Anda di halaman 1dari 22

TEORI

PEMBENTUKAN HARGA

EKONOMI PANGAN DAN GIZI


KELOMPOK 2
ADINI ELISANTY
AFIFAH NUR HARERY
AFINA AMALIA N
DIFA DWI ASTARI
FOKUS PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN HARGA
2. PENGERTIAN PASAR
3. PEMBENTUKAN HARGA NASIONAL DAN
INTERNASIONAL
4. PEMBENTUKAN HARGA DAN MARJIN
5. KEBIJAKAN HARGA, PERDAGANGAN,
PEMASARAN DAN PERANAN PEMERINTAH
1. PENGERTIAN HARGA
Menurut Alex S
Nitisemito (1991:55) Harga
adalah nilai suatu barang
atau jasa yang diukur
dengan sejumlah uang
dimana berdasarkan nilai
tersebut seseorang atau
perusahaan bersedia
melepaskan barang atau
jasa yang dimiliki kepada
pihak lain.
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI)
harga adalah :
1. nilai barang yang
ditentukan atau
dirupakan dengan uang
2. jumlah uang atau alat
tukar lain yang senilai,
yang harus dibayarkan
untuk produk atau jasa,
pada waktu tertentu dan
di pasar tertentu
2. PENGERTIAN PASAR
Definisi pasar secara luas
menurut W.J. Stanton
adalah orang-orang yang
mempunyai keinginan untuk
memenuhi kebutuhan, uang
untuk belanja serta
kemauan untuk
membelanjakannya.
Dalam pengertian yang sederhana
atau sempit pasar adalah tempat
terjadinya transaksi jual beli
(penjualan dan pembelian) yang
dilakukan oleh penjual dan
pembeli yang terjadi pada waktu
dan tempat tertentu.
PASAR

Peranan alokasi dari harga biaya Kegiatan faktor produksi


3. PEMBENTUKAN HARGA
NASIONAL DAN INTERNASIONAL
a. Pembentukan harga nasional
Mekanisme pembentukan harga nasional sbb :

1. Menetapkan harga
Untuk melindungi konsumen dari harga yang terlalu tinggi,
pemerintah dapat menetapkan harga eceran tertinggi (harga
maksimum).

2. Memberikan subsidi
Subsidi (tunjangan) diberikan pemerintah terutama kepada
pihak yang menghasilkan barang kebutuhan pokok, seperti beras
dan sejenisnya. Atau, diberikan kepada perusahaan dengan tujuan
agar perusahaan tersebut bisa bersaing dengan produk luar negeri.
3. Menetapkan pajak
Untuk mempengaruhi harga, pemerintah dapat menetapkan
pajak pada barang. Pajak yang dikenakan bisa berbeda-beda untuk
setiap jenis barang.

4. Melakukan operasi pasar


Operasi pasar dilakukan pemerintah dengan cara membeli atau
menjual barang-barang terutama barang kebutuhan pokok seperti
beras, gula, dan lain-lain, agar jumlahnya seimbang dengan
permintaan.
b. Pembentukan harga internasional

Sebelum menetapkan harga internasional perlu diperhatikan


hal-hal sbb :

1. Perbedaan tarif
2. Biaya
3. Sikap
4. Persaingan
5. Fluktulasi
6. Mata uang
7. Metode penetapan harga
4. PEMBENTUKAN HARGA DAN
MARJIN (MENURUT MACHFOEDZ 2005)

Pembentukan
harga

Faktor Faktor
internal eksternal

Tujuan Strategi Sifat pasar


Pengawasan
pemasaran bauran Biaya Organisasi dan Persaingan
pemerintah
perusahaan pemasaran permintaan
TUJUAN PENETAPAN HARGA (HARINI 2008)
1. Penetapan harga untuk mencapai penghasilan
atas investasi.
2. Penetapan harga untuk kestabilan harga
3. Penetapan harga untuk mempertahankan atau
meningkatkan bagiannya dalam pasar.
4. Penetapan harga untuk menghadapi atau
mencegah persaingan.
5. Penetapan harga untuk memaksimir laba.
Menurut Machfoedz (2005: 139) Tujuan
penetapan harga meliputi:

Orientasi laba: mencapai target baru, dan


meningkatkan laba;
Orientasi penjualan: meningkatkan volume
penjualan, dan mempertahankan atau
mengembangkan pangsa pasar.
b. Marjin Pemasaran
Menurut Tomek dan Robinson (1982), Sapuan (1991:25) dalam
menyampaikan suatu komoditas dari produsen ke konsumen
terdapat biaya pemasaran sehingga terdapat perbedaan antara
harga yang dibayarkan konsumen dengan harga yang diterima oleh
produsen, perbedaan ini disebut margin pemasaran. Margin
pemasaran terdiri dari biaya-biaya untuk melaksanakan fungsi-
fungsi pemasaran dan keuntungan lembaga-lembaga pemasaran
yang terlibat dalam aktivitas pemasaran suatu komoditas.

