Anda di halaman 1dari 11

PENDEKATAN SUPERVISI

Dosen pengampu:
Siti Ratnawati, M. Pd.i

Oleh:
A. Marzuqi
Anggi Dwi Prasetyo
Fitria Rafika Duri
Ida Nur Afiyatun Nisa

KELOMPOK 5
SEMESTER 5 C
PENDEKATAN SUPERVISI
PENDIDIKAN
Glickman (1982) menyatakan : teachers vary
according to such characteristics as temperament,
motivation, energy, and planning
Setiap guru harus diperhatikan sebagai individu
dan diperlakukan sesuai dengan pendekatan
Pendekatan
supervisi Menurut
yang diperlakukannya.Pendekatan
Glickman: Alternatif :

Direktif Humanistik

Non direktif Kompetensi

Kolaborasi Klinis

Profesional
PENDEKATAN DIREKTIF

Pendekatan direktif adalah cara


pendekatan terhadap permasalahan
yang bersifat langsung.
Dilaksanakan pada guru yang memiliki
derajat abstraksi dan komitmen yang
rendah (guru drop out).
Supervisor banyak mengarahkan guru.
Kegiatannya menginformasikan,
mengarahkan, menjadi model,
menetapkan patokan tingkah laku, dan
menilai serta menggunakan insentif
PENDEKATAN NON DIREKTIF

Pendekatan nondirektif dilaksanakan pada


guru
yang memiliki derajat abstraksi tinggi dan juga
derajat komitmen tinggi (guru profesional).

Kegiatan supervisor adalah mendengarkan,


memperhatikan dan mendiskusikan dengan
guru,
membangkitkan kesadaran sendiri, bertanya,
dan
mengklarifikasi pengalaman guru.
PENDEKATAN KOLABORASI

Pendekata
n Direktif

Pendekat
an
Kolabora
si
Pendekat
an Non
Direktif

Perilaku supervisor:
menyajikan,
menjelaskan,
mendengarkan,
KUADRAN KATEGORI GURU
(MENURUT GLICKMAN)
Glickman (1981) mengemukakan, setiap guru memiliki dua
kemampuan dasar yaitu berfikir abstrak dan komitmen.
Dua kemampuan ini menentukan jenis pendekatan supervisi
yang akan diterapkan.
Pendekatan Humanistik
guru bukan semata-mata alat untuk peningkatan
mutu
guru bukan input mekanistik yang bersifat
kebendaan
guru sebagai pribadi yang utuh.

Tugas supervisor secara umum:


membangkitkan semangat kerja, kepuasan kerja
memperhatikan hubungan antarpersonal
menghayati dan menghargai kepribadian,
martabat manusia
memperhatikan kesukarelaan, keikutsertaan
Pendekatan Kompetensi
Guru harus memiliki kompetensi
tertentu
Tujuan supervisi membentuk kompetensi
minimal yang harus dikuasai guru
Tugas supervisor:
Menciptakan situasi atau lingkungan
yang
terstruktur
Pendekatan Klinis
Proses belajar guru bersifat individual
Guru perlu mendapat perhatian secara
individual
Mengkombinasikan target dan
pertumbuhan pribadi
Bantuan kepada guru lewat pertemuan
langsung dan individual
Bantuan dikonsentrasikan pada proses
pembelajaran
Pendekatan Profesional
Pembinaan/supervisi diarahkan pada
peningkatan kemampuan profesional guru
Pengembangan profesi, bakat guru, dan
memanfaatkannya untuk kemajuan
pendidikan
Membina agar guru dapat memimpin dirinya
sendiri, percaya kepada sumber-sumber
pendidikan yang diperoleh sendiri
Hubungan antara guru, kepala sekolah, dan
supervisor baik
Pembinaan dilakukan oleh kepala sekolah,
pengawas, dan teman sejawat
Sebenarnya tidak ada satupun orientasi
perilaku supervisi pengajaran
(pendekatan supervisi pendidikan)
yang efektif
untuk semua guru.
Hal ini sangat ditentukan (tergantung)
oleh karakteristik guru....
Sergiovanni (1987) dan Daresh (1989)

T E R I M A K A S I H