Anda di halaman 1dari 49

BEKAS SEKSIO

SESAREA
Pembimbing:
Dr. Didik B. W Sp.OG
IDENTITAS
2
Nama : Ny. N
Umur : 37 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : guru
Agama : Islam
Alamat :Ds. Parang batu RT 01/02, Kec.
Parengan, Tuban
Masuk RS :10 Januari 2017 jam 09.05 WIB
RM : 51-33-53
KELUHAN UTAMA
3

Perut terasa kencang - kencang


RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
4

Pasien datang ke PONEK RSUD Bojonegoro


dirujuk oleh bidan di parengan dengan usia
kehamilannya 39 minggu keluhan kenceng-
kenceng dari malam nya sekitar jam 01.00
kencang dirasakan hilang timbul dan
mengeluarkan lendir disertai darah.
RIWAYAT PENYAKIT
5
SEKARANG
HPHT : 29 Maret 2016
TTP : 05 Januari 2017
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
6


RIWAYAT PENYAKIT
7
KELUARGA

RIWAYAT HAID
8

Usia menarche : 15 tahun,


lama haid : 7 hari,
jumlah penggunaan softek sebanyak 3
perhari,
Keluhan ssat haid : Disminorhea
RIWAYAT OBSTETRI
9
G3P1A1
Anak pertama abortus saat usia kehamilan 2
bulan pada tahun 2006
Anak ke dua laki-laki lahir seksio sesarea tahun
2008 di RS bayangkara, karena CPD, berat badan
3100 gram
Kehamilan saat ini.
RIWAYAT KB
10

KB pil selama 7 tahun


RIWAYAT PERKAWINAN
11

Kawin 1 kali, usia 26 tahun, lama


menikah 11 tahun
PEMERIKSAAN FISIK
12

Keadaan Umum : Baik


Kesadaran : Kompos mentis
Tanda Vital
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 98 kali/menit
Respirasi :20 kali/menit
Suhu : 37,1oC
PEMERIKSAAN FISIK
13

Kepala dan Leher : a/i/c/d : -/-/-/+


Pulmo
Inspeksi: Bentuk simetris, gerak nafas simetris
Palpasi: Fremitus raba simetris
Perkusi: Sonor/Sonor
Auskultasi: Suara nafas vesikuler, wheezing (-/-), ronki (-/-)
Cor
Inspeksi: Iktus cordis tidak terlihat
Palpasi: Thrill (-)
Auskultasi: S1 dan S2 tunggal regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
Tinggi fundus uteri 29 cm, punggung kanan, letak kepala
3/5, his + 3 x 40 detik, djj + 125 136 x/mnt
14
Pervaginam
Pada pemeriksaan vagina toucher terdapat pembukaan 4
cm, eff 25%, ketuban -, kepala hodge 1
Ekstremitas
Atas: Edema (-/-), akral dingin pucat (+/+), CRT <2 dtk
Bawah: Edema (-/-), akral dingin pucat (+/+), CRT > 2 dtk
DIAGNOSA
15

G3P1A1 aterem tunggal hidup dengan


bekas seksio sesarea, inpartu face aktif
PLANNING
16

Darah Lengkap : Hb, Eritrosit, Leukosit,


Trombosit, LED,
Faal Hati : SGOT, SGPT
Faal Ginjal : Ureum, Kreatinin, Asam Urat
Glukosa darah sewaktu
Obs. DJJ
Obs. Vital signs
PERJALANAN
Obs. Jam 11.00
Vital sign :
TD: 120/80mmhg S :36,7
N : 86x/m RR :20x/m
His 3 x 40 detik, Djj + 128 x/m
VT: pembukaan 8 cm, eff 75 %, kepala
hodge 1
Obs jam 13.30
Vital signs:
TD: 120/80mmhg S :36,9
N : 86x/m RR :20x/m
His 3 x 45 detik, Djj + 134x/m
VT: Pembukaan lengkap, kepala hodge 3

Pimpin persalinan
13.45 lahir spontan belakang kepala, jenis
kelamin perempuan, BB: 2900 gram
Placenta lahir spontan lengkap. Perdarahan
normal.
PENDAHULUAN