Margin
Pemasaran

Marketing Marketing
cost charges
5. KEBIJAKAN HARGA, PERDAGANGAN,
PEMASARAN, & PERANAN PEMERINTAH
Dalam Undang-undang Perdagangan No.7 tahun 2104 pasal 26
ayat 3 mengamanatkan bahwa dalam menjamin pasokan dan
stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang dan barang
penting, Menteri menetapkan kebijakan harga, pengelolaan stok
dan logistik serta pengelolaan ekspor dan impor. Artinya di dalam
UU tersebut tersirat bahwa pemerintah mempunyai pedoman dalam
menetapkan kebijakan harga dengan tujuan stabilisasi harga.

Konsep stabilitas harga didasarkan pada situasi dimana harga


selalu berfluktuasi sepanjang waktu. Istilah instabilitas berasal dari
variabilitas dan volatilitas yang secara langsung terkait dengan
konsep keseimbangan/equilibrium. Instabilitas harga merupakan
refleksi dari ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran.
Tujuan dari campur tangan pemerintah adalah untuk (Sukirno, 2008):

a. Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap terwujud dan
menghindari penindasan;
b. Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan
yang teratur dan stabil;
c. Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama
perusahaanperusahaan besar yang dapat mempengaruhi pasar agar mereka
tidak menjalankan praktek-praktek monopoli yang merugikan;
d. Menyediakan barang bersama (public goods) yang penggunaannya
dilakukan secara kolektif oleh masyarakat mempertinggi kesejahteraan
sosial masyarakat;
e. Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan
masyarakat dapat dihindari atau dikurangi.
Galtier, F (2009) dalam studinya mengenai pengelolaan
instabilitas harga bahan pangan di negara berkembang, menjelaskan
bahwa upaya stabilisasi harga dapat ditempuh melalui beberapa
pendekatan (instrument).

Klasifikasi Kebijakan Stabilisasi Harga

Tujuan Pemerintah Menstabilkan Harga Mengurangi Dampak


Instabilisasi Harga

Berbasis Pasar
Kategori A Kategori B
Publik / Konsumen
Kategori C Kategori D
Kebijakan A : Kebijakan A bertujuan untuk memfasilitasi arbritase
yang bersifat spasial dan temporal yang dilakukan oleh pelaku
pasar (produsen, konsumen, dan pedagang). Kabijakan ini fokus
pada infrastruktur (transportasi, komunikasi, dan
gudang/penyimpanan) dan institusi pasar (seperti keberadaan
standar, sistem resi gudang, dan bursa yang memfasilitasi
permintaan dan penawaran).

Kebijakan B : Kebijakan B bertujuan untuk mencegah instabilitas


harga yang menyebabkan instabilitas pendapatan yang akan
mempengaruhi konsumsi dan produksi. Secara praktis, ini berarti
memungkinkan pelaku ekonomi untuk menutupi/melindungi diri
terhadap risiko yang terkait dengan variasi harga (misalnya
melalui kontrak berjangka) dan variasi panen (melalui asuransi
tanaman atau asuransi indeks cuaca).
Kebijakan C : Kebijakan C, pada kebijakan ini adalah yang
paling banyak digunakan di Indonesia. Kebijakan yang
bertujuan untuk memastikan bahwa harga tidak melebihi
batas tertentu

Kebijakan D : Kebijakan D instrumen kebijakan yang


diterapkan merupakan alat intervensi pemerintah
terhadap publik yang bertujuan untuk membantu
pendapatan rumah tangga (household) ketika terjadi
kenaikan harga.
Harga suatu komoditi merupakan hasil dari keseimbangan
permintaan dan penawaran. Tingkat harga yang dicapai
pada keseimbangan untuk komoditi-komoditi tertentu
terutama pangan pokok terkadang menimbulkan
ketidakpuasan.
Harga eceran tertinggi adalah harga maksimal yang
Pemerintah tetapkan pada suatu komoditi dan jasa
tertentu yang diyakini telah dijual dengan tingkat harga
yang lebih tinggi dari wajar dan merugikan konsumen.
Harga dasar adalah harga minimum yang ditetapkan
Pemerintah untuk komoditi dan jasa tertentu yang diyakini
dijual pada tingkat harga yang lebih rendah dari yang layak
diterima oleh produser.
TERIMA KASIH