Anda di halaman 1dari 21

PEMANASAN GLOBAL

&
POLUSI AIR

By : Dra. Sulastri,
MTA
Pemanasan Global
Pemanasan global akan berdampak sangat
besar thd lingkungan yaitu terjadinya
perubahan iklim atmosfir bumi, frekuensi dan
intensitas topan badai akan meningkat, serta
naiknya permukaan air laut yg
mengakibatkan tenggelamnya daerah
dataran rendah.

Pencemar udara primer (60% dr sektor


trnsprtasi) : CO, NOx , HC, SOx , patikulat

Pemanasan global umumnya diakibatkan oleh


adanya gas rumah kaca (GRK) yaitu : uap air,
CO2 , CH4, O3, N2O, CFC di atmosfer bumi.
Masing2 GRK mempunyai sifat absorbsi
(spektrum absorbsi) yang berbeda.
Uap air mengabsorbsi sinar infra merah
yg mempunyai panjang gelombang
antara 4.103 - 7.103 nm, sedangkan CO2
antara 13.103 - 17.103 nm, shg antara
7.103 - 13.103 terdapat jendela yg dpt
dilalui oleh sinar infra merah untuk lepas
ke ruang angkasa. Intensitas absorbsi
sinar inframerah oleh masing 2 GRK
berbeda-beda, ada gas yg dpt
mengabsorbsi sangat intensif shg dpt
sangat efektif menaikkan suhu bumi
Potensi pemanasan global
Gas Massa molekul Waktu tinggal Potensi
(tahun) pemanasan
global
CO2 44 50 200 1

CH4 16 10 21

N2O 44 150 290

CFC-11 137 65 3500


( CClF3 )
CFC-12 127 130 7300
( CCl2F2 )
Polusi air
Polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air
dari keadaan normal, bukan kemurniannya.

Berdasarkan sifat2 nya, polutan air


dikelompokkan dalam 9 klp :
1. Padatan
2. Oxygen Demanding waste (bahan buangan yang
membutuhkan oksigen)
3. Mikroorganisme
4. Komponen organik sintetik
5. Nutrien tanaman
6. Minyak
7. Senyawa an organik & mineral
8. Bahan radioaktif
9. Panas
Sifat-sifat air terpolusi :
1. Nilai pH (keasaman & alkalinitas)
2. Suhu
3. Warna, bau dan rasa
4. Jumlah padatan
5. Nilai BOD / COD
6. Pencemaran mikroorganisme patogen
7. Kandungan minyak
8. Kandungan logam berat
9. Kandungan bahan radioaktif
pH air normal : 6 8
Kenaikan suhu mengakibatkan :
1. Jumlah oksigen terlarut (DO) menurun
2. Kecepatan reaksi kimia meningkat
3. Kehidupan ikan/hewan air terganggu
4. Kematian ikan/hewan air
Warna air :
1. True color (disebabkan warna zat 2
tertentu)
2. Apparent color (semu) disebabkan
bahan2 terlarut & tersuspensi
Bau air : disebabkan bahan kimia,
ganggang, plankton & hewan air
Rasa ~ air normal tidak mempunyai
rasa
PADATAN
Berdasarkan kelarutannya dalam air,
padatan dibagi dalam 4 klp :
1. Sedimen (padatan terendap ~ pasir &
lumpur)
2. Padatan tersuspensi dan koloid ~ tanah
liat
3. Padatan terlarut
4. Minyak dan lemak
Sedimen dalam jumlah tinggi
menyebabkan :
o Penyumbatan saluran air
o Mengurangi populasi ikan/hewan air
o Mengurangi penetrasi SM / fhothosynthesis
o Biaya penjernihan tinggi, terutama untuk
industri

Padatan tersuspensi dan koloid :


o mengurangi penetrasi SM / fhothosynthesis

Padatan terlarut,
o terdiri dari senyawa organik dan anorganik
yang larut air, mineral dan garam 2nya
(gula, Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni, Cl2, garam2
Ca2+dan Mg2+, sabun, detergent, surfactant.
Kesadahan
Adanya ion Ca2+ & Mg2+, menyebabkan
korosi, sabun tidak berbusa & kerak
pada dasar tanki
Kesadahan sementara (temporer) ~
garam2 CO32- & HCO3- dari Ca & Mg
Rx : CaCO3 + CO2 + H2O ~> Ca(HCO3) 2
tidak larut larut

Kesadahan sementara dapat dihilangkan


dengan pemanasan
Rx : Ca(HCO3) 2 (aq) CaCO3(S) + H2O
Kesadahan tetap : adanya garam2 Cl- &
SO42- dari Ca & Mg
Kesadahan tetap sukar dihilangkan
Derajad CaCO3 Ion Ca2+
kesadahan (ppm) (ppm)
1. Lunak < 50 < 2,9
2. Agak sadah 50 100 2,9 5,9
3. Sadah 100 200 5,9 11,9
4. Sangat sadah > 200 > 11,9
MINYAK & LEMAK

Minyak & lemak yang mencemari air


sering dimasukkan dalam padatan yang
mengapung di atas permukaan air,
yang menyebabkan :

