Anda di halaman 1dari 28

SYOK

Kelompok 6
DEFINISI
Syok adalah keadaan kesehatan yang
mengancam jiwa ditandai dengan
ketidakmampuan tubuh untuk menyediakan
oksigen untuk mencukupi kebutuhan
jaringan. Kebanyakan penyebab shock adalah
pengurangan pengeluaran kardiak. Shock
dapat dengan cepat menyebabkan kematian
bila tidak dilakukan perawatan medis dengan
segera.
ETIOLOGI
Penyebab utama shock adalah kehilangan
darah . Syok dapat disebabkan oleh
kegagalan jantung dalam memompa darah
(serangan jantung atau gagal jantung),
pelebaran pembuluh darah yang abnormal
(reaksi alergi, infeksi), dan kehilangan
volume darah dalam jumlah besar
(perdarahan hebat).
KLASIFIKASI SYOK
Syok Hipovolemik
Syok kardiogenik
Syok neurogenik
Syok anafilaktik
Syok septik
TANDA DAN GEJALA
Sistem Kardiovaskuler
Gangguan sirkulasi perifer pucat, ekstremitas dingin.
Kurangnya pengisian vena perifer lebih bermakna
dibandingkan penurunan tekanan darah.
Takikardi, nadi cepat dan halus.
Hipotensi, Tekanan sistole kurang dari 80 mmHg atau MAP
(mean arterial pressure / tekanan arterial rata-rata)
kurang dari 60 mmHg, atau menurun 30% lebih. karena
tekanan darah adalah produk resistensi pembuluh darah
sistemik dan curah jantung, vasokonstriksi perifer adalah
faktor yang esensial dalam mempertahankan tekanan
darah. Autoregulasi aliran darah otak dapat dipertahankan
selama tekanan arteri turun tidak di bawah 70 mmHg.
Vena perifer kolaps. Vena leher merupakan penilaian
yang paling baik.
CVP rendah.
Sistem Respirasi
Pernafasan cepat dan dangkal.
Sistem saraf pusat
Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi.
Bila tekanan darah rendah sampai menyebabkan
hipoksia otak, pasien menjadi gelisah sampai tidak
sadar Obat sedatif dan analgetika jangan diberikan
sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang
karena kesakitan.
Sistem Saluran Cerna
Bisa terjadi mual dan muntah.
Sistem Saluran Kencing
oliguria : produksi urin umumnya akan berkurang
pada syok hipovolemik. Oliguria pada orang dewasa
terjadi jika jumlah urin kurang dari 30 ml/jam.
TAHAPAN SYOK
Tahap Kompensasi
Tahap dekompensasi
Tahap ireversibel
PENANGANAN
Airway (membuka jalan napas) : Jalan napas harus dijaga tetap
bebas, tidak ada sumbatan sama sekali.
Breathing support : segera memberikan bantuan napas buatan bila
tidak ada tanda-tanda bernapas, baik melalui mulut ke mulut atau
mulut ke hidung.
Circulation support : yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar
(a. karotis, atau a. femoralis), segera lakukan kompresi jantung luar.
Disability : periksa tingkat kesadaran, respon pupil dan fungsi
sensorik dan motorik
Exposure : periksa seluruh permukaan tubuh. Periksa DOTS

D : deformity (deformitas)
O: Open Wounds (luka terbuka)
T : tenderness (nyeri tekan)
S : Swelling (bengkak)
Folley Catheter : kateter urine untuk penilaian produksi urine
Gastric Tube : NGT untuk dekompresi lambung -> minimalkan aspirasi
SYOK KARDIOGENIK
Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan
fungsi pompa jantung yang mengakibatkan
curah jantung menjadi berkurang atau
berhenti sama sekali untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme. Syok kardiogenik
ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel, yang
mengakibatkan gangguan berat pada perfusi
jaringan dan penghantaran oksigen ke
jaringan.
ETIOLOGI
ventrikelkiri yang berat yang memicu
terjadinya kongesti paru dan/atau hipoperfusi
iskemik.
Infark miokard akut (AMI)
Komplikasi dari infark miokard akut,
seperti: ruptur otot papillary, ruptur
septum, atau infark ventrikel kanan,
dapat mempresipitasi
(menimbulkan/mempercepat) syok
kardiogenik pada pasien dengan infark-
infark yang lebih
Keluhan Utama Syok Kardiogenik
Oliguri (urin < 20 mL/jam).
Mungkin ada hubungan dengan infark miokard akut
Nyeri substernal seperti IMA.
Tanda Penting Syok Kardiogenik

Tensi turun < 80-90 mmHg.


