Anda di halaman 1dari 53

SISTEM KOORDINASI

Oleh :
Adien Artati M (02)
Alice O.P (03)
Aryo Seno (04)
Bilqis F.N.D (07)
Dea Chumairoh (08)
Haidar Hakim (18)
Risky Firda (33)
(XI IPA 1)

SMAN 21 SURABAYA
Materi
Sistem Koordinasi &
Alat Indra pada
Manusia

Sistem
Koordina
si
Sistem Alat
Sistem Indra
Hormo
Saraf
n
Mat Teling Hidun
Kulit Lidah
a a g
SISTEM SARAF

SISTEM HORMON

ALAT INDRA

GANGGUAN PADA SISTEM


KOORDINASI
SISTEM SARAF
Struktur sel saraf :
a. Badan sel saraf
Mengandung inti sel (di dalamya terdapat RNA) dan
sitoplasma/neuroplasma.
b. Serabut saraf
Dendrit
Dendrit adalah serabut saraf yang merupakan penjuluran
sitoplasma. Dendrit berfungsi menerima rangsang yang
datang dari akson neuron lain, yang kemudian dibawa ke
badan sel.
Neurit (Akson)
Berfungsi untuk meneruskan impuls yang berasal dari badan
sel saraf ke sel saraf lain. Dibungkus oleh selubung lemak
yang disebut mielin yang berfungsi untuk isolator dan
pemberi makan sel saraf.
selubung mielin tersusun dari rangkaian sel schwann. Pada

Sel Saraf
pertemuan antara selubung mielin satu dengan yang lain
terdapat bagian yang tidak terlindungi, bagian ini disebut
nodus ranvier
(Neuron)
3/19/17 6
Nama Struktur Fungsi

Neuron sensori Badan selnya Membawa


bergelombang rangsangan ke
membentuk ganglion. system saraf pusat
Aksonnya pendek,
sedangkan dendritnya
panjang
Interneuron Dendritnya pendek dan Menerima
(neuron aksonnya ada yang rangsangan dari
intermediet) pendek dan panjang neuron sensori atau
neuron intermediet
yang lain.
Neuron motor Dendrit pendek dan Membawa/menerusk
aksonnya panjang an system saraf
pusat ke efektor

Jenis-jenis
3/19/17 8
a. Penghantaran lewat sel saraf
Jika tidak ada penghantaran, dikatakan bahwa neuron
dalam keadaan istirahat. Muatan listrik di luar
membran neuron adalah positif, sedangkan muatan
listrik di dalam neuron adalah negatif. Keadaan seperti
ini disebut polarisasi. Jika neuron dirangsang dengan
kuat, maka permeabilitas membran akan berubah.
Akibatnya, polarisasi membran berubah. Polarisasi
mengalami pembalikan di lokasi tertentu. Kemudian
proses pembalikan polarisasi diulang sehingga
menyebabkan rantai reaksi. Dengan demikian, impuls
berjalan sepanjang akson. Setelah impuls berlalu,
membrane neuron memulihkan keadaannya seperti
semula. Selama masa pemulihan ini, impuls tidak bisa
melewati neuron tersebut. Waktu ini disebut periode
refraktori.
Prinsip Penghantaran
Impuls
3/19/17 10
b. Penghantaran lewat sinapsis
Sinapsis adalah penghubung yang mengendalikan
komunikasi antarneuron. Jika impuls tiba di tombol
sinapsis, maka akan terjadi peningkatan permeabilitas
membran prasinapsis terhadap ion Ca2+. akibatnya, ion
Ca2+ masuk dan gelembung sinapsis melebur dengan
membrane prasinapsis samkbil melepaskan
neurotransmitter ke celah sinapsis. Neurotransmitter
membawa impuls ke membrane post-sinapsis. Setelah
menyampaikan impuls, kemudian neurotransmitter
dihidrolisis oleh enzim yang dikeluarkan membrane
post-sinapsis, misalnya enzim asetilkolinesterase. Jika
neurotransmitternya berupa asetilkolin, maka akan
dihidrolisis menjadi kolin dan asam etanoat. Kolin dan
asam etanoat ini kemudian disimpan di gelembung
Prinsip
Neurotransmitter merupakan
sinapsis untuk dipergunakan lagi.
zat kimia yang dapat
menanggapi impuls elektrik
Penghantaran pada neuron dan dapat
mentransmisikan impuls ke
3/19/17 copyright 2006 12
www.brainybetty.c
Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu
yang biasanya mengejutkan atau menyakitkan.
Gerak refleks berbeda dengan gerak biasa karena
rangsangan tidak diolah di otak terlebih dahulu. Ada
dua macam gerak refleks yaitu refleks spinal dan
refleks kranial. Jalur gerak refleks :
Rangsangan reseptor neuron sensori
sumsum tulang belakang neuron motor
efektor

