Anda di halaman 1dari 16

ULKUS GASTER DAN

DUODENUM
Suwandi Rahman
011.06.0059

Dosen Pembimbing:

dr. H. Budhi Arifin Noor, Sp.B


DEFINISI
Ulkus Peptikum adalah suatu luka terbuka yang
berbentuk bundar atau oval pada lapisan lambung atau
usus dua belas jari (duodenum).
Ulkus pada lambung disebut ulkus gastrikum,
sedangkan ulkus pada usus dua belas jari disebut ulkus
duodenalis.
Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana
kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas
sampai di bawah epitel.
ETIOLOGI
Faktor yang mempengaruhi terjadinya ulkus pada saluran
pencernaan bagian atas adalah keseimbangan antara faktor
agresif (asam dan pepsin) dan faktor pertahanan (defensif) dari
mukosa.
Faktor pertahanan ini antara lain adalah pembentukan
dan sekresi mukus, sekresi bikarbonat, aliran darah mukosa dan
difusi kembali ion hidrogen pada epitel serta regenerasi epitel.
Di samping kedua faktor tadi ada faktor yang merupakan faktor
predisposisi (kontribusi) untuk terjadinya tukak peptik antara
lain daerah geografis, jenis kelamin, faktor stress, herediter,
merokok, obat-obatan dan infeksi bakteria.
Infeksi bakteri H. Pylori : Infeksi dari bakteri ini nanti
akan mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi sawar
epitel, dan pada akhirnya terjadilah ulkus.
Obat-obatan (OAINS - Obat Anti Inflamasi Non Steroid) :
Obat ini menghambat sintesis prostaglandin secara
sistemik, termasuk di epitel lambung dan duodenum. Obat
ini menurunkan sekresi HCO3- sehingga perlindungan
pada mukosa menjadi lemah dan mukosa menjadi rusak
Hipersekresi asam pada saluran pencernaan
Kelebihan sekresi dari asam ini dapat mengiritasi
mukosa dan menjadi ulkus.
Tumor (kanker, lymphoma)
Perokok berat
Pengguna alkohol
Stres fisiologik : trauma multipel, sepsis, Stres
emosional
Berdasarkan waktu timbul
Akut
Kronis

Berdasarkan letak ulkus

Esofagus (jarang)
Lambung
Duodenum
jejunum (jarang)
Berdasarkan bentuk dan besar
Bentuk bulat

Bentuk garis

Bentuk ganda (multiple ulcer)

Berdasarkan dalamnya ulkus

Mukosa
Sub mukosa
Muskularis
Serosa
PATOFISIOLOGI

HCl, pepsinogen/pepsin
Perusak Endogen
dan garam empedu
Lapisan mukosa (Pre-
epitel,Epitel
Post epitel/sub epitel,Sel
epitel permukaan
Bakteri H. Pylori, Obat-
Perusak Eksogen obat, kebiasaan merokok
dan alkohol
GEJALA KLINIS
Ciri khas dari ulkus adalah cenderung sembuh dan kambuh
kembali. Gejalanya bervariasi tergantung dari lokasinya dan usia
penderita.
Hanya separuh dari penderita yang memiliki gejala khas dari ulkus
duodenalis, yaitu nyeri lambung, perih, panas, sakit, rasa perut kosong dan
lapar. Nyeri cenderung dirasakan pada saat perut kosong. Nyeri dirasakan
terus menerus, sifatnya ringan atau agak berat dan terlokalisir di tempat
tertentu.
Gejala ulkus gastrikum seringkali tidak memiliki pola yang sama dengan
ulkus duodenalis. Makan bisa menyebabkan timbulnya nyeri, bukan
mengurangi nyeri. Ulkus gastrikum cenderung menyebabkan
pembengkakan jaringan yang menuju ke usus halus, sehingga bisa
menghalangi lewatnya makanan yang berasal dari lambung. Hal ