Anda di halaman 1dari 55

Curriculum Vitae

Nama : Dr. Suratno, Sp.S


Institusi : UPF Saraf/Lab Saraf RSUD Dr.Moewardi / FK UNS -
Solo
Alamat : Jl. Hasanudin No.110 B, Solo
Jabatan sekarang :
POKDI Nyeri
POKDI Neurootologi
POKDI Neurointensive
Riwayat Pendidikan :
1. 1977 : Lulus Dokter Umum FK UGM
2. 1985 : Lulus Dokter Spesialis Saraf FK UNAIR / UGM
Riwayat Pekerjaan :
1. 1977 : Dokter Puskesmas Cab. Manggarai, NTT
2. 1981 : Pendidikan Ahli Saraf
3. 1986 : UPF Saraf / Lab saraf RSUD Dr. Moewardi / FK UNS
Nyeri Muskuloskeletal
Pada Usia Lanjut
Oleh :
Suratno
Bagian Ilmu Penyakit Saraf
FK.UNS/RSUD.Dr.Moewardi
Surakarta
Pendahuluan

Nyeri pengalaman sensorik dan


emosional sebagai simptom somatik
yang tidak menyenangkan akibat
kerusakan jaringan baik aktual
maupun potensial
Usia lanjut (WHO) adalah diatas 65 tahun
dan penyakit yang banyak ditemukan bila
dihubungkan dengan usia tersebut adalah
back pain, vertigo, stroke, demensia,
Parkinson, arthritis dan lain - lain
Nyeri pada usia lanjut banyak disebabkan
oleh karena Back Pain (osteoporosis),
arthritis (osteoarthritis Rheumatoid arthritis,
bursitis, fibromyalgia syndrome dan
myofasial pain syndrome, tendinitis )
sebagai nyeri muskuloskeletal
Definisi

Beberapa pengertian yang


berhubungan dengan nyeri
muskuloskeletal
Osteoporosis adalah :penyebab utama nyeri
pada usia lanjut. Hal ini terjadi karena
adanya penyusutan, terjadi perubahan
posisi tulang serta fraktur dan spasme otot
Arthritis terutama osteoarthritis :
salah satu penyebab nyeri pada usia
lanjut disebabkan adanya proses
inflamasi yang berlanjut/kronis
SENDI NORMAL vs. OA
Lutut Normal Lutut Osteoartritik

penebalan kapsul
kapsul
Pembentukan kista
kartilago sklerosis tulang
subkondral
sinovium
fibrillated cartilage

tulang hipertrofi sinovial

pembentukan osteofit

ACRFP
Nyeri muskuloskeletal pada usia lanjut
didominasi oleh nyeri nosiseptik terutama
pada tahap akut (nyeri akut) dan ada
beberapa disertai dengan nyeri neuropatik
perifer apabila proses berlanjut / nyeri
kronis
Patofisiologi

Pengertian yang berhubungan dengan peristiwa


nyeri pada usia lanjut
a. Stimulus nosiseptik yang kuat dan
berkepanjangan menyebabkan reaksi eksitasi dan
reaksi mediator inflamasi (prostaglandin,
bradikinin, histamin), dirasakan sebagai nyeri
panas, ditusuk dan ditemukan reaksi radang,
rubor, kalor. Keadaan ini disebut sebagai nyeri
akut
Osteoporosis

Fraktur

Akut Kronis
- nyeri lokal/ - nyeri menetap
terlokalisir - nyeri
inflamatorik/
- spasme otot nosiseptik
- nyeri neuropatik
- spasme otot
Penyusutan tulang
- nyeri samar samar
diffus
b. Secara bersamaan disamping reaksi
eksitasi terjadi pula reaksi inhibisi berupa
pelepasan gaba, opioid, glicine, dan
penurunan choleschystotigmin, sebagai
hasil akhirnya rasa nyeri hilang /
berkurang
Osteoarthritis Rheumatoid arthritis

