataan Pailit
Debitor kehilangan hak untuk mengurus dan
menguasai kekayaannya yang termasuk harta
pailit
Kekayaan debitor pailit berada dibawah sitaan
umum
Terhadap perikatan yang timbul setelah
adanya pernyataan pailit tidak dapat dibayar
dengan harta palit kecuali kalau perikatan
tersebut menguntunkan
sejak adanya pernyataan pailit berakibat
bahwa semua penetapanb yang berkaitan
dengan pelaksanaan putusan pengadilan
terhadap setiap bagian kekayaan dari debitor
dihentikan
Terhadap kreditor dengan hak gadai
maka dapat mengeksekusi haknya
seolah tidak ada kepailitan
Sejak adanya pailit maka terhadap
tuntutan hukum oleh pihak lain
terhadap debitor selama berkaitan
dengan pemenuhan kewajiban dari
harta pailit dan perkarany6a sedang
berjalan gugur demi hukum
CURATOR
adalah Balai Harta Peninggalan atau
orang perorangan yang diangkat oleh
pengadilan untuk mengurus dan
membereskan harta debotir pailit
dibawah pengawasan Hakim
Pengawas
Corator dapat diusulkan oleh
debitor, kreditor atau pihak yang
berwenang jika tidak maka BHP
sebagai curator
Syarat Curator
Harus independen tidak boleh ada benturan
kepentingan dengan debitor atau kreditor
Tidak sedang menangani perkara kepailitan
dan PKPU lebih dari 3
Domisili di Indonesia
Memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan
dalam rangka mengurus dan membereskan
harta pailit
Terdaftar pada Menteri Hukum dan HAM
Tugas Curator
Mengurus dan membereskan harta
pailit
menginventarisasi dan mencatat
harta pailit
Mengamankan harta pailit
Menyimpan harta tertentu
Menjual harta pilit
Melanjutkan kegiatan usaha debitor
pailit dengan persetujuan panitia
kreditor
Hakim Pengawas
Mengawasi pengurusan dan pemberesan
harta pailit yang dilakukan oleh curator
Wewenang Hakim Pengawas:
1. menerima permohonan kreditur preferen
2. memberi pendapat ke pengadilan niaga
sebelum memutuskan sesuatu yang ada
sangkut pautnya dengan harta pailit
3. mendengar keterangan saksi
4. memberikan persetujuan kepada curator
untuk meminjam kepada pihakketiga
5. mengetuai rapat kreditor
6. menawarkan pembentukan panitia kreditor
Actio Paulina
Adalah hak yang diberikan UU
kepada seorang kreditor untuk
mengajuan permohonan kepada
pengadilan untuk pembatalan suatu
perbuatan yang tidak diwajibkan
untuk dilakukan oleh debitor
terhadap harta kekayaan yang
diketahui oleh debitor perbuatan
tersebut dapat merugikan kreditor
PKPU
Diajukan sebelum putusan pailit
ditetapkan oleh pengadilan
Debitur PKPU tidak kehilangan kebebasan
untuk menguasai harta kekayaannya
Pengajuan PKPU tidak didasarkan pada
suatu keadaan dimana debitor tidak
membayar hutangnya.
Yang berhak mengajukan PKPU : debitor /
kreditor
PKPU oleh Debitur/Kreditur
Syaratnya:
1. Diajukan oleh debitor/kreditor, dimana
debitornya mempunyai lebih dari satu
kreditor
2. Debitor dalam keadaan tidak dapat
membayar hutang-hutangnya yang
sudah jatuh tempo atau debitor
memperkirakan tidak akan dapat
melanjutkan membayar hutang-
hutangnya
KASASI
Diajukan oleh kreditor dan atau debitor
Diajukan paling lambat 8 hari sejak putusan yang
dimohonkan kasasi ditetapkan
Pengajuan kasasi diajukan kepengadilan yang
menetapkan putusan tersebut disertai dengan memori
kasasi
Permohonan kasasi dan memori kasasi dalam waktu 2
hari oleh panitera harus diberitahukan kepada terkasasi
Terkasasi dapat mengajukan kontra memori kasasi
dalam waktu 2 hari
Dalam waktu 14 hari permohonan memori kasasi dan
kontra memori dijukan kepada MA
Dalam waktu 20 sejak didaftarkan hari harus sudah
harus dilakukan sidang pemeriksaan
60 hari hari sejak didaftarkan harus sudah diputus
PK
Syaratnya:
1. Ada bukti tertulis baru yang penting
yang apabila diketahui pada tahap
persidangan sebelumnya akan
menghasilkan putusan yang
berbeda
2. Atau putusan hakim pengadilan
niaga yang bersangkutan ada
kekeliruan yang nyata