Anda di halaman 1dari 32

DIREKTORAT JENDERAL PEMBIAYAAN PERUMAHAN

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN


RAKYAT

PEMBINAAN SISTEM PEMBIAYAAN PERUMAHAN


Disampaikan dalam acara:
Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi NSPK Pembiayaan Perumahan di Wilayah I

DIREKTORAT BINA SISTEM PEMBIAYAAN PERUMAHAN


Pekanbaru, 29 Juli 2015
POKOK BAHASAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2011
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 88 TAHUN
2014
PROGRAM SEJUTA RUMAH
KONSEP PENGEMBANGAN PEMBIAYAAN BAGI
MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH
PERENCANAAN BINA SISTEM PEMBIAYAAN
PERUMAHAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN
2011
TENTANG
PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
RUANG LINGKUP
(Pasal 4)
pembinaan

tugas dan wewenang

penyelenggaraan perumahan

penyelenggaraan kawasan
Ruang lingkup permukiman
pemeliharaan dan perbaikan
penyelenggara
an perumahan pencegahan dan peningkatan
dan kawasan kualitas terhadap perumahan kumuh
permukiman dan permukiman kumuh
penyediaan tanah

pendanaan dan pembiayaan

hak dan kewajiban

peran masyarakat
PENDANAAN DAN SISTEM PEMBIAYAAN
PERUMAHAN
(Pasal 118)

Pendanaan dan sistem pembiayaan dimaksudkan


untuk memastikan ketersediaan dana dan dana
murah jangka panjang

Pemerintah dan Pemerintah Daerah mendorong


pemberdayaan sistem pembiayaan
PENDANAAN DAN SISTEM PEMBIAYAAN
PERUMAHAN
(Pasal 119)
Anggaran
Pendapatan
dan Belanja
Negara
(APBN)
Anggaran
Pendapatan
hibah atau
Sumber Dana dan Belanja
bantuan
Daerah
(APBD)

sumber dana pinjaman dari


lainnya sumber dana
dalam negeri

pinjaman dari
sumber dana
luar negeri
SISTEM PEMBIAYAAN PERUMAHAN
(Pasal 121)

Pemerintah lembaga
pembiayaan
dan/atau
Pemerintah pengerahan
Daerah harus dan
melakukan Pengembangan pemupukan
dana
upaya sistem
pengembangan pembiayaan, pemanfaata
n sumber
sistem meliputi: biaya
pembiayaan
untuk kemudahan
penyelenggaraan atau
PKP bantuan
pembiayaan
LEMBAGA PEMBIAYAAN PERUMAHAN
(Pasal 122)

ketersediaan
dana murah
jangka
panjang
Pemerintah atau
pemerintah kemudahan
daerah dapat Badan hukum dalam
menugasi atau pembiayaan di mendapatkan
bidang PKP, akses kredit
membentuk atau
badan hukum menjamin: pembiayaan
pembiayaan di keterjangkaua
bidang PKP n dalam
membangun,
memperbaiki,
atau memliki
rumah
PENGERAHAN DAN PEMUPUKAN DANA
(Pasal 123)

dana masyarakat

Pengerahan dan
pemupukan dana tabungan perumahan
dana untuk
pengembangan
sistem
pembiayaan,
meliputi: dana lainnya (antara lain: dana
investor
institusional di pasar modal,
contoh: PT.SMF; dana APBN pos
pembiayaan khusus untuk
perumahan, contoh: BLU-PPP)
PENGERAHAN DAN PEMUPUKAN DANA
(Pasal 123)

Pemerintah dan Pemerintah Daerah


bertanggung jawab mendorong
pemberdayaan bank dalam pengerahan
dan pemupukan dana bagi penyelenggaraan
PKP secara berkelanjutan

Pemerintah dan Pemerintah Daerah


mendorong pemberdayaan lembaga
keuangan bukan bank dalam pengerahan
dan pemupukan dana tabungan perumahan
dan dana lainnya khusus untuk perumahan
PEMANFAATAN SUMBER BIAYA
(Pasal 125)

konstruksi

perolehan rumah

pembangunan rumah,
rumah umum, atau
perbaikan rumah swadaya
Pemanfaatan
sumber biaya pemeliharaan dan
perbaikan rumah
Peningkatan kualitas
perumahan dan kawasan
permukiman
kepentingan lain di bidang
PKP sesuai dengan
ketentuan peraturan
perundang-undangan
KEMUDAHAN DAN BANTUAN PEMBIAYAAN
(Pasal 126)

