Anda di halaman 1dari 13

INDONESIA BRAIN BANK

Medical Education Research Center


MERC
Indonesia Medical Education Research Institute
IMERI
Universitas Indonesia
LATAR BELAKANG
MERC memandang perlu untuk
mengembangkan pusat Brain Banking di FKUI
yang merupakan sarana untuk riset neurosains
khususnya yang terkait fungsi otak pada
berbagai penyakit baik degeneratif maupun
infeksi dan gangguan perkembangan otak
sejak lahir (bawaan) sampai dewasa dan
menua (ageing)
Akan menjadi pusat unggulan bagi FKUI
(di Indonesia belum ada universitas yang
mempunyai pusat brain bank)
TUJUAN:
Mengumpulkan, mengidentifikasi dan
menyebarkan jaringan otak manusia dan sumsum
tl. belakang untuk kepentingan riset

Mengembangkan pengetahuan untuk


mendapatkan obat / terapi penyakit otak
neurologi dan psikiatri (Alzheimer, Autism,
Depresi, Multipel Sklerosis, Parkinson, adiksi dll)
Menyediakan sarana riset bagi peneliti Indonesia
dan sarana kepastian diagnosis bagi masyarakat
KEGIATAN IBB:
1. Persiapan:
studi banding ke Belanda (2011)
Training SDM ke Australia (2015 dan 2016)
Website dan News Letter IBB, Paket Informasi.
Sosialisasi IBB:
Masyarakat luas
Pemerintah dan NGO
Institusi dan organisasi kesehatan
Pusat Riset dan Universitas dll
KEGIATAN IBB
2. Operasional:
Registrasi Donor: sehat dan sakit
Informed Consent via tenaga kesehatan
Regular contact / follow up (komunikasi)
Brain tissue removed within 6 hours after death*
Processing into slices (makro & mikroskopik)
Pendampingan kesehatan dan sosial budaya selama
hidup (konsultasi) dan sesudah kematian
(pemakaman, berkabung)
Pemusnahan sisa jaringan
ASPEK ETIKA MEDIKOLEGAL
donor sukarela dengan kesadaran penuh
Informed consent signed dapat ditarik lagi tanpa
dipertanyakan alasannya
Identitas dirahasiakan sepenuhnya
Sediaan spesimen untuk penelitian tidak
diperjual-belikan
Setiap proposal penelitian akan dikaji secara etik
dan ilmiah untuk menjamin mutu riset
Spesimen jaringan otak diperlakukan dengan
sepantasnya sebagai bagian dari manusia
Dukungan peraturan pemerintah dan tokoh
masyarakat / agama
ORGANISASI IBB
MERC / IMERI

IBB

Proses pengambilan
jaringan otak & Komite Badan
Manajemen Ilmiah penasihat
pembuatan sediaan

Administrasi lab
Multi-profesi,
wakil donor,
Tim tokoh masyarakat
autopsi
MANFAAT IBB:

1. Sarana untuk pengembangan ilmu


pengetahuan dan pendidikan khususnya di
bidang neurosains (penyakit, pendidikan, dll)
2. Sarana untuk mendapatkan pendampingan
/konsultasi selama hidup, kepastian
diagnosis post mortem, pendampingan
berkabung bagi keluarga dan masyarakat
3. Sarana kolaborasi riset neurosains bagi
peneliti baik di Indonesia maupun luar negeri
ALZHEIMER DI INDONESIA
Belum ada obat yang dapat menyembuhkan
Jumlah penderita semakin banyak
Belum pernah ada diagnosis post mortem
Kemenkes: stranas Penanggulangan penyakit
Alzheimer dan demensia lainnya: menuju
lanjut usia sehat dan produktif (2015): a.l.
terlaksananya dan termanfaatkannya riset
kognitif dan demensia perlu sarana IBB
Yayasan Alzheimer Indonesia
Perkumpulan Asuhan Demensia Indonesia
7 ACTION STEPS ON AD & OTHERS
DEMENTIA (STRANAS KEMENKES)
1. Raising Public Awareness and Healthy Life
2. Advocacy of the human right of PWD
3. Ensure there is an access of information
towards service excellent
4. Early detection and diagnosis of dementia
5. Empowering human resources system
6. Empowering cognitive health program
7. Optimizing research on dementia
DEMENTIA WORLDWIDE 2015 - INDONESIA

3M
131.5
M

2M

74.7
1 M
M
46.8
36 M M

mws_gp_pergemi_14 3/29/2014 11
3/22/17
DEMENTIA PREVALENCE IN INDONESIA & NCD:
DMT2 THE MOST BRAIN AT RISK POPULATION!
53 % Diabetes patients AD
have Mild Cognitive VaD
Impairment (Nasrun, 2007)

3.5 % AD
AD cases is about dementia
1 million estimated (Nasrun,2007
)

mwsn_aipi_121011
12
Thank You