Anda di halaman 1dari 69

Pelatihan Dokter Kecil

Modul Dokcil
1 . Dokter Kecil dan UKS
2. Kesehatan Diri dan Lingkungan Sekolah
3. Nutrisi yang Sehat
4. Imunisasi, Penyakit, dan Pengobatan
5. Keterampilan Klinis Dasar
6. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan
Dokter Kecil dan UKS
Usaha Kesehatan Sekolah adalah kegiatan-
kegiatan dalam bidang kesehatan yang
dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan
sasaran siswa sekolah dan lingkungan
hidupnya.
Tujuan usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah
mencapai kesadaran kesehatan siswa sebaik-
baiknya, meliputi:
Siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan
umurnya
Siswa tidak mempunyai kelainan atau
mengidap suatu penyakit
Siswa mempunyai sikap, tingkah laku dan
Dokter Kecil dan UKS
*Program Kegiatan UKS dikenal
sebagai TRIAS PROGRAM, yaitu:
1. Pendidikan/penyuluhan
kesehatan
2. Lingkungan kehidupan sekolah
yang sehat
3. Pelayanan kesehatan di sekolah
Dokter Kecil dan UKS
Dokter kecil adalah siswa yang dipilih guru, guna
ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan
kesehatan terhadap diri sendiri, keluarga, teman
murid pada khususnya dan sekolah pada umumnya.
Tujuan
- Siswa dapat menolong dirinya sendiri dan orang
lain untuk hidup sehat
- Siswa dapat membina teman-temannya dan
berperan sebagai promotor dan motivator dalam
menjalankan usaha kesehatan terhadap diri
masing-masing
- Siswa dapat membantu guru, keluarga dan
masyarakat di sekolah dan di luar sekolah dalam
mewujudkan pola hidup sehat
Dokter Kecil dan UKS
Kriteria dokter kecil
Telah menduduki kelas 3 sekolah
dasar
Berprestasi baik di kelas
Berwatak pemimpin dan tanggung
jawab
Bersih dan berperilaku baik
Bermoral baik dan suka menolong
Bertempat tinggal di rumah sehat
Diizinkan orang tua
Dokter Kecil dan UKS
Tugas dan Kewajiban Dokter Kecil
Selalu bersikap dan berperilaku sehat
Mengajak serta dan mendorong siswa lainnya
untuk bersama-sama menjalankan program
kesehatan
Mengusahakan tercapainya kesehatan
lingkungan yang baik di sekolah dan di rumah
Membantu guru dan petugas kesehatan pada
waktu mereka menyelenggarakan pelayanan
kesehatan di sekolah
Berperan aktif dalam kampanye/ program
kesehatan yang diselenggarakan di sekolah
Dokter Kecil dan UKS
Kegiatan Dokter Kecil
Menggerakan teman agar mengetahui
tentang:
- Pengenalan dini penyakit
- Pengobatan sedehana
- Kebersihan warung dan kebun sekolah
- Hygiene dan sanitasi rumah dan sekolah
meliputi halaman, ruang kelas,
perlengkapan, persediaan air bersih
- Penjagaan kesehatan terhadap kecelakaan
- Pencatatan dan pelaporan
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kesehatan mata
- Jangan membaca di tempat yang kurang
terang ataupun terlalu terang
- Jangan mebaca sambil tiduran atau
berjalan
- Membaca dengan jarak sekitar 30 cm
- Jangan menatap langsung sinar yang
sangat terang seperti matahari
- Sering memberi istirahat pada mata
- Jangan menggosok-gosok mata secara
berlebihan
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
- Mengambil kotoran pada mata harus
dengan hati-hati dan dengan tangan yang
bersih
- Memeriksakan mata segera ke dokter
bila terjadi gangguan mata
- Pakailah kaca mata yang sesuai dengan
nasehat dokter
- Makanlah suplemen vitamin A dan
makanan yang mengandung vitamin a
seperti wortel, tomat dll
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kesehatan telinga
- Jangan memasukan sesuatu benda ke
dalam telinga atau mengorek telinga,
mintalah pertolongan orang dewasa
- Jangan meninju telinga orang lain
atau teriak keras-keras di depan telinga
- Segera berobat ke dokter bila ada
gangguan telinga
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Pernapasan dan mulut
- Pernapasan melalui mulut hendaknya
tertutup
- Menutup mulut dengan sapu tangan
bila bersin atau batuk
- Jangan memasukan jari yang kotor
atau benda lain ke dalam lobang
hidung
- Bawalah sapu tangan bersih setiap
hari
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kebersihan kaki dan tangan
- Cucilah tangan dan kaki secara
teratur
- Cucilah dengan sabun selepas buang
air besar
- Potonglah kuku paling sedikit
seminggu sekali
- Pakailah selalu alas kaki
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kebersihan kulit dan kepala
- Mandilah sedikitnya 2 kali sehari
- Mandilah dengan air bersih dan
sabun mandi
- Keramaslah rambut sedikitnya 2 kali
seminggu
- Sesudah mandi keringkan dengan
handuk
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kebersihan pakaian
- Pakailah pakaian yang bersih dan rapi
- Pakailah pakaian yang sesuai dengan
musim dan suhu
- Lepaskanlah baju basah selekas mungkin
- Hindari memakai pakaian dan sepatu yang
sempit
- Gantilah baju paling sedikit 2 hari sekali
kecuali bila sangat kotor
- Baju dicuci setelah dipakai dan diseterika
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Letak bangunan sekolah
- Dekat dengan perumahan penduduk
- Agak jauh dari jalan besar yang ramai
lalu-lintasnya, ini bisa mengganggu
kegiatan belajar
- Dekat dengan tanah lapang/taman
- Jauh dari daerah pembuangan sampah,
pabrik, rel kereta api, terminal, dsb
- Letak bangunan sekolah memanjang dari
utara ke selatan*
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Halaman sekolah
- Halaman sekolah harus selalu kering
dan rata/tidak becek
- Halaman cukup luas untuk bermain
- Ditanami rumput yang selalu dipotong
pendek dan sebagian ditanami pohon
rindang dan lebih baik bila dapat
disediakan tempat untuk kolam ikan,
berkebun dan lain-lain sebagai kegiatan
siswa.
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Bangunan sekolah/ruang kelas
- Jumlah ruang kelas cukup, sebaiknya satu
kelas untuk 35-40 orang
- Ukuran ruang kelas sebaiknya: tinggi 4 m,
panjang 8 m, lebar 6 m
- Lantai harus terbuat dari bahan yang tidak
tembus air
- Dinding rata, halus tak retak-retak, dicat
putih atau warna muda yang tidak menyolok
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
- Langit-langit terbuat dari bahan yang
cukup kuat dan tak tembus oleh debu
- Tiap ruangan hendaknya dilengkapi dengan
2 buah pintu, dan daun pintu menghadap ke
luar
-Luas jendela 20% atau 1/5 luas lantai,
jendela diberi tirai sehingga murid tidak
terkena angin secara langsung
- Sinar hendaknya datang dari 2 jurusan,
kiri dan kanan,serta
- Waktu istirahat, pintu dan jendela terbuka
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Perlengkapan ruang kelas
Papan tulis
Meja murid
Kursi murid
Meja kursi guru
Pengahapus papan tulis
Gambar-gambar
Peralatan kebersihan
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Persediaan air bersih
- Pada bangunan sekolah harus tersedia air
bersih) dan sebaiknya ada bak penampungan
- Air bersih harus memenuhi syarat:
Harus jernih, tak berbau, tak berasa
Tidak mengandung zat-zat yang berbahaya
Tidak mengandung bibit penyakit
- Air bersih tersebut harus cukup untuk
memenuhi kebutuhan sekolah sehari-hari (cuci
tangan, kakus/jamban, pengurasan,
pembersihan lantai, dll)
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Tempat cuci tangan
- Tempat bangunan sekolah hendaknya
dilengkapi dengan tempat cuci tangan
- Letak tempat cuci tangan harus cukup
baik, dengan sistem air mengalir dan
mudah dijangkau oleh siswa
