Anda di halaman 1dari 20

PERNIKAHAN DAN

PEMBENTUKAN KELUARGA
SAKINAH

Edy Maulani 2015-21-035


Ferry Suryadita 2015-21-030
Pradana Hutama 2015-21-044
Pengertian Pernikahan
Perkawinan adalah suatu akad atau perikatan untuk
mengahalalkan hubungan kelamin antara laki-laki
dengan perempuan, dalam rangka mewujudkan
kebahagiaan hidup berkeluarga, yang diliputi
ketentraman, kasih sayang dengan cara yang diridhoi
Allah SWT.
Tujuan Pernikahan
Kelangsungan keturunan
Mempererat tali silaturahim
Memenuhi perintah agama
Menimbulkan rasa tanggung jawab, hak dan kewajiban
Hukum Perkawinan (1/2)
Firman Allah SWT :
Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil
terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana
kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita
(lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.
kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku
adil. Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak
yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat
kepada tidak berbuat aniaya.(An-Nisaa, 3)
Hukum Perkawinan (2/2)
Wajib : Bagi yang telah mampu, telah ingin menikah,
khawatir berzina
Haram : Melaksanakan perkawinan untuk manyakiti
istri.
Sunnah : Telah mampu lahir batin, tetapi tidak akan
bebuat zina.
Makruh : Bagi yang belum mampu
Rukun Pernikahan
Pengantin lelaki (Suami)
Pengantin perempuan (Istri)
Wali
Dua orang saksi lelaki
Ijab dan kabul (akad nikah)
Syarat sah nikah (1/2)
Syarat mempelai pria adalah :
Muslim dan mukallaf (sehat akal-baligh-
merdeka)
Bukan mahrom dari calon isteri.
Tidak dipaksa.
Orangnya jelas.
Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Syarat sah nikah (2/2)
Syarat mempelai wanita :
Muslimah (atau beragama samawi, tetapi bukan
kafirah/musyrikah) dan mukallaf;
Tidak ada halangan syari (tidak bersuami, tidak dalam
masa iddah dan bukan mahrom dari calon suami).
Tidak dipaksa.
Orangnya jelas.
Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Syarat menjadi wali

Walaupun sudah termasuk golongan yang berhak


menjadi wali nikah, belum sah menjadi wali nikah
sampai syarat-syarat berikut terpenuhi Syarat wali
adalah :
Muslim laki-laki dan mukallaf (sehat akal-baligh-

merdeka).
Adil
Tidak dipaksa.
Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Talak/ Cerai
Thalaq atau talak adalah pemutusan tali pernikahan dari seorang suami
terhadap istri dengan alasan yang diterima secara syari. Talak merupakan
perbuatan halal, namun dibenci oleh Allah swt. Oleh karena itu meski
thalaq ini dibolehkan namun sebisa mungkin untuk dihindari, karena dalam
pernikahan akan selalu ada yang namanya masalah.
1. Talak Sharih (Terang-terangan)
Yaitu suami menceraikan istrinya dengan kalimat yang jelas,
walaupun tidak ada niat untuk menceraikan istrinya, maka tetap
jatuh talak, seperti pernyataan suami : kamu saya ceraikan.
2. Talak Kinayah (Sindiran)

