Anda di halaman 1dari 7

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Tradisi, Praktek, & Kebijakan Ekonomi Rasulullah SAW


Dosen: Anto Apriyanto. M.E.I
Oleh:
Saefudin Zuhrii
Sukron Tohir
Situasi dan Kondisi Perekonomian Arab Pra-
Islam

Ditinjau dari tempoat tinggalnya, orang arab terbagi


dalam dua wilayah, yaitu Arab Badui (Kampung) dan
hadhari (Perkotaan)
Dari sini nampaklah perbedaan sumber kehidupan di
antara mereka. Orang Arab Badui menguntungan
sumber kehidupannya dari berternak. Mereka
berpindah-pindah mengirim ternak menuju daerah
yang sedang mengalami musim hujan atau padang
rumput. Mereka mengonsumsin daging dan susu hasil
ternaknya, membuat pakaian, kemah, dan perabot
dari wol serta menjualnya jika keperluan pribadi dan
keluarganya sudah terpenuhi. Kekayaan mereka
terlihat dari banyaknya hewan ternak yang dimiliki.
Praktik Ekonomi Masa Nabi Muhammad saw

Dalam melakukanusaha dagangnya, Muhammad


SAW menggunkan modal orang lain yang berasal
dari janda kaya dan anak yatim yang tidak
mampu menjalankan modalnya sendiri.
Darimengelola modal tersebut ia mendapat upah
atau bagi hassil sebagai mitra. Kepiawaian dalam
berdagang yang disertai dengan reputasi dan
integritas yang baik Muhammad dijuluki Al-
amindan Ash Siddiq oleh penduduk mekah yang
berimplikasi pada semakin banyaknya
kesempatan berdagang dengan modal orang
lain.
Pendirian Baitul Maal

Kekayaan negara berasal dari rakyat, disalurkan


untuk kepentingan rakyat, bukan unuk
pejabatnya. Baitul maal sudah dikenal sejak
tahun ke-2 hijiriah pemerintahan Islam di
Madinah. Berdirinya lembaga ini diawali dengan
cekcok para sahabat nabi SAW dalam pembagian
harta rampasan perang Badar. Maka turunlah
Surah al-anfal (8) ayat 41 ketahuilah,
sesungguhnya apa saja yang kamu peroleh
sebagai rampasan perang, sesungguhnya
seperlima untuk Allah, Rasul,kerabat Rasul, anak-
anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil.
Uang pada masa Rasulullah SAW sampai
masa Kekhalifahan islam

Bangsa arab di hejaz pada masa jahiliyah


tidak memiliki mata uang sendiri. Mereka
menggunakan mata uang yang mereka
peroleh berupa Dinar emas Hercules,
byzantium dab Dirham perak Dinasti
Sasanid dari Iraq, dan sebagian mata
uang bangsa Himyar, yaman. Penduduk
Mekah tidak memperjual belikan kecuali
emas yang tidak ditempa dan tidak
menerimanya kecuali ukuran timbangan.
Kebijakan Fiskal & Moneter Rasul

A) Kebijakan Fiskal
Kebiujakan Fiskal negara pada dasarnya dilihat melalui
variabel anggaran negara. Dari variabel ini terlihat
bagaimana negara mengatur arus dana yang ada dalam
pemerintahan dalam rangka menjalankan fungsinya, yaitu
melaksanakan program-program pembangunan.
Membangun masjid sebagai islamic Centre
Menjalin ukhuwah islamiyah antara kaum muhajirin
denngan kaum anshar
Menjalin kedamaian dalam negara
Mengeluarkan hak dan kewajiban bagi warga negara
Membuat konstitusi negara
Menyusun sistem pertahanan negara
Meletakkan dasar-dasar keuangan negara
B).Kebijakan Moneter Rasul
Jiika permintaan uang mengalami kenaikan, maka uang
akan diimpor. Jika permintaan uang mengalami
penurunan maka komoditas akan diimpor. Namun pada
masa itu jika terjadi kelebihan uang yang beredar di
masyarakat relatif tidak akan terjadi imflasi.
Larangan menimbun emas dan perak. Fiorman allah SWT:
Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan
tidak mengimflikassikan di jalan allah maka berikanlah
kabar gembiira mereka dengan azab yang pedih
Mengaitkan keduanya dengan hukum-hukum tertentu
yang bersifat permanen dan tidak akan berubah.