Anda di halaman 1dari 42

Pemboran dan Penggalian

K O M P O N EN M ES IN B O R
D R ILLIN G R IG
K om ponen R ig
Mast or Derrick

Derrick = Rig = Menara bor


Drilling rig = Mesin Bor
K om ponen R ig

Mast or Derrick
K om ponen R ig
K om ponen R ig
(H oisting)
Crown
Crown Sheaves.
Drilling Line.
Travelling Block.
Hook.
Deadline
Drawworks
Elevator
K om ponen R ig
Drawworks : winch penggulung seling
Besar kecilnya tergantung panjang & besar seling
serta torsi
K om ponen R ig
Crown Block : sistem katrol seling dibagian atas rig
K om ponen R ig
Drilling line = seling bisa juga rantai, sesuai
kebutuhan pemboran

Right Lang Lay

Left Lang Lay

Right Regular Lay

Left Regular Lay


K om ponen R ig
Deadline Anchor = penginkat
seling. Tergantung jenis mesin
bor. Umum pada mesin bor besar
dan mengankat beban berat
K om ponen R ig
Traveling block = Pulley dan Hock pengangkat
yang bergerak naik turun untuk menggantung
beban
K om ponen R ig
Elevators:
Elevator digunakan untuk mengangkat stang bor dan pipa,
tidak digunakan pada saat pemboran dilakukan
K om ponen R ig
Substructure:
Penopang derrick, pada mesin bor kecil namanya Jack
K om ponen R ig
Power engine:
Penggerak diesel atau
listrik dan dikonversi ke
hidrolik dan mekanik
D R ILLIN G R IG
Keterangan:

W = beban
O = penumpu
AO = lengan kuasa (lF)
F = kuasa
OB = lengan beban (lw)
A = titik beban
B = titik kuasa

Untuk mengangkat beban seberat w, maka kita harus menarik tali


dengan gaya F. Gaya berat w besarnya sama dengan besar gaya tarik (F).

W=F
D R ILLIN G R IG
Pertanyaan:
Berapa besar daya yang dibutuhkan oleh
engine untuk mengangkat beban?
TO R SI D A N D AYA M ESIN
Torsi M esin
Torsi adalah ukuran kemampuan mesin untuk melakukan
kerja.
Besaran torsi digunakan untuk menghitung energi yang
dihasilkan dari benda yang berputar pada porosnya.
Apabila suatu benda berputar dan mempunyai besar gaya
sentrifugal sebesar F, benda berputar pada porosnya
dengan jari-jari sebesar r, maka torsi:
T = F x r (N.m)
dimana:
T = Torsi benda berputar (N.m)
F = adalah gaya sentrifugal dari benda yang berputar (N)
r = adalah jarak benda ke pusat rotasi (m)
Karena adanya torsi inilah yang menyebabkan benda
berputar terhadap porosnya, dan benda akan berhenti
apabila ada usaha melawan torsi dengan besar sama
dengan arah yang berlawanan.
Torsi M esin

Pengukuran torsi pada poros ( rotor) dengan prinsip pengereman


dengan stator yang dikenai beban sebesar w. Beban maksimum
yang terbaca adalah gaya pengereman yang besarnya sama
dengan gaya putar poros mesin F.
Dari definisi disebutkan bahwa perkalian antara gaya dengan
jaraknnya adalah sebuah torsi, dengan difinisi tersebut Tosi pada
poros dapat diketahui dengan rumus:
T = w x r (Nm)
dengan :
T = adalah torsi mesin (Nm)
w = adalah beban (N)
r = adalah jarak pembebanan dengan pusat perputaran (m)
Ingatw(beban/berat) disini kita bedakan dengan massa (m),
kalau massa satuan kg, adapun beban disini adalah gaya berat
dengan satuan N yang diturunkan dari W=mg
D aya M esin (P ow er)
Power yang dihitung dengan satuan Kw (Kilo watts) atau Horse
Power (HP) mempunyai hubungan erat dengan torque. Power
dirumuskan :
Power = torque x angular speed.
Power = torque x 2 x rotational speed (RPM).
Untuk mengukur Power (Watt) adalah sbb :
Power (Watt) = torque (Nm) x 2 x (RPM/ 60000)
60000 dapat diartikan adalah 1 menit = 60 detik dan 1 kw = 1000 watt.
Power = W x r x 2 x RPM/60000
Satuan daya menggunakan HP( hourse power ) yaitu:
Ne = Ni (Ng + Na)
Ne = adalah daya efektif atau daya poros ( HP)
Ni = adalah daya indikator ( HP)
Keterangan SI (Satuan)
Ng = adalah kerugian daya gesek ( HP)
Isi atau kapasitas mesin 1 L ( 1.000
Na = adalah kerugian daya asesoris ( HP)
cm3 )
HP = Tekanan 1 kPa ( 0.01 Kg/cm2 )
- Perdestrke (PS) : Jerman Tenaga 1 kW ( 1.360 PS )
- Dayakuda (DK) : Indonesia Torsi 1 Nm ( 0.1 Kg.m )
Catatan:
- Paardenkracht (PK) : Belanda
1 PS = 735.49 watt
- Chevaux (CH) : Perancis 1 HP = 745,7 watt
D R ILLIN G R IG Gesekan pada pulley dianggap Nol
T = F x r (Nm), karena F = W maka:
T = W x r (Nm)
dimana :
T = adalah torsi mesin (Nm)
w = adalah beban (N) = F
r = adalah jarak pembebanan dengan pusat
perputaran (m)

