Anda di halaman 1dari 48

Permainan Daerah

KAMI BERANGGOTAKAN :
1. MIFTAHUL HADI PRATAMA
2. ERFI MARZELI
3. RAFII PUTRA BAKTI
Latar belakang
Di Indonesia sangat banyak seni dan budaya,
contoh salah satunya adalah permainan
daerah. Di makalah ini kami akan membahas
tentag permainan daerah Riau. hampir seluruh
kabupaten yang ada di tanah Riau ini memiliki
generasi penerus yang kurang mencintai serta
menghargai kebudayaan yang ada. Untuk itu
kami kembali memaparkan beberapa
permainan tradisional masyarakat melayu Riau
agar kita bisa lebih mencintai dan menghargai
setiap kebudayaan yang kita miliki.
Permainan Sondok-sondok
Pengertian atau Filosof
Sondok-sondokan adalah
permainan tradisional di Kuansing
tepatnya di Kenegerian Sentajo.
Sondok-sondokan atau cari-carian
merupakan permainan anak-anak
tempo dulu, dimana permainan ini
diangkat dari disebuah desa yang
ada di Kenegerian Sentajo lebih
tepatnya di Koto Sentajo.
Alat yang dibutuhkan
Dalam permainan ini kita
menggunakan Tonggak sebagai alat
bantu utama, dimana tonggak yang
digunakan yaitu Pohon yang ada
disekitaran lokasi permainan,
dimana tonggak yang pakai untuk
permainan tersebut hanya 1 pohon.

Tempat
Ada sebuah tiang (sebuah pohon)
dan tempat persembunyian
biasanya berkisar 250 M, dalam
penetapan batas ini tidak terfokus
pada jauhnya jarak, namun
biasanya ditentukan dengan
menunjuk pada objek-objek
tertentu seperti jalan, rumah
penduduk, Pinggir Sawah dan
Pemain

Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan


dulu penetapan kawan dan lawan masing-
masing, dimana terdapat dua regu, yaitu regu
kalah dan regu menang. Satu regu yang kalah
hanya terdiri dari 2 (dua) orang, dalam
pembagian kawan ini bisa ditentukan secara
langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan
cara undian, walaupun permainan dimalam hari
pesertanya bukan saja laki-laki namun
perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut
serta, jumlah regu yang menang tidak terbatas,
sebab dalam hal ini tergantung berapa
jumlah yang ingin ikut bermain, idealnya
dalam permainan paling sedikit sekitar
14 orang, semakin banyak yang ikut
bermain dalam permainan ini semakin
seru dalam pelaksanaannya.
Keahlian Khusus