Pemerintah dan
skema
Pemerintah Daerah pembiayaan
memberikan
kemudahan Kemudahan
dan/atau bantuan dan/atau
penjaminan
bantuan
pembiayaan untuk atau asuransi
pembiayaan
pembangunan dan , berupa:
perolehan rumah dana murah
umum dan rumah jangka
swadaya bagi MBR panjang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR 88 TAHUN 2014
TENTANG
PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PERUMAHAN DAN
KAWASAN PERMUKIMAN
TATA CARA PEMBINAAN
(Pasal 8)

koordinasi

sosialisasi peraturan perundang-


undangan
pemberian bimbingan, supervisi
Pembinaan dan konsultasi
Penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan
Perumahan dan
Kawasan
Permukiman penelitian dan pengembangan

pendampingan dan pemberdayaan

pengembangan sistem layanan


informasi dan komunikasi
TATA CARA PEMBINAAN
(Pasal 9)

merumuskan dan menetapkan


kebijakan dan strategi nasional di
bidang PKP

mengawasi dan mengendalikan


kebijakan di bidang PKP
Koordinasi

Pemanfaatan teknologi, rancang


bangun, serta industri bahan
bangunan
TATA CARA PEMBINAAN
(Pasal 10)

peraturan perundang-undangan
serta kebijakan strategi
penyelenggaraan PKP, sinkronisasi
peraturan perundang-undangan
dan kebijakan strategi
penyelenggaraan PKP
standar pelayanan minimal di
bidang PKP
Sosialisasi

sinkronisasi kebijakan tentang


pendayagunaan dan pemanfaatan
hasil rekayasa teknologi
PROGRAM SEJUTA RUMAH
TARGET SEJUTA RUMAH TAHUN 2015

PEMERINTAH 1. RUSUNAWA SEWA


98.300 UNIT 2. PENINGKATAN
1. NELAYAN
KUALITAS
2. BURUH/PEKERJA
PERUMNAS 3. PEMBANGUNAN
3. PNS
36.016 UNIT BARU
4. TNI/POLRI
4. RUMAH KHUSUS
REI
230.000 UNIT
MBR APERSI
MILIK
1. RUSUNAMI
603.516 155.000 UNIT
2. RUMAH TAPAK
1. UMUM
2. BURUH/PEKERJA
unit ASPERI 3. PNS
18.000 UNIT

BPJS-T
35.400 UNIT
SEWA & MILIK
PEMDA 1. RUSUNAWA 1. PNS
30.000 UNIT 2. RUMAH TAPAK 2. BURUH / PEKERJA
3. UMUM
REI
NON MBR 250.000 UNIT
1. RUSUNAMI MILIK
2. RUMAH TAPAK 1. UMUM / KOMERSIAL
396.484
MASYARAKAT
unit 146.484 UNIT

TOTAL 1.000.000 UNIT


PERAN PEMERINTAH DAERAH
DALAM PROGRAM SEJUTA RUMAH

memberikan kemudahan dalam proses


perizinan perumahan
mengalokasikan lahan untuk perumahan
dalam RTRW
penyediaan infrastruktur jaringan (listrik, air,
jalan) di daerah untuk kawasan perumahan
perizinan perumahan yang dikeluarkan
Pemda sebagai alat untuk pemenuhan
kewajiban pengembang dalam ketentuan
lingkungan hunian berimbang (1:2:3)
Peran sebagai pemilik saham, Pemda perlu
Pemerintah mendorong peningkatan peran BPD dalam
menyalurkan pembiayaan perumahan yang
Daerah lebih terjangkau, lebih mudah diakses dan
lebih berkelanjutan bagi MBR di daerah
membentuk organisasi dalam suatudinas
yang khusus menangani pembiayaan
perumahan setingkat minimal eselon III
mendorong pembentukan BLU di daerah
(BLUD) serta mengalokasikan dana dan/atau
dana murah jangka panjang untuk
pembiayaan perumahan
melakukan pendataan bidang PKP di daerah
PERAN BANK PELAKSANA
DALAM PROGRAM SEJUTA RUMAH