- Harus disalurkan ke tempat saluran air
kotor
- Tempat cuci tangan harus dilengkapi
dengan sabun dan kain lap yang bersih
dan kering
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kamar mandi
- Tiap bangunan sekolah harus dilengkapi
sedikitnya 2 buah kamar mandi yang sekaligus
dapat dipakai sebagai tempat cuci kaki
- Kamar mandi harus bersih, cukup luas dan
terang, serta tidak retak-retak
- Pada kamar mandi harus selalu tersedia alat-
alat kebersihan seperti sapu lidi, sikat lantai,
sikat kloset, dsb
- Di kamar mandi harus tersedia sabun,
handuk kering, cermin sisir dan gantungan
untuk pakaian
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Kakus/Jamban dan urinoir (tempat kencing)
- Jumlah kakus pada bangunan sekolah
sebanding dengan jumlah murid yang ada
- Kakus harus menggunakan model leher angsa
dan pembuangan kotorannya dimasukan ke
dalam septik tank
- Jarak septik tank dengan sumber air minimal
10-15 m
- Kakus harus bersih dan mudah dibersihkan
- Tidak ada genangan air serta cukup
persediaan air
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Tempat sampah dan pembuangan sampah
- Sampah yang tersedia harus memenuhi
syarat kesehatan
- Jumlah tempat sampah harus cukup
banyak, paling sedikit tiap ruangan satu
buah dengan ukuran kecil/sedang dan di
luar ruangan ukuran besar
- Tempat sampah harus dikosongkan tiap
hari atau jika sudah penuh
- Sampah dapat dibungkus untuk dibuang,
ditimbun atau dibakar, dilarang dibuang ke
kolam, sungai, selokan, dan saluran air
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
Syarat minimal higiene dan sanitasi
warung sekolah/pedagang keliling/
pikulan makanan/minuman:
- Pedagang harus berjualan di sekitar
tempat yang terjamin kebersihannya, tidak
di dekat jamban, selokan yang kotor,
pinggir jalan raya yang padat, tempat
pembuangan sampah, dan tidak berdebu.
- Disediakan bak sampah yang
mempunyai tutup/tertutup untuk
menghindari lalat, dan bila penuh dibuang
ke tempat sampah yang lebih besar
Kesehatan Diri dan Lingkungan
Sekolah
- Air kotor bekas cucian supaya dibuang
ke dalam saluran pembuangan air umum
- Makanan yang dijual harus tertutup
supaya terhindar dari bahaya lalat, debu
dan kotoran lain, serta disediakan alat
untuk mengambil makanan sehingga
makanan tanpa bungkus tidak dipegang
berkali-kali oleh pembeli
- Disediakan lap untuk alat-alat dan lap
tangan yang berbeda.
Nutrisi yang Sehat
Ilmu gizi adalah ilmu yang
mempelajari tentang makanan dan
zat gizi (nutrient) serta zat lain yang
dikandungnya.
Gizi adalah segala asupan yang
diperlukan agar tubuh menjadi sehat.
Zat gizi terdiri dari 6 kategori yaitu
karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral dan air.
Nutrisi yang Sehat
Fungsi utama zat gizi, yaitu Tri Guna Makanan:
Sumber zat tenaga
Manusia perlu makanan agar mempunyai tenaga untuk bekerja,
bermain, belajar, berolah raga, dll.
Misalnya: padi-padian, umbi-umbian, serta tepung-tepungan.
Sumber zat pengatur
Manusia memerlukan makanan agar semua bagian tubuh kita
dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Misalnya: sayur dan buah.
Sumber zat pembangun
Manusia perlu makanan agar dapat tumbuh dengan baik.
Misalnya: kacang-kacangan, kedele, tempe, tahu, telur, daging,
hati, udang, ikan , susu, ayam, makanan hewani dan hasil
olahan.
Nutrisi yang Sehat
Makanan yang dikonsumsi harus
mengandung makronutrien, yaitu zat gizi
yang diperlukan dalam jumlah banyak.
Makronutrien merupakan zat gizi penghasil
energi dan jumlahnya dalam makanan harus
proporsional: karbohidrat 60-70%, protein 10-
15%, lemak 20-25% dari total energi.
