Anda di halaman 1dari 8

PERATURAN PERUNDANG-

UNDANGAN TENTANG APOTEK


DAN PELAYANAN APOTEK
OLEH
KELOMPOK V
FARMASI B 2015
Definisi Apotek
Menurut Depkes 2009 ,Apotek
Apotek adalah tempat tertentu, tempat
dilakukan pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran sediaan farmasi,
perbekalan kesehatan lainnya
kepada masyarakat

1. Tempat pengabdian profesi seorang


Apoteker.
2.Sarana yang digunakan untuk
Fungsi dan melakukan pekerjaan kefarmasian.
3. Sarana yang digunakan untuk
tugas Apotek
memproduksi dan distribusi sediaan
farmasi antara lain obat, bahan obat,
obat tradisional, kosmetika.
4. Sarana pembuatan dan pengendalian
mutu sediaan farmasi
Persyaratan Apotek

1. siap dengan tempat, perlengkapan,


termasuk sediaan farmasi
2. Sarana apotek dapat didirikan pada
lokasi yang sama dengan pelayanan
komoditi yang lain di luar sediaan
farmasi
3. dapat melakukan kegiatan
pelayanan komoditi yang lain di
luar sediaan farmasi.
Pelayanan Tenaga Kefarmasian

Menurut Depkes 2009, Pelayanan kefarmasian


merupakan suatu pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan
dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kesehatan
pasien (Depkes, 2009).
1. Penampilan apotek
2. Keramahan Petugas
Apotek
3. Pelayanan Informasi
Standar Pelayanan Obat di Apotek
Kefarmasian 4. Pelayanan Informasi
Obat di Apotek
5. Kecepatan Pelayanan
Petugas Apotek
6. Kepuasan Pasien
Menggunakan Jasa
Apotek
Jenis Pelayanan di
Apotek

A. Pelayanan Resep
1. Resep standar
2. Resep magistrales
3. Resep medicinal
4. Resep obat generik

Pelayanan Non-resep Pelayanan obat non-resep


merupakan pelayanan kepada
pasien yang ingin melakukan
pengobatan sendiri, dikenal
dengan swamedikasi.
Kewenangan dan
Kewajiban Farmasis

1. Berhak melakukan pekerjaan


kefarmasian
2. Berwenang menjadi penanggung jawab
pedagang besar farmasi penyalur obat
dan/atau bahan baku obat
3. Berhak menjalankan peracikan
Kewajiban Apoteker di
Apotek

1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan


kegiatan yang dilakukan oleh apoteker
prndamping atau apoteker pengganti
dalam pengelolaan apotek
2. Mengamankan perbekalan farmasi,
sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, jika tidak
SIAnya dicabut.
3. Bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegiatan yang dilakukan oleh apoteker
prndamping atau apoteker pengganti
dalam pengelolaan apotek