Anda di halaman 1dari 13

REAKSI DAN

MEKANISME
SENYAWA KOORDINASI

Mn(II) Mn(VI) Mn(VII)

Mn(VII
Cr(VI) )
V(V)
Senyawa inert dan labil
Perhatikan reaksi berikut :
[Cu(H2O)6]2+ + NH3 [Cu(NH3)4(H2O)2]2+
+ 4H2O
blue much more
intense blue
[Fe(H2O)6]3+ + SCN -
[Fe(H2O)5(SCN)]2+
+ H2O
tidak berwarna
merah
Senyawa di atas bereaksi sangat cepat
sehingga disebut senyawa labil
Taube mendeskripsikan reaksi yang
berlangsung satu menit atau kurang
disebut senyawa labil.
Sedangkan senyawa-senyawa yang
bereaksi dengan lambat disebut senyawa
inert atau robust.
Istilah labil dan inert suatu senyawa
terkait term kinetika (ketika ada
gangguan dari luar).
Istilah stabil dan tidak stabil suatu
senyawa terkait term termodinamika
(konstanta kesetimbangan).
Sebagai contoh senyawa [Fe(H2O)5(F)]2+
Reaksi Disosiasi (D)
Pada reaksi disosiasi, ligan lepas dahulu
dan membentuk senyawa intermediet
kemudian ligan baru masuk.
K1
ML5X ML5 + X
K-1

K2
ML5 + Y ML5Y
X merupakan ligan yang akan dilepas;
sedangkan Y adalah ligan yang akan
masuk.
Konstanta disosiasi
Reaksi Interchange (I)
Senyawa kompleks berkoordinasi 6
mengikat ligan baru namun tidak
menambah jumlah bikoor. Setelah itu baru
ligan lama lepas. K1
ML5X + Y ML5 X
K-1
Y
K2
ML5 X Y ML5Y +X
X merupakan ligan yang akan dilepas;
sedangkan Y adalah ligan yang akan
masuk.
Konstanta Interchange
Lihat buku Miessler hal 376 - 377
Reaksi Asosiasi (I)
Senyawa kompleks berkoordinasi 6
mengikat ligan baru sehingga menambah
jumlah bikoor menjadi 7. Setelah itu baru
ligan lama lepas. K1
ML5X + Y ML5 X
K-1
Y
K2
ML5 X Y ML5Y +X
X merupakan ligan yang akan dilepas;
sedangkan Y adalah ligan yang akan
masuk.
Konstanta Asosiasi
Lihat buku Miessler hal 377 -378
Just for fun
Jika diibaratkan dengan hubungan
percintaan :
Disosiasi : Si A putus dengan pacar 1
kemudian menjomblo dahulu baru
kemudian jadian dengan pacar 2.
Interchange : Si A masih pacaran dengan
pacar 1 namun dia juga menjalin Teman
Tapi Mesra dengan calon pacar 2 (ikatan si
A dengan pacar 2 tidak terlalu kuat).
Asosiasi : Si A masih pacaran dengan
pacar 1 disaat bersamaan juga pacaran
dengan pacar 2 (mendua sehingga
Efek Trans
Penelitian efek trans pada senyawa koordinasi
diawali karena banyaknya bijih platinum di
Rusia.
Penelitian efek trans diawali dengan
mengamati senyawa koordinasi platinum yang
direaksikan dengan urutan ligan yang berbeda
akan memberikan hasil yang berbeda pula.
Efek trans dapat diartikan kelabilan suatu
ligan untuk membentuk posisi trans dengan
ligan lainnya.
DERET EFEK TRANS PADA LIGAN

CN- ~ CO ~ NO ~ H- > CH3- ~


SC(NH2)2 ~ SR2 ~PR3 > SO3H- > NO2-
~ I- ~ SCN- > Br- > Cl- > py > RNH2
~NH3 > OH- > H2O.

Dari deret di atas dapat dilihat bahwa


efek trans terbesar dimiliki oleh CN - ~
CO ~ NO ~ H- dan terkecil dimiliki H2O
Contoh penerapan efek
trans
Cl Cl +NH3 Cl Cl + Br Cl Br
Pt Pt Pt
-Cl -Cl
Cl Cl Cl NH3 Cl NH3

Cl Br +py
Pt -Cl
py NH3

Anda mungkin juga menyukai