Kita juga harus mengkonsumsi mikronutrien,
yaitu zat gizi yang diperlukan dalam jumlah
sedikit, misalnya vitamin dan mineral.
Nutrisi yang Sehat
Fungsi Zat Gizi:
Karbohidrat : sumber utama tenaga
Protein : zat pembangun dan sumber tenaga
Lemak : sumber tenaga dan pelarut vitamin A, D
E, K
Vitamin : zat pengatur
Mineral : sumber zat pengatur dan zat pembangu
Air : membantu dalam proses pencernaan
makanan
Nutrisi yang Sehat
MAKANAN GIZI SEIMBANG
Tubuh manusia memerlukan semua zat gizi
(energi, lemak, protein, vitamin dan mineral)
sesuai kebutuhan. Zat gizi yang kita makan
haruslah seimbang, agar semua fungsi tubuh
dapat berjalan dengan baik. Namun, tidak ada
satu jenis bahan makanan pun yang lengkap
kandungan zat gizinya. Oleh karena itu, zat gizi
yang kita makan haruslah seimbang dan
beraneka ragam, agar semua fungsi tubuh
dapat berjalan dengan baik.
Nutrisi yang Sehat
Makanan seimbang adalah pilihan
makanan yang mengandung semua zat gizi
yang diperlukan seseorang dalam jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan dan bebas
dari pencemaran.
Nutrisi yang Sehat
Yang mempengaruhi kebutuhan makanan
anak sekolah:
Berat badan
Tinggi badan
Umur
Jenis kelamin
Jenis aktivitas
Nutrisi yang Sehat
Ciri makanan yang baik adalah:
Yang memenuhi triguna makanan
Makanan yang bersih, bebas dari debu , lalat,
dan serangga lainnya
Makanan yan aman, tidak mengandung
bahan berbahaya yang dilarang untuk
makanan, seperti zat pewarna berbahaya dan
zat pengawet
Makanan yang halal, tidak bertentangan
dengan agama yang dianut
Nutrisi yang Sehat
Ciri-ciri makanan yang tidak layak dikonsumsi:
Makanan yang sudah bau basi
Makanan yang berubah rasanya
Makanan yang sudah lembek, berledir atau berbusa
Makannan berjamur
Makanan mengeras atau mengering
Makanan berulat/mengandung benda asing
Makanan kadaluarsa
Makanan yang sudah berubah warna
Makanan kemasan yang rusak (misal:kaleng penyok,
rusak, atau menggembung)
Nutrisi yang Sehat
Konsumsi yang tidak sesuai dengan gizi
seimbang atau asupan yang tidak
seimbang dengan aktivitas

Malnutrisi
Gizi kurang Gizi lebih
- Marasmus - Obesitas
- Kwasiorkor
- Defisiensi mikronutrien
Nutrisi yang Sehat
Pertumbuhan dan perkembangan
anak sekolah
Pertumbuhan pengukuran BB, TB
(antropometri)
Perkembangan bertambahnya
kemampuan struktur & fungsi tubuh
Nutrisi yang Sehat
Gizi kurang
Marasmus
Kwasiorkor
Marasmus-kwasiorkor
Anemia
GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium)
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Definisi Imunisasi
Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat
sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi
mikroorganisme (bakteri dan virus)
Dengan imunisasi, tubuh kita akan terlindung
dari infeksi begitu pula orang lain karena tidak
tertular dari kita

Tujuan Imunisasi
Imunisasi mencegah terjadinya penyakit akibat
kuman bakteri/virus (infeksi) pada seseorang
yang masih sehat
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Imunisasi yang Diberikan pada Anak Sekolah
DT 1 : untuk difteri
TT :untuk tetanus
Polio : untuk polio
Hepatitis B : untuk penyakit hepatitis B
Risiko Jika Tidak Melakukan Imunisasi
1.Jika anak tidak pernah terpapar dengan
mikroorganisme penyebab infeksi, maka tidak akan
terjadi apa-apa, anak akan tumbuh sehat.
