Anda di halaman 1dari 24

EPIDEMIOLOGI LINGKUNGAN

Disusun oleh:
Nur Riezqiyah Afifah 6411414009
Arum Mustika Sari 6411414016
Kartika Siti Fadhilah 6411414051
Endah Nurgita Cahyani 6411414059
Ilmu yang menganalisis hubungan agent di
DEFINISI
lingkungan dengan dampak kesehatan pada
masyarakat dengan mempelajari distribusi dan
determinan
( faktor risiko) penyakit dalam kelompok
masyarakat dan waktu tertentu.
TUJUAN

Mengidentifikasi, menganalisis, memprediksi bahaya pajanan di


lingkungan, dan melakukan pengendalian untuk melindungi kesehatan
masyarakat dan ekosistem.

Mempelajari interaksi dinamis berbagai pajanan lingkungan (fisik, radiasi,


kimia, biologis, dan perilaku) pada manusia melalui media transmisi di
lingkungan.
Pokok- pokok studi epidemiologi lingkungan

Paradigma kesehatan lingkungan

Dinamika bahan toksik

Parameter kesehatan lingkungan

Kemampuan mengidentifikasi population at risk

Standar normalitas

Desain studi

Analisis pemajanan
1. PARADIGMA KESEHATAN LINGKUNGAN

Menggambarkan
hubungan antara
berbagai komponen
lingkungan dengan
dinamika perilaku
masyarakat

Sebagai dasar analisis


kejadian sehat sakit
dalam suatu wilayah
PARADIGMA KESEHATAN DENGAN LINGKUNGAN

UPAYA PROGRAM
KESEHATAN/NON KESEHATAN

MEDIA
TRANSMISI PENYAKIT

-Udara
Sumber MASYARAKAT SEHAT
-Air
Perubahan (Budaya,
-Makanan
-Pembangunan Perilaku,
-Manusia
-Alami Gizi, dll)
-Vektor SAKIT
2. DINAMIKA PERJALANAN BAHAN
TOKSIK

Mempelajari perjalanan suatu


bahan toksik dan atau faktor
penyebab penyakit (fisik, kimia,
mikroba) yg berada dalam media
transmisi hingga kontak dengan
manusia atau penduduk.
Pemahaman perjalanan agent
untuk menentukan teknik
mengukur atau analisis pemajanan.
Contoh:
CO Udara tubuh manusia
3. Parameter Kesehatan Lingkungan

Pemahaman terhadap berbagai


parameter kesehatan lingkungan
Bagaimana mengukur berbagai
parameter perubahan lingkungan
TEORI SIMPUL
DINAMIKA KESEHATAN LINGKUNGAN
(TEORI SIMPUL)

SUMBER AMBIENT MANUSIA DAMPAK

-Alamiah Melalui Media


Komponen
-Penderita - Udara lingkungan - Sehat
penyakit - Air berada dlm - Samar
infeksi - Makanan darah, lemak, - Subklinik
- Tanah
-Industri urine, - Akut
- Binatang
-Mobil dll

A B C D
Pengukuran parameter kesehatan lingkungan

Simpul Pengukuran pada sumbernya (pengukuran emisi)


A

Pengukuran komponen penyebab sakit pada


Simpul
B ambient

Pengukuran pada spesimen tubuh manusia


Simpul
C (biomarker atau bioindikator)

Sudah terjadi outcome berupa kejadian penyakit,


Simpul
D misal jumlah penderita keracunan
4. KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI
POPULATION AT RISK

Mengidentifikasi:
Populasi mana yang terkena dampak
Besar/dosis
Lama waktu/durasi pemaparan oleh agent
Cara
Population at risk tidak selalu dalam satu wilayah
Contoh: makanan yg tercemar merkuri
Penetapan population at risk pada dasarnya:
Ditentukan oleh pola perjalanan agent dalam media
transmisi
Menentukan lokasi pengukuran analisis pemajanan
5. STANDAR NORMALITAS

Setiap pengukuran baik pada simpul A, B, C maupun D


harus selalu dirujuk terhadap nilai-nilai standar
normal yang berlaku
Misal: Permenkes tentang air bersih, baku mutu
lingkungan, nilai ambang batas, maximum acceptable
concentration, dll.
6. DESAIN STUDI

Studi epidemiologi lingkungan, dibagi dlm :


1. Studi investigasi mencari penyebab KLB
2. Studi dalam keadaan endemik surveillance epidemiologi
Cara studi epidemiologi lingkungan:
1. Observasional
Cohort (prospektif)
Retrospektif (Case Control)
2. Eksperimental
Laboratorium
lapangan
7. ANALISIS PEMAJANAN
Menggambarkan jumlah komponen lingkungan yang
memiliki potensi dampak (agent) bagi tubuh.
Menggambarkan dosis atau jumlah pajanan yg
diterima oleh tubuh manusia
Dalam analisis pemajanan perlu diperhatikan:

Jenis Agent Sifat Agent Jumlah

Intervening
variables
Waktu Tempat dalam
exposure
assessment

Pengertian
impurities
(kemurnian)
A. JENIS AGENT

Kelompok Kelompok
Mikroba Bahan Kimia

Kelompok Fisik
B. SIFAT AGENT PENYAKIT

Media interaksi atau kontak dg tubuh


manusia air, tanah, udara atau makanan
Apakah medianya lebih dari satu?
Apakah dlm media transmisi agent
penyakit berubah sifat?
Apakah kontaminasi silang ?
C. JUMLAH
Perkiraan jumlah kontak dan dosis
Ada 5 perkiraan jumlah kontak, yaitu:
a. Perkiraan jumlah pemajanan eksternal secara umum
Contoh: Kadar CO, SO2 dan Pb di udara
b. Perkiraan jumlah pemajanan internal sederhana
(intake)
Contoh: Makan berapa kg/hari, dlm tiap kg brp
kandungan bahan berbahaya
C. JUMLAH (lanjutan)

c. Perkiraan uptake
Jml yg diabsorpsi oleh tubuh
d. Perkiraan pemajanan pada target organ
Dilakukan di laboratorium
Misal: metode neutron activation analysis
e. Perkiraan perilaku pemajanan (behavioural
exposure)
Pemajanan pada kulit
Pengukuran pemantauan perilaku pemajanan
D. WAKTU

Berapa lama individu/masyarakat terpajan


Tiap hari? Berapa jam perhari? Bertahun-
tahun?
E. TEMPAT

Lingkungan Lingkungan
Lingkungan
pemukima tempat
kerja
n umum

Regional Global
F. INTERVENING VARIABLES

Kemungkinan sumber perubahan lingkungan atau


sumber potensi (agent) lain selain yg kita pelajari
Contoh: pengamatan COHb CO bisa berasal dari
kendaraan bermotor, asap rokok, dll.
Perlu diperhatikan:
satu sumber satu bahan pencemar: jarang ada
Satu sumber banyak bahan pencemar, misal rokok
Banyak sumber satu bahan: misalnya gas CO
Banyak sumber banyak bahan: paling banyak,
misalnya: pencemaran udara atau pencemaran sungai
G. PENGERTIAN IMPURITIES

Bahaya yg selalu diperhitungkan hanya terhadap active


ingridient.
Seharusnya bahan campurannya ikut diperhatikan
Contoh: pestisida ada bahan aktif, stabilizer,
pewarna, pengharum
TERIMA KASIH