Terjadi penurunan vbac sejak tahun 1996 -


2007 banyak sebab medis seperti
kemungkinan ruptur uterine yang
disebabkan gagalnya VBAC.
Angka keberhasilan pada kandidat yang baik
60-80%.
Tatalaksana kehamilan dengan riwayat
seksio caesarea dimulai dari pemeriksaan
antenatal (Antenatal Care) guna menapis
kandidat dan menilai risiko dan kesiapan
sarana dan prasarana
Tatalaksana Kehamilan Bekas
Seksio Caesarea
Konseling Antenatal
Konseling antenatal harus didokumentasikan

pengumpulan data mengenai persalinan

sebelumnya
bila memungkinkan termasuk laporan operasi
seksio caesareae dan indikasi operasi sebelumnya.
Apabila terdapat kontraindikasi maka ahli
kebidanan dapat memberikan masukan akan
keputusan persalian,
VBAC sebaiknya telah di diskusikan sebelum
kehamilan 24 minggu dan keputusan akhir
sebelum minngu ke 36 usia kehamilan
Pada pengambilan keputusan persalinan ibu
hamil diberi informasi keberhasilan VBAC
dan direkomendasikan informasi mengenai :

Kemungkinan keberhasilan VBAC yang cukup tinggi (72-76%)


Di informasikan tentang risiko absolut terjadinya ruptur uteri
yang sangat rendah (74 per 10.000)
Diberikan informasi mengenai peningkatan risiko dilakukan
transfusi darah dan endometritis pada VBAC dibandingkan
seksio caesareae elektif
Ibu hamil dengan riwayat seksio caesareae sebelumnya apabila
memilih seksio caesaeae elektif harus diberitahukan mengenai
komplikasi serius yang mungkin terjadi pada kehamilan
selanjutnya
Semua ibu hamil dengan riwayat seksio caesareae harus
dirujuk ke spesialis obstetri dan ginekologi selama priode
antenatal terutama sbelum usia kehamilan 36 minggu
Tidak dianjurkan pemeriksaan radiologi pelvimetri pada ibu
dengan riwayat seksio caesareae.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
VBAC

Karakteristik Maternal

Obesitas
Usia
Wanita yang lebih > 40 tahun yang telah
mengalami kelahiran cesarea sebelumnya
risiko yaitu sekitar 3 kali
Ras tidaklah berpengaruh
Jenis Insisi pada uterus
Klasik histerotomi

Low vertikal (Krnig) histerotomi

Low transverse (Kerr) histerotomi

Penutupan insisi sebelumnya


berbagai penelitian melaporkan tidak adanya

keterkaitan penutupan satu atau dua lapis dan


risiko terjadinya ruptur uterus
walaupun Bujold dkk (2002) penutupan lapisan

tunggal menimbulkan risiko empat kali lipat


dibandingkan dengan penutupan lapis ganda
Parkland hospital dan University of Alabama di

Birmigham penjahitan uterus satu lapis dengan


jahitan running-lock yang menciptakan penjahitan
yang lebih hemostatik, dengan setiap jahitan
menembus seluruh ketebalan miometrium
Riwayat obstetri dan Indikasi
persalinan cesarea sebelumnya

CPD memiliki tingkat keberhasilan VBAC terendah (60-


65%)
fetal distres memiliki tingkat keberhasilan kedua terendah
VBAC (69-73%).
ndikasi Nonrecurrent, seperti kelahiran sungsang, herpes,
dan plasenta previa, dikaitkan dengan tingkat keberhasilan
tertinggi (77-89%).
Partus tidak maju, CPD, atau distosia sebagai indikasi
yang terkait dengan proporsi yang lebih tinggi pada pasien
untuk tidak melakukan VBAC
Risiko ruptura uteri akan meningkat dengan jumlah
kelahiran cesarea sebelumnya
Riwayat persalinan pervaginam
sebelumnya

pasien dengan satu persalinan


pervaginam sebelumnya, tingkat
keberhasilan VBAC 89%
tanpa riwayat persalinan pervaginam
sebelumnya, yaitu sekitar 70%.
pasien dengan VBAC sebelumnya,
tingkat keberhasilan 93% dibandingkan
dengan pasien tanpa VBAC sebelumnya,
yaitu sebanyak 85 %
Usia Gestasi
Bertambahnya usia kehamilan dengan
tingkat peningkatan kelahiran cesarea
yaitu,
berat lahir meningkat,
meningkatnya risiko intoleransi janin
terhadap persalinan, dan meningkatnya
kebutuhan untuk induksi persalinan.
Usia kehamilan yang lebih dari 41
minggu masih dikaitkan dengan
gagalnya percobaan VBAC
Berat lahir
BB > 4000 gr meningkatkan risiko

kegagalan VBAC
Belum dapat dibuktikan bahwa dengan

semakin besarnya ukuran janin dapat


meningkatkan risiko ruptura uteri
dengan VBAC
Jarak Kehamilan
terjadinya risiko ruptur uteri akan meningkat jika bekas luka histeroto
Angka keberhasilan VBAC menurut
Flamm dan Geiger