Takipneu dan dalam.
Takikardi.
nadi cepat,
Tanda-tanda bendungan paru: ronki basah di kedua basal paru.
Bunyi jantung sangat lemah, bunyi jantung III sering terdengar.
Sianosis.
Diaforesis (mandi keringat).
Ekstremitas dingin.
Perubahan mental.
Komplikasi Syok Kardiogenik
Cardiopulmonary arrest
Disritmi
Gagal multisistem organ
stroke
Tromboemboli
Penatalaksanaan Medis Syok Kardiogenik :
Patikan jalan nafas tetap adekuat, bila tidak sadar
sebaiknya dilakukan intubasi.
Berikan oksigen 8 15 liter/menit dengan
menggunakan masker untuk mempertahankan PO2
70 120 mmHg
Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat
memperbesar syok yang ada harus diatasi dengan
pemberian morfin.
SYOK HIPOVOLEMIK
Pengertian
Syok hipovolemik merupakan tipe syok
yang paling umum ditandai dengan
penurunan volume intravascular. Cairan
tubuh terkandung dalam kompartemen
intraseluler dan ekstraseluler. Cairan
intraseluler menempati hamper 2/3 dari
air tubuh total sedangkan cairan tubuh
ekstraseluler ditemukan dalam salah satu
kompartemen intavaskular dan
interstitial.
ETIOLOGI
kehilangan cairan eksternal seperti : trauma,
pembedahan, muntah-muntah, diare,
diuresis,
perpindahan cairan internal seperti :
hemoragi internal, luka baker, asites dan
peritonitis
Tujuan utama dalam mengatasi syok
hipovolemik adalah :
(1) Memulihkan volume intravascular untuk
membalik urutan peristiwa sehingga tidak
mengarah pada perfusi jaringan yang tidak
adekuat.
(2) Meredistribusi volume cairan, dan
(3) Memperbaiki penyebab yang mendasari
kehilangan cairan secepat mungkin.
SYOK SEPTIK
Syok septik adalah syok yang disebabkan oleh
infeksi yang menyebar luas yang merupakan
bentuk paling umum syok distributif. Pada
kasus trauma, syok septik dapat terjadi bila
pasien datang terlambat beberapa jam ke
rumah sakit. Syok septik terutama terjadi
pada pasien-pasien dengan luka tembus
abdomen dan kontaminasi rongga peritonium
dengan isi usus.
Etiologi
Mikroorganisme penyebab syok septik adalah
bakteri gram negatif

Gambaran Klinis
Kulit yang dingin dan lembab
Pucat
Peningkatan kecepatan denyut jantung dan
pernapasan
Penurunan drastis tekanan darah
PENATALAKSANAAN
Pengumpulan spesimen urin, darah, sputum
dan drainase luka dilakukan dengan tekhnik
aseptik.
Pemberian suplementasi nutrisi tinggi
kandungan protein secara agresif dilakukan
selama 4 hari dari awitan syok.
Pemberian cairan intravena dan obat-obatan
yang diresepkan termasuk antibiotik
Dopamin, dan Vasopresor untuk optimalisasi
volume intravaskuler
KOMPLIKASI
Kegagalan multi organ akibat penurunan
aliran darah dan hipoksia jaringan yang
berkepanjangan
Sindrom distres pernapasan dewasa akibat
destruksi pertemuan alveolus kapiler karena
hipoksia
SYOK ANAFILAKTIK
Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat,
terutama yang diberikan intravena seperti
antibiotik atau media kontras. Sengatan
serangga seperti lebah juga dapat
menyebabkan syok pada orang yang rentan.
SYOK NEUROGENIK
Syok neurogenik disebut juga syok spinal
merupakan bentuk dari syok distributif, Syok
neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat
vasomotor karena hilangnya tonus pembuluh
darah secara mendadak di seluruh
tubuh.sehingga terjadi hipotensi dan
penimbunan darah pada pembuluh tampung
(capacitance vessels)
ETIOLOGI
Trauma medula spinalis dengan quadriplegia
atau paraplegia (syok spinal).
Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan
seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang.
Rangsangan pada medula spinalis seperti
penggunaan obat anestesi spinal/lumbal.
Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat
otonom).
Suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut.
tekanan darah turun,
Nadi tidak bertambah cepat,
bahkan dapat lebih lambat (bradikardi)
ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan
a.Perubahan perfusi jaringan (serebral, kardiopulmonal, perifer)
berhubungan dengan penurunan curah jantung.
b. penurunan curah jantung berhubungan dengan faktor mekanis
(preload, afterload dan kontraktilitas miokard)
c.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan peningkatan
permeabilitas kapiler pulmonal
d. Ansietas / takut berhubungan dengan ancaman biologis yang
aktual atau potensial
INTERVENSI
Diagnosa I
Tujuan : Perfusi jaringan dipertahankan dengan kriteria :
Tekanan darah dalam batas normal
Haluaran urine normal
Kulit hangat dan kering
Nadi perifer > 2 kali suhu tubuh
Intervensi :
1) Kaji tanda dan gejala yang menunjukkan gangguan perfusi jaringan
2) Pertahankan tirah baring penuh (bedrest total) dengan posisi
ekstremitas memudahkan sirkulasi
3) Pertahankan terapi parenteral sesuai dengan program terapi, seperti darah
lengkap, plasmanat, tambahan volume
4) Ukur intake dan output setiap jam
5) Hubungkan kateter pada sistem drainase gravitasi tertutup dan lapor
dokter bila haluaran urine kurang dari 30 ml/jam
6) Berikan obat-obatan sesuai dengan program terapi dan kaji efek obat serta
tanda toksisitas
7) Pertahankan klien hangat dan kering
Diagnosa II
Tujuan : Klien memperlihatkan peningkatan curah jantung dengan kriteria :
Tanda-tanda vital dalam batas normal
Curah jantung dalam batas normal
Perbaikan mental
Intervensi :
1) Pertahankan posisi terbaik untuk meningkatkan ventilasi optimal
dengan meninggikan kepala tempat tidur 30 60 derajat
2) Pertahankan tirah baring penuh (bedrest total)
3) Pantau EKG secara kontinu
4) Pertahankan cairan parenteral sesuai dengan program terapi
5) Pantau vital sign setiap jam dan laporkan bila ada perubahan yang
drastic
6) Berikan oksigen sesuai dengan terapi
7) Berikan obat-obatan sesuai dengan terapi
8) Pertahankan klien hangat dan kering
9) Auskultasi bunyi jantung setiap 2 sampai 4 jam sekali
10) Batasi dan rencanakan aktifitas ; berikan waktu istirahat antar prosedur
11) Hindari konstipasi, mengedan atau perangsangan rektal
Diagnosa III
Tujuan : Klien memperlihatkan peningkatan ventilasi
dengan kriteria :
Klien bernafas tanpa kesulitan
Paru-paru bersih
Kadar PO2 dan PCO2 dalam batas normal
Intervensi :

1) Kaji pola pernafasan, perhatikan frekwensi dan


kedalaman pernafasan
2) Auskultasi paru-paru setiap 1 2 jam sekali
3) Pantau seri AGDA
4) Berikan oksigen sesuai dengan kebutuhan klien
5) Lakukan penghisapan bila ada indikasi
6) Bantu dan ajarkan klien batuk efektif dan nafas
dalam
Diagnosa IV
Tujuan : Ansietas / rasa takut klien terkontrol dengan kriteria :
Klien mengungkapkan penurunan ansietas
Klien tenang dan relaks
Klien dapat beristirahat dengan tenang
Intervensi :
1) Tentukan sumber-sumber kecemasan atau ketakutan klien
2) Jelaskan seluruh prosedur dan pengobatan serta berikan
penjelasan yang ringkas bila klien tidak memahaminya
3) Bila ansietas sedang berlangsung, temani klien
4) Antisipasi kebutuhan klien
5) Pertahankan lingkungan yang tenang dan tidak penuh dengan
stress
6) Biarkan keluarga dan orang terdekat untuk tetap tinggal
bersama klien jika kondisi klien memungkinkan
7) Anjurkan untuk mengungkapkan kebutuhan dan ketakutan
akan kematian
8) Pertahankan sikap tenang dan menyakinkan