Anda di halaman 1dari 5

CEDERA AKIBAT BAHAN

KIMIA
Residen Psikiatri
1. dr. I Wayan Eka Arsana

2. dr. Ni Made Mayuni

3. dr. I Kadek Suaryana

4. dr. Inke Kusumastuti


Pendahuluan
>25,000 bahan kimia yang biasa digunakan di
industri, pertanian, dan rumah tangga memiliki
potensi untuk cedera akibat bahan kimia
Efek cedera: denaturasi protein
Keparahan cedera ditentukan oleh:
(a) Konsentrasi bahan kimia
(b) Jumlah bahan kimia
(c) Durasi kontak dengan kulit atau mukosa
(d) Penetrasi bahan kimia
(e) Mekanisme kerja
Jenis bahan kimia penyebab cedera
Senyawa asam
Donor proton melepaskan hidrogen, menurunkan pH dari 7 hingga
maksimal 0
pH <2 menyebabkan nekrosis koagulasi saat kontak dengan kulit
Senyawa basa
Akseptor proton mengambil ion hidrogen dari gugus amina terprotonasi
dan gugus karboksilat
pH >11.5 menyebabkan cedera jaringan berat melalui nekrosis likuefaktif
Likuefaksi melonggarkan jaringan dan memungkinkan penetrasi senyawa
lebih lanjut lebih berat dibandingkan cedera akibat senyawa asam
Larutan organik
Melarutkan membran lipid dari sel dan merusak struktur protein selular
Larutan inorganik
Berikatan langsung dan membentuk garam
Reaksi ini disertai eksotermi berkontribusi pada cedera jaringan
Mekanisme cedera (1)
Oksidasi: denaturasi protein disebabkan oleh insersi
atom oksigen, sulfur, atau halogen pada protein tubuh
yang viable.
Cth: (sodium hypochlorite, potassium permanganate,
chromic acid
Reduksi: mengikat elektron bebas pd protein jaringan;
dapat menghasilkan panas.
Cth: hydrochloric acid, nitric acid, alkyl mercuric compounds
Korosi: menyebabkan denaturasi protein dengan kontak
menghasilkan eskar lunak yang dapat berprogresi
menjadi ulkus dangkal.
Cth: phenols, sodium hypochlorite, and white phosphorous
Mekanisme cedera (2)
Racun protoplasmik: menyebabkan pembentukan ester
dengan protein atau dengan pengikatan atau inhibisi ion-
ion organik.
Cth: formic acid&acetic acids (ester formers), oxalic
acid&hydrofluoric acid (inhibitor)
Vesicant: menyebabkan iskemia dengan nekrosis
anoreksik pada lokasi kontak, dicirikan dengan munculnya
cutaneous blister.
Cth: mustard gas, dimethyl sulfoxide (DMSO), Lewisite
Desiccant: menyebabkan dehidrasi jaringan, sering
diperberat dengan produksi panas karena reaksi bersifat
eksotermik.
Cth: sulphuric acid, muriatic (concentrated hydrochloric) acid