Anda di halaman 1dari 15

ALIRAN AIRTANAH

Seperti halnya air sungai, di dalam tanah airtanah juga


mengalami proses aliran
Untuk menetukan arah aliran airtanah secara lokal, dapat
dilakukan dengan menggunakan 3 buah sumur yang
diketahui ketinggian muka airtanahnya.
Dengan membuat garis kontur airtanah pada ketinggian
tertentu dapat ditentukan arah alirannya, dengan cara
menarik garis aliran tegak lurus garis kontur tersebut
KECEPATAN ALIRAN AIRTANAH
Kecepatan aliran airtanah dipengaruhi oleh permeabilitas
dan gradien hidroliknya.
Fenomena ini diamati oleh Darcy dengan eksperimen
saringan pasir.
Hasil percobaan dikemukakan pada tahun 1856
Ditemukan rumus umum kecepatan aliran airtanah :

V = K . dh/dl
= K.I

v adalah kecepatan aliran airtanah


K adalah konduktivitas hidrolik atau
kelulusan(permeability)
dh/dl adalah gradien hidrolik
atau i
Debit Airtanah :
Q = K A dh/dl atau
= K . A. I atau
= T.I.L

Q adalah debit airtanah


A adalah luas penampang aliran airtanah
K adalah konduktivitas hidrolik atau permeabilitas
dh/dl adalah gradien hidrolik
atau i
Contoh penentuan debit airtanah
Akuifer di dataran aluvial dengan lebar 1000 m dan
tebal 50 m.
Kelulusan akuifer 75 m/hari dan gradien hidrolik (I) 0,01.
Kecepatan aliran airtanah?
V = K I = 75 (0,01) = 0,75 m/hari
Q = A V = (50) (1000) (0,75)
= 37.500 m3/hari atau 0,43 m3/detik
PERHITUNGAN DENGAN METODE STATIK
Dalam perhitungan ini airtanah dianggap tidak
mengalir
Persamaan yang digunakan
Q = D x A x Sy
D adalah tebal akuifer
A adalah luas akuifer
Sy adalah spesifik yield
Untuk metode statik, sebaiknya yang dihitung
adalah hasil amannya
HA = F x A x Sy
F adalah fluktuasi muka airtanah selama 1 tahun
Jaring Aliran
Garis aliran dan garis equipotensial dapat dipetakan
dalam 2 dimensi untuk membentuk jaring aliran (flow
net).
Garis aliran adalah garis yang menunjukkan arah
aliran airtanah, sedangkan garis equipotensial adalah
garis yang menunjukkan ketinggian kontur airtanah.
Gradien hidrolik airtanah (I) dapat ditentukan,
I = dh / ds
Debit aliran (q) diantara 2 garis aliran yang
berdekatan untuk seluruh unit ketebalan :
Q = K. dh/ds . dm
Karena untuk tiap bidang luasan jaring aliran
ds = ds, maka :
Q = K . Dh
Total head loss (h) di daerah tersebut terbagi n
luasan,
dh = h / n
Maka jika aliran terbagi menjadi m bidang oleh
garis aliran, debit aliran dapat dihitung :
Q =m.Q
=k.m.h/n