(proses inflamasi berkepanjangan) (proses inflamasi


immunologi)
Inflamasi neurogenik

sensitisasi

perifer sentral
- inflamasi neurogenik - hiperalgesia
berkepanjangan - allodynia
(merah, panas, nyeri,
pembengkakan)
Apabila eksitasi / inhibisi gagal maka
proses ini berlanjut dengan akibat
sebagai inflamasi kronis terjadi
sensitisasi sentral dimanifestasikan
sebagai allodinia dan hiperalgesia. Hal ini
banyak dijumpai pada osteoarthritis,
myofasial pain syndrome, fraktur
Disamping inflamasi kronis dikenal juga
proses inflamasi immunologis yang akan
terjadi juga sensitisasi sentral. Hal ini
terjadi pada rheumatoid arthritis.
Osteoporosis
Manifestasi Klinik
- Nyeri Muskuloskeletal
pada
permulaan dikenal
sebagai
nyeri Akibat penyusutan
yang dimanifestasikan
sebagai nyeri Nosiseptik
berupa :
- Nyeri Seperti ditusuk
- Nyeri Seperti
terbakar
- Tanda inflamasi
Dalam perjalanan penyakit, apabila
tidak terjadi keseimbangan/tidak
tuntas terjadi nyeri kronik yang
dimanifestasikan sebagai nyeri
neuropatik dengan gejala Allodinia
dan Hiperalgesia disamping juga
nyeri nosiseptik
Keadaan patologis metabolisme tulang
dengan ditandai penyusutan/kerusakan
massa tulang , mudah terjadi fraktur dan
spasme otot
Penyebab primer :
- Post Menoupause
- Senilitas : Baik Laki-laki dan Perempuan
Penyebab sekunder : Tirotoksiskosis
Sindroma Cushing, penyakit saluran
cerna,Imobilitas, penggunaan obat tertentu
Nyeri pada Osteoporosis bersumber pada
- Proses penyusutan massa
tulang walaupun
mekanismenya belum jelas.
Gejala yang ditimbulkan nyeri
samar - samar yang bersifat
diffus.

Terjadi perubahan/pergeseran
pasif/kedudukan tulang akibatnya terjadi
tarikan ligamen pergeseran periosteum
atau penekanan pada serabut saraf akan
terjadi nyeri Noksiseptik kadang disertai
nyeri Neuropatik dan nyeri spasme otot .
Fraktur osteoporotik pada fase akut
menyebabkan nyeri nosiseptik dan bila
berlanjut akan disertai nyeri neuropatik
Osteo Arthritis ( OA )
Penyakit Sendi degeneratif akibat
adanya inflamasi kronis dengan
penyebab belum jelas, dipicu oleh
adanya trauma, kelainan metabolisme,
proses ketuaan .
Manifestasi dimulai dengan nyeri lokal
dan kekakuan sendi akibat peradangan
kronis, nyeri akan bertambah kalau
digerakkan atau ditekan
Osteoarthritis
Spesifikasi Osteo Arthritis
- Mengenai beberapa
sendi baik kecil atau
besar
- Adanya nodul pada sendi
kecil. Sedang pada sendi besar adanya
osteophyte. Penyempitan ruang antar sendi
dan krepitasi
Ditemukan adanya Malaligment dan
hyperthropy pemeriksaan RO tulang sangat
berperanan
Rheumatoid Arthritis (RA)