Yaitu kalimat talak dengan tidak terang-terangan. Apabila suami


menceraikan istrinya dengan sindiran tetapi tidak dibarengi niat
maka talaknya tidak jatuh.
Lian
Menurut istilah syari, lian ialah sumpah dengan
redaksi tertentu yang diucapkan suami bahwa isterinya
telah berzina atau ia menolak bayi yang lahir dari
isterinya sebagai anak kandungnya, dan kemudian sang
isteri pun bersumpah bahwa tuduhan suaminya yang
dialamatkan kepada dirinya itu bohong.
Pernikahan yang Dilarang Dalam Islam
(1/3)
1. Nikah Mutah
Nikah mutah adalah perkawinan untuk masa
tertentu, dalam arti pada waktu akad dinyatakan masa
tertentu yang bila masa itu telah datang, perkawinan
terputus dengan sendirinya.
2. Nikah Syigar
Nikah Syigar adalah seorang wali mengawinkan
puterinya dengan seorang laki-laki dengan syarat
agar laki-laki itu mengawinkan puterinya dengan si
wali tadi tanpa bayar mahar.
Pernikahan yang Dilarang Dalam Islam
(2/3)
3. Nikah Badal
Artinya pernikahan dengan saling tukar-menukar istri,
misalnya seorang yang telah beristri menukarkan
istrinya dengan istri orang lain dengan menambah
sesuatu sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
4.Nikah dengan wanita yang masih bersuami
Berdasarkan firman Allah Taala yang artinya Dan
(diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang
bersuami [An-Nisaa : 24]
Pernikahan yang Dilarang Dalam Islam
(3/3)
5. Nikah Istibdlo
Yakni pernikahan yang dilakukan oleh seorang wanita
yang sudah bersuami dengan laki-laki lain dengan
tujuan untuk mendapatkan benih keturunan dari laki-
laki tersebut, setelah diketahui jelas kehamilannya
maka diambil kembali oleh suaminya yang pertama.
Nikah Beda Agama
Perkawinan di Indonesia diatur oleh UU No 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan.
1. para ulama memutuskan bahwa perkawinan wanita
Muslim dengan laki-laki non-Muslim hukumnya haram.
2. Seorang laki-laki Muslim diharamkan mengawini wanita
bukan Muslim.
3. Dan janganlah kamu menikahkan wanita orangorang
musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) hingga mereka
beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik
dari orang musyrik, meskipun ia menarik hatimu..." (QS:
al-Baqarah:221).
KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTRI
Mempergaulinya secara maruf
Memberinya nafkah, lahir dan batin
Mendidik istri
Menjaga kehormatan istri (dan keluarga)
KEWAJIBAN ISTRI TERHADAP SUAMI
Taat kepada suami
Menjaga amanat sebagai ummun (ibu) dan rabbatu

al-bayt (manajer rumahtangga)


Menjaga kehormatan dan harta suami
Meminta izin ketika hendak bepergian dan puasa

sunnah
KEWAJIBAN BERSAMA
SUAMI DAN ISTRI
Menjaga iman dan meningkatkan ketaqwaan
Menjaga agar senantiasa taat kepada Allah, yang

diujudkan dalam sikap menjadikan syariat Islam


sebagai tolok ukur perbuatan (miqyasu al-amal)
dalam semua aspek kehidupan
Pengertian Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga adalah komponen masyarakat yang terdiri dari suami,


istri dan anak-anak. Atau bisa juga suami dan istri saja (sekiranya
pasangan masih belum mempunyai anak baik anak kandung atau
anak angakat).
Sakinah Dalam bahasa Arab, kata sakinah di dalamnya

terkandung arti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi,


penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan.
Mawaddahadalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu

kasih sayang pada lawan jenisnya (bisa dikatakan mawaddah ini


adalah cinta yang didorong oleh kekuatan nafsu seseorang pada
lawan jenisnya). Warahmah
Waartinya dan sedangkanRahmah(dari Allah SWT) yang
berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki.
(lihat : Kamus Arab, kitab tariifat, Hisnul Muslim (Perisai Muslim)
Jadi,Rahmahadalah jenis cinta kasih sayang yang lembut
PEMBINAAN KELUARGA SAKINAH
Ada lima syarat untuk menjadi keluarga sakinah.
1. Cinta pada Allah.

2. Saling mencintai karena Allah.

3. Mawaddah artinya saling memuaskan.

4. Saling menghargai,menghormati dan tolong menolong.

5. Membentuk unit masyarakat yang terkecil sebagai ulil


albab.