Ingat w (beban/berat) bukan massa (m),


kalau massa satuan kg, adapun beban =
gaya berat dengan satuan N yang diturunkan
V=2rN dari W=mg
Power = Torsi x Kecepatan putar (KW)
RPM = Rate per minute

Power (KW) = T x 2r x (RPM/60000)


Power = W x r x 2r x (RPM/60000)
D aya M esin (P ow er)
Perhitungan Tenaga Crankshaft
Kerja Q = gaya F x jarak S
Torsi T = gaya F x jarak, r
Jarak S yang ditempuh perputaran crank pin
permenit = RPM = N
Tenaga = kerja/waktu/detik 1PS = 75
Kg.m/sec ( 735.49 W )
Tenaga mesin berubah-ubah
Q = F.S = T/r x2 r N = 2 N T Tenaga (PS) dari torsi dan
tergantung
kecepatan putar.
= 2 NT / 60 x 75 = NT / 716 = 0.0014NT
Mesin dengan putaran tinggi
(Satuan kerja)
biasanya tenaga yang
dihasilkan besar tapi jika
putaran terlalu tinggi tenaga
yang dihasilkan akan
menurun. Jika pada putaran
tertentulah tenaga maksimum
dihasilkan hal ini disebut
maksimum power.
D aya M esin (P ow er)
Jika diketahui:
Beban W = 10 ton, diangkat dengan
kecepatan 20 cm/dtk, dengan diameter pulley
engine 60cm, diameter pulley katrol 40 cm

Berapakah torsi engine yang dibutuhkan?


Berapakah power engine yang dibutuhkan?
Berapa RPM engine

Jika kecepatannya ditambah menjadi 50


cm/dtk, :
Berapakah torsi engine yang dibutuhkan?
Berapakah power engine yang dibutuhkan?

Berapakah beban yang dipikul oleh katrol


pada saat mengangkat beban 10 ton
D aya M esin (P ow er)
Kebutuhan torsi engine : T = W x r = 10.000
kg x 0.3 m = 3000 Nm
RPM engine =
kecepatan angkat 0.2 m/dtk = 12m/mnt.
Keliling Pulley mesin 2r = 2 x 3.14x0.3 = 1.88m
Untuk mencapai kecepatan 12m/mnt dibutuhkan
putaran sebanyak 12m/1,88m = 6.37 rpm
Kebutuhan power engine untuk mengangkat
dengan kecepatan 20 cm/dtk : P = T x 2 x
rpm/60000= 3000 Nm x 8.82 x 6.37 = 2.81 Kw
Kebutuhan power engine untuk mengangkat
dengan kecepatan 50 cm/dtk : P = T x 2 x
rpm/60000= 7.02 Kw
Sistem crow n - travelling
block draw orks = K atrol
W=F
Kecepatan angkat w = kecepatan
turun F

W/F = 2 atau F = W/2


Kecepatan angkat w =
kecepatan turun F

F = 1/n W
n = jumlah katrol
Kecepatan angkat w
= 1/n kecepatan
turun F
D R ILLIN G R IG

Perhatikan berapa jumlah seling yang


menggantung beban.
Jumlahnya = 4
Ld = load on derrick

Apabila tidak ada gesekan maka:

W=4T atau T = W/4

Ld = (n + 2)/n W
Ld = (4 + 2)/4 W
= 6/4 W
= 6W/4

Ld = 6T = 6W/4
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa torsi engine yang dibutuhkan
2. Berapa daya engine yang dibutuhkan
3. Berapa beban yang harus dipikul /
ditahan oleh rig?
4. Berapa kecepatan naiknya stang bor
(m/dtk)
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 8 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pk = Pulley katrol = diameter 16 cm
Beban stang bor dan matabor = 5,2 ton
Rpm Pe = 12

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa torsi engine yang dibutuhkan
2. Berapa daya engine yang dibutuhkan
3. Berapa beban yang harus dipikul /
ditahan oleh rig?
4. Berapa kecepatan naiknya stang bor
(m/dtk)
D R ILLIN G R IG
Diketahui:
PR
Pe = Pulley engine = diameter 8 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pr2 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pk = Pulley katrol = diameter 16 cm
Beban stang bor dan matabor = 5,2 ton
Rpm Pe = 12

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa torsi engine yang dibutuhkan
2. Berapa daya engine yang dibutuhkan
3. Berapa beban yang harus dipikul /
ditahan oleh rig?
4. Berapa kecepatan naiknya stang bor
(m/dtk)
5. Berapa beban ikatan yang harus
ditahan di bawah / kaki rig agar mampu
mengangkat beban stang bor dan mata
bor
D R ILLIN G R IG
Diketahui:
PR
Pe = Pulley engine = diameter 8 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pr2 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pr3 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pk 1= Pulley katrol = diameter 16 cm
Pk 2= Pulley katrol = diameter 16 cm
Beban stang bor dan matabor = 5,2 ton
Rpm Pe = 12

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa torsi engine yang dibutuhkan
2. Berapa daya engine yang dibutuhkan
3. Berapa beban yang harus dipikul /
ditahan oleh rig?
4. Berapa kecepatan naiknya stang bor
(m/dtk)
5. Berapa beban ikatan yang harus
ditahan di bawah / kaki rig agar mampu
mengangkat beban stang bor dan mata
D R ILLIN G R IG
Diketahui:
PR
Pe = Pulley engine = diameter 8 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pr2 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pr3 = Pulley rig = diameter 32 cm
Pk 1= Pulley katrol = diameter 16 cm
Pk 2= Pulley katrol = diameter 16 cm
Beban stang bor dan matabor = 5,2 ton
Rpm Pe = 12

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa torsi engine yang dibutuhkan
2. Berapa daya engine yang dibutuhkan
3. Berapa beban yang harus dipikul /
ditahan oleh rig?
4. Berapa kecepatan naiknya stang bor
(m/dtk)
D R ILLIN G R IG

Buat kesimpulan:
Makin banyak pulley diatas rig dengan
daya mesin dan kecepatan naiknya beban
Beban yang harus dipikul oleh rig dikaitkan
dengan banyaknya pulley dan adanya
pengikat dibagian bawah rig

PR
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 310 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.177 Nm / 1.400 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 350 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.177 Nm / 1.400 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 400 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.177 Nm / 1.400 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 310 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.250 Nm / 1.400 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 310 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.300 Nm / 1.400 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 310 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.177 Nm / 1.500 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 12 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 30 cm
Beban stang bor dan matabor = 3,2 ton
Rpm Pe = 10
Data Mesin
Power: 310 PS / 2.200 rpm
Torque: 1.177 Nm / 1.600 rpm

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Apabila stang boe terjepit dan mesin
dengan power dan torsi tersebut
memaksa mengangkat stang bor maka
berapa beban yang harus dipikul oleh
menara?
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 50 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 40 cm
Beban = 10 ton
Rpm Pe = 1000

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa torsi mesin
2. Berapa power mesin
D R ILLIN G R IG
PR
Diketahui:
Pe = Pulley engine = diameter 50 cm
Memutar Pulley DW diameter 100 cm
Pr1 = Pulley rig = diameter 40 cm
Beban = 10 ton
Rpm Pe = 1000

Jika tidak ada gesekan, maka:


1. Berapa RPM DW
2. Berapa torsi mesin
3. Berapa torsi DW
4. Berapa power mesin
5. Berapa power DW
K om ponen R ig
Rotary Table = Meja Putar
Merubah poros putaran horisontal
menjadi vertikal untuk memutar
kelly dan stang bor
Menahan stang bor pada waktu
penyambungan stang bor