Gerak
3/19/17 copyright 2006 14
www.brainybetty.c
Susunan Sistem
Terdiri dari :
1. Otak
2. Sumsum tulang belakang
Secara makroskopik tdd:
.Gray matter (substansi grisea)
mengandung badan sel saraf, dendrit, &
ujung akson tak bermielin; kumpulan badan sel
di otak & med.spinalis disebut nukleus
.White matter (substansi alba)
sebagian besar tersusun atas akson
bermielin dan sangat sedikit badan sel;
kumpulan akson yg menghubungkan berbagai
area di SSP disebut traktus

Saraf
Merupakan pusat kendali tubuh
Bobot + 2% dari total BB (+1-1,5 kg)
Memerlukan 20% dari oksigen dalam tubuh
Terdiri dari batang otak, serebrum, serebelum
Terdapat jaringan kelabu (gray matter) dan putih (white
matter)
Dilindungi oleh 3 lapisan : meninges
1. Duramater (lap. luar): terdiri atas jaringan
penghubung, pembuluh darah, dan saraf
2. Arachnoid (lap. tengah): elastis
3. Piamater (lap.dalam): mengandung saraf &
pembuluh darah
Antara arachnoid dan piameter terdapat rongga berisi
cairan serebrospinal untuk melindungi otak dari benturan
pada tengkorak.

Otak
1.Lobus frontal
.pusat fungsi intelektual yang lebih tinggi, seperti
kemampuan berpikir abstrak dan nalar, motorik
bicara (area broca di hemisfer kiri), pusat
penghidu dan emosi
.pusat pengontrolan gerakan volunter di gyrus
presentralis (area motorik primer),
.terdapat area asosiasi motorik (area premotor)

2. Lobus parietal
.pusat kesadaran sensorik di gyrus postsentralis
(area
sensorik primer)
.terdapat area asosiasi sensorik

Korteks Serebri
Fungsi:
sbg stasiun relay & pusat integrasi sinaps
untuk pengolahan awal semua input
sensori menuju korteks
menyaring sinyal-sinyal tak bermakna
bersama batang otak & area asosiasi
mengarahkan perhatian kita ke
rangsangan yang menarik
Menentukan kesadaran kasar berbagai
sensasi tetapi tidak dapat membedakan
lokasi & intensitas
Memperkuat perilaku motorik volunter
yang dimulai oleh korteks

Talamus
Merupakan area terpenting dlm
pengaturan lingkungan internal tubuh
(homeostasis)
Mengontrol suhu tubuh, rasa haus,
pengeluaran urin, lapar & kenyang,
sekresi hormon-hormon hipofisis
anterior, menghasilkan hormon-hormon
hipofisis posterior, kontraksi uterus &
pengeluaran ASI.
Merupakan pusat koordinasi sistem
saraf otonom utama
Berperan dalam pola perilaku & emosi
(respons takut & berani; perilaku
seksual)
Hipotalamu
s
Menerima perintah gerakan terencana
berdasarkan informasi dari korteks motorik &
ganglia basal melalui nukleus di Pons
Menerima gerakan nyata
- dari reseptor propriosepsi melalui traktus
spinoserebellar anterior & posterior
- dari reseptor vestibular di telinga melalui traktus

vestibulocerebellar
- dari mata
Membandingkan sinyal umum (perintah untuk
bergerak) dgn informasi sensorik (gerakan nyata)
Mengirimkan umpan balik berupa sinyal korektif
ke nukleus di batang otak & korteks motorik
melalui thalamus
Serebelu
m
Menghubungkan otak dengan sumsum
tulang belakang
Terdiri dari 2 daerah :
Medulla Oblongata bagian bawah
batang otak, menghubungkan pons dg
sumsum tulang belakang, mengendalikan
denyut jantung , kecepatan bernafas dan
aliran darah dalam pembuluh
Pons menyampaikan sinyal dari
serebrum ke serebelum

Batang Otak
Penghubung otak dengan seluruh tubuh/perifer
(PNS)
Berperan langsung dalam proses/gerak refleks
Mengandung 31 pasang saraf spinal

Sumsum Tulang
Belakang
Dibagi menjadi ;
1. Saraf sadar (sensori)
2. Saraf tak sadar (otonom)

Berdasarkan arah impulsnya :


.Aferen/sensorik, merupakan sel saraf yang
menghantarkan informasi dari reseptor sensorik
pada tubuh menuju sistem saraf pusat.
.Eferen/motorik, merupakan sel saraf yang
menghantarkan informasi dari sistem saraf pusat
menuju otot/kelenjar.

Saraf Tepi
(Periferi)
Mengandung saraf eferen
Menghasilkan gerakan hanya di jaringan otot
rangka
Terdiri atas :
1. Saraf kranial
berasal dari otak
berjumlah 12 pasang
2. Saraf spinal
berasal dari sumsum tulang belakang
berjumlah 31 pasang

Saraf Sadar
(Somatik)
No Nama saraf Asal saraf sensori Asal saraf motor
I Olfaktori Selaput lendir hidung Tidak ada
II Optik Retina mata Tidak ada
III Okulomotorik Otot penggerak bola Otot penggerak bola mata
mata pengubah tebal lensa mata,
penyempitan pupil
IV Troklear Otot penggerak bola Otot lain penggerak bola
mata mata
V Trigeminal Gigi, kulit muka serta Otot pengunyah
rahang
VI Abdusen Otot penggerak mata Otot lain penggerak bola
rektus eksternal mata
VII Fasial Ujung pengecap di ujung Otot muka, kelenjar ludah
lidah, wajah, bibir,
kelopak mata
VIII Auditori Koklea, saluran Tidak ada
semisirkular
IX Glosofaringe Ujung pengecap di lidah Kelenjar parotis, otot penelan

X
al
Vagus
Saraf belakang
Ujung saraf alat dalam,
di laring
Saraf parasimpatetik ke
paru-paru, lambung, jantung, lambung, usus halus,
aorta, laring laring
hormon
Sistem endokrin adalah sistem yang
terdiri atas kelenjar dan jaringan yang
menghasilkan hormon. Hormon
merupakan senyawa kimia yang
dihasilkan oleh suatu bagian tubuh
yang memengaruhi aktivitas kelenjar
atau jaringan yang lain, misalnya
metabolisme sel, reproduksi,
pertumbuhan dan perkembangan
tubuh, tingkah laku, dan homeostasis.

Sistem
a. Hipotalamus dan kelenjar hipofisis
Hipotalamus mengontrol lingkungan internal melalui
sistem otonom, contohnya membantu mengontrol detak
jantung, suhu tubuh, keseimbangan air, dan sekresi dari
kelenjar hipofisis.
Kelenjar hipofisis (pituitari) terletak di dalam lekukan
tulang selatursika di bagian tengah tulang baji. Kelenjar
tersebut sering dikenal sebagai master of glands karena
mempunyai fungsi yang sangat banyak.
Bagian depan kelenjar hipofisis menghasilkan
beberapa hormon, yaitu :
1) Adrenokortikotropik (ATCH = adrenocorticotropis
hormone)
2) Tirotropin (TSH = thyroid-stimulating hormone)
3) Prolaktin (PRL)
Macam-macam
4) Somatrotopin (STH = Jaringan
somatrotopicdanhormone)
Kelenjar Penyusun Sistem
5) Gonadotropik
terdiri atas :
Follicle stimulating hormone (FSH)
Luteneizing hormone (LH)
6)Melanocyt stimulating hormone (MSH)
Bagian belakang kelenjar hipofisis menghasilkan
hormon, yaitu:
7)Antidiuretika hormone (ADH)
8)Oksitokinin

