Anda di halaman 1dari 8

HEDONIS

ME
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa
kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup.
Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan
pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan
bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini
hanya 1x, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup
senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini,
hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa
nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham ini lah
muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka
terangkum dalam pandangan Epikuris yang
menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu,
karena besok engkau akan mati."
EUDEMONISME

Mereka mencari tujuan hidup berasal dari kata yunani


pada keadaan2 eudaimonia yang secara
yang terdapat dalam dirinya harafiah berarti mempunyai
sendiri, roh pengawal (demon) yang baik
yang tidak ia kuasai ,Artinya Beruntung dan mujur.
atau hanya sebagian kecil
yang dikuasainya

Kata ini menggambarkan


perasaan senang
terhadap diri sendiri
maupun terhadap lingkungan
, sebagai akibat pengetahuan
mengenai penyelarasan diri.
UTILITARISME

berasal dari kata Latin, utilis yang berarti


bermanfaat. Menurut teori ini suatu
perbuatan adalah baik jika membawa
manfaat, tapi manfaat tersebut harus
menyangkut bukan saja satu dua orang
melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Jadi, utilitarianisme berdasar pada hasil
atau konsekuensi dari suatu kegiatan atau
tindakan yang dilakukan (a consequently
approach).
a r i sm e
Utilit
Klasik
ALIRAN INI BERASAL DARI TRADISI
PEMIKIRAN MORAL DI UNITED
KINGDOM DAN BERPENGARUH
KESELURUH KAWASAN YANG
BERBAHASA INGGRIS. MENURUT
FILUSUF INGGRIS JEREMY
BENTHAM ( 1748-1832),
UTILITARISME YANG
DIMAKSUDKANNYA SEBAGAI
DASAR ETIS UNTUK MEMBAHARUI
HUKUM INGGRIS, KHUSUSNYA
HUKUM PIDANA. BERTHAM MULAI
DENGAN MENEKANKAN BAHWA
UMAT MANUSIA MENURUT
KODRATNYA DITEMPATKAN
DIBAWAH PEMERINTAHAN DUAN
DUA PENGUASA YANG BERDAULAT
: KETIDAKSENANGAN DAN
KESENANGAN.
Menurut filsuf Inggris-Amerika Stephen Toulmin
menegaskan bahwa prinsip kegunaan tidak harus
diterapkan pada salah satu perbuatan,
melainkan atas aturan-aturan moral yang
mengatur perbuatan-perbuatan kita.

Utilitarisme
Aturan

Menurut filsuf Richard B. Brandt ia


mengusulkan agar bukan aturan moral satu demi satu,
melainkan sistem aturan moral sebagai keseluruhan diuji dengan
prinsip kegunaan, jadi perbuatan adalah baik secara moral ,
bila sesuai dengan aturan yang berfungsi
dalam sistem aturan moral yang paling berguna bagi suatu masyarakat
DEONTOLOGI

Deontologi berasal dari perkataan Yunani


"deon" yang bermaksud "yang diharuskan
atau diwajibkan". Teori ini menegaskan
bahawa betul atau salahnya sesuatu
tindakan itu tidak berdasarkan atau
ditentukan oleh akibat-akibat tindakan
tersebut.
DEONTOLOGI
DEONTOLOGI
Menurut
Menurut II KANT
KANT

Deontologi selalu dikaitkan dengan


Immanuel Kant, seorang ahli flasafah
German (1724-1804) yang pernah
mengajar di University of Konigsberg di
bahagian barat Rusia. Kant percaya
bahawa apa yang memberi nilai moral
kepada sesuatu tindakan bukan akibatnya
kerana akibat-akibat tindakan kita tidak
sentiasa berada di bawah kawalan kita.
Akan tetapi motif (niat) tindakan kita
adalah di bawah kawalan kita dan, oleh itu,
kita harus bertanggungjawab secara moral
atas motif kita untuk membuat kebaikan
atau keburukan
DEONTOLOGI
menurut W.DROSS
Beliau percaya bahwa terdapat kewajipan prima facie
tertentu yang patut kita sentiasa patuhi kecuali apabila
keadaan atau alasan yang serius memerlukan kita buat yang
berlainan.
Prima facie = ("at first glance" atau "on the surface of things")
Kewajipan prima facie Ross termasuk mengatakan
kebenaran, menunaikan janji, mengakui kebaikan yang
dilakukan oleh orang lain terhadap kita, mengamalkan
keadilan dan tidak mencederakan orang lain, dan lain-lain.
Seperti Kant, Ross percaya terdapat peraturan yang patut
dipatuhi oleh manusia kerana ini adalah obligasi manusia
melakukannya.