Anda di halaman 1dari 31

Oleh:

Welli Marlisa 14174034


Dini Syarif 14174012
Yeni Putri 14174062
JUST-IN-TIME ( JIT )
Yunani
EPISTEMOLOGI

Episteme Pengetahuan yang


benar

Logos Ilmu atau teori

teori ilmu pengetahuan.


Sebagai cabang filsafat epistemologi menyelidiki
asal, sifat, metode, dan bahasan ilmu pengetahuan
manusia.
Epistemologi sebagai teori pengetahuan,
membahas secara mendalam segenap proses yang
terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh
pengetahuan. Sebab pengetahuan didapat melalui
proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan
(Suriasumantri, 1984:9).
Pengetahuan apa yang kita
ketahui

Menurut Jujun Suriasumantri (2010),


pengetahuan pada hakikatnya merupakan
segenap apa yang kita ketahui tentang suatu
objek tertentu., termasuk ke dalamnya ilmu. .
Ilmu merupakan bagian dari
pengetahuan lainnya seperti seni dan
agama.
Pengetahuan

ilmu

Ilmu adalah pengetahuan, tetapi tidak semua


pengetahuan adalah tergolong ilmu pengetahuan.
Untuk apa pengetahuan?

Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk


menjawab permasalahan kehidupan yang sehari-hari
dihadapi manusia. Pemecahan ini pada dasarnya yaitu
dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. Untuk
bisa meramal dan mengontrol sesuatu, maka kita harus
menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu.
empirisme

Aliran ini beranggapan bahwa pengetahuan diperoleh


melalui pengalaman empiris.
rasionalis
me

Aliran ini mengatakan bahwa dasar kepastian dan


kebenaran pengetahuan yaitu selain terbukti secara
empiris dia harus didukung oleh fakta empiris.
intuisi

Dengan intuisi manusia dapat memperoleh pengetahuan


secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu
wahyu

Hal ini identik dengan agama atau kepercayaan yang


sifatnya mistis, yang merupakan pengetahuan yang
bersumber melalui hamba-hambaNya yang terpilih
otorita
s

Kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan


diakui oleh kelompoknya.
Ilmu Pengetahuan
Pengetahuan ilmiah

cabang pengetahuan yang memiliki


ciri-ciri tertentu (Suriasumantri:33)

ilmu (ilmu pengetahuan) adalah akumulasi ilmu


pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan
sebab akibat) dari suatu objek menurut metode-
metode tertentu yang merupakan suatu kesatuan
sistematis (Jalaluddin, 2013:144).
Savior pour prevoir
Mengetahui supaya siap untuk
bertindak
METODE
ILMIAH

Menurut Suriasumantri (2010:119) metode ilmiah


merupakan prosedur dalam mendapatkan
pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu
merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat
metode ilmiah. Tidak semua pengetahuan dapat
disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan
yang cara mendapatkannnya harus memenuhi
syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang harus
dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu
tercantum dalam apa yang dinamakan dengan
metode ilmiah.
Berfikir Deduktif
1 Berfikir Deduktif

Berfikir deduktif adalah cara berfikir yang ditangkap


atau diambil dari pernyataan yang bersifat umum
lalu di tarik kesimpulan yang bersifat khusus.

contoh: jika penawaran besar, harga akan turun


atau karena penawaran beras besar, maka harga
beras akan turun.
2

Berfikir
Induktif

Berfikir induktif adalah metode yang


digunakan dalam berfikir dengan bertolok
dari hal-hal khusus ke umum

Contoh: logan yang dipanasi akan


mengembang, bertolok dari teori ini
kita akan tahu bahwa logam lain yang
jika dipanasi juga akan mengembang.
Tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah

Penyusuna
n Perumusa
Perumu kerangka
san berpikir
n
Masalah dalam Hipotesis
pengajuan
hipotesis

Penguj
Penarikan ian
kesimpulan hipote
sis
Keterbatasan Metode Ilmiah
1. Bersifat sementara.
2. Sulit untuk memilih fakta yang benar-benar berkaitan dengan
masalah yang akan di pecahkan.
3. Metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat
inmateri (ghaib), di karenakan tidak adanya wujud, ukuran dan
timbangan yang jelas.
4. Terlalu bergantung pada objek yang ada.
5. Metode ilmiah akan berubah bila objek yang di amati telah berubah.
Sebagai contoh, ilmuan mangatakan bahwa suhu diatas puncak
merapi adalah 35 derajat c, namun apa yang di kemukan oleh ilmuan
akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu.
6. Kurang valid, karena tidak semua hasil dari metode atau penelitian di
suatu daerah akan bisa di terapkan untuk daerah lain.
7. Membutuhkan waktu yang lama, karena penelitian di lakukan secara
berulang.
8. Membutuhkan biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian
memerlukan alat bantu berupa peralatan yang menggunakan
teknologi canggih.
9. Dapat terhapus atau tidak dipakai bila terbukti di temukan kesalahan
dan bila muncul teori lain yang di anggap lebih berguna.
10.Cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio.
(http:www.sine briller IAD Metode Ilmiah.htm, diakses Jumat 04
Cuplikan Video
Video pemenuan
BBM dari tumbuhan
Eceng gondok