b. Kelenjar epifise
Kelenjar ini terletak pada otak bagian dorsal.
c. Kelenjar tiroid (gondok)
Kelenjar tersebut menghasilkan hormon tiroksin dan
triiodotironin yang berperan dalam pertumbuhan,
perkembangan, dan laju metabolisme. Kelenjar tiroid giat
menyerap iodium dari darah agar dapat menyekresi
hormon. Jika asupan iodium kurang, maka akan
menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gondok.
Kondisi tubuh yang mengalami kekurangan hormon
tiroksin disebut hipotiroidisme, sedangkan kondisi tubuh
jika kelebihan hormon tiroksin disebut hipertiroidisme.

d. Kelenjar paratiroid (anak gondok)


Kelenjar paratiroid menempel pada kelenjar tiroid.
Berfungsi untuk menghasilkan hormon paratiroid (PTH =
parathyroid hormone). Hormon PTH berperan dalam
mengatur pertukaran zat kalsium dalam darah serta
menurunkan kadar fosfat.
e. Kelenjar timus
Kelenjar timus berfungsi untuk menghasilkan hormon
somatrotopin, yaitu homon pertumbuhan yang berfungsi untuk
menghasilkan limfosit dan pertumbuhan badan. Jika tubuh
mengalami kekurangan hormon timus akan mengalami
kekerdilan, sedangkan apabila kelebihan akan mengalami
gigantisme.

f. Kelenjar adrenal (anak ginjal)


terdiri atas korteks (luar) dan modula (dalam).
pada bagian korteks menghasilkan hormon, yaitu :
1) Glukokortikoid
2) Mineralokortikoid
3) Hormon seks
Kekurangan hormon korteks adrenal menyebabkan penyakit
Addison. Jika sekresi hormon berlebih menyebabkan sindrom
Cushing.
g. Kelenjar pankreas
Berfungsi sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan
getah pencernaan ataupun sebagai kelenjar endokrin
yang menghasilkan hormon. Hormon yang disekresikan,
yaitu :
1) Insulin
2) Glukagon

h. Usus dan lambung


Usus dan lambung menghasilkan hormon peptida yang
mengatur sekresi pencernaan. Usus menyekresikan
hormon sekretin dan kolesistokinin. Sekretin berfungsi
untuk merangsang pengeluaran getah prankeas,
sedangkan kolesistokinin untuk merangsang pengeluaran
empedu. Lambung menghasilkan gastrin yang berfungsi
untuk merangsang pengeluaran getah lambung.
i. Kelenjar kelamin (gonad)
Gonad pada pria disebut testis yang berfungsi
untuk menghasilkan sel sperma dan hormon
testosteron. Hormon tersebut berguna untuk
merangsang ciri-ciri kelamin dan tingkah laku
seksual.
Gonad pada wanita berupa ovarium yang
berfungsi untuk menghasilkan beberapa hormon,
yaitu :
1) Estrogen, berfungsi untuk merangsang
pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder dan
tingkah laku seksual
2) Progesteron, berfungsi untuk memelihara
kehamilan, serta perkembangan dan
pertumbuhan kelenjar air susu,
3) Relaksin, berfungsi untuk mencegah kontraksi
rahim dan mempermudah proses kehamilan
Kelenjar Hormon Fungsi Akibat
Kekurangan
Hipofisis Somatotrof Merangsang pertumbuhan Dwarfisme (kerdil)
Tiroid (gondok) Tiroksin Mempengaruhi Kretinisme (kerdil
pertumbuhan dan mental & cacat mental)
Paratiroid Parathormon Mengatur kalsium dalam Kejang otot
(anak gondok) darah
Adrenal (anak Adrenalin Mengubah glikogen Lemas
ginjal) menjadi glukosa,
meningkatkan denyut
jantung
Pankreas Insulin Mengubah glukosa Diabetes melitus
menjadi glikogen
Gonad (testis) Testosteron Mengatur ciri sekunder Ciri sekunder pria
pria tidak tampak
Gonad Estrogen Mengatur ciri sekunder Sel telur sulit
(ovarium) wanita, pematangan sel matang
telur

