Anda di halaman 1dari 13

RESUSITASI MATERNAL

KELOMPOK 3
APRIYANTI
DEWI SUNDARI
DIANA DAMAYANTI
FLORICA AMANDA
MAYA ROPITA SARI
MONIKA OKTRIANI
NURMA DWI MURTYA
ROSNANI
SITI KHOTIJAH
YENI HARTIKA SARI
YENI SARTIKA
Apa Itu
Resusitasi ????
Resusitasi merupakan
sebuah upaya menyediakan
oksigen ke otak, jantung
dan organ-organ vital
lainnya melalui sebuah
tindakan yang meliputi
pemijatan jantung dan
menjamin ventilasi yang
adekwat (Rilantono, 1999).
Pertimbangan untuk wanita hamil
dan melahirkan
Melakukan teknik resusitasi
dimodifikasi guna mengakomodasi
perubahan fisiologis tubuh.
Menggunakan prinsip resusitasi yang
sama dengan resusitasi lain.
Melakukan seksio sesarea darurat
dapat dilakukan secara cepat unuk
meningkatkan keberhasilan
resusitasi.
Menggunakan tekanan krikoid atau
Penanganan Kolaps
Kolaps maternal merupakan kejadian
yang jarang terjadi tapi berpotensi
menjadi bahaya dan kondisi
kedaruratan yang fatal.

Pengkajian awal berdasarkan :


Warna kulit
Pergerakan pernapasan
Denyut jantung
Pengkajian Awal dan Tindakan
Saat menemukan wanita yang mengalami
kolaps, bidan harus mengkaji area secara
cepat untuk memastikan bahwa tidak
terdapat bahaya bagi bidan/wanita
(misalnya : lantai basah, kabel dari
perlengkapan). Bidan harus mendekati
wanita dari samping dan memastikan bahwa
apakah wanita dalam keadaan sadar dengan
menanyakan apakah dia baik-baik saja dan
menepuk bahu nya secara kuat. Tindakan ini
seharusnya dapat membangkitkan respon.
NEXT......

Jika tidak ada respon bantuan harus segera


dicari, dan melakukan upaya resusitasi.
Wanita harus ditelentangkan, pindahkan
bantal jika digunakan dan jika hamil sebuah
baji diposisikan dibawah pinggul kanan
wanita untuk menyangga uterus gravida dan
meminimalkan resiko kompresi autokaval.
Jika baji tidak tersedia, gulungan selimut
atau bantal dapat digunakan. Tindakan ini
akan lebih mudah dilakukan oleh 2 orang.
Perlengkapan Resusitasi
Perlengkapan standar terdiri dari :
1. Oksigen
2. Perlengkapan penghisap (suction)
3. Kantung dan masker wajah untuk
ventilasi(dengan reservoir oksigen /
masker kantung).
4. Baji
5. Jalan napas guedel uk. 2 dan 3
NEXT.....
6. Obat-obatan resusitasi
7. Stetoskop
8. Laringoskop
9. Selang endotrakeal dg balon uk. 7-
9 ml dan spuit uk. 10 ml
10. Masker jalan napas laringeal
Upaya Tambahan dalam Resusitasi
( Prosedur Resusitasi Maternal )
Kenali henti napas dan jantung dan kaji situasi adanya
kemungkinan bahaya
Kaji tingkat responsivitas
Jika tidak responsiv, panggil bantuan darurat
Baringkan wanita dengan baji dibawah sisi kanannya dan
tekuk kepalanya kebelakang keposisi netral
Pastikan jalan napas terbuka
Gunakan topangan dagu, dorongan rahang dan jalan
napas orofaring sesuai kebutuhan dan keluarkan obstruksi
yang terlihat jelas
Berikan tekanan krikoid sampai intubasi dilakukan jika
perlu
Kaji pernapasan dan denyut karotid selama tidak lebih
dari 10 dtk (jika dilakukan).
NEXT.....

Jika tidak bernapas, lakukan kompresi jantung pada


kecepatan 100 denyut/menit
Setelah setiap 30 kali kompresi jantung, lakukan 2 kali
pernapasan ventilasi jika memungkinkan dan
mempertahankan kecepatannya pada 30 : 2
Lanjutkan resusitas sampai respirasi spontan atau
pergerakan terlihat, atau sampai diberitahu untuk
berhenti
Jika setelah 5 menit hanya ada kesuksean minimal,
persiapan harus dimulai untuk melakukan seksio
sessarea
Partisipasi dalam tim multidisipliner
Pertahankan catatan mendetail tentang semua
tindakan yg dilakukan
Peran dan Tanggung Jawab Bidan
dalam Resusitasi
Berespons untuk mencegah keadaan kolaps jika
memungkinkan
Segera mengenali dan berespon dalan peristiwa
berhenti
Familier terhadap teknik resusitasi,termasuk adaptasi
untuk wanita hamil
Familier dg perlengkapan, penggunaan dan
pemeliharaannya
Mengetahui aspek asuhan yg lain
Kerja tim yg tepat
Konsultasi dg tenaga kesehatan lain
Mencatat data terkini secara rinci
Thanks of
full.......................