Analisis
Bahan Bakar Minyak (BBM) berasal dari minyak
bumi. Semakin banyaknya manusia yang
menggunakan BBM maka persediaan BBM pun
semakin sedikit. BBM pun menjadi langka
sehingga harga BBM pun melonjak naik. Keadaan
tersebut membuat manusia mulai berpikir
bagaimana harus mendapatkan BBM dengan
alternatif lain. Di Sidoarjo, Jawa Timur, Bambang
seorang warga yang menemukan alternatif lain
untuk mendapatkan BBM yaitu dengan
menggunakan Eceng gondok. Eceng gondok
diolah sehingga menjadi BBM. Hasil temuan
Bambang beserta keempat temannya itu tidak
hanya dapat membantu masyarakat dari
kelangkaan, tetapi juga dapat menghemat biaya
kehidupan.
Hubungan Antara Filsafat, Agama Dan Sains

Suatu bagian dari proses


Filsafat pendidikan alamiah dan
makhluk yang berfikir.
2 Agama

Agama merupakan ajaran, sistem


yang mengatur tata keimanan
(kepercayaan) dan peribadatan
kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta
tata kaidah yang berhubungan
dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya (KBBI,
2000).
3

Ilmu Pengetahuan atau


Sains

Ilmu pengetahuan atau sains menurut


Maksum(dalam Latif, 2014:89)
merupakan himpunan informasi yang
berupa pengetahuan ilmiah tentang
gejala yang dapat dilihat, dirasakan,
atau dialami. Gejala ini dapat berupa
gejala alam seperti angin, air, gempa
bumi, ombak, gerak dan benda.
Jadi Hubungan
Hubungan Antara
Antara Filsafat,
Filsafat, Agama
Agama Dan
Dan Sains
Sains

Manusia adalah makhluk pencari kebenaran. Ada tiga jalan


untuk mencari, menghampiri dan menemukan kebenaran,
yaitu: ilmu, filsafat dan agama. Ketiga cara ini mempunyai
cara-cara tersendiri dalam mencari, menghampiri dan
menemukan kebenaran. Baik ilmu, filsafat dan agama
bertujuan sekurang-kurangnya berusaha berurusan dengan
hal yang sama, yaitu kebenaran. Ilmu pengetahuan dengan
metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam dan
manusia. Filsafat dengan wataknya sendiri yang menghampiri
kebenaran, baik tentang alam maupun tentang manusia (yang
belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu, karena diluar atau
di atas batas jangkauannya), ataupun tentang Tuhan.
Sedangkan agama dengan karakteristiknya memberikan
jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan
manusia ataupun tentang Tuhan.
Pada prinsipnya antara ilmu, filsafat, dan agama
mempunyai hubungan yang erat dan saling terkait antara
satu dan lainnya. Di mana ketiganya memiliki kekuatan
daya gerak dan refleksi yang berasal dari manusia. Dalam
diri manusia terdapat daya yang menggerakkan ilmu,
filsafat, dan agama yaitu melalui akal pikir, rasa, dan
keyakinan. Akal pikiran manusia sebagai daya gerak dan
berkembangnya ilmu dan filsafat. Sedangkan keyakinan
menjadi daya gerak agama. Ilmu diperoleh melalui akal
pikiran manusia dari pengalaman (empiris) dan indera
(riset). Filsafat mendasarkan pada otoritas akal murni
secara bebas, sedangkan agama mendasarkan diri pada
otoritas wahyu. Walau demikian baik ilmu, filsafat, maupun
agama juga mempunyai hubungan lain. Yaitu ketiganya
dapat digunakan untuk memecahkan masalah pada
manusia. Karena setiap masalah yang di hadapi oleh
manusia sangat bermcam-macam. Ada persoalan yang
tidak dapat diselesaikan dengan agama seperti contohnya
cara kerja mesin yang dapat dipecahkan oleh ilmu
pengetahuan.
Albert Einstein mengatakan dengan singkat
science with out is blind, religion with out
science is blame Ilmu tanpa agama buta,
agama tanpa ilmu lumpuh.