Macam-macam
Hormon
Yang Sistem Hormon Sistem Saraf
Diperhatikan

Terdiri dari Kelenjar Jaringan saraf

Pesan Hormon (zat Impuls


kimia)

Diedarkan Dalam darah Seanjang sel saraf

Kecepatan Lambat Cepat

Perbedaan Sistem
Saraf Dan Hormon
Alat
indra
Indera berperan sebagai reseptor, yaitu bagian
tubuh yang berfungsi sebagai penerima
rangsangan.
Ada lima macam indera yaitu :
1. Mata, sebagai penerima rangsang cahaya
(fotoreseptor)
2. Telinga, sebagai penerima rangsang getaran
bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya
indera keseimbangan (statoreseptor)
3. Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa
gas (kemoreseptor)
4. Lidah, sebagai penerima rangsang zat yang
terlarut (kemoreseptor)
5. Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan
(tangoreseptor)
Alat Indra
Bagian Mata Fungsi
Kornea Memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksi
cahaya
Koroid Mengandung pembuluh darah penyuplai retina dan
melindungi refleksi cahaya dalam mata
Badan siliaris Menyokong lensa, mengandung otot yang
memungkinkan lensa berubah bentuk, dan
mensekresikan aqueous humor (humor berair)
Iris (pupil) Mengendalikan ukuran pupil, sedangkan pigmennya
mengurangi lewatnya cahaya
Lensa Menfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk
lensa
Retina Mengandung sel batang dan kerucut
Bintik buta Daerah tempat saraf optik meninggalkan bagian
dalam bola mata dan tidak mengandung sel batang
dan konus
Bintik kuning Bagian retina yang mengandung sel kerucut
(Fovea)
Vitreous humor Menyokong lensa dan menolong dalam menjaga
(humor bening) bentuk bola mata
Aqueous humor Menjaga bentuk kantong depan bola mata
(humor berair)
Ketika mata melihat jauh, lensa
mata memipih agar bayangan
benda jatuh tepat di bintik kuning.
Mekanisme
Skema penglihatan
Rangsang cahaya kornea
aqueous humor lensa mata
vitreous humor retina
saraf otak kesan melihat

3/19/17 copyright 2006 42


www.brainybetty.c
Merupakan indra pendengaran sekaligus
keseimbangan.

Telinga (Indra
Pendengaran)
Bagian Penyusun Telinga Fungsi
Telinga luar
a. Pinna Membantu mengkonsentrasikan gelombang suara
b. Saluran auditori
Telinga dalam
a. Membran timpani a. Meneruskan vibrasi ke osikula
(selaput gendang)
b. Tulang martil b. Meneruskan vibrasi/getaran ke jendela oval
Tulang landasan
Tulang sanggurdi
c. Saluran Eutachius c. Menyeimbangkan tekanan udara antara telinga
tengah dan lingkungan

Telinga luar
a. Jendela oval a. Penghubung telinga tengah dengan telinga
b. Jendela melingkar dalam
c. Koklea (rumah siput) b. Sebagai reseptor suara
d. Saluran semisirkuler dan c. Sebagai reseptor untuk gerakan kepala
utrikulus d. Sebagai reseptor gravitasi
e. Membran basiler
f. Organ korti e. Meneruskan vibrasi
f. Tempat terdapatnya sel reseptor berbentuk
g. Membran tektorial rambut
Struktur g. Meneruskan vibrasi ke organ korti

Telinga
Mekanisme pendengran

Getaran suara daun telinga saluran


pendengaran membran timpani tulang
martil tulang landasan tulang sanggurdi
jendela oval cairan koklea ujung saraf
auditori otak persepsi suara .

