Anda di halaman 1dari 26

MENINGITIS

Pembimbing
dr. Hadi Soeprapto, M.Kes, Sp.S
Penulis
Flavianus R.L.Wayan (11 2015 022)
Danny sumargo (11 2015 209 )
Anatomi Meningens
Otak dilindungi oleh
tulang tengkorak
serta dibungkus
membran jaringan
ikat yang disebut
meninges.

Meningens :
Duramater
Arachnoidmater
Piamater
Liquor Cerebro Spinal (LCS)

Menjaga agar otak dan


Cairan yang mengelilingi spinal cord tetap basah
sehingga memungkinkan
ruang subarakhnoid sekitar pertukaran zat antara CSF
dan sel saraf
otak dan medulla spinalis,
serta mengisi ventrikel dalam
otak.
Mempertahankan FUNGSI Menyokong dan
tekanan melindungi otak
Cairan ini mengangkut intracranial
LCS dan spinal cord

oksigen, glukosa, dan bahan


kimia yang dibutuhkan dari
darah ke neuron dan
neuroglia. Volume total dari Transportasi nutrisi bagi
jaringan saraf mengangkut
CSF adalah 80-150ml. produk sisa
Liquor Cerebro Spinal (LCS)
Definisi
Peradangan atau Dibagi menjadi dua golongan
inflamasi selaput otak :
(meningens) yang Meningitis Serosa
melapisi otak dan jumlah sel dan protein +
LCS yang jernih.
medulla spinalis yang
Pada kuman Tuberculosis dan
disebabkan oleh virus.
berbagai etiologi, dapat Meningitis purulenta atau
akut maupun kronis meningitis bakteri

dan dapat diidentifikasi bersifat akut


Eksudat berupa pus serta
oleh peningkatan kadar bukan disebabkan oleh bakteri
leukosit dalam LCS spesifik maupun virus.
Meningitis Meningococcus
tersering
Epidemiologi
Sekitar 1,2 juta kasus meningitis bakteri terjadi setiap
tahunnya di dunia dan tingkat kematiannya mencapai
135.000 jiwa.
Lebih sering terjadi di Negara-Negara berkembang
Tahun 2010 jumlah kasus di Indonesia sebesar 12.010
pasien laki-laki dan 7.371 pasien wanita dan
dilaporkan pasien yang meninggal dunia sekitar 1.025
Meningitis Bakterial

Disebut juga meningitis purulenta


Tiga (3) penyebab tersering :
Neisseria meningitides (meningokokus)
Streptococcus Pneumoniae (pneumokokus)
Haemophylus influenzae
Patogenesis MB
Gejala Klinis MB

Gejala-gejala yang terkait


dengan tanda-tanda non spesifik
disertai dengan infeksi sistemik
atau bacteremia.
Tanda-tanda peningkatan TIK
dikesankan oleh adanya
muntah, nyeri kepala dapat
menjalar ke tengkuk dan
punggung, moaning cry, kejang
umum, paresis, paralisis saraf
N.III (okulomotorius) dan N.VI
(abdusens).
Gejala Klinis MB

Tanda Rangsang Meningeal


seperti :
Kaku kuduk
Brudzinsky 1 & 2
Kernig sign
Diagnosis MB
Kriteria diagnosis :
Gejala dan tanda klinis
Meningitis :
Demam
Kaku Kuduk
Penurunan Kesadaran
Parameter LCS Abnormal
sesuai infeksi bacterial
Didapatkan bakteri
penyebab baik secara
mikroskopis maupun
kultur positif
Penatalaksanaan MB
Penatalaksanaan MB Regimen
Terapi Empirik
Meningitis TB
Merupakan salah satu TB ekstra paru
Meningitis Penyebab paling banyak kematian dan
kecacatan
Perjalanan Penyakitnya lebih lama dan perubahan LCS
tidak begitu hebat
Secara hitologis merupakan meningoencefalitis
dengan invasi ke selaput dan jaringan SSP
Etiologi : Mycobacterium tuberculosis
Meningitis Serosa
Patofisiologis Meningitis TB
Sarang infeksi TB di paru-paru
Terjadinya meningitis bukan karena peradangan langsung pada selaput otak secara
hematogen, tapi melalui pembentukan tuberkel-tuberkel kecil berwarna putih,
terdapat pada permukaan otak. Tuberkel kemudian pecah dan masuk ke ruang
subaraknoid dan ventrikel, sehingga terjadi peradangan difus.
Penyebaran dapat terjadi secara perkontinuatum dari peradangan organ atau di
daerah selaput otak seperti proses di nasofaring, pneumonia, endokarditis, otitis
media, mastoiditis, trombosis sinus kovernosus, atau spondilitis.
Penyebaran kuman dalam ruang subaraknoid menyebabkan reaksi radang pada
piamater dan araknoid, CSS, ruang subaraknoid dan ventrikel.
Radang eksudat kental serofibrinosa dan gelatinosa oleh kuman-kuman serta
toksin yang mengandung sel-sel MN, limfosit, sel plasma, makrofag,giant cell, dan
fibroblas.
Eksudat tidak terbatas di dalam ruang subaraknoid saja, tapi terutama berkumpul
di dasar tengkorak. Eksudat juga menyebar secara melalui pembuluh darah
piamater dan menyerang jaringan otak dibawahnya, sehingga proses sebenarnya
adalah meningoensefalitis.
Meningitis TB
Diagnosis Meningitis TB
Gambaran Klinis bervariasi dan tidak
spesifik
2-8 minggu dapat ditemukan
malaise anoreksia
Demam
nyeri kepala yang semakin
memburuk
perubahan mental sampai penurunan
kesadaran
Kejang
hemiparese
Pada pemeriksaan funduskopi
kadang ditemukan tuberkel di
khoroid dan papil edema (TIK)
Penatalaksanaan Meningitis TB
Regimen Terapi