Sebenarnya tidak ada keahlian khusus


yang harus dimiliki oleh setiap pemain.
Hanya saja sebagai regu yang menang,
kita harus pandai pandai dalam
memilih tempat persembunyian
sehingga regu yang kalah sulit
menemukan letak persembunyian kita.
Cara Bermain
Saatnya permainan dimulai, tapi sebelum
permainan dimulai tentu ada yang kalah,
dimana yang kalahlah yang akan mencari
orang yang ber sembunyi nanti, dalam
penentuan regu kalah biasanya yang lazim
dilakukan dengan cara sit jari, dimana salah
seorang dari masing-masing regu
mengadakan sit jari secara bersama-sama.
Setelah satu regu yang kalah telah diketahui
barulah dimulai permainan sondok sondok an
tonggak bantuan tersebut.
Awal permainan ini dimulai dimana
regu (2 orang) yang kalah dengan
memejamkan/menutup mata sambil
menghadap kearah tonggak, kemudian
pemenang sambil berlari mencari
persembunyian, sambil berlari biasanya
salah satu atau beberapa peserta
sambil mengucapkan olun-olun(belum -
belum) berarti waktu yang kalah untuk
membuka mata belum selesai. Lalu
bagaimana isyarat bagi yang kalah
bahwa satiap peserta betul-betul telah
biasanya isyarat bagi regu yang
kalah saatnya untuk membuka
mata yaitu setelah tidak ada lagi
terdengar suara peserta yang
mau bersembunyi, dimana saat
kondisi seperti itulah yang kalah
untuk membuka matanya
Apabila semua telah bersembunyi
suasana dalam keheningan akan terasa
pada saat itu, dua orang yang kalah tadi
bersiap untuk mencari setiap peserta
permainan, dalam pencarian kedua
peserta yang kalah tersebut harus
berpencar atau berpisah arah, ini
dilakukan agar lebih konsentrasi dalam
pencarian, selama dalam pencarian inilah
tonggak tidak boleh di pegang oleh
peserta yang menang,
kalau ada salah seorang yang
memegang tonggak tersebut maka
dengan kawan satu regu akan
menjadi pihak yang kalah, tapi
biasanya jarang terjadi hal tersebut
sebab semua peserta berusaha
mencari lokasi yang sulit dan kalau
bisa berada pada lokasi terjauh dari
tonggak.
Pencarian yang dilakukan memang penuh
dengan tantangan sebab peserta yang
kalah tersebut harus berjalan sendiri-
sendiri dalam menyusuri setiap arena,
sampai memanjat Pelak sekalipun harus
dilakukan karena setiap pelak biasanya
dipagar, setiap medan harus ditelusuri
dengan cara diam-diam, kalau bersuara
dalam pencarian akan diketahui oleh
peserta yang sedang bersembunyi,
biasanya peserta yang kalah harus
berusaha datang dari belakang
peserta yang sedang bersembunyi
tersebut, kalau datang dari depan
maka akan ketahuan sehingga yang
bersembunyi dengan diam-diam juga
bersiap untuk berpindah ketempat
lain, cara berpindahnya pun harus
penuh kejelian dan kehati-hatian
sebab kalau tidak di keheningan
suara sekecil apapun terkadang bisa
Berbagai cara untuk bersembunyi
merupakan sudah menjadi hal biasa
dilakukan oleh peserta yang menang,
mulai dari berdiri, jongkok, maupun
sambil tiarap. Ini tergantung pada
kondisi yang ada, lalu kapan peserta
menyerah dalam pencarian? Peserta
menyerah dalam pencarian biasanya
setelah keliatan oleh peserta yang
kalah, sambil menyebut nama salah
maka yang menang tadi akan
keluar pertanda
persembunyiannya telah berakhir,
biasanya kalau sipencari atau
yang kalah berpapasan langsung
dengan yang bersembunyi pasti
orangnya langsung diketahui,
namun jika yang sedang dicari
agak berjarak tentu akan samar-
maka dalam hal seperti ini peserta yang
kalah biasanya menandai ciri-ciri dari
peserta sebelum bersembunyi, mulai dari
warna celana, warna baju bahkan postur
tubuh, kalau peserta yang sedang dicari
hanya sedikit terlihat lalu lari, biasanya
sipencari menyebut nama peserta
dimaksud dengan cara berulang-ulang,
kenapa demikian? Biasanya yang menang
tidak akan menyerah begitu saja namun
kejujuran para peserta sangat kelihatan
dan tidak akan membela diri secara
Peserta yang kalah harus mencari
sebanyak mungkin semua peserta
yang menang kalau bisa semuanya
ditemukan, sebab kalau tidak akan
menjadi rumit, misalnya yang ada 18
orang, setelah didapat peserta yang
bersembunyi yang kalah harus
kembali ke tonggak untuk memegang
tonggak sambil menyebut nama
peserta yang telah didapat, setelah
salah satu diantara mereka harus
menjaga tonggak, jangan sampai
orang yang belum dapat atau
ditemui memberi bantuan dengan
memegang tonggak, jika ini
terjadi maka permainan harus di
ulang dan yang kalah tidak akan
berubah.
sembil mendekat mereka harus
melakukan dengan berhati-hati, sebab
kalau tidak 1 orang yang mencari
akan terus mengintai dan yang 1 lagi
menjaga tonggak pun selalu waspada,
pandangan dan gerakan sipenjaga
tonggak harus liar dan tidak boleh
lalai sebab peserta yang masih
bersembunyi akan selalu memberikan
bantuan dari segala sisi.
Jarangnya terjadi semua peserta
ditemuai pada pencarian besama (kedua
orang yang kalah) baru memegang
tonggak, ini dikarenakan pencarian yang
lama dan permainan akan
membosankan, namun apabila seberapa
dapat segera dilakukan pemegangan
tonggak maka permainan akan
memberikan warna yang menghibur
peserta yang telah dapat harus
sportif dan tidak boleh ikut
berkeliaran di arena tonggak
bantuan tersebut, sebab akan
mengganggu peserta yang
sedang kalah dalam
pencariannya.
Durasi waktu 3 atau 4 jam
permainan, yang kalah bisa saling
bergantian dan bisa juga selama 3
atau 4 jam tersebut hanya satu regu
saja yang merasakan posisi
kekalahan, hal ini tergantung situasi
dan kondisi terkadang pencarian bisa
cepat terselesaikan. Kalau nasib lagi
baik yang kalah biasanya sebentar
memerlukan waktu dalam pencarian
tersebut,
namun apabila kurang beruntung
nikmatilah kekalahan itu sampai
berhentinya permainan dan bahkan
masih banyak peserta yang belum di
temui ketika permainan itu selesai,
ketika permainan harus dihentikan
karena malam sudah larut, biasanya
himbauan untuk berhenti disampaikan
oleh peserta yang ada disekitar tonggak.
Hal-hal yang unik terkadang ada terjadi
dalam permainan sondok-sondok an ini,
karena peserta yang tersisa terkadang
sangat sulit untuk dicari atau ditemui,
seharusnya mereka yang masih
bersembunyi memberikan bantuan pada
teman yang sudah dapat, malah berada
pada tempat-tempat yang tidak disangka
dan terkadang melanggar atauran
permainan,
seperti misalnya melewati batas,
manjat pohon dan makan pulang
keasrama. Dalam hal melewati
batas yang tentu melanggar
kesepakatan biasanya sulit
untuk di ketahui oleh peserta
lain selama permainan.
Sedangkan manjat pohon dan pulang
makan tidak masuk dalam aturan
pelanggaran. Hal-hal seperti ini biasanya
dilakukan oleh orang-orang tertentu dan
tidak akan menjadi masalah besar dalam
permainan ini. Kelakuan peserta seperti
itu baru biasa diketahui esok harinya oleh
1 atau 2 orang, biasanya diketahui dari
mulut orang berbuat hal-hal tersebut.
Nilai Budaya
Nilai nilai yang bisa diambil dari
permainan sondok-sondok an/cari-carian
yang harus ditanamkan sejak dini antara
lain :
Keberanian dalam kemandirian
Kejujuran dalam aktifitas
Silahtuhrahmi antar peserta selalu
terjalin
Permainan lu lu cina buta

