Anda di halaman 1dari 20

Deep Vein Trombosis

ANGIE
102012267
Skenario 1
Seorang laki-laki usia 65 tahun yang
sedang dirawat di ruang rawat inap
dikonsulkan dengan keluhan betis
kirinya sakit disertai bengkak dan
kemerahan sejak 4 jam yang lalu.
Pasien tersebut sudah 2 hari dirawat
setelah menjalani operasi
penggantian sendi panggul kiri 2 hari
yang lalu.
Anamnesis
Identitas pasien
Keluhan utama
Keluhan penyerta
RPS
RPD
RPK Identitas : laki-laki 65 th

KU : keluhan betis kirinya sakit disertai


Riwayat pribadi bengkak dan kemerahan
Riwayat sosial Riwayat operasi penggantian sendi
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran Umum : Compos Mentis
TTV : Dalam batas normal

pembengkakan pada betis?


Edema?
Kemerahan?
Nyeri tekan pada tungkai?
Apakah terjadi dilatasi vena superficialis?
Pemeriksaan Penunjang
1. Venograf
Gold standard untuk DVT

Prinsip pemeriksaan -> menyuntikan zat


kontras ke dalam pd daerah dorsum pedis
dan akan terlihat jelas gambaran sistem
vena di betis, paha, inguinal sampai ke
proksimal ke vena iliaca.
Pemeriksaan Penunjang

2. Tes D-Dimer

Untuk mengukur kadar D-Dimer darah.


Peningkatan D-Dimer -> indikator adanya
trombosis yang aktif
Pemeriksaan ini sensitif, tetapi tidak
spesifik, lebih berperan untuk
menyingkirkan adanya trombosis jika
hasilnya negatif.
Pemeriksaan ini mempunyai sensitivitas
93%, spesivitas 77%.
Pemeriksaan Penunjang
3. Ultra sonograf (USG) Doppler
Menggunakan gelombang suara untuk
membentuk gambaran aliran darah melalui
pembuluh darah arteri dan pembuluh darah
vena pada tungkai yang terkena.
Pemeriksaan ini memberikan hasil sensitivitas
60,6% dan spesivitas 93,9%.
Working Diagnosis
Deep Vein Trombosis

suatu pembentukan
bekuan darah
(trombus) dalam vena
bagian dalam
Differential Diagnosis
Sign and Deep Vein Peripheral Superfcal
Simptoms Thrombosis Arterial Trombophlebiti
Desease s
Nyeri + + saat istirahat Nyeri vena
dan membaik disertai nyeri
ketika berubah tekan
posisi
Bengkak + +
Perubahan warna 17% -20% Kemerahan dan
kulit berubah pucat panas
dan kadang
bewarna ungu
Sindroma post- +
trombosis
Aterosklerosis +
Perubahan Gaya +
Berjalan
Klaudikasio +
Etiologi
Melambatnya aliran darah
penggumpalan

Ciderah pembuluh darah trauma


atau pembedahan mengaktifasi
sistem pembekuan.

sirkulasi yang tidak baik pada vena


dalam

berbagai kondisi yang meningkatkan


factor pembekuan darah.
Epidemiologi

Amerika Serikat
Trombosis penyebab utama
kematian

Angka kejadian DVT yang Pada usia > 70 tahun


baru bekisar 50 per 100.000 diperkirakan 200 per
penduduk 100.000 penduduk
Patofisiologi
Trias Virchow
1. Statis vena
Aliran darah vena cenderung lambat, terjadi statis pada
daerah-daerah yang mengalami immobilisasi dalam waktu yang
cukup lama.
Ex: pada pasien stroke, Obesitas dan varices
2. Hiperkoagulabilitas
Keadaan normal : keseimbangan sistem pembekuan darah dan
fibrinolisis.
Trombosis : meningkatkan aktifitas pembekuan darah atau aktifitas
fibrinolisis menurun
3. Kerusakan Dinding Vena
Trauma
Ex: operasi dalam bidang ortopedi dan trauma pada bagian panggul
dan tungkai bawah
Gejala Klinis
Eritema dan rasa hangat
pada tungkai yang terkena

Bengkak disertai nyeri tekan

Vena yang mengalami


thrombosis mungkin teraba
Faktor Resiko

Umur, obesitas, kehamilan,


penyakit jantung, stroke,
keganasan

Operasi mayor, operasi


ortopedi

Duduk atau berbaring terlalu


lama
Komplikasi
Emboli paru

Sindrom pasca
trombotik
Penatalaksanaan
Medikamentosa Non-medikamentosa
Elevasi ektremitas diatas level
1. Antikoagulan save dan efektif jantung untuk mengurangi edema
- Heparin standar 100 iu/KgBB Pemasangan stoking kompresi
- Warfarin 6-10 mg elastis

2. Trombolisis seperti streptokinase

3. Antiagregasi trombosit
Jika ada indikasi : sindrom anti
fosfolipid (APS)
Aspirin 80-320 mg
Pencegahan

Antikoagulan

Mobilisasi dini
pasca operasi
Prognosis
Baik
Kesimpulan
Deep vein trombosis adalah suatu
pembentukan bekuan darah (trombus)
pada vena dalam. Terjadinya trombosis
vena dalam karena trauma atau
pembedahan, sirkulasi yang tidak baik
pada vena dalam, dan berbagai kondisi
yang meningkatkan factor pembekuan
darah. Pencegahan dapat dilakukan baik
secara mekanis maupun dengan
diberikan obat.
TERIMA KASIH