Anda di halaman 1dari 30

Identifikasi Ketidakstabilan

pada Lubang Bukaan Bawah


Tanah

Ridho K. Wattimena
Institut Teknologi Bandung

Forum Dialog Nasional dan Diklat


Pemberaian Batuan
Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan
Indonesia
Geologi Regional dan Busur
Magmatis
Indonesia

Sumber: IAGI,
2012
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Penyebaran Potensi Endapan
Mineral Indonesia

Ferro and Associates: Iron, Nickel, Cobalt, Chromite, Mangan, Molybdenum,


Titan
Precious Metal: Gold, Silver, Platinum
Base Metal: Zinc, Copper, Tin, Lead, Mercury
Rare Metal: Bauxite, Monazite
Dari berbagai sumber

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Penyebaran Cekungan Batubara
Indonesia

Dari berbagai sumber

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Penyebaran Area Pertambangan
Indonesia

Sumber: PWC, 2011

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Undang-Undang (Pengendali)
Pertambangan

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Beberapa Contoh Demo Anti Tambang

Dari berbagai sumber


PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Beberapa Kendala dan Solusi
Alternatif

SISTEM TAMBANG BAWAH


PERMATA Indonesia TANAH Cimahi, 10-11 November
2014
Tambang Terbuka Tambang Bawah
Tanah

Sumber:
www.metrocoal.com.au

Sumber:
www.diavic.c
a
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Material Konstruksi KITA:
Massa Batuan
Media yang sangat
kompleks.
Sifat keteknikannya
sangat sulit (tidak
mungkin) ditentukan
secara akurat sebelum
lubang bukaan digali.
Pemodelan respons
massa batuan
umumnya didasarkan
pada idealisasi,
asumsi, dan
penyederhanaan.
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Material Konstruksi KITA:
Massa Batuan
Keakuratan dari prediksi
yang dilakukan pada
perhitungan rancangan
sangat penting untuk
diperiksa.
Pelaksanaan
pemantauan,
khususnya untuk tujuan
ini, merupakan bagian
dari metode observasi
yang merupakan kunci
pokok dari kegiatan
geoteknik modern
(Peck, 1969).
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Sekedar Contoh

Barlian Dwinagara
Penentuan Kekuatan Jangka Panjang Massa Batuan dengan
Metode Tidak Langsung dari Hasil Pengukuran dan
Pengujian In Situ.
Disertasi Doktor, Institut Teknologi Bandung, 2006.
Singgih Saptono
Pengembangan Metode Analisis Stabilitas Lereng
Berdasarkan Karakterisasi Batuan di Tambang Terbuka
Batubara.
Disertasi Doktor, Institut Teknologi Bandung, 2012.
Masagus Ahmad Azizi
Pengembangan Metode Penentuan Reliabilitas Kestabilan
Lereng Tambang Terbuka Batubara.
Disertasi Doktor, Institut Teknologi Bandung, 2014.

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Sekedar Contoh

R.K. Wattimena, S. Kramadibrata, I.D. Sidi, M.A. Azizi


Developing coal pillar stability chart using logistic regression.
International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences
2013; 58: 55-60.
R.K. Wattimena
Predicting probability of stability of rock slopes using logistic
regression.
International Journal of the Japanese Committee for Rock
Mechanics 2013; 9:1-6.
R.K. Wattimena
Predicting the stability of hard rock pillars using multinomial
logistic regression.
International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences
2014; 71: 33-40.

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Perancangan dan Implementasi
Program Geoteknik

Sumber:
Brady & Brown,
2004
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Penyebab Ketidakstabilan 1:
Struktur Geologi

Sumber: Hoek et al.,


1995
Sumber: FHWA, 2009
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Penyebab Ketidakstabilan 2:
Tegangan yang Tinggi

Sumber: Esterhuizen,
Sumber: Gong et al.,
2011
2012
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Penyebab Ketidakstabilan 3:
Pelapukan ~ Batuan Lemah

Sumber: Hoek, 1998


Sumber: Clifford, 2004

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Penyebab Ketidakstabilan 4:
Air

Sumber: Multierathanes, 2008


Foto New Irvington Tunnel

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Pemantauan

Pemantauan adalah pengamatan terhadap


struktur rekayasa baik secara visual maupun
dengan bantuan peralatan.
Pemantauan dengan mata dan telinga telah
dilakukan sejak dulu (Brown, 2003).
Pemantauan telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan dalam kegiatan mekanika batuan
modern dan telah dikembangkan sejak 40 50
tahun yang lalu.
Dalam beberapa hal mungkin timbul kesan
bahwa kegiatan pemantauan telah dilakukan
secara sederhana hanya supaya terlihat ada yang
dilakukan.
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Tujuan Pemantauan

Mendapatkan besar dan variasi parameter


geoteknik sebelum dimulainya pekerjaan
rekayasa.
Meyakinkan keselamatan selama konstruksi dan
operasi melalui peringatan terjadinya deformasi
massa batuan, tekanan air tanah, dan beban
pada penyangga yang berlebihan.
Memeriksa validitas perhitungan rancangan
(asumsi, model konseptual, nilai parameter tanah
atau massa batuan).
Mengendalikan pelaksanaan ground treatment
dan tindakan perbaikan.

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Apa yang (sebaiknya) dipantau?

Perpindahan adalah salah satu besaran primer


yang diukur pada kegiatan pemantauan di
tambang bawah tanah.
Yang diukur: perpindahan absolut atau
perpindahan relatif (convergence).
Pengukuran kebanyakan parameter lainnya,
khususnya gaya dan tegangan, membutuhkan
penggunaan model matematis dan karakteristik
material untuk perhitungannya.
Stress is a philosophical concept deformation
is the physical reality (Burland, 1967).

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Pemantauan Perpindahan

Convergencemeter Extensometer

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Contoh Tesis Tentang
Pemantauan Perpindahan

Saptono, S.
Analisis Kemantapan Lombong pada Sistem
Penambangan Cut and Fill di Unit
Pertambangan Emas Pongkor,
PT Aneka Tambang. Tesis S2, ITB, 1997.

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Contoh Investigasi Keruntuhan:
Struktur Geologi

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Contoh Investigasi Keruntuhan:
Air

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Contoh Investigasi Keruntuhan:
Pelapukan

1993 2013
PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November
2014
Contoh Investigasi Keruntuhan:
Sistem Penyangga
Rekomendasi penyangga yang diberikan pada
tahun 1998, semata-mata didasarkan pada data
yang sangat terbatas dari lubang bor
Dalam rentang waktu 15 tahun, friction bolt telah
mengalami korosi sehingga kekuatannya
menurun (terlihat pada frirction bolt yang
terdapat pada massa batuan yang runtuh).
Tidak terdapat informasi bahwa inspeksi
penyangga dan ketidakstabilan pernah dilakukan.

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Contoh Investigasi Keruntuhan:
Kesimpulan
Runtuhnya batuan pada atap disebabkan oleh
keberadaan bidang lemah dan menurunnya
kekuatan massa batuan dan kekuatan sistem
penyangga yang terpasang.
Runtuhnya batuan pada atap dapat dideteksi
lebih awal seandainya inspeksi penyangga dan
ketidakstabilan dilakukan dan konstruksi lubang
bukaan memungkinkan untuk dilakukannya
inspeksi tersebut.

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
We cant rely only on monitoring systems.
The eyes and ears of a committed workforce
are the most valuable assets mines have for
monitoring hazards.

(ACG, Unearthing Black Gold)

PERMATA Indonesia Cimahi, 10-11 November


2014
Terima Kasih