Anda di halaman 1dari 25

MINERALOGI

MINERALOGICAL AND CHEMICAL COMPOSITION AND


DISTRIBUTION OF RARE EARTH ELEMENTS IN CLAY-
RICH SEDIMENTS FROM CENTRAL UGANDA

By : Silvia D., Mutiara, Wanda, Susi, Rani,


Silvia W., and Nurma.
KELOMPOK I
MINERALOGI
Ilmu yang mempelajari mineral-mineral yang
berupa unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang
terdapat di alam dan merupakan pembentuk
bagian-bagian padat dari alam semesta
Mineralogi adalah cabang dari geologi.
Kristalograf
Studi tentang kristal, baik bentuk luar maupun struktur

dalam kristal.
Objek studi: unsur-unsur simetri kristal, simbol bidang

kristal, sistem susunan sumbu, bentuk kristal,


perawakan kristal.
Mineral adalah benda padat, homogen yang terdapat di

alam, terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi


kimia pada batas-batas tertentu, dan mempunyai atom-
atom yang tersusun secara teratur.
Sifat Mineral
Perawakan (CRYSTAL HABIT) (a. equant,
b. fibrous, c. b;added, and d prismatic)

Belahan (CLEAVAGE) ( a. two cleavages,


b. three cleavage planes, and c. four
cleavage planes).

Pecahan (FRACTURE) (Conchoidal


fracture, splintery, fibrous fragments,
irregular fractures).
lanjutan
Warna (COLOR)
Cerat (STREAK) : warna bubuk
Kilap (LUSTER) :the manner in which a
mineral reflects light
Lain-lain : keasaman /acid, magnetism,
radioactivity, fluorescence, and
phosphorescence
lanjutan
Kekerasan (HARDNESS)
(1. Talc, 2 Gyps, 3. Calcite, 4. Flourite, 5.
Apatite, 6. Orthoclase, 7. Qurtz, 8.Topaz,
9. Corrundum, 10. Diamond).

Berat Jenis (SPECIFIC GRAVITY)(S.G > 2,9


Heavy minerals, S.G. < 2,9 light
minerals)
KEKERASAN MINERAL
KEKERASAN MINERAL

Kekerasan = 2 mineral dapat digores dengan kuku

Kekerasan = 3 mineral dapat dipotong dengan pisau

Kekerasan =4 mineral agak mudah digores dengan

pisau
Kekerasan = 5 mineral agak sukar digores dengan pisau

Kekerasan = 6 mineral tidak dapat digores dengan pisau


SIFAT DALAM MINERAL
( TENACITY )

SIFAT MINERAL YANG TERGANTUNG PADA


KEKUATAN KOHESI ATOM-ATOM PENYUSUN
MINERAL:

> Malleable > Flexible


> Ductile > Elastis
> Sectile > Brittleness.
MINERAL CLASSIFICATION
a. Native Elements
b. Oxides
c. Sulfides
d. Sulfates
e. Phosphates
f. Carbonates
g. Silicates
MINERAL UTAMA PEMBENTUK
BATUAN

olivine,
pyroxene,
amphibole,
mica,
clay minerals,
feldspar,
quartz,
calcite, and dolomite.
MINERAL ASESORI

MINERAL ASESORI

Chlorite,
garnet,
hematite,
limonite,
magnetite,
pyrite
Tekstur KASAR disebut PHANERITIK (individu kristal dapat
dikenali dan dibedakan)
JIKA KOMPOSISI MINERAL TIDAK DAPAT DIIDENTIFIKASI, MAKA PENENTUAN NAMA BATUAN
DIDASARKAN PADA PRESENTASE MINERAL GELAP (FERROMAGNETIK) YANG ADA DIDALAM
BATUAN
KLASIFIKASI BATUAN ATAS DASAR TEKSTUR
ANALISYS OF JOERNAL
(UGANDA)
METODE SAMPLING
METODE PERCOBAAN
Perilaku elemen selama proses sedimen adalah
kompleks karena faktor termasuk pelapukan,
penyortiran fisik, adsorpsi, asal, diagenesis, dan
metamorphosis .

Semua sedimen memiliki mineral yang sama yakni elemen


diperkaya senyawa Y, Zr, Nb, Hf, Ta,Th, dan U. Unsur-unsur ini
berkaitan dengan mineral berat, seperti zirkon, yang tahan
terhadap cuaca. Istimewanya dipartisi menjadi cair selama
kristalisasi dan anatexis.

Sedimen menunjukkan senyawa Sc, V, Zn, Ni, dan Cr, isinya mirip dengan,
atau bahkan di atas, kelimpahan untuk PAAS. Co, Cu, Rb, Sr, serta Cs, dan
Ba, Umumnya elemen ini terkait dengan mineral tanah liat dan kandungan
kuarsa tinggi di sedimen.
Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Nesbitt et al. ( 1980) dan
Wronkiewicz dan Condie (1987), di mana penulis menyimpulkan bahwa
kation kecil, seperti Na, Ca, dan Sr, secara selektif tercuci dan lapuk
dari pelapukan profl, sedangkan kation dengan jari-jari ion relatif
besar, seperti K, Cs , Rb, dan Ba, dapat diperbaiki dengan pertukaran
preferensial dan adsorpsi pada tanah liat.

REE (rare earth elements) dan luas lapangan yang tinngi dengan
element atau unsur (HFSE, termauk Y, Zr, Ti, Nb, Ta), Th, Sc, Hf, dan
Co yang paling sesuai sebagai sumber determinasi, karena mereka
relatif rendah selama gerakan pelapukan, trasportasi, diagenesis, dan
metamorphosis. Rasio atau jarak dari kedua unsur yang bertentangan
dan tidak bertentangan digunakan untuk membedakan antara sumber
komponen felsic dan mafc.
TERIMAKASIH
MINERALOGI
BY : KELOMPOK II