2.Jika anak terpapar dengan mikroorganisme
penyebab infeksi, kemungkinan anak akan menderita
penyakit atau tidak tergantung bagaimana kekebalan
tubuhnya apakah dapat melawan mikroorganisme
tersebut atau tidak
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Definisi Penyakit
Penyakit adalah suatu keadaan
abnormal dari tubuh atau pikiran
yang menyebabkan ketidak
nyamanan, disfungsi atau kesukaran
terhadap orang dipengaruhinya
Klasifikasi penyakit
1.Penyakit menular
2.Penyakit tidak menular
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Penyakit Menular
1.Demam Berdarah
2.Cacar Air
3.Influenza
4.Scabies
5.Diare
6.Cacingan
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Penyakit Tidak Menular
1.Sakit gigi
2.Sakit Maag
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Obat-obatan dasar
Pengobatan di sekolah adalah pengobatan ringan ,
diberikan oleh guru yang terlatih atau dokter keci
Penyimpanan obat harus dipisahkan antara:
- obat yang umum/ dimakan diberi etiket putih
- obat luar diberi etiket biru
- obat luar diberi tanda palang berwarna merah
Tempat penyimpanan obat
Obat berbentuk cairan disimpan dalam botol
bermulut sempit dan tersumbat
Obat berbentuk tablet disimpan dalam botol dengan
mulut lebar dan ditutup rapat
Obat berbentuk salep disimpan dalam wadah lebar
yang dapat ditutup dengan baik.
Imunisasi, Penyakit, dan
Pengobatan
Macam-macam obat dan penggunaannya
1.Analgesik (antinyeri) -antipiretik (antidemam)
2.Antasida
3.Oralit
4.Antiseptik
5.Absorban Racun (Norit)
6.Obat Batuk
7.Vitamin C
8.Vitamin B complex
thank you
- to be continued -
Keterampilan Klinis Dasar
Mengukur tanda-tanda vital:
Kesadaran
Pernapasan : 16-24x/menit
Denyut nadi : 60-100x/menit
Suhu : 36,5C
Tekanan darah
Keterampilan Klinis Dasar
Mengontrol Perdarahan
* komponen darah
Sel darah : eritrosit
leukosit
trombosit
Plasma darah
* penyebab perdarahan: kecelakaan/ luka
demam berdarah
Keterampilan Klinis Dasar
Prinsip menghentikan perdarahan pada
luka:
kompresi : ditekan
agar perdarahan berhenti
desinfeksi : dibersihkan
untuk mencegah infeksi
elevasi : ditinggikan
Keterampilan Klinis Dasar
Langkah/ cara menghentikan perdarahan:
Tekan langsung pada luka dengan kasa/kain
selama beberapa menit
Bila luka kotor bersihkan dengan air mengalir
dan langsung tekan selama beberapa menit
hingga tidak ada lagi darah yang keluar
Setelah perdarahan berhenti, bersihkan daerah
luka dengan air bersih yang mengalir, bila
berdarah kembali tekan dengan kain/kasa.
Keterampilan Klinis Dasar
Elevasikan bagian tubuh yang luka lebih
tinggi dari jantung
Berikan antiseptik betadine atau rivanol di
daerah luka dan sekitar luka
Bila luka terbuka dan cukup luas, tutup
dengan perban steril/bersih untuk
menghindari infeksi dan gesekan pada luka
Bila perdarahan terus terjadi, segera bawa
ke dokter/puskesmas terdekat
Keterampilan Klinis Dasar
Perawatan Pada Luka:
Jaga kebersihan luka, bersihakan setiap
hari dengan rivanol
Ganti perban setiap hari/bila kotor atau
basah
Selalu berikan antiseptik betadin pada
luka dan daerah sekitarnya
Jangan memberikan ramu-ramuan pada
luka yang dapat menyebabkan infeksi
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Hal yang paling penting bila menemukan
kejadian kecelakaan adalah jangan panik atau
ketakutan. Seorang dokter kecil harus tetap
tenang dan tidak tegang atau takut. Nah, kalo
dokter kecil bertemu dengan kasus
kecelakaan, hal yang harus dilakukan adalah:
Dekati korban, periksa apakah masih sadar
atau pingsan
Bila pingsan, coba bangunkan dengan suara
keras, dan tepuk-tepuk badan korban dengan
cukup keras, (bangunbangun..)