Telinga (Indra
Pendengaran)
Indra pembau tersusun oleh jaringan
epitel olfaktori dan sel-sel reseptor olfaktori
yang terdapat di rongga hidung bagian atas.
Mekanisme kerja hidung :
Bau dihasilkan dari rangsang kimia yang
berupa gas. Gas masuk ke dalam rongga
hidung, berdifusi ke dalam lapisan mukus
lalu berikatan dengan reseptor pada dendrit.
Gas tersebut akan merangsang sel-sel
olfaktori sehingga impuls dari saraf olfaktori
bergerak menuju ke otak. Impuls tersebut
akan diinterpretasikan sebagai bau.
Hidung (Indra
Pembau)
Permukaan lidah banyak terdapat tonjolan kecil yang
disebut papila. Pada papila lidah terdapat indra
pengecap. Terdapat tiga papil pengecap, yaitu :
a. Papil bentuk benang
merupakan papil peraba dan tersebar di seluruh
permukaan lidah
b. Papil seperti huruf U
tersusun dalam lengkungan yang dilingkari oleh
suatu saluran pada daerah dekat pangkal lidah
c. Papil berbentuk palu
terdapat pada daerah tepi-tepi lidah

Lidah (Indra
Pengecap)
Bagian-bagian lidah :
a. Tepi depan untuk rasa manis
b. Belakang untuk rasa pahit
c. Samping untuk rasa masam
d. Depan untuk rasa asin

Mekanisme kerja lidah :


Makanan yang bercampur dengan air ludah akan
memasuki papil pengecap melalui pori-pori. Hal
tersebut akan merangsang pangkal saraf yang
berbentuk seperti rambut. Selanjutnya, pesan akan
dibawa ke otak dari pangkal saraf, dan akhirnya
diinterpretasikan sebagai rasa.

Lidah (Indra
Pengecap)
Kulit manusia tersusun oleh dua lapisan utama,
yaitu epidermis dan dermis.
Pada dermis kulit mengandung tujuh macam
reseptor, yaitu:
1) Korpuskula Paccini (tekanan)
2) Korpuskula Ruffini (panas)
3) Korpuskula Krause (dingin)
4) Korpuskula Meissner (sentuhan)
5) Lempeng Merkel (sentuhan dan tekanan ringan)
6) Ujung saraf sekeliling rambut (peraba)
7) Ujung saraf tanpa selaput (perasa nyeri)

Kulit (Indra
GANGGUAN pada
sistem koordinasi
1) Amnesia
yaitu ketidakmampuan seseorang untuk
mengingat kejadian masa lampau akibat
goncangan bati atau cidera otak.
2) Stroke
yaitu kerusakan otak akibat tersumbatnya atau
pecahnya pembuluh darah di otak.
3) Neuritis
yaitu radang saraf yang disebabkan oleh
pengaruh fisik seperti tekanan pukulan dan patah
tulang.
4) Transeksi
yaitu kerusakan sebagian atau seluruh segmen
tertentu dari modula spenalis.
Gangguan Pada
Sistem Saraf
1) Gangguan pada mata
a. Miopi
jika bayangan benda jatuh di depan bintik kuning karena
bentuk lensa mata terlalu cembung. Penderita dapat dibantu
dengan kacamata negatif (lensa cekung).
b. Hipermetropi
jika bayangan benda jatuh di belakang bintik kuning karena
bentuk lensa mata terlalu pipih. Penderita dapat dibantu
dengan kacamata negatif (lensa cekung).
c. Astigmatisme
jika bayangan benda tidak fokus pada satu titik karena bentuk
kornea yang tidak rata. Penderita dapat dibantu dengan
kacamata silinder.
d. Presbiopi
jika bayangan benda jatuh di belakang retina karena bentuk
lensa mata terlalu pipih dan daya akomodasi mata terlalu
lemah. Penderita dapat dibantu dengan kacamata rangkap
Gangguan Pada
(lensa positif dan negatif).

Sistem Indra
TERIMA KASIH