Rheumatoid arthritis (RA)


penyakit inflamasi
sistemik kronik dengan
manifestasi utama
poliarthritis progresif
dan penyebabnya
adalah faktor genetik
dan lingkungan, terjadi
proses immunologis.
Manifestasi nyeri lokal
terutama waktu istirahat
disertai dengan gejala
umum seperti panas,
berat badan menurun
SINOVIUM NORMAL vs. RA
Normal Sinovitis Rheumatoid
bursitis kartilago

tulang Hiperplasia
sel pelapis
tendonitis pannus
eksudat
polimorf
sinovitis infiltrat
mononuklear
fibrosis

monosit
- Spesifikasi RA artikuler :
kemerahan dan panas, nyeri bengkak
pada sendi terkena, yang biasanya
simetris, kaku pada persendian pada pagi
hari. Kadang dijumpai nodul subkutan.
Nyeri dirasakan terutama pada istirahat
RA ekstra artikuler banyak
ditemukan adanya :
- Vaskulitis pada kulit,
konjungitivitis pada
mata, Nyeri atau
disphagi pada
kerongkongan dan
disphoni pada
tenggorokan
- Perikarditis pada sistem
kardiovaskuler
Pemeriksaan RH faktor,
kecepatan enap darah
dikerjakan
Myofasial Pain Syndrome
Nyeri muskuloskeletal yang
dimasukkan dalam rheumatik non
artikuler ditandai dengan adanya
spasme otot tertentu biasanya otot
tengkuk, pinggang atas dan bawah
Gejala yang ditimbulkan adalah
nyeri, kekakuan dan keterbatasan
gerak otot dan adanya nyeri
rujukan / penjalaran
Nyeri myofasial
ditemukan adanya
Trigger Point (TP) yaitu
daerah / titik yang
hipersensitive dengan
penekanan akan
menimbulkan rasa
nyeri yang konstan
dan menjalar ke
daerah sekitar
Terapi dengan
injeksi anestesi
lokal /
kortikosteroid pada
daerah TP sangat
membantu
Fibromyalgia Syndrome (FMS)

Penyakit otot kronik


dengan adanya nyeri
pada daerah/anggota
gerak yang simetris
dan banyak
dihubungkan dengan
faktor kejiwaan
Nyeri lokal terjadi pada
waktu gerakan.
Tender Pain ditandai
dengan nyeri
hipersensitive pada
tekanan dalam
intensitas rendah pada
daerah daerah
tertentu
Dengan injeksi
anestesi lokal dan
antidepressan
sangat membantu
Bursitis : yakni
peradangan yang
terjadi pada tempat
perlengketan otot /
tendo dengan
tulang. Nyeri terjadi
bila ada gerakan
otot / sendi
menyebabkan
keterbatasan gerak
SINDROM NYERI PANGGUL

Bursitis Tronkanter
Nyeri di daerah trokanter
mayor
Nyeri tekan di atas daerah
panggul lateral
Dapat timbul kalsifikasi bursa
Tendinitis :
peradangan pada
tendo otot, pada
tempat insersio
otot pada tulang.
Nyeri lokal timbul
pada waktu
digerakkan
A. Anamnesis
DIAGNOSIS
1. Riwayat penyakit sebelumnya : trauma
2. Bagaimana nyeri digambarkan: menetap/menyentak
3. Faktor pencetus :
- gerakan tertentu
- istirahat
- tekanan
B. Pemeriksaan
- Intensitas
- Pola nyeri
- Onset
- Sifat nyeri
nyeri nosiseptik ( spontan / inflamasi)
nyeri neuropatik
- spontan
- allodinia
- hiperalgesia
- Pemicu
- Lokasi nyeri
lokal
penjalaran
- Riwayat penyakit sebelumnya
C. Pemeriksaan Fisik
- tanda radang
- perubahan bentuk
- perubahan sikap
D. Pemeriksaan Penunjang
- Rontgen
- Lab ( Rheumatoid factor, LED, Ca
darah, ana test)
- Densitas tulang
Diagnosis