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Bila korban kecelakaan tidak bangun-
bangun segera minta tolong pada guru atau
orang yang lebih tua, atau dengan berteriak
minta tolong ada yang kecelakaan
Periksa apakah korban kecelakaan masih
bernapas atau tidak dengarkan dari
hidungnya ada bunyi nafas atau tidak,
rasakan apakah keluar udara dari
hidungnya, apakah dadanya bergerak naik
turun seperti bernafas
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Periksa nadi leher apakah masih terasa
Periksa apakah ada perdarahan, bila ada
perdarahan, segera hentikan
Terus mencari pertolongan orang yang lebih
dewasa
Bila korban kecelakaan hanya pingsan,
baringkan pada posisi pemulihan
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Keracunan
Amankan zat/benda penyebab keracunan
Bersihkan saluran pernapasan penderita dari
lender/muntahan, baringkan dan miringkan
kepalanya
Bila penyebab keracunan tidak diketahu
segera berikan putih telur, susu atau air
sebanyak-banyaknya
Segera minta bantuan guru/orang tua/bawa
ke puskesmas/dokter
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Pingsan adalah kehilangan kesadaran
sebentar karena aliran darah ke otak untuk
sementara berkurang.
Penyebab, diantaranya adalah:
Nyeri yang hebat
Ketakutan
Stress
Kurang makan
Berdiri lama di terik matahari
Kurang darah
Kelelahan
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Pertolongan pada korban yang pingsan:
Lindungi korban dari bahaya dan cedera
Baringkan korban di tempat yang nyaman,
teduh dan datar, kaki ditinggikan lebih tinggi
dari kepala dan ditopang pastikan korban
mendapat banyak udara segar, jangan
dikerumuni
Buka kancing baju bagian atas dan
kendorkan pakaian yang ketat terutama
yang menekan leher
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Berikan bau-bauan yang menyengat
(minyak wangi, minyak angin, dsb) di depan
hidung
Bila korban muntah, miringkan kepalanya
agar muntahannya tidak membuat tersedak
Bila sadar kembali, tenangkan dan beri
dukungan emosional, dudukkan perlahan-
lahan
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Pingsan Bisa dicegah Lho!
Caranya
Jika teman kita ada yang merasa mau
pingsan, segera dudukkan dan minta
ia untuk meletakan kepalanya
diantara lututnya dan tarik nafas
panjang
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Dehidrasi adalah tubuh yang kekurangan
cairan,
Penyebab dehidrasi
muntah berlebihan
diare
kurang minum
olah raga yang sangat berat
kepanasan yang lama
berkeringat banyak, dll.
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Tanda/Gejala
bibir kering
mata cekung
diare
berkeringat banyak
kesadaran menurun
denyut jantung semakin cepat
Pertolongan, segera dudukkan di tempat yang
teduh dan berikan cairan/minum.
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Kejang Otot/Kram
Penyebab:
Letih
dingin seperti berenang
panas
Pertolongan bila ada teman yang kram
adalah otot diulur dengan menggerakan
otot ke arah berlawanan lalu lakukan
pemijatan.
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Sengatan Listrik
Pertolongan:
Segera matikan aliran listrik dari gardu
utama
Jangan memegang atau menarik korban yang
masih tersengat, tanpa menggunakan
pelindung listrik
Pisahkan penderita dengan mengunakan
kayu/sapu atau barang-barang yang tidak
mengalirkan listrik
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Gunakan alas kaki karet ketika
menolong, hindari air atau benda
basah/ bersentuhan dengan dinding
atau lantai
Panggil segera guru/orang yang lebih
tua dan - bawa korban ke
puskesmas/rumah sakit terdekat
Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan
Luka Gigitan Hewan
Luka dicuci dengan sabun dan air hangat
sampai bersih
Jika masih terjadi perdarahan, hentikan
dengan menekan luka dengan kassa
Beri antiseptic betadine dan tutup dengan
plester atau perban steril yang kecil
thank you
- the end -