Anda di halaman 1dari 17

TBC Pada Anak

Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT/


RSU. Prof. Dr. R.D. Kandou-Manado

3/21/17 1
Definisi
Penyakit infeksi sistemik yang disebabkan
M Tuberculosis

3/21/17 2
Klasifikasi
Menurut The American Thoracic Society (1981) dengan modifikasi

O : tidak menderita penyakit TB, tidak pernah terinfeksi, dan tidak


pernah terpajan TB
I : tidak mnderita penyakit TB, tidak pernah terinfeksi, tetapi terancam
kena infeksi karena terpajan TB
II : terinfeksi TB/tes tuberkulin (+), tetapi tidak menderita TB/gejala TB
(-), radiologi tidak mendukung, bakteriologi (-)
III : sedang menderita TB, TB di luar paru
IV : pernah TB, tapi saat ini tidak ada penyakit aktif
V : dicurigai TB

3/21/17 3
Etiologi
Mycobacterium tuberculosis (MTB) tipe
humanus, tipe bovinus atau africanus
(jarang)

3/21/17 4
Epidemiologi
Negara berkembang >> Negara maju
20-40% populasi
Tahun 2000 > 1 jut kasus TB baru di
seluruh dunia
Angka kejadian infeksi TB ditetapkan
dengan uji tuberkulin 2-3% di negara
berkembang 1/3-1/2 kasus pada usia <
15 tahun
TB pada bayi 5.000-6.000/100.000
populasi, biasanya TB berat
3/21/17 5
Patofisiologi
Fokus primer ditandai dengan
penimbunan sel PMN & proliferasi sel
epiteloid (tuberkel) sel langhans
dikelilingi limfosit
Onset penyakit, basil TB dibawa makrofag
(lokus primer) kelenjar limfe regional

fokus di parenkim
pembesaran KGB
(kompleks primer)
3/21/17 6
Masa inkubasi TB berlangsung 2-12
minggu merangsang respon imun
seluler
Penyebaran hematogen, limfogen
Fokus tidak langsung menjadi penyakit,
namun berpotensi menjadi fokus
reaktivasi

3/21/17 7
Gejala & Tanda Klinis
Batuk lama /berulang
Adanya kontak dngan orang yang terinfeksi TB
Sering panas/panas lama (subfebril)
Berkeringat malam
Gizi kurang
BB tidak bertambah
Pembesaran kelenjar
Conjuctivitis fliktenularis
sklofuroderma

3/21/17 8
Pemeriksaan Penunjang
Tes Tuberkulin
(+) = indurasi > 10 mm
(+/-) = indurasi 5-9 mm
(-) = indurasi < 4 mm
Laboratorium
BTA, serologis, LED
Foto toraks
Tes BCG

3/21/17 9
Alur Deteksi Dini dan Rujukan TB Anak
(UKK Respirologi 2004)
Hal-hal yang mencurigakan TB
Riwayat kontak erat dengan pasien TB sputum BTA(+)
Reaksi cepat BCG
BB turun tanpa sebab jelas
Demam lama
Batuk lama > 3 minggu
Pembesaran kelenjar limfe superficialis yang spesifik
Skrofuloderma
Konjuctivits fliktenularis
Uji tuberkulin yang positif
Gambaran foto toraks sugestif TB

(untuk dilapangan dengan fasilitas terbatas)

3/21/17 10
Bila > 3 positif

dianggap TB

beri OAT observasi 2 bulan

Membaik Memburuk/tetap

TB bukan TB TB kebal obat

OAT teruskan Rujuk ke RS

3/21/17 11
Sistem Nilai Diagnosis TB Anak
(UKK Respirologi 2004)
Parameter 0 1 2 3
Kontak TB Tidak jelas Laporan keluarga, - BTA (+)
BTA (-) atau tidak
tahu
Uji Tuberkulin - - - +
BB - Bawah garis Klinis gizi buruk
(berdasarkan KMS) merah
Demam tanpa - + - -
sebab jelas
Batuk < 3 minggu > 3 minggu - -

Pembesaran - > 1 cm, jumlah > 1 - -


kelenjar tidak nyeri
Pembengkan - ada - -
tulang/sendi
Foto toraks normal Sugestif/curiga - -

3/21/17 12
Diagnosis TB : bila jumlah skor > 6

Skor 5, usia balita, atau ada kecurigaan


TB yang kuat rujuk RS untuk evaluasi
lebih lanjut

Profilaksis anak kontak dengan TB


dewasa sputum BTA (+) namun evaluasi
dengan sistem skor nilai > 5
3/21/17 13
Kriteria Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisis
Pemeriksaan penunjang

3/21/17 14
Penatalaksanaan
Pengobatan profilaksis INH 5-10 mg/kg/hr
- primer : anak kontak erat TB BTA (+)
INH minimal 3 bln, tuberkulin (-)
dihentikan bl tuberkulin ulang (-)
penularan TB aktif (-)
- sekunder : anak inf TB yaitu tuberkulin (+) tetapi tidak
sakit, diberikan selama 6-9 bulan

Dasar : kombinasi > 2 atau lebih obat OAT


- INH selalu harus diberikan
- pengobatan harus teratur
- perbaiki gizi
- pengobatan infeksi lain
- pengobatan ulangan biasanya lama
3/21/17 15
INH : 10-15 mg/kg/hr, max 400 mg/hr
Rifamfisin : 10-15 mg/kg/hr, max 450 mg/hr
Etambutol : 15-20 mg/kg/hr, max 1 gr/hr
PZA : 20-30 mg/kg/hr
Streptomisin : 30-40 mg/kg/hr, max 750 mg/hr
Vit B6 : 20-50 mg/hr
Prednison : 1-2 mg/kg/hr
Suportif : istirahat, diet, roboransia
Rehabilitasi : pengobatan penyakit penyerta

3/21/17 16
Terima Kasih

3/21/17 17