Anda di halaman 1dari 21

TETES MATA &

COLLYRIUM
Disusun oleh kelompok 1 :
Syabani uswatun hasanah
Shintia monica

Putri indah rini (1500070)

Dewi safitri (1500051)


Wafa effendi (1500081)
TETES MATA
DEFINISI TETES MATA

Tetes mata adalah suatu sediaan steril yang mengandung air


maupun minyak harus bebas dari partikel asing baik dalam
bentuk alkalk atau garamnya atau bahan lain, digunakan
dengan cara meneteskan pada konjungtiva mata dengan
memperhatikan stabilitasnya.
PERSYARATAN TETES MATA

Obatnya stabil secara kimia.


Mempunyai aktivitas terapi yang optimal.
Tidak mengiritasi mata.
Harus teliti dan tepat serta jernih.
Harus bebas dari mikroorganisme (steril)
Sedapat mungkin isohidris.
Sedapat mungkin isotonis.
PENGGUNAAN TETES MATA

Jenis-jenis obat yang dipakai pada umumnya meliputi :

Miotik : mengurangi tekanan intraokuler. Seperti Glaucoma, miastemia


gravis
Midriatik adalah golongan obat yang mempengaruhi dilatasi atau ukuran
pupil bola mata, dapat membesar (midrasis) atau mengecil (miosis).
Anastetika Lokal : mengurangi rasa sakit sebelum atau sesudah operasi.
Contoh : tetrakain,prokain,fenakain.
Zat Anti radang : contoh; seperti hidrokortison,prednisolon, dan
deksametason.
Antiseptika Lokal : pada permukaan mata untuk mengurangi mikroba pada
mata, Contohnya : timerosal,merkuri amoniak, perak nitrat.
Zat anti mikroba : mengatasi infeksi pada mata, sperti
Kloramfenikol,Gentamisin, Neomisin, Tetrasiklin.
PENGGUNAAN TETES MATA

Cara penggunaan tetes mata :


Cuci tangan
Dengan satu tangan tarik perlahan-lahan kelopak mata bagian bawah
Jika penetes terpisah tekan bola karetnya sekali ketika penetes dimasukkan
kedalam botol pembawa
Tempatkan penetes diatas mata, jangan menyentuhnya penetes pada mata
atau jari
Lepaskan penutup, usahakan untuk menjaga mata tetap terbuka dengan tidak
berkedip paling kurang 30 detik
Jika penetesnya terpisah, tempatkan kembali pada botol dan tutup erat
Jika penetes terpisah, selalu tempatkan penetes dengan ujung mengarah
kebawah
Jangan pernah menyentuh penetes pada permukaan apapun
PENGGUNAAN TETES MATA

Jangan pernah mencuci penetes


Jangan menggerakkan tetes mata yang telah mengalami perubahan
warna
Jika anda mempunyai lebih dari satu jenis botol tetes yang sama, buka
satu tutup botol saja beberapa menit sebelum menggunakan tetes mata
yang lain
Akan sangat membantu untuk latihan memakai obat dalam posisi
didepan cermin
Setelah penggunaan jangan menutup mata terlalu cepat dan usahakan
jangan berkedip lebih sering dari biasanya karena dapat menghilangkan
obat dari tempat efektifnya.
KEUNTUNGAN SEDIAAN TETES MATA

Tetes mata secara umum larutan berair, lebih stabil dari salep.
Tidak mengganggu penglihatan saat digunakan.
Larutan mata memiliki kelebihan dalam kehomogenan.
KERUGIAN SEDIAAN TETES
MATA

Waktu kontak relative singkatantara obat dan permukaan yang


terabsorbsi.
Volume larutan yang dapat ditampung oleh mata sangat
terbatas.
Bioavaibilitas mata diakui buruk jika larutannya digunakan
secara topical ntuk kebanyakan obat kurang dari 1-3% dari
dosis yang dimasukkan melewati kornea sampai ke ruang
anterior.
FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM SEDIAAN
TETES MATA

Nilai Isotonisitas
Secara ideal harus memiliki nilai istonis seperti darah yang sesuai dengan
larutan NaCl 0,% b/v. Tetapi mata masih tahan dengan nilai isotonisitas
anatara 0,6-2% b/v
Pendaparan
Untuk mencegah kenaikan pH yang disebabkan oleh interaksi terhadap
wadah kaca yang melepaskan ion hidroksil. Secara ideal harus memiliki
pH seperti pada air mata 7,4 (3,5-8,5)
Sterilisasi
Dapat dilakukan dengan menggunakan penyaring membrane steril atau
penyaring bakteri secara aseptis, atau jika pemanasan tidak
mempengaruhi stabilitas sediaan, maka sterilisasi obat dalam wadah akhir
dengan cara autoklaf dapat dianjurkan.
FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM SEDIAAN
TETES MATA

Pengawet
Tidak boleh ditambahkan pada sediaan larutan mata untuk pembedahan,
karena dapat menimbulkan iritasi pada jaringan mata.
Pengental
Harus bebas dari partikel yang dapat terlihat, dapat ditambahkan untuk
meningkatkan kekentalan sehingga obat lebih lama kontak dengan jaringan.
Suspensi obat mata
Harus steril dan suspensi larut dalam bentuk termikronisasi agar tidak
menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea. Suspensi obat mata tidak
boleh digunakan lagi jika terjadi pengerasan atau penggumpalan
KOMPONEN-KOMPONEN SEDIAAN TETES
MATA
Zat aktif
Zat tambahan, mempertahankan potensinya dan mencegah kemunduran zat
aktifnya.antara lain dapat mengandung hal-hal sebagai berikut:

Pengawet pada dasarnya, pengawet dimasukkan


untuk mencegah perkembangan mikroorganisme yang dapat
ada selama penggunaan tetes mata.
Pengaturan isotonisitas dengan sekresi
laknimal. Secara normal digunakan untuk mengatur
tekana osmatik yang cocok dari larutan tetes mata, namun
dalam beberapa kasus bahan obat membuat larutan
hipertonis, seperti tetes mata sulfisetanid, mata dapat sedikit
bertoleransi pada variasi yang luas dalam tekana osmotik dari
larutan mata tapi ini biasa dan mungkin untuk mengaturnya
menjadi isotonis dengan sekresi lakrimal.
KOMPONEN-KOMPONEN SEDIAAN TETES
MATA

Pendapar. Untuk mencegah kenaikan pH yang disebabkan oleh


interaksi terhadap wadah kaca yang melepaskan ion hidroksil. Secara ideal
harus memiliki pH seperti pada air mata 7,4 (3,5-8,5).
isotonis dan pH yang dikehendaki diperoleh dengan menggunakan pelarut
yang cocok.
Pelarut yang sering digunakan :
Larutan 2% Asam borat (pH=5)
Larutan boraks- Asam boraks (pH=6,5)
Larutan basa lemah boraks-asam borat (pH=8)
Aquadestillata
Larutan NaCl 0,9%
KOMPONEN-KOMPONEN SEDIAAN TETES
MATA

Oksidasi bahan obat. Banyak obat mata dengan mudah


dioksidasi dan biasanya dalam suatu kasus, dimasukkansetelah pereduksi
natrium meta bisulfit dalam konsentrasi 0,1% sering digunakan untuk
tujuan ini. Ini digunakan untuk contoh dalam tetes mata BDS dari
fisostigmin, fenilefrin dan sulfatamia.

Konsentrasi ion hidrogen. Perlu suatu konsentrasi ion H+ yang


stabil dan beberapa larutan buffer umumnya digunakan. Contoh dari
penggunaan bahan pendapar Na sitrat digunakan dalam tetes mata
perilefrin. Asam borat dan boraks dalam tetes mata dari krednisolon Na
sulfat.
KOMPONEN-KOMPONEN SEDIAAN TETES
MATA

Bahan pengkhelat. Ketika ion logam dapat menyebabkan peruraian


dari bahan obat dalam larutan. Suatu bahan pengkholat yang mengikat ion-
ion dalam kompleks organik akan memberikan perlindungan Na EDTA
adalah satu dari bahan pengkhelat terbaik yang dikenal.

Viskositas. Untuk menghasilkan larutan kental yang akan


memperpanjang aksi dari larutan mata untuk penahanan yang lebih lama
dalam kontak dengan permukaan mata, bahan pengental digunakan yaitu
metil selulosa 1% telah digunakan untuk tujuan ini.
EVALUASI SEDIAAN TETES
MATA

Evaluasi yang seharusnya dilakukan pada larutan obat tetes mata adalah
sebagai berikut:
1. Evaluasi fisika: pH, volume sediaan dalam wadah, bahan partikulat, uji
kebocoran, uji kejernihan dan warna.
2. Evaluasi kimia: penetapan kadar, identifikasi
3. Evaluasi biologis: Uji sterilitas, uji pirogen, uji endotoksin bakteri.
4. Pengemasan dan penyimpanan
5. Penandaan
EVALUASI SEDIAAN TETES
MATA

Karena keterbatasan waktu dan alat evaluasi yang dilakukan hanya


evaluasi fisika masing-masing evaluasinya didapatkan:
1. pH larutan, larutan obat tetes mata yang dibuat mempunyai pH 7
syarat sediaan tetes mata adalah antara rentang pH 5-7,5.
2. Bahan partikulat, dalam larutan tidak ada bahan partikulat.
3. Uji kejernihan, larutan yang dihasilkan tetap jernih dalam
penyimpanan
4. Warna larutan bening, tidak terjadi perubahan warna larutan dalam
penyimpanan.
PENYIMPANAN DAN PENANDAAN SEDIAAN
TETES MATA

PENYIMPANAN
Penyimpanan obat tetes mata dilakukan dalam wadah kaca atau plastik
tetutup kedap, volume 10ml dilengkapi dengan penetes

PENANDAAN
Sediaan tetes mata harus diberi etiket yang tertera Tidak boleh
dignakan lebih dari 1 bulan setelah tutup dibuka
COLLYRIUM
DEFINISI COLLYRIUM

collyrium adalah sediaan berupa larutan steril, jernih,bebas zat


asing/pirogen, isotonis, digunakan untuk membersihkan mata .
PENANDAAN PADA
COLLYRIUM

Pada etiket harus juga tertera :

a. masa penggunaan setelah botol dibuka penutupnya.


b. Obat Cuci Mata .
Collyrium yang tidak mengandung zat pengawet hanya boleh
digunakan paling lama 24 jam setelah botol dibuka tutupnya.
Collyrium yang mengandung zat pengawet dapat dipergunakan paling
lama 7 hari setelah dibuka tutupnya