Anda di halaman 1dari 37

Ultrasound

Ultrasound
Ultrasound ::
Ultrasound/Suara Ultra, adalah :
Gelombang berfrekwensi tinggi yang
melebihi 20.000 Hz. Suara tersebut
berada diluar kemampuan
pendengaran manusia

Ultrasound pada Alat USG :

3,5 12 MHz (1 MHz = 10 6 Hz)


Sejarah

Diketemukan : - sudah lama ( thn 1900)


- kedokteran ( thn 1950)
- berkembang ( thn 1970)
Di Surabaya (Indonesia) : thn 1981
Perkembangan :
Compound type : sampai dng 1980
- bukan real-time
- bukan gray-scale
- black and white
Sesudah 1980 :
- real time
- gray scale
Gray scale : warna mulai putih hitam
(abu-abu)
Real time : gambar saat itu (dinamis)
Contoh gambar :
Left Liver Lobe Right Liver Lobe

Aorta
V.V.Hep
Hep

Hepar Normal:
GB
Intensitas echo tampak homogen
V. Porta

Right Liver Lobe


Modalitas :
1. B-mode = bistable-mode
2. M-mode = motion-mode
3. A-mode = amplitudo-mode

Contoh gambar :
Perkembangan teknologi :
Akhir tahun dekade 80
(permulaan
I. Sistim digital 1990)
Mengurangi distorsi sehingga gambar-gambar
lebih halus, diagnosa lebih baik.
mis : jaringan yang sudah mulai abnormal lebih dapat
terlihat.
Hepatitis chronis
Pancreatitis
Struma difusa
Tumor lebih dapat terlihat dengan jelas
dll
II. Dopler system :
Diketemukan oleh seorang ahli fisika
bernama Dopler
Sound ditangkap sebagai bunyi yang dapat
didengar telinga.
Aplikasi :
- USG Dopler
- NST = neonatal sound transducer
III. Color USG :
Memanfaatkan adanya gerakan sentripetal
dan sentrifugal didalam tubuh --> diberi
warna.
Mendekat probe : merah.
Menjauhi probe : biru
Bagian yang bersifat ini : pembuluh darah.
Baik untuk studi :
Jantung + pembuluh darah
1.Kebocoran klep.
2.Kebocoran septa jantung.
3.Pembuntuan pembuluh darah.
4.Pelebaran pembunuh darah.
Sedikit kegunaanya untuk evaluasi organ.
Istilah :
Duplex USG : B-mode + A-mode.
Triplex USG : duplex USG + color Dopler.
Tri-dimension ( tri-d ).
Four-dimension ( four-d ).
Tri-d / Four-d : membuat potongan / slice usg
sebanyak mungkin kemudian diproyeksikan
menjadi gambar stereometris.
Detektor Ikan
Transmisi US
Indikasi
1. General medical check up.
2. Rasa nyeri perut kanan atas
3. Hepatomegali
4. Teraba massa di kanan atas
5. Jaundice (intra, ekstra)
6. Kondisi fisik yang menurun drastis
7. Proses metastase
8. Konfirmasi hasil skintigrafi
9. Kelainan pada diafragma kanan
Cara interpretasi USG
Mengukur besarnya organ
Melihat bentuk organ
Menilai struktur parenchym organ : halus
kasar
Menilai intensitas echogenic organ (bright atau darkness organ)
Menilai tepi organ : rata atau tidak rata
Adanya space occupying lesion (Misalnya : tumor, abses)
Menilai saluran-saluran didalam organ tersebut, misalnya :
saluran bilier
saluran pancreaticus
saluran kencing di dalam ginjal
saluran pembuluh darah
Melihat hal-hal khusus, misalnya :
Batu, gerakan usus, gerakan jantung janin, dll
Hepatoma
Fatty Liver
Akumulasi lemak pada
sel hepatocyte.
Sering disertai
hepatomegali (75 %).
Tampak sebagai bright
liver dengan echopattern
yang masih halus.
Acute Hepatitis:

Dinding Vena Porta tampak echogenic.


Parenchyme liver tampak lebih hypoechoic.
Disebut juga sebagai Dark Liver atau Centrilobular pattern.
Hepar normal Chronic hepatitis

Chronic Hepatitis :

Echopattern parenchyme liver tampak kasar.


Tampak adanya acustic shadow karena terjadinya fibrosis liver.
Cirrhosis Hepatis:

Tampak hepar mengecil, permuka-


an irregular.
Echopatternn tampak kasar.
Didapatkan ascites.
Pada keadaan advance didapatkan
nodule degenerasi maligna.
Obstructive Jaundice :

Tampak intrahepatic bile duct melebar, berupa :


Too many tubes appearance.
Cholelithiasis