Permainan lu lu cina buta dimainkan


oleh anak-anak di Tembilahan,
Indragiri Hilir. Lu lu cina buta dapat
dimainkan seluruh anggota
masyarakat tanpa membeda-
bedakan asal-usul orang tuanya.
Permainan ini berupa permainan
hiburan baik terhadap penonton
maupun sesama pemain.
Ada dua penafsiran orang Melayu
tentang perkataan lu lu Cina buta,
yaitu cina buta dalam arti
sebenarnya yaitu seorang Cina yang
buta matanya. Penafsiran lain, orang
Cina yang kawin pada perempuan
Islam yang bercerai "talak tiga" yang
ingin rujuk kembali dengan suaminya
Perkawinan sementara ini untuk orang
biasa walaupun ia diupah untuk
melaksanakan hal tersebut tetap
ditolaknya, maka orang Cina
tersebut mau masuk Islam dan
kawin sementara walaupun
pekerjaannya ini menjadi buah mulut
orang sekampung, ia tak peduli.
Itulah sebabnya maka kisah orang Cina itu
menjadi lelucon masyarakat yang cukup
populer, hingga tersebarlah kata-kata
Cina buta tersebut dan akhirnya menjadi
sebuah nyanyian masyarakat terutama
anak-anak dan menjadi lagu pengiring
permainan lu lu Cina, dengan syair :
Lu lu Cina Buta
Lu banyak tai mata
Lu berjalan teraba-raba
Lalu terantuk janda tua. (Dalam hal
ini syair janda, selalu ditukar-tukar
menjadi nyonya dan kuda.)
Jalannya permainan
Jumlah pemain adalah 10 sampai 30 orang yang
berusia 7 sampai 10 tahun oleh perempuan dan
laki-laki (campuran). Pertama-tama seluruh
pemain melakukan undian dengan sut yaitu
untuk pemeran Cina Buta oleh pemain yang
kalah undian dan pemenang sebagai orang yang
akan ditebak. Yang menang beramai-ramai
membuat lingkaran dengan cara berpegangan
tangan, kemudian yang kalah mukanya ditutup
saputangan berdiri di tengah-tengah para
pemain dalam keadaan mala tersimpul.
Permainan dimulai, di mana pihak yang
menang jalan keliling sambil melingkar
menyanyi bersama-sama "lu lu cina
buia" (seperti syair di atas). Selesai
menyanyi, pemain duduk mencakung
dalam posisi menghadap pusat
lingkaran.
Kemudian Cina Buta akan meraba-raba para
pemain dan menerka nama pemain tersebut.
Bila Cina Buta dapat berhasil menerka nama
pemain yang diraba, maka pemeran Cina
buta akan diganti oleh pemain yang diterka
tersebut, dan bila 3 kali berturut-turut Cina
Buta tidak berhasil menerka nama pemain
maka permainan dinyatakan selesai dan
dapat diulang kembali dari permainan awal
dengan melakukan undian.
Permainan kacipuong
Permainan ini adalah permainan anak Kampar
kiri, dan permainan ini adalah perpaduan
dari 2 permainan yaitu : permainan sepak
bola dan Permainan sondok-sondok. Dengan
perpaduan ini akan menambah
keterampilan anak anak yang memainkan
nya. Karena dengan menendang semakin
jauh bola, mereka dapat berlari lebih jauh
dan dapat mengasah otak anak-anak yang
memainkan permainan ini.
Alat dan perlengkapan

Dalam permainan ini alat perllengkapan


yang di gunakan adalah sebuah bola
cara memainkan
Peserta dalam permainan ini sebanyak 5
10 orang, lalu di undi siapa yang akan
menjadi pencari. Jika sudah dapat, maka
selanjutnya ditentukan penendang bola
yang terletak di depan pencari yang
berdiri sejauh 10 meter di depan bola.
Setelah ditendang, pencari mengambil
bola yang telah ditendang tadi dan
meletakan bola ketempat semula.
Setelah itu pencari mulai mencari yang
sembunyi, jiika terlihat orangnya maka
pencari tadi meloncati bola dan berkata
nama yang bersembunyi, KACIPUONG
dengan lantang.
Yang akan menjadi pencari berikutnya
adalah yang pertama kali diketahui
keberadaannya oleh pencari. Untuk
menyelamatkan yang sudah dapat, yaitu
dengan cara menendang bola tadi oleh
yang belum diketahui keberadaannya.
Nilai- nilai yang
terkandung
Kekompakan
keterampilan