Anda di halaman 1dari 15

PROSES PERUMUSAN KEBIJAKAN

PENDIDIKAN
LISANA ALIYYA HUMAIDA 20140720183
INDRIANTO 20140720184
NANIK LESTARI 20140720203
MUHAMMAD IQBAL MARUF 20140720204
ZULFA ARANI 20140720206

Islamic Education E 2014


Muhammadiyah University of Yogy
Sub Pembahasan

Pengertian Perumusan Kebijakan Pendidikan


Akar Masalah yang Melatarbelakangi
Munculnya Kebijakan Pendidikan
Beberapa Pendekakatan Dalam Perumusan
Kebijakan Pendidikan
Proses Perumusan Kebijakan Pendidikan
A. Pengertian Perumusan Kebijakan
Pendidikan
Perencanaa
Istilah Kebijakan Pendidikan Pendidikan
Rencana induk
tentang
pendidikan
Pengaturan
Pendidikan
Kebijakan
tentang
Pendidikan
Kebijakan pendidikan merupakan kebijakan publik
yang mengatur khusus regulasi berkaitan dengan
penyerapan sumber, alokasi, dan distribusi
sumber, serta pengaturan perilaku dalam
pendidikan.
Menurut Hugh Helco, bahwa kebijakan adalah cara
bertindak yang disengaja untuk menyelesaikan
beberapa permasalahan.
Menurut PBB, Kebijakan adalah sebagai pedoman
untuk bertindak.
Dengan demikian kebijakan pendidikan
(educational policy), merupakan keputusan berupa
pedoman bertindak baik bersifat sederhana
maupun kompleks, umum ataupun khusus, baik
terperinci maupun longgar yang dirumuskan
melalui proses politik untuk suatu arah tindakan,
program, serta rencana-rencana tertentu dalam
menyelenggarakan pendidikan.
B. Akar Masalah Munculnya Kebijakan
Pendidikan
Ada dua pemicu adanya masalah :
Perjalanan kehidupan bangsa mengalami lika-liku
yang beraneka ragam.
Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari yang ada
selama ini.

Ada lima pokok masalah yang di hadapi Indonesia :


a. Pemerataan Pendidikan
b. Daya Tampung Pendidikan
c. Relevansi Pendidikan
d. Kualitas Pendidikan
e. Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan
Sumber :http://www.pendidikan-diy.go.id/dinas_v4/?
C. ANEKA PENDEKATAN DAN PERUMUSAN
KEBIJAKAN PENDIDIKAN

Social Demand
Rekomondasi Pendekatan Approach

Man-power
Approach
Social Demand Approach, merupakan suatu pendekatan
dalam perumusan kebijakan pendidikan yang
mendasarkan diri pada aspirasi, tuntutan, serta aneka
kepentingan yang didesakkan oleh masyarakat.

Man-Power Appraoch, pendekatan ini menitik beratkan


kepada pertimbangan-pertimbangan rasional dalam
rangka menciptakan ketersediaan sumber daya manusia
(human resources) yang memadai di masyarakat.
D. Proses Perumusan Kebijakan
Pendidikan

Komponen-komponen kebijakan
pendidikan :
Tujuan (goal)
Rencana (plans)
Program (programme)
Keputusan (desicion)
Dampak (effect)
Tiga proses dalam pembentukan kebijakan :
Akumulasi
Artikulasi
Akomodasi

Kebijakan dilakukan melalui dua tahapan :


Perumusan kebijakan
Pelaksanaan (penerapan) kebijakan
Teori Perumusan Kebijakan :
Teori Rasional Komprehensif
Teori yang mengarahkan agar pembuatansebuah kebijakan
dilakukan secara rasional-komprehensif dengan mempelajari
permasalahan dan alternatif kebijakan secara memadai.

Teori incremental
Teori yang tidak banyak melakukan perbandingan terhadap
permasalahan dan alternatif serta lebih memberikan
deskripsi mengenai cara yang dapat diambil dalam membuat
kebijakan.

Teori pengamatan terpadu


Dalam teori ini lebih mengandalkan pada pendekatan
sistem dengan melihat serta melibatkan segenap
komponen sistem secara terpadu.
Teori Perumusan Kebijakan dalam Pendidikan

Hudsun mengelompokkan teori kebijakan pendidikan


menjadi 5 teori
Teori radikal : teori ini menekankan kebebasan
lembaga lokal dalam menyusun kebijakan pendidikan,
semua kebijakan pendidikan yang menyangkut
penyelenggaran dan perbaikan ditingkat daerah
diserahkan kepada daerah.
Teori advokasi : teori ini tidak menghiraukan
perbedaan-perbedaan seperti karakteristik lembaga,
lingkungan sosian dan kultural, lingkungan geografis
serta kondisi lokal lainnya.
Teori transaktif : teori ini menekankan bahwa
perumusan kebijakan sangat perlu didiskusikan secara
Teori sinoptik/ Teori Pendekatan Sistem
Rasional/ Teori Rasional Komprehensif : lebih
menekankan bahwa dalam menyusun sebuah
kebijakan supaya menggunakan metode berfikir
sistem. Objek yang dirancang dan terkena
kebijakan yang dipandang bulat sering disebut
juga dengan misi.
Teori incremental : menekankan pada
perumusan kebijakan pendidikan yanng berjangka
pendek serta berusaha menghindari perencanaan
kebijakan yang berjangka panjang.
Kesimpulan
Kebijakan Pendidikan, merupakan keputusan berupa
pedoman bertindak baik yang bersifat sederhana
maupun kompleks, baik umum maupun khusus,
baik terperinci maupun longgar, yang dirumuskan
melalui proses politik.
Lima masalah yang melilit dunia pendidikan
Pemerataan
Daya tampung
Relevansi
Kualitas
Efisiensi dan efektifitas pendidikan
Rekomondasi Pendekatan : Social Demand
Approach dan Man-Power Appraoch
Komponen-komponen kebijakan pendidikan :
Tujuan (goal), rencana (plans), program
(programme), keputusan (desicion), dampak
(effect)
Ada 5 perumusan kebijakan pendidikan
Teori Radikal
Teori Advokasi
Teori Transaktif
Teori Sinoptik
Teori Incremental