Anda di halaman 1dari 17

Pertama kali dikemukakan oleh Bethe

dan dilanjutkan oleh Schlapp, Peny,


Van Vleck dan Hartman
Ikatan antara atom pusat dan ligan
merupakan ikatan ionik dan gaya yang
ditimbulkan adalah gaya elektrostatik
Pada teori ini kompleks yang terbentuk
membentuk sistem kristal yang khas.
Seperti oktahedral, tetrahedral, segi
empat planar dll.
Ketika ligan mendekati ion pusat, maka
akan menimbulkan medan listrik dan
menolak elektron yang ada di orbital d.
Akibatnya tingkat energi orbital d
(awalnya degenerate pada keadaan
bebas) menjadi bertambah dan
akhirnya masing-masing orbital akan
terpisah dengan energi berbeda
pemisahan medan kristal (Crystal Field
Splitting)
SUB KULIT ORBITAL d
Terdiri dari orbital-orbital:
1. dz2 dan dx2-y2 (Sepanjang sumbu x, y dan z) eg
2. dxy, dxz dan dyz (diantara sumbu) t2g
SISTEM OKTAHEDRAL

Ligan mendekat TEPAT sumbu x, y dan


z (dx2-y2 ; dz2 )
Akibatnya orbital yang tepat sumbu x,y
dan z (dx2-y2 ; dz2 ) mengalami tolakan
yang besar.
Akibatnya orbital yang tepat sumbu
(dx2-y2 ; dz2) splitting ke atas karena
energi tolakan besar dan orbital yang
diantara sumbu (dxy, dyz, dxz) splitting
ke bawah karena energi tolakan rendah.
Pemecahan orbital d
oktahedral...
SISTEM TETRAHEDRAL

Ligan mendekat DIANTARA sumbu x, y


dan z
Akibatnya orbital yang DIANTARA
sumbu x,y dan z mengalami tolakan
yang besar.
Akibatnya orbital yang diantara sumbu
(dxy, dyz, dxz) splitting ke atas karena
energi tolakan besar dan orbital yang
tepat sumbu (dx2-y2 ; dz2) splitting ke
bawah karena energi tolakan rendah.
Pemecahan orbital d
tetrahedral...

dx2-y2 ; dz2
SISTEM SEGI 4 PLANAR

Semua ligan mendekat pada orbital dx2-


y2 , dxy terletak sebidang dengan ligan.
Akibatnya orbital dz turun dan orbital
dxz dan dyz degenerate.
Pemecahan orbital d segi 4
planar...
MEDAN TETRAHEDRAL
Ligan ligan tersusun tidak secara
langsung searah dengan orbital eg dan
t2g.
Orbital t2g lebih terpengaruh daripada
eg t2g naik dan eg turun
Karena jumlah ligan yang mengelilingi
ion pusat tidak sebesar oktahedral
maka besarnya pemisahan medan
kristal hanya 4/9 O (t= 4/9 O)
dx2-y2

2 2 2 E
dx -y , dz dxy
dxy, dxz, dyz
A C F

D G
B
2
dx -y , dz 2 2 dz2
dxy, dxz, dyz H
dx2-y2, dz2
OKTAHEDRAL TETRAHEDRAL SEGI 4 PLANAR

A = 6 Dq E = 9,94 Dq
B = 4 Dq F = 2,3 Dq
C = 1,8 Dq G = 4,3 Dq
D = 2,7 Dq H = 0,8 Dq
Faktor yang mempengaruhi o
Tingkat oksidasi ion logam
Jumlah dan geometri ligan
Jenis ligan
Jenis orbital atom d
Ligan sangat mempengaruhi level energi
dari splitting.
Semakin kuat ligan semakin besar
terpisahnya t2g dan eg.
Pengaruh ligan terhadap splitting
dinyatakan dalam spectrochemical
series.
CO ~ CN- NO2- dipy en NH3 ~
py NCS- > H2O > RCO2- > OH- > F- >
Cl- > Br - > I-
CARA MENGHITUNG KECENDERUNGAN
ION LOGAM MEMBENTUK KOMPLEKS
SPIN RENDAH (JORGENSEN)

10 Dq = f ligan x g ion
ligan f
Br- 0,72
SCN- 0,73
H2O 1,00
NCS- 1,02
NH3 1,23
phen 1,33
dn Ion logam Faktor g
3d5 Mn(II) 8
3d6 Co(III) 18,2
4d6 Ru(II) 20
5d6 Pt(III) 36
Penerapan teori
Dapat menjelaskan mengapa senyawa
kompleks berwarna.
Warna berkaitan dengan sub kulit d ion
transisi yang tidak penuh
Dengan adanya ligan maka terjadi
splitting tingkat energi sebesar o yang
nilainya sekitar energi cahaya tampak.
Ion pusat transisi yang sub orbital d
nya tidak penuh akan menyerap radiasi
dari spektrum sinar tampak zat
berwarna
Ex: Ti(H2O)63+ warna ungu