Anda di halaman 1dari 22

SUMBATAN JALAN

NAPAS ATAS DAN


SUARA PARAU
Oleh:
Dendian Berlia Jelita 15710223
Tri Suci Kiki Nurmayasari 15710234

Dokter Pembimbing:
dr. Aliyah Hidayati Sp.THT-KL
SUMBATAN JALAN NAPAS
ATAS
DEFINISI
Sumbatan jalan napas atas adalah sumbatan
pada saluran napas atas (laring) yang
disebabkan oleh adanya radang, benda asing,
trauma, tumor dan kelumpuhan nervus rekuren
bilateral sehingga ventilasi pada saluran
pernapasan terganggu
ETIOLOGI
1. Kongenital
2. Radang
3. Traumatik
4. Tumor
5. Lain-lain
PATOFISIOLOGI
Obstruksi sering terjadi pada daerah yang secara
anatomis menyempit, seperti hipofaring pada
dasar lidah dan pada pita suara di laring.
Tempat obstruksi jalan nafas dapat di
supraglotis intraglotis dan infraglotis. Juga bisa
dibagi menjadi bagian intra thorak dan
ekstrathorak yang berbeda selama inspirasi dan
ekspirasi.
Stadium Obstruksi Saluran Napas Atas
Jackson membagi sumbatan laring yang progresif
dalam 4 stadium:

Stadium I
Retraksi suprasternal dan stridor. Pasien tampak
tenang

Stadium II
Retraksi suprasternal makin dalam, retraksi
epigastrium. Pasien mulai gelisah.
Stadium III
Retraksi epigastrium, retraksi infraklavikula dan di sela-
sela iga, pasien sangat gelisah dan dispnea.

Stadium IV
Retraksi bertambah jelas, pasien sangat gelisah, sangat
ketakutan dan sianosis, jika keadaan ini berlangsung
terus maka penderita akan kehabisan tenaga, pusat
pernapasan paralitik karena hiperkapnea. Pada keadaan
ini penderita tampaknya tenang dan tertidur, akhirnya
penderita meninggal karena asfiksia.
DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
PENATALAKSANAAN
Pada prinsipnya penanggulangan obstruksi
saluran napas atas diusahakan supaya jalan
napas lancar kembali
1. Tindakan konservatif
2. Tindakan operatif/ resusitasi
SUARA PARAU
Definisi
Hoarseness:
kelainan memproduksi suara ketika berbicara atau ada perubahan nada atau kualitas
suara
Masalah pada bagian pita suara
Disfonia :
Istilah umum untuk setiap gangguan suara yang disebabkan oleh kelainan organ fonasi
terutama laring yang bersifat organik maupun fungsional . Gangguan suara atau
disfonia ini dapat berupa suara parau atau serak yaitu suara terdengar kasar
(roughness) dengan nada lebih rendah dari biasanya, suara lemah (hipofonia), hilang
suara (afonia), suara tegang dan susah keluar (spastik), suara terdiri dari beberapa
nada (diplofonia), nyeri saat bersuara (odinofonia) atau ketidakmampuan mencapai
nada atau intensitas tertentu.
SUARA
PARAU
Etiologi

RADANG NEUROLOGIS TUMOR

BENIGN MALIGNA

PARESIS
LARINGITIS ADUKTOR
LARINGITIS
AKUT
KRONIS
PAPILOMA
NODUL
GRANULOMA
POLIP
Patofisiologi
Selama ekspirasi aliran
udara melewati ruang
glotis

Plika vokalis bergetar

Otot laring memposisikan


plika vokalis (adduksi
berbagai variasi) dan
menegangkn plika vokalis
Kerja otot-otot pernafasan

Tekanan udara subglotis meningkat mencapai puncak sehingga celah glotis


terbuka
*Jika terjadi peradangan terjadi edema saluran nafas bagian bawah sehingga
memerlukan tekanan yang lebih besar untuk membuka glotis

Setelah terjadi pelepasan udara, tekanan subglotis berkurang dan plika


vokalis kembali ke posisi mendekat (adduksi)
*Plika vokalis pada keadaan keradangan mengalami edema, saat adduksi
tidak sempurna, masih terdapat celah
Sehingga vibrasi plika vokalis yang
dihasilkan tidak maksimal

Terbentuk suara yang lemah dan


parau (serak)
Pemeriksaan
Anamnesis
- Menanyakan keluhan utama penderita sekaligus
mendengarkan suara penderita
- Keluhan utama: durasi, hilang-timbul
- Faktor presipitasi: berawal dari ISPA/berteriak terlalu
keras
- Riwayat medis: trauma, pasca operasi, intubasi, dll
- Gejala lain: disfagia, batuk kronis, alergi, sesak napas
- Riwayat pengobatan: yang memberikan ES kekeringan
mukosa, obat jantung, obat hormon
- Riwayat social: merokok, alcohol, vocal misuse/abuse
Vocal abuse
Perilaku atau kejadian yang menyebabkan
trauma pada korda vokalis
- Banyak bicara
- Membersihkan tenggorok
- Batuk
- Menghirup iritan
- Merokok
- Berteriak
Vocal misuse
Penggunaan suara yang salah
- Bicara terlalu keras
- Bicara dengan nada tinggi atau rendah yang
abnormal
Pemeriksaan fisik
Kepala dan leher
Inspeksi : Deviasi trachea, benjolan
Palpasi : Tumor regio coli, kelenjar tiroid,
pergerakan kartilago laring.

Pemeriksaan laring
Pemeriksaan dengan cermin
Laringoskopi kaku/ teleskop/ fleksible
Penatalaksanaan
Terapi konservatif
menghilangkan faktor penyebab seperti stres, merokok, dan
alkohol. Minum banyak air putih dapat mencegah tenggorokan dari
kekeringan.Istirahat berbicara selama dua sampai tiga hari.

Terapi WicaraSpeech therapist memegang peranan penting dalam


memberikan terapi terhadap pasien dengan gangguan pada suara,
misal oleh karena vocal nodule dan kesalahan penggunaan suara.
Penatalaksanaan
Terapi medikamentosa infeksi saluran pernafasan atas seringkali
disebabkan oleh infeksivirus. Tirah baring, pemberian parasetamol
atau larutan aspirin gargle dapat diberikan. Pemberian antibiotik
dianjurkan jika terdapat infeksi bakteri. Nasal spray diberikan pada
pasien dengan inflamasi kronik sinus.Pada pasien dengan
gastroesofageal refluk, dapat diberikan medikasi untuk mengurangi
sekresi asam lambung.

Pembedahan dianjurkan untuk diagnosis (contoh:biopsi) dan


terapi(contoh: mengambil massa tumor dan laser surgery). Operasi
dapat dilakukan dengan fibre optic endoscope dengan anestesi
umum.Pembedahan pada penyebab suara parau non-cancer hanya
diindikasikan jika penatalaksanaan dengan cara lain gagal.
TERIMA KASIH