Skor Angka Keberhasilan (%)


0-2 42-49
3 59-60
4 64-67
5 77-79
6 88-89
7 93
8-10 95-99
Total 74-75
Angka keberhasilan VBAC menurut
Weinstein dkk

Nilai scoring Keberhasilan


4 58 %
6 67 %
8 78 %
10 85 %
12 88 %
Algoritma 1 Kehamilan pada seksio cesarea
Sumber : Karkata 2012
Ruptura Uteri
. Ruptura
Jarang, namun
uteri didefinisikan
erat kaitannyasebagai
denganterjadinya
morbiditas
robekan
dan mortalitas
dari miometri
ibu s
Jenis dan lokasi insisi uterus sebelumnya membantu untuk
menentukan risiko ruptura uteri.
Insiden ruptura uteri sebesar 0.2-1.5% pada wanita
dengan riwayat insisi low transverse,
sekitar 1-1.6% pada wanita yang sudah memiliki low
vertikal.
Risiko ruptura uteri adalah 4-9% dengan sayatan klasik
atau "T"; sehingga VBAC merupakan kontraindikasi dalam
situasi ini
Risiko ruptura uteri setelah VBAC ke 0,
1, 2, dan 3 sebanyak 1.6%, 0.3%, 0.2%, dan 0.35%,
masing-masing, menunjukkan bahwa risiko ruptura uteri
menurun setelah VBAC
Tanda yang paling umum dari ruptura
uteri

Nyeri akut abdomen


Perdarahan pervaginam
Sensasi popping ( seperti akan pecah )
Saat palpasi bagian janin mudah teraba
di bawah dinding abdomen ibu
Deselerasi dan bradikardi pada denyut
jantung bayi
Tanda tanda hipovolemia (TD , nadi ,
anemis)
Risiko kematian Ibu
Tingkat kematian ibu yang menjalani
pilihan persalinan secara sectio cesarea
ulangan sebesar 5.6 per 100.000
dibandingkan dengan 1.6 per 100.000
untuk mereka yang memilih melakukan
kelahiran melalui vagina.
Risiko pada janin
Risiko kematian perinatal yang terkait
sekitar 1.3 per 1000, di antara 15.515
wanita yang mencoba VBAC.
Meskipun risiko absolut yang kecil,
tingkat ini adalah 11 kali lebih besar dari
risiko kematian perinatal pada 9014
wanita yang direncanakan kelahiran
secara sectio cesarea yang berulang.
PENATALAKSANANAN
Pada kehamilan S
Pemeriksaan antenatal harus sering untuk mencegah

terjadinya komplikasi pada kehamilan, degan melakukan


penilaian terhadap faktor risiko.
Jika terjadi anemia harus segera diatasi.

Sebelum 36 minggu sebaiknya telah di tentukan rencana

persalinan dan informed consent mengenai risiko yang


dapat terjadi.
Pasien harus dirujuk segera mungkin / trimester III ke RS

Kabupaten atau pada RS yang mampu laksana menangani


pasien dengan VBAC
Awasi kemungkinan terjadinya ruptura uteri spontan

sebelum ibu in partu.


Pada persalinan
Jika pasien dalam fase persalinan, pasien harus
diawasi ketat :
Tanda-tanda vital
Rasa sakit pada parut / uterus bagian bawah
Perdarahan dan tanda-tanda ruptura uteri spontan
Tentukan letak / presentasi janin dan turunnya presentasi.
Jika janin presentasi kepala lakukan partus
percobaan, jika kriteria untuk persalinan pervaginam
dipenuhi dan tidak ada kontraindikasi.
Lakukan penilaian partus percobaan setiap dua jam,
kalau tidak ada kemajuan lakukan seksio cesarea
ulangan.
Pemriksaan CTG (Cardiotocografi) secara bekelanjutan
sangat disarankan, untuk menilai keadaan janin, dan
CTG yang abnormal sering didapatkan pada keadaan
rupture uteri.
Kala II harus dipersingkat dengan ekstraksi vakum atau
ekstraksi forseps (cunam).
Indikasi untuk melakukan seksio cesarea elektif adalah :