1. mengurangi penetrasi SM ke dalam air


air se dalam 2m penetrasi berkurang 90%
2. Konsentrasi O2 terlarut menurun
3. Mengganggu kehidupan burung2 air
4. Mengganggu kehidupan tanaman laut /
ganggang
Oxygen Demanding waste
(Bahan Buangan yang
Membutuhkan Oksigen)
Oksigen Terlarut (DO : Dissolved Oxygen)
Merupakan kebutuhan dasar untuk
kehidupan tanaman dan hewna dalam air
DO berasal dari proses photosintesis
tanaman air dan dari udara
Konsentrasi DO tergantung dari suhu &
tekanan atmosfer
DO rendah ~ kehidupan air mati
DO tinggi ~ menyebabkan proses
perkaratan menjadi cepat
Oxygen Demanding waste
Bahan2 tersebut terdiri dari bahan buangan yang
mudah dibusukkan oleh organisme / bakteri
dengan adanya Oksigen.
Oksigen yang tersedia di dalam air dikonsumsi
oleh bakteri yang aktif memecah bahan2
buangan yang umumnya banyak mengandung
unsur Carbon nya.
Rx : C + O2 ~> CO2
Tetapi sebelum membentuk CO2, akan terbentuk
hasil2 oksidasi sementara seperti :alkohol,
amina, amoniak, hidrogen sulfida, yang berbau
busuk & bersifat racun thd hewan dan manusia.
Untuk mengetahui adanya polutan tsb dilakukan
uji BOD dan COD
BOD (Biochemical Oxygen Demand) :
menunjukkan jumlah oksigen yang
dibutuhkan oleh organisme hidup
untuk memecah / mengoksidasi
bahan2 buangan di dalam air

COD (Chemical Oxygen Demand) :


menentukan jumlah oksigen yang
dibutuhkan oleh bahan oksidan
(KMnO4 / K2Cr2O7 ) untuk
mengoksidasi bahan2 organik yang
terdapat di dalam air
B O D (Biochemical Oxygen
Demand)
Organisme hidup yang bersifat aerobik membutuhkan O 2
untuk beberapa reaksi biokimia, yaitu untuk (1)
mengoksidasi bahan organik, (2) sintesis sel dan (3)
oksidasi sel. Rx sbb:
1. (CH2O)n + O2 ~> nCO2 + nH2O + energi
2. (CH2O)n +NH3 + O2 enzim komponen sel + CO2 + H2O + energi
3. Komponen sel + O2 enzim CO2 + H2O +NH3 + energi

Nilai BOD adalah selisih antara DO sebelum dan sesudah


inkubasi. Lama inkubasi 5 hari, suhu 20C. Bahan
organik yang teroksidasi 68 %
Kelemahan Uji BOD :
1. Intermediate oxygen demand (bahan anorganik dan
bahan lain ikut teroksidasi)
2. Waktu uji relatif lama (5 hr) dan hanya 68 %dari
total BOD
3. Adanya senyawa penghambat seperti
germisida, klorinnya menghambat
pertumbuhan mikroorganisme yang
dibutuhkan untuk merombak bahan
organik, sehingga hasil uji BOD kurang
teliti.
Air murni (hampir) BOD : 1 5 ppm
Jika DO rendah maka mikroorganisme
aerobik tidak dapat hidup dan
berkembang, sebaliknya mikro
organisme anaerob akan aktif memecah
bahan2 tsb krn tidak adanya O 2
Pemecahan komponen dengan
cara :
Bahan / Aerobik An aerobik
senyawaan
Carbon ( C ) CO2 CH4
Nitrogen (N) NH3 + HNO3 NH3 + Amina (anyir)
Sulfur (S) H2SO4 H2S (bau busuk)
Phospor (P) H3PO4 PH3 + komponen
Pospor (menyengat)
C O D (Chemical Oxygen Demand)
UjiCOD biasanya menghasilkan nilai
kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dari
pada uji BOD, karena bahan2 yang stabil
terhadap reaksi biologi & mikroorganisme
dapat ikut teroksidasi dalam uji COD
Hasil uji COD ~ 10 menit
Adanya senyawa Klor yang dapat
mengganggu uji COD karena bereaksi dengan
K2Cr2O7 dapat dicegah dengan menambahkan
Merkuri Sulfat 10 x dari jumlah klor yang
ada dalam sampel.
Merkuri Sulfat akan membentuk senyawa
kompleks dengan Klor
Mikroorganisme
Air merupakan medium pembawa mikroorganisme
patogenik yang berbahaya bagi kesehatan.

Patogen yang sering terdapat dalam air :


Vibrio Chlolerae ~ Kolera
Shigella Dysenteriae ~ Desentri
Salmonella Typhosa ~ Tifus
Virus Polio dan Hepatitis
Bakteri yang sering digunakan sebagai indikator
polusi kotoran adalah :
Escherichia Colli
Streptococus Fekal
Clostridium Perfringens.

$
Alhamdulillahirobbilalamin.
Semoga bernilai ibadah.