Perbankan berperan aktif dalam menyalurkan


KPR FLPP kepada MBR dan kredit konstruksi
kepada pengembang RSH
Perbankan meningkatkan kehati-hatiannya
memgelola resiko mismatch funding dalam
pembiayaan perumahan melalui penyediaan
dana jangka panjang dari pasar modal
Perbankan meningkatkan kapasitas SDM dan IT
dalam mengelola bisnis pembiayaan perumahan
Peran
Bank Perbankan menambah produk pembiayaan
perumahan termasuk produk tabungan kontrak
Pelaksana uang muka KPR. Manfaat produk tabungan uang
muka KPR di bank, antara lain:
- meningkatkan ekuitas debitur terhadap rumah
sehungga mengurangi nilai pinjaman dan
membuat cicilan KPR dapat lebih terjangkau
- kedisiplinan penabung daalm program
tabungan uang muka dapat menignkatkan
kelayakan kredit penabung dalam
mendapatkan KPR di Bank
- cicilan tabungan kontrak uang muka KPR
PERAN PENGEMBANG
DALAM PROGRAM SEJUTA RUMAH

Meningkatkan pasokan RSH di pasar


perumahan

Memenuhi ketentuan lingkungan hunian


berimbang 1:2:3
Peran
Pengembang

Memberikan penjaminan (buy back


guarantee) bagi MBR dalam mengakses KPR
KONSEP PENGEMBANGAN
PEMBIAYAAN BAGI MASYARAKAT
BERPENGHASILAN RENDAH
SKEMA BANTUAN PEMBIAYAAN
PERUMAHAN
PEMBIAYAAN FASILITASI MELALUI PENINGKATAN AKSES
PERUMAHAN KREDIT/PEMBIAYAAN KREDIT/PEMBIAYAAN

FORMAL KPR Bersubsidi


(Konvensional)
Asuransi KPR
Pemilikan Rumah
Asuransi Syariah *)
KPR Syariah Bersubsidi

SWADAYA
KPRS/KPRS Mikro
Bersubsidi
Pembangunan Rumah (Konvensional) Penjaminan
Baru / Perbaikan KPRS/KPRS Mikro
Rumah KPRS/KPRS Mikro
Syariah Bersubsidi

RUSUNAMI
KPR Sarusun Bersubsidi
(Konvensional)
Sewa Beli Sarusuna
Pemilikan Sarusuna Bersubsidi
KPR Sarusun Syariah
Bersubsidi
Catatan: *) tahap kajian
KONSEP KEPEMILIKAN RUMAH UNTUK MBR
NON-BANKABLE
Pemerintah Daerah Menunjuk Perusahaan BUMD
1 sebagai Badan Pengelola sekaligus Penjamin dan
Collector kepada Pihak Bank

Perusahaan BUMD Menjamin Angsuran Debitur


2 serta memberikan Buy Back Guarantee kepada
Pihak Bank

Masyarakat Berpenghasilan Rendah Sektor


3 Informal Malakukan Pola Kredit Cicilan Harian
(misalnya Rp. 10rb/hari)

Perusahaan BUMD dimaksud sebagai Collector


4 Melakukan Penagihan angsuran/cicilan Debitur
secara Harian
KPRS Mikro Bersubsidi Rumah Sejahtera dengan
Skim Konvensional/Syariah

PENJAMINAN
KPRS MIKRO

Untuk Memfasilitasi
KREDIT/ Pembangunan atau
PEMBIAYAAN perbaikan Rs. Sehat
BERSUBSIDI yang Dibangun secara
KPRS MIKRO Swadaya (Individu/
Konvensional/ BERSUBSIDI Kelompok)
Syariah Bentuk Bantuan:
Subsidi Membangun/
Memperbaiki Rumah
Skema KPR-FLPP oleh BLUD Pembiayaan Perumahan

DANA APBN,
APBD dan DANA
Sumber Dana PIHAK
FLPPlainnya
diposisikan KETIGA
sebagai dana
DANA MURAH SISI PASOKAN
investasi
JANGKA PANJANG
berbunga murah DARI PASAR MODAL KREDIT
yang dicampur KONSTRUKSI
dengan dana
perbankan Bank
sehingga cost of BLUD Pembanguna
fund dalam PP n Daerah
pembiayaan
perumahan
dapat diturunkan
sehingga lebih
terjangkau. SISI
PERMINTAAN

