Anda di halaman 1dari 110

ANATOMI SISTEM

PERSARAFAN
OLEH

TRI HAPSARI R.A. SKp.,MKes


085221814111
91593485
PENDAHULUAN
Sistem Saraf bersama system
endokrin melakkukan sebagian
besar fungsi pengaturan aktivitas
tubuh.
Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf
yang disebut neuron, yang tersusun
menjadi jaringan otak, medulla
spinalis dan system saraf tepi.
PENDAHULUAN

Hampir semua kegiatan tubuh dalam


mempertahankan keseimbangan
berlangsung melalui kegiatan refleks
yang melibatkan struktur saraf.
Stimulus yang berasal dari dalam
atau luar tubuh merangsang reseptor
saraf yang ada di permukaan
jaringan.
PENDAHULUAN
Rangsang berupa impuls listrik tsb
dilanjutkan dibawa oleh system saraf tepi
ke system saraf pusat, impuls diolah dan
kemudian dijawab dan jawaban akan
diantarkan melalui system saraf tepi ke
alat / organ tubuh tertentu yang
berfungsi sebagai pencetus jawaban
akhir ( efektor )
SISTEM SARAF TERDIRI DARI

Neuron (sel-sel saraf )


Sel-sel penyokong ( neuroglia dan sel
schwan )
A. NEURON

sel saraf yg peka thdp rangsangan


dgn fungsi spesifiknya mencetuskan
dan menghantarkan impuls listrik.
Rangsang diterima o/ ujung saraf
sensoris ( reseptor ) melalui aferen
dan jawaban disalurkan melalui
eferen.
BAGIAN DARI NEURON

Setiap neuron mempunyai :


Badan sel atau soma yg mempunyai 1
atau lebih tonjolan
Dendrit : tonjolon yg berfungsi
menghantar info atau rangsang
menuju badan sel
Akson : tonjolan tunggal yg panjang yg
membawa info keluar dr badan sel
BAGIAN DARI NEURON
Serat saraf adalah akson dari suatu neuron
Badan sel dan dendrite adalah pencetus
impuls dan akson pembawa impuls.
Tempat kontak satu neuron dengan neuron
lain disebut synaps
Bentuk, ukuran dan panjang neuron
bervariasi :
Neuron unipolar
Neuron bipolar
Neuron multipolar
NEURON
NEURON DAN SYNAPE
NEURON
B. NEUROGLIA
Penyokong, pelindung dan sumber nutrisi dari
neuron otak dan medulla spinalis
Neuroglia 40 % dari volume otak, Beberapa jenis
neuroglia :
Mikroglia : sifat fagositosis
Ependima : produksi cairan cerebrospinalis
Astroglia( Astrocytes ) : penyedia nutrisi
,bentuknya seperti bintang dengan banyak
tonjolan
Oligodendroglia( Oligodendrocytes) : bertanggung
jawab menghasilkan myelin dalam CNS
Pada CNS oligodendroglia yang mensuport akson
dan produksi myelin. Sel Schwann pada PNS yang
sama fungsinya
MACAM NEURON
NEUROGLIA
NEURON DAN SYNAPS
SYNAPSE
SYNAPS
NEUROGLIA
SYNAPSE

Yang menghubungkan satu neuron


dengan neuron lain yang berada pada
terminal button pada akhir tiap akson.
Ada 3 struktur yang terdapat dalam
sitoplasma : mitokondria , vesikel sinap
dan apparatus golgi.
Vesikel sinap ada yang besar dan kecil.
SYNAPSE

Vesikel sinap yang kecil yang ditemukan di


terminal button mengandung
neurotransmitter, yang siap untuk
dilepaskan bila ada potensial aksi.

Vesikel sinap yang besar ditemukan


berpencar seluruhnya di terminal button
,dan berisi sejumlah neuropeptida yang
berbeda.
SUBSTANSI
NEUROTRANSMITER
Acetylcholine
Monoamines : Epinephrinne,
Norepinephrine, dopamine,
serotonin
Amino acids: Glutamic acid
/glutamate, gamma-aminobutyric
acid ( GABA), glycine
Peptides: endogenous opioid
seperti opium.
SISTEM SARAF

SISTEM SARAF SENTRAL ( CNS )


OTAK :
Serebrum
Batang otak ( Brain Steam )
Serebelum
Medula Spinalis
SISTEM SARAF PERIFER
( PNS)

A.SISTEM SARAF SOMATIK


B. SISTEM SARAF OTONOM
1. Sistem Saraf Simpatis
2. Sistem Saraf Parasimpatis
CNS DAN PNS
SOMATOSENSORIK
SOMATOMOTORIK
AUTONOMIC NERVUS
SYSTEM
SISTEM SARAF PUSAT
Serebrum

Batang Otak ( Brain steam) yang terdiri


dari dienchepalon, mesenchepalon, pons
dan medulla oblongata. Dienchepalon terdiri
dari epithalamus, thalamus dan
hipothalamus

Serebelum
REGION OTAK KANAN
LOBUS PADA SEREBRUM
AREA SENSORI KORTEX
SEREBRI
SEREBRUM
SEREBRUM
SEREBRUM
Merupakan bagian terbesar otak manusia.
Dibagi menjadi dua belahan, yaitu hemisfer
serebrum kiri dan kanan. Dipisahkan oleh
fisura longitudinalis cerebri.
Keduanya dihubungkan oleh korpus
kalosum. Setiap hemisfer terdiri dari sebuah
lapisan luar yg tipis : substansia grisea
( bahan abu-abu ) atau kortek serebri .
Menutupi bagian tengah yg lebih tebal
substansia alba ( bahan putih ). Yang
lebih dalam dari substansia alba adalah
nucleus basal.
Subs Grisea : badan sel yg terkemas dgn
dendrit
Subs Alba : serat saraf bermielin ( akson )
KORTEK SEREBRI
Hemisfer serebri dibagi atas lobus
berdasar pd tulang di atasnya :
Lobus Frontalis
lobus Parietalis
lobus Oksipitalis
lobus temporalis
LOBUS FRONTALIS
Pre frontal
Mengontrol emosi, kepribadian, penilaian,
penaksiran, tingkah laku yg dipelajari dan
pengembangan pikiran
b.Area presentral ( korteks motorik
utama )
Terletak persis di bagian anterior sulkus
sentral. Rangsangan menimbulkan
pergerakan otot yang spesifik di sisi tubuh
yang lain.
LOBUS PARIETAL
Area somatic primer
Menempati area sebelah gyrus
sentral, area inii menerima input
sensori mayor seperti nyeri ,suhu,
sentuhan dan vibrasi serta posisi dari
sisi kontralateral tubuh
b.Area yang berhubungan dengan
sensori
Mengintergrasi informasi sensoris,
ukukran ,bentuk, tekstur
LOBUS TEMPORAL

a.Auditory : area wernicke


b.Olfactory
c. Gustatory
Menerima dan mengiterpretasi
pendengaran, pembau, rasa serta
menerima dan menyimpan memori
singkat, memberikan integrasi auditory,
penglihatan. Memori masa lalu yg rinci,
seni, musik dan rasa
LOBUS OKSIPITAL
a.Area visual primer
Menerima input dr sebagian
ipsilateral retina bagian temporal dan
sebagian kontralateral retina bagian
nasal
b.Area visual sekunder
Mengelilingi areal visual primer
,memungkinkan kita bisa
menginterpretasikan apa yang kita
lihat.
LOBUS PADA SEREBRUM
MENINGENS
Serebrum terbungkus 3 lapis membrane/
selaput yang disebut meningens , dari luar
ke dalam :