Ada panggul sempit / CPD


Malpresentasi
Diabetes mellitus
Penyembuhan luka seksio cesarea yang lalu tidak baik.
Insisi pada seksio cesarea ulangan sedapat mungkin pada
daerah segmen bawah rahim kecuali tidak memungkinkan
misalnya :
Perlengketan segmen bawah rahim
Segmen bawah rahim belum terbentuk
Gawat janin
Plasenta previa
Akan dilakukan sterilisasi.
Indikasi untuk seksio cesarea ulangan dengan sterilisasi
Anak sudah cukup
Penyembuhan luka operasi yang pertama tidak baik
Ada indikasi absolut
Seksio cesarea ulangan kedua atau lebih (tidak mutlak).
Indikasi untuk melakukan seksio cesarea
dengan histerektomi
Atonia uteri
Plasenta akreta
Ruptura uteri
Penyulit-penyulit pada seksio cesarea ulangan :
Perlengketan peritoneum
Perdarahan karena atonia uteri
Febris puerperalis
Wound dehiscene (luka terbuka)
Perawatan intrapartum
Pemantauan ibu
Pemantauan ibu harus mencakup :

Kontraksi selama minimal 10 menit dari

setiap 30 menit
Nadi tiap jam

Tekanan darah tiap 2 jam

Suhu tiap 4 jam

Pengamatan pada perdarahan

pervaginam
Pemantauan janin
Pemantauan janin elektronik secara

terus menerus selama terjadinya


kontraksi rahim sangat dianjurkan.
Apabila terjadi penurunan dari denyut
jantung janin, perlu dipikirkan terjadinya
ruptura uteri.
Kala II persalinan
Beritahu dokter kandungan ketika menilai / dianggap

pembukaan lengkap
Jangka waktu tidak boleh melebihi 2 jam :

Kala II memanjang jika :

Lebih dari 1 jam aktif mengedan, tidak ada kemajuan


persalinan
Lebih dari 30 menit aktif mengedan jika kelahiran normal
sebelumnya
Vakum ekstraksi atau forceps diindikasikan untuk
memperpendek tahap kedua persalinan jika
berkepanjangan
Induksi persalinan

Pasien yang menjalani induksi persalinan


berada pada risiko yang lebih tinggi
untuk terjadinya ruptur uterus.
Induksi persalinan meningkatkan
kemungkinan tidak berhasilnya VBAC
dan risiko untuk seksio cesarea dapat
meningkat sampai 2-3 kali.
Kontraindikasi VBAC
Riwayat seksio cesarea klasik atau inverted T.
Riwayat histerotomi atau miomektomi yang menembus kavum
uteri.
Riwayat insisi pada uterus selain dari seksio cesarea
transversal pada segmen bawah tanpa komplikasi, harus
dilakukan penilaian lengkap mengenai riwayat operasi
sebelumnya.
Riwayat dua kali seksio cesarea transversal pada segmen
bawah tanpa komplikasi bukan merupakan kontraindikasi
VBAC, namun sebelumnya diberikan informasi yang lengkap
termasuk risiko ruptur uteri lima kali lebih besar.
Riwayat ruptur uteri atau risiko ruptur berulang tidak diketahui.
Tiga atau lebih riwayat seksio cesarea.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Antenatal care pada pasien dengan riwayat sectio cesarea harus
dapat melakukan penapisan risiko, dan saat usia kehamilan 36
minggu harus dapat diputuskan rencana tatalaksana persalinannya.
Persalinan pervaginam setelah seksio cesarea, dianjurkan kepada
wanita yang sudah memenuhi syarat.
Kandidat VBAC harus diseleksi ketat agar tidak terjadi komplikasi.
Apabila diputuskan VBAC harus dilakukan close monitoring serta
ada tim yang siap melaksanakan emergensi seksio cesarea.
Saran
Perlu konseling kepada wanita hamil dengan riwayat seksio

cesarea mengenai keuntungan dan kerugian VBAC, agar


menurunkan angka seksio cesarea ulangan.