Anda di halaman 1dari 12

BAHASA

INDONESIA
PUISI
KONTEMPORER

SMA NEGERI 4
LUBUKLINGGAU
GURU PEMBIMBING :
INDRI ZUMARSIH S.Pd
A. PENGERTIAN PUISI KONTEMPORER

Puisi Kontemporer dapat diartikan sebagai puisi


yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi
kontemporer berusaha lari dari ikatan
konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer
seringkali memakai kata-kata yang kurang
memperhatikan santun bahasa, memakai kata-
kata makin kasar, ejekan, dan lain-lain.
Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang
intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya
dianggapnya tidak begitu penting lagi.
B. STRUKTUR FISIK PUISI
1. Perwajahan puisi (tipograf), yaitu bentuk puisi seperti
halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri,
pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu
dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
2. Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair
dalam puisinya.
3. Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat
mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan,
pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga,
yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji
raba atau sentuh (imaji taktil).
4. Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera
yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini
berhubungan dengan kiasan atau lambang.
5. Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat
menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi
tertentu.
6. Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal,
C. STRUKTUR BATIN PUISI

1. Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa.


Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan
makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap
kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
2. Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok
permasalahan yang terdapat dalam puisinya.
3. Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap
pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema
dan rasa.
4. Amanat/tujuan/maksud (itention); yaitu pesan yang
ingin disampaikan penyair kepada pembaca
D. TOKOH-TOKOH PUISI KONTEMPORER

Tokoh-tokoh puisi kontemporer di


Indonesia saat ini, yaitu sebagai berikut:
1. Sutardji Calzoum Bachri dengan tiga
kumpulan puisinya O, Amuk, dan O Amuk
Kapak
2. Ibrahim Sattah dengan kumpulan
puisinya Hai Ti
3. Hamid Jabbar dengan kumpulan puisinya
Wajah Kita
E. JENIS-JENIS PUISI KONTEMPORER

Jenis-jenis Puisi Kontemporer


yaitu, sebagai berikut:
1. Puisi Mantra
2. Puisi Mbling
3. Puisi Konkrit
F. CIRI-CIRI PUISI KONTEMPORER

Secara umum ciri-ciri puisi Kontemporer


adalah sebagai berikut:
1. Bentuk fsik atau Tipograf tidak beraturan.

2. Kata-kata disusun secara acak sesuai


dengan tipograf yang diinginkan penyair.
3. Penyair lebih mengutamakan bentuk fsik
puisi.
4. Walaupun tidak mengutamakan makna,
puisi Kontemporer masih diikat tema.
5. Isi puisi sulit dipahami.
G. PUISI KONVENSIONAL & KONTEMPORER

Perbedaan puisi Konvensional &


Kontemporer yaitu, sebagai berikut:
Puisi Konvensional Puisi Kontemporer
1. Tipografinya terikat 1. Tipografinya bebas,
dengan jumlah baris bisa berbentuk benda
dan bait atau yang lainnya

2. Diksi yang digunakan 2. Mengabaikan


sesuai gramatika gramatika
bahasa bahasa

3. Menggunakan kata- 3. Ada permainan kata


kata 4. Menggunakan kata-
H. CONTOH PUISI KONTEMPORER

1. Puisi Mantra
Shang Hai

ping di atas pong


pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)

2. Puisi Mbling
Sajak Sikat Gigi

Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur


Di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya
terbuka
Ketika ia bangun pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan ia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu
berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)
3. Puisi Konkret
Doktorandus Tikus 1
selusin toga
me
nga
nga
seratus tikus berkampus
diatasnya
dosen dijerat
profesor diracun
kucing
kawin
dan bunting
dengan predikat
sangat memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)
TERIMA KASIH
12