Duramater, membrane yg kuat dan tebal


yg memisahkan jaringan saraf dengan
kranium
Arachnoid, membrane yang tipis dan
halus di bawah duramater
Piamater, membrane tipis yg mengikuti
bentuk bangunan yg dibungkusnya.
RUANG BAWAH MEMBRANE
Di bawah membrane terdapat ruang
bawah membrane :

ruang epidural, antara tulang dengan


duramater
ruang subdural, antara duramater dan
arachnoid
Ruang subarachnoid, antara arachnoid
dan piamater
MENINGENS
STRUKTUR SUBKORTIKA
Secara garis besar ,struktur subkortika
adalah :

basal Ganglia, melaksanakan fungsi


motorik, gerak dasar, halus sikap tubuh
talamus, relay impuls sensorik ke
korteks sensorik
hipotalamus, pusat tertinggi integrasi
dan koordinasi saraf otonom dan
pengolahan insting
Hipofisis, bersama hipotalamus
LIMBIC SISTEM

bagian dari neuroanatomi yang


berhubungan secara internal dengan
otak yang berfungsi primer dalam
motivasi dan emosi. Bagian yang
penting pada limbic system adalah
hippocampus dan amigdala, lokasi di
sebelah ventrikel lateral dalam lobus
temporalis.
Limbic System

1. Fornix 1 8
2. Anterior 2
9
thalamic
3
nucleus
4 10
3. Anterior
commissure 11
5
4. Septal 6 12
nucleus
7
5. Olfactory 13
bulb
6. Olfactory
Cortex Corpus callosum
7. Mammillary 9. Habenular nucleus
body
10. Dentate nucleus + 12 Fimbria = Hippocampus
8. Cingulate
gyrus 13. Amygdaloid nucleus
LIMBIC SISTEM
LIMBIK SISTEM
BATANG OTAK (BRAIN
STEAM )

Terletak jauh di tengah hemisfer dan


berhubungan dengan spinal pada
tingkat medulla.Terdiri dari :
Mesenchepalon, pons, dan medulla
oblongata. Mesenchepalon terdiri
atas dienchepalon dan otak tengah
( mid brain
FUNGSI BATANG OTAK
1.Tempat keluar Saraf Kranial I XII
2. Terdapat kumjpulan saraf yg mengontrol jantung
dan pembuluh darah, pernafasan, pencernaan
3. Memodulasi sensasi nyeri
4.Mengatur reflek-reflek otot untuk keseimbangan
dan postur
5.Seluruh batang otak dank e dalam thalamus
berjalan jaringan luas neuron formasio retikularis.
Serat-serat ascenden dari formasio retikularis
menyusun Sistem Aktivasi Retikuler ( reticular
activating system : RAS). Mengontrol
kewaspadaan Kortek.
6.Pusat tidur
Dienchepalon terletak antara otak tengah
( midbrain ) dan hemisfer serebral. Struktur
fungsi utama dienchepalon adalah
hipotalamus. Thalamus berfungsi sebagai pusat
persediaan dan integrasi semua jenis impuls
sensorik, kecuali penciuman
Thalamus berperan penting dalam transmisi
impuls nyeri.
Hipothalamus mengintegrasi dan berfungsi
dalam informasi penting, seperti tanda vital,
keseimbangan cairan, temperature tubuh,
hormone dan factor yg mempertahankan
homeostatis fisik dan emosi tubuh.
BATANG OTAK DAN SARAF
KRANIAL
SEREBELUM

Melekat ke belakang bagian atas


batang otak, terletak di bawah lobus
oksipitalis korteks. Serebelum terdiri
dari 3 bagian yang secara fungsional
berbeda, yang diperkirakan
terbentuk secara berurutan selama
evolusi.
SEREBELUM
Vestibuloserebelum : untuk
mempertahankan keseimbangan
dan mengontrol gerakan mata
Spinoserebelum : mengatur tonus
otot dan gerakan volunteer yang
terampil dan terkoordinasi
Serebroserebelum: berperan dalam
perencanaan dan inisiasi aktivitas
volunteer dengan memberikan
masukan ke daerah motorik kortek.
MEDULA SPINALIS
Korda spinalis berjalan melalui kanalis
vertebralis dan dihubungkan dengan dengan
kanalis vertebralis dan dihubungkan dengan
saraf spinalis.
Dari batang otak berjalan suatu silinder jaringan
saraf panjang dan ramping, yaitu korda spinalis,
dengan ukuran panjang 45cm dan garis tengah
2 cm. Korda spinalis, yang keluar dari sebuah
lubang besar di dasar tengkorak, dilindungi oleh
kolumna vertebralis. Dari korda spinalis keluar
saraf-saraf spinalis.Korda spinalis hanya berjalan
sampai setinggi vertebra lumbal pertama atau
kedua ( setinggi sekitar pinggang )
MEDULA SPINALIS
SARAF SPINALIS

Saraf spinalis terdiri dari 31 pasang saraf


spinal ( kiri dan kanan ) yang terdiri dari :

8 pasang saraf cervical


12 pasang saraf thorakal
5 pasang saraf lumbal
5 pasang saraf sacral
satu pasang saraf cocsigeal
SARAF SPINALIS
Penampang melintang korda spinalis
terdiri dari :
Substansia Grisea ( badan kelabu )
Substansia alba ( badan putih ).
Substansia grisea mengelilingi canalis
centralis membentuk :
Kolumna dorsalis
Kolumna lateralis
Kolumna ventralis
SARAF SPINALIS

Kolumna menyerupai tanduk sehingga


disebut Cornu
Substansia alba mengandung serat myelin
( akson )
Substansia alba berisi berkas saraf yg
membawa impuls sensorik dari system
saraf tepi menuju otak dan impuls motorik
dari otak menuju saraf tepi.
Substansia grisea sebagai pusat koordinasi
reflek yang berpusat di medulla spinalis.
Penampang Medula Spinalis
Penghantaran impuls sensorik di
substansia alba medulla spinalis
berjalan menyilang garis tengah.
Impuls dari tubuh bagian kiri akan
dihantarkan ke sisi otak kanan dan
sebaliknya.
Tempat penyilangan di batang otak
( midbrain )
Upper Motor Neuron (UMN ) :neuron-
neuron motorik yg berasal dr korteks
motorik cerebri atau batang otak
termasuk saraf-saraf yang dalam system
saraf pusat
Lower Motor Neuron ( LMN ) : neuron-
neuron motorik yg berasal dari system
saraf pusat tapi serat sarafnya keluar dari
SSP dan membentuk Sistem Saraf Tepi.
Massa Grisea dikelilingi substansia alba
yang mengandung serat saraf yang dilapisi
myelin.
Serabut saraf terkumpul dalam berkas
disebut Traktus.
Traktus di substansia alba ini terkumpul
dalam berkas di dalam funikullus dorsalis
dan funikulus entrolateralis.
Melalui funikulus dorsalis keluar serat
saraf yang naik ( Ascending nerves )
Melalui funikuklus entrolateralis keluar
serat saraf yang turun ( Descending nerves )
Traktus acending utama :
Spinothalamus, membawa rangsang
berupa sensasi nyeri dan suhu
Kolumna posterior ,membawa
perubahan posisi badan, vibrasi,
diskriminasi umur dan bentuk
Spinoserebelum, membawa rangsang
berupa posisi yang tidak disadari
Traktus descending
Kortikospinalis ( pyramidal ) membawa
komando untuk gerakan volunteer
Rubrospinalis
Retikulospinalis atau ekstra piramidalis,
menggabungkan motor input dari
serebelum dan batang otak untuk
gerakan tangkas
Fungsi Medula Spinalis :
Pusat gerakan otot tubuh terbesar di
kornu motorik atau kornu ventralis
Pusat reflek spinalis
Menghantarkan rangsangan koordinasi
dari otot/sendi menuju serebelum
Sebagai penghubung antar segmen
medulla spinalis
Sebagai perantara komunikasi otak
Sebagai Pusat Reflek terjadi melalui jalur
tertentu sebagai lengkung reflek ( Reflex
Arc ), yang terdiri dari :
Reseptor: penerima rangsang
Aferen, menghantar iimpuls dari reseptor
ke pusat reflek
Pusat reflek :tempat terjadinya sinap.
Eferen, membawa impuls dari pusat reflek
ke sel efektor
Efektor, pencetus jawaban akhir
Reflek
SISTEM SARAF PERIFER

Kumpulan jaringan saraf di luar otak


dan medulla spinalis membentuk
system saraf perifer.
Secara anatomis terbagi atas :
Sistem Saraf Spinal
Sistem Saraf Kranial
Secara fungsional ,
digolongkan atas ) somatic,
Saraf Sensorik (aferen
membawa informasi dari kulit, otot rangka
fdan sendi ke system saraf pusat
Saraf motorik (eferen ) somatik
,membawa informasi dari system saraf
pusat ke otot rangka
Saraf Sensorik ( aferen ) visceral
,membawa informasi dari dinding viscera
ke system saraf pusat
Saraf motorik (eferen ) visceral, membawa
informasi dari system saraf pusat ke otot
polos, otot jantung dan kelenjar
SARAF SPINAL

Seluruh saraf spinal yang berjumlah 31 pasang


merupakan saraf campuran k/ mengandung saraf
aferen dan eferen yang membawa impuls sensorik
maupun motorik.
Saraf aferen dan eferen terpisah dekat medulla
spinalis
Saraf aferen masuk medula spinalis membentuk
Radix Dorsalis
Saraf eferen keluar medulla spinalis
Untuk fungsi integrasi , terdapat
neuron penghubung yang disebut
interneuron.
Dalam fungsinya saraf spinal
melayani segmen tertentu yang
disebut Dermatom
SARAF SPINAL
Dalam fungsi motorik ada saraf
eferen somatic yang membawa
respon ke otot rangka dan saraf
eferen visceral yang membawa
respon ke organ visceral.
SARAF KRANIAL

Terdiri dari 12 pasang saraf cranial yang


berfungsi saraf sensorik ,motorik dan campuran.
Garis besarnya :
Komponen sensorik somatic N I, N II, N VIII
Komponen motorik somatic N III, N IV, N VI, N XI,
N XII
Komponen campuran ( sensorik somatic dan
motorik somatic ) N V, N VII, N IX, N X
Komponen motorik visceral N III, N VII, N IX, N X
BATANG OTAK DAN SARAF
KRANIAL
SARAF KRANIAL
Saraf Kranial ditinjau dari asal dan fungsi :
SARAF ASAL JENIS FUNGSI
I Olfactory Bulb olfactory Sensorik Membau
IIOptik Badan Geniculate Sensorik Penglihatan
Lateral
III Okulomotor Otak Tengah Motorik Pergerakan mata ke dalam ke
Atas, elevasi alis mata, kon
Triksi pupil, konvergensi,
Reaksi bersamaan
IV Troklear Otak Tengah Motorik Pergerakan mata bwh keluar
V. Trigeminal Pons Motorik Mengunyah, sensasi wajah
Sensorik ,kulit kepala dan gigi
VI Abdusen Pons motorik Pergerakan mata ( lateral )
VII Fasial Pons Motorik Ekspresi wajah
Sensorik Pengecapan (2/3) lidah anteri
or, saivas, pendengaran
VIII Akustik Pons Sensorik Pendengaran dan keseimbang
an (kohlear, vestibuli )
IX Glosofaringeal Medula Motorik Salivasi, menelan
Sensorik Sensasi tenggorokan dan
Tonsi,lpengecapan ( 1/3
Lidah posterior )
X Vagus Medula Motorik Menelan,berbicara, denyut
Jantung, peristaltic
Sensorik Sensasi tenggorokan, laring,
Viscera
XI Spinal accessory Medula Motorik Pergerakan bahu,rotasikepala
XII Hypoglosal Medula Motorik Pergerakan lidah
SISTEM SARAF OTONOM
Mempertahankan kestabilan tubuh tanpa
control kesadaran, meliputi suhu, respirasi,
tekanan darah, pencernaan dan metabolisme
energi.
Terdiri dari 2 bagian yang mempunyai efek
berlawanan pada otot jantung, polos, dan
kelenjar yaitu simpatis dan parasimpatis.
Simpatis untuk fight or flight dan parasimpatis
mengimbangi efek simpatis melalui
penghambatan fungsi organ.
SISTEM SARAF OTONOM
Jalur saraf terdiri dari suatu rantai dua neuron
dengan neurotransmiter berbeda antara
simpatis dan parasimpatis
Tiap jallur saraf otonom berjalan dari SSP ke
suatu organ terdiri dari satu rantai 2 neuron
Badan sel neuron 1 di SSP
Akson serat praganglion bersinap dengan
badan sel neuron ke 2, yang terletak dalam
suatu ganglion di luar SSP Akson neuron 2
Serat pascaganglion mempersarafi organ
efektor
Saraf otonom
Serat saraf simpatis berasal dari daerah
torakal dan lumbal
Serat saraf praganglion parasimpatis
berasal dari daerah kranial dan sakral SSP
Serat saraf praganglion parasimpatis
panjang sampai mencapai ganglion
terminal di efektor organ
Serat pascaganlion parasimpatis sangat
pendek
EFEK SISTEM SARAF OTONOM TERHADAP ORGAN
TUBUH
ORGAN TUBUH EFEK PARASIMPATIS EFEK SIMPATIS
Iris Kontraksi spinkter ,otot
dan pupil Kontraksi otot dan
pupil
Dilatasi
Otot Siliari Kontraksi, akomodasi penglihat- Relaksasi, akomodasi
an jarak dekat penglihatan jarak jauh
Kelenjar lakrimalis Sekresi Sekresi yg berlebihan
Kelenjar saliva Sekresi yg banyak sekali saliva Sekresi saliva yg mengan
Yang encer dung banyak mukus
Sistem Pernafasan/ Kontraksi otot polos, berkurang Relaksasi otot polos,ber
Bronkus diameter dan volume tambahnya diameter dan
Efek sedikit volume ,kontraksi ringan
Jantung :
Frekuensi Berkurang Bertambah
Volume denyutan Berkurang bertambah
Output jantung & Berkurang bertambah
tekanan darah
Pembuluh darah Kontriksi Bertambah
kooroner
Pembuluh darah
Perifer :
otot skeletal Tak ada inverse Dilatasi
kulit Tak ada inverse Kontriksi
organ visceral Dilatasi Kontriksi (mungkin tak
bermakna Kecuali
jantung dan paru
Lambung:
Dinding Motilitas bertambah Motilitas berkurang
Spinkter Relaksasi kontraksi
Kelenjar Sekresi meningkat Sekresi berkurang
Intestinal:
Dinding Motilitas bertambah Motilitas berkurang
Spinkter (pylorus Terhambat Terangsang/
terstimuli
ileosekal & anal
internal
Pankreas Sekresi meningkat Sekresi menurun
(eksokrin dan
endokrin )
Limpa Efek sedikit Kontraksi dan pengo
songan darah yg disim
pan ke dlm sirkulasi
Medula Adrenal Efek sedikit Sekresi epinefrin dan
norepinefrin

Kandung kemih Menstimuli dinding menghambat dinding


Merelaksasi spinkter mengkontriksi spinkter
Uterus Efek sedikit Menghambat motilitas
organ-organ pd yg
hamil
Kelenjar keringat tidak ada efek meningkatkan sekresi
Ginjal tidak ada efek Berkurangnya out put
urine
CAIRAN SEREBROSPINALIS
( CSF)
Cairan cerebrospinalis dibentuk di plexus
koroideus di empat rongga ventrikel otak yang
satu sama lain berhubungan , yaitu :
Ventrikulus lateralis I
Ventrikulus lateralis II
Keduanya mengikuti hemisfer cerebri
Ventrikulus tertius III, berada di tengah
dienchepalon
Ventrikulus quadratus IV, berada diantara pons
varoli dan medulla oblongata
CSF
CSF yang berasal dari ventriel lateralis I
dan II berhubungan dengan CSF yang
dihasilkan oleh ventrikulus tertius melalui
Foramen Monroe . Ventrikulus tertius
berhubungan dengan ventrikululs
quadratus melalui Foramen Aquaduktus
Sylvii.yang terdapat di mesenchepalon. Pd
atap tengah ventrikulus aqudratus kanan
dan kiri terdapat foramen luscka. Dan
bagian tengah terdapat foramen magendi.
CSF
Sirkuklasi CSF terjadi sepanjang rongga
subarahnoid. Volume sirkulasi CSF berbanding
lurus dari factor produksi dan berbanding terbalik
dengan factor reabsorbsi. Absorbsi di villi sub
arahnoid.
Sirkulasi CSF mulai dari dibentuknya di plexus
koroideus ventrikel otak . CSF dari ventrikel I dan
II bergabung CSF ventrikel tertius melalui
foramen Monroe, kemudian bergabung CSF
ventrikel quadratus IV melalui aquaductus sylvii.
Seterusnya melalui foramen luscka dan magendhi
masuk ke rongga sub arahnoid dank e lacuna
venosa.
SIRKULASI DARAH

SIRKULASI DARAH SISTEM SARAF


PUSAT
Jaringan otak sensitive terhadap
perubahan sirkulasi Oksigen. Berat
otak 1200 1400 gr dan
memperoleh sirkulasi 50-60 ml setiap
100 gr otakatau 700 800 ml/ menit.
Darah berasal dari arteri karotis kiri dan
kanan di bagian anterior dan arteri
vertebralis kiri dan kanan di bagian
posterior.
Arteri karotis interna cabang arteri karotis
komunis. Arteri karotis komunis kiri berasal dari
arkus aorta dan arteri karotis komunis kanan
berasal dari arteri inominata.
Arteri karotis interna masuk ke rongga karanium
sinus cavernosus tembus duramater .
Arteri karotis interna memperdarahi dienchepalon bagian
atas, basal ganglia, lobus oksipital dan temporal lateral.
Arteri cerebral media memperdarahi sebagian besar
lobus frontalis, parietalis, temporal. Oksipital, basal
ganglia, kapsul interna dan thalamus
Arteri cerebral anterior memperdarahi bagian tengah
lobus frontalis dan lobus parietalis , serta basal ganglia
bagian atas
Cincin pembuluh darah di dasar otak merupakan
perpaduan dari arteri cerebri posterior, arteri komunikans
posterior, arteri karotis interna, arteri cerebri anterior
dan percabangan arteri komunikans membentuk sirkulasi
willisi.
Aretri vertebralis kiri dan kanan cabang dari
arteri subclavia . kedua arteri ini masuk ke
dasar kranium bersatu dengan aretri basilaris
dan berjalan ke frontal dan bercabang menjadi
arteri cerebri posterior kanan dan kiri.
Arteri vertebral bergabung membentuk arteri
basilar, yang mensuplai batang otak dan
serebelum. Sirkulasi anterior dan posterior
digabungkan oleh arteri penghubung untuk
membentuk circulus arteriosus willisi atau
lingkaran willisi, sebagai alternative jalur darah
ke otak bila terjadi obstruksi.
Medula spinalis mendapat suplai darah dari
arteri spinalis anterior dan arteri spinalis
posterior .Keduanya cabang dari arteri
vertebralis posterior.Arteri vertebralis banyak
sekali anastomosis sehingga seperti anyaman
plexus yang disebut Vasokorona.
Sistem vena di cerebral agak berbeda dengan
tempat lain. Di otak vena tidak berjalan
beriringan. Vena bermuara di venosus yang
terdapat di dasar otak. Dari plexus venosus di sub
arahnoid, darah vena dialirkan ke dalam system
venosus yang terdapat di dalam duramater.
SIMPATIS
SIMPATIS
PARASIMPATIS
TERIMAKASIH

SEMOGA SUKSES