Kortikosteroid. Prednison 2-3 mg/kgBB/hari (dosis normal) 20 mg/gari


dibagi dalam 3 dosis selama 2-4 minggu kemudian diteruskan dengan
dosis 1 mg/kgBB/hari selama 1-2 minggu
Meningitis Virus
Merupakan meningitis aseptic yaitu menunjukan respon selular
nonpiogenik.
Penderita menunjukan gejala meningeal akut, demam, pleositosis LCS
yang didominasi oleh limfosit
Disebut meningitis virus karena disebabkan oleh agent virus dan hanya
menyebabkan peradangan meningens tanpa melibatkan parenkim otak
dan medulla spinalis. Dapat juga melibatkan parenkim otak dan medulla
spinalis meningoensephalitis
Etiologi :
Enterovirus (85 %)
Cacar (paramyxovirus)
Herpes Simpleks Virus (HSV-1, HSV-2)
Campak (jarang)
Patofisiologi Meningitis Viral
Pada umumnya virus masuk melalui sistem limfatik, melalui saluran
pencernaan disebabkan oleh Enterovirus, pada membran mukosa
disebabkan oleh campak, rubella, virus varisela-zoster (VVZ), Virus
herpes simpleks (HSV)
virus melakukan multiplikasi dalam aliran darah yang disebut fase
ekstraneural, pada keadaan ini febris sistemik sering terjadi.
Propagasi virus sekunder terjadi jika menyebar dan multiplikasi
dalam organ-organ. VHS mencapai otak dengan penyebaran
langsung melalui akson-akson neuron.
Kerusakan neurologis disebabkan oleh ; (1) Invasi langsung dan
perusakan jaringan saraf oleh virus yang bermultiplikasi aktif. (2)
Reaksi hospes terhadap antigen virus secara langsung, sedangkan
respons jaringan hospes mengakibatkan demielinasi dan
penghancuran vascular serta perivaskuler.
Penatalaksanaan Meningitis Viral
Istirahat dan pengobatan simptomatis. Likuor serebrospinalis yang dikeluarkan
untuk keperluan diagnosis dapat mengurangi gejala nyeri kepala.
Pengobatan simptomatis
Menghentikan kejang :
Diazepam 0,2-0,5 mg/KgBB/dosis IV atau 0,4-0,6 mg/KgBB/dosis rektal
suppositoria, kemudian dilanjutkan dengan :
Phenytoin 5 mg/KgBB/hari IV/PO dibagi dalam 3 dosis atau
Phenobarbital 5-7 mg/Kg/hari IM/PO dibagi dalam 3 dosis
Menurunkan panas :
Antipiretika : Paracetamol atau Ibuprofen
Kompres air hangat/biasa

Pengobatan suportif
Cairan intravena
Oksigen. Usahakan agar konsentrasi O2 berkisar antara 30-50%.
ABSES OTAK

DIAGNOSIS
BANDING

MENINGISMUS
TUMOR
OTAK
Komplikasi

Meningiti
s

Cerebral edema Vasculitis Cerebral venous Acute


Thrombosis Hydrosefalu
s

Cerebral
Infarcts with
mass effect

Increased ICP
PROGNOSIS

Penderita usia neonatus, anak-anak dan dewasa tua mempunyai


prognosis yang semakin jelek, yaitu dapat menimbulkan cacat berat dan
kematian.

50% purulenta mengakibatkan kecacatan seperti


ketulian, keterlambatan berbicara dan gangguan perkembangan mental,
dan 5 10% penderita mengalami kematian.
THANK YOU