Osteoporosis Osteo Arthritis Rheumatoid Arthritis Fibromialgia Myofascial


Lokasi - Vertebra - Sendi jari tangan - Sendi jari tangan - Nyeri terletak di otot - Satu/dua gerakan
- Tulang Panjang - Lutut simetris dan tulang otot dengan
- Sendi pinggul - Sendi pinggul simetris jaringan sekitar
- Gejala ekstra artikuler
:vaskulitis, paru, mata,
jantung
Sifat Nyeri - Nyeri terutama - Nyeri terutama - Nyeri terutama waktu - Nyeri setelah ada gerakan - Nyeri lokal
waktu salah sikap waktu digerakkan istirahat disertai gejala - Nyeri lokal - Refered pain
- Nyeri lokal menjalar - Nyeri lokal umum (panas) - Tender pain
- Nyeri lokal
Gejala / - Perubahan sikap - Nyeri waktu - Nyeri, bengkak - Multiple tendon pain - Kelemahan otot
simptom tubuh digerakkan terutama sendi di - Nyeri diatas tulang kulit - Kelemahan gerak
- Keterbatasan gerak - Kekakuan dan tangan - Nyeri setelah ada gerakan - Kekakuan otot
- Kekakuan otot keter batasan - Nyeri waktu istirahat - R iwayat
- Nyeri manifestasi gerak - Katerbatasan gerak trauma/gerakan
pada posisi tertentu - Mengenai 1 - 2 - Mengenai banyak sel yang berlebihan
sendi
Tanda /sign - Nyeri lokal/radikuler - Keterbatasan - Bengkak - Tender point di beberapa - Nyeri waktu
- Kip osis thorakalis gerak - Kemerahan lokasi istirahat atau
- Spasme otot - Hipertropi - Pannus - G ejala lain nyeri kepala, gerakan yang
- Mal alignment - Mengenai banyak sendi iritabel kolon/bladder berlebihan
- Krepitasi dan simetris - Raynauds phenomen - Trigger point
- Nodul - Kelemahan,
kekakuan,
keterbatasan gerak
pada otot yang
terkena
Px alat - Pemeriksaan - Pemeriksaan Ro - Rhaeumatoid
bantu densitas tulang tulang faktor
- Pemeriksaan ka dar - Osteophyte - Ro tulang, paru
Ca dalam darah - Penyempitan - LED
- Photo vertebra dan rongga saraf
tulang panjang
PENATALAKSANAAN
1. Nyeri akut
Analgetik
- Tramadol
- Paracetamol
2. Nyeri kronis
Analgetik
- Tramadol
- Paracetamol
NSAID :
- Non selektif
- COX-2 Spesific Inhibitor
Antidepresan
Antikonvulsan
- Oxcarmazepin
- Gabapentin
Hialuronan untuk OA
3. Perawatan keadaan umum
Perubahan sikap hidup
4. Rehabilitasi medik
- edukasi
- exercise
- relaksasi
- elektrostimulasi
Terapi Farmakologi
Nutrisi
- Ca
- Chondroitin + Glucosamin
- Bisfosfonat
Kortikosteroid
oral
singkat dosis besar
lama dosis minimal
injeksi intraartikuler
Analgetik / Antiinflamasi
Muscle relaxan
Lokal anestesi
Anxiolitik
Antidepresan
Management nyeri muskuloskeletal

Therapy Osteoporosis Osteo Arthritis Rheumatoid Arthritis Fibromialgia Myofascial

1. Medikamentosa -Therapy hormonal (-) (-) (-) (-)


a. Metabolik -Nutrisi (+) (+) (+) (+)
b. Analgesik (+) (+) (+) (+) (+)
c. NSAID (+) ( +/- ) (+) (-) (-)
d. Kortikosteroid (-) (+) (-) (-) (-)
- Oral (-) (+) (+) (+) (+)
- Injeksi (+) (+) (-) (+) ( + /-)
e. Lokal anaesthesi (-) (-) (-) (+) ( + /-)
f. Lain - lain (-) (-) (-) (+) (+)
- Hialuronan (+) (-) (+) (+) (+)
- Anti Depresan (+) (+) ( + /-) (+) (+)
- Anxiolitik (-) ( + /-) (+) (+)
- Muscle relaxan
2. Fisiotherapy
- Exercise
relaxation
- Electro therapy
- Education