KPR

REPAYMENT REPAYMENT
USULAN SKEMA PEMBIAYAAN RUMAH
SWADAYA
PASAR
Subsidi Imbal
MODAL
Jasa
Repayme Penjaminan/Subs
nt idi Premi Resiko
Perusahaan
PT. SMF PEMDA
Asuransi/Penjamin
an Asuransi/Penjaminan
Repayme Kredit
nt
BANK
PELAKSANA
Subsidi
KREDIT
Repayme Biaya
PEMBANGUNA
nt Membangu
LKBB N BARU
n/
PELAKSANA PerbaikanPEMERINT
MBR
AH PUSAT

KREDIT
PERBAIKAN

Repayment
PERENCANAAN BINA SISTEM
PEMBIAYAAN PERUMAHAN
Integrasi Sistem Pembiayaan Perumahan

Kredit Rumah Kredit Rumah


Pasar Pembiayaan Primer

Rumah Tangga
Tabungan Tabungan
Perumahan

Pengembalian Kredit Rumah Pengembalian Kredit

Upah &
Rumah

Gaji

Manfaat Asuransi &


Pendapatan
Tabunagn

Investasi
Pensiun
Majikan

Tunjanga
Tabunga

n
n
Kulakan Kredit Rumah Kulakan Kredit Rumah
SPV Dana Lembaga Investor Institusional
Bank
Pemerint Pembiayaa (Perusahaan Asuransi
Dana Komersial
ah & n Tunai Jiwa, Dana Pensiun, Tunai
Pemda Murah Perumaha Reksadana)
Pasar Pembiayaan Sekunder

Jangka
Panjan n

Efek Beragun

Perumahan
g

Aset
Tunai
Perumahan

Kulakan Kredit Rumah Pasar Modal Kulakan Kredit Rumah


Tunai Tunai
(Bankir Investasi,
Efek Beragun Aset Efek Beragun Aset
Perusahaan
Perumahan Perumahan
Pembiayaan Sekunder
Perumahan)
Integrasi Indikator Pembinaan Sistem Pembiayaan
Koordinasi
Sosialisasi
Bimbingan, Supervisi, Konsultasi
Pendidikan dan Pelatihan
Penelitian dan Pengembangan
Pendampingan dan
Pemberdayaan
Pengembangan
Tata Cara Sistem Informasi
Pembinaan
(PP No 88
Thn 2014 ttg
Pembinaan
Penyelenggaraa
Pendanaan & n PKP)
Pendanaan Sistem
Renja K/L
Dana APBN Pembiayaan (UU
(2015-2019) Penyusunan rencana.
Dana APBD No 1 Thn 2011
ttg PKP) Penyusunan mastek/pedoman.
Dana Lainnya
Diseminasi pembiayaan
Sistem Pembiayaan Pembinaa perumahan.
Lembaga Pembiayaan
Pengerahan dan Pemupukan n Sistem Penyusunan laporan kinerja.
Administrasi perkantoran.
Pemanfaatan Sumber Biaya Pembiaya Penyiapan materi pembinaan &
Kemudahan atau Bantuan an bantek.
Pembiayaan
Perumah Pelaksanaan pembinaan &
bantek.
an

Meningkatnya rumah tangga berpenghasilan rendah


yang menghuni rumah layak huni melalui bantuan
fasilitas pendanaan dan pembiayaan perumahan.
Cara Pembinaan Dalam Pendanaan dan Sistem Pembiayaan Perumahan
dan Kawasan Permukiman
Pendanaan Sistem Pembiayaan
Pengerahan Kemudahan
Lembaga dan Pemanfaatan atau Bantuan
Dana
APBN APBD Pembiayaan Pemupukan Sumber Biaya PP
Lainnya
(BLU/BUMD) (Mobilisasi (Product Dev) (Bina
Koordinasi Kebijakan Penyusunan
Dana) rencana Program)

Koordinasi

Sosialisasi Kebijakan Diseminasi pembiayaan perumahan.


Sosialisasi

Pemberian Pemberian Bimbingan Pelaksanaan pembinaan & bantek.


Bimbingan,
Supervisi, dan
Konsultasi
Pelaksanaan Diklat Penyiapan materi pembinaan & bantek.
Pendidikan
dan Pelatihan

Penelitian dan Kerjasama litbang Penyusunan mastek/pedoman.


Pengembanga
n

Pendampinga
n dan Pendirian Forum Pelaksanaan pembinaan & bantek.
Pemberdayaa
n
Pengembanga
n Sistem Pengembangan Sistem Informasi Pelaksanaan pembinaan &
Layanan
Informasi dan
bantek.
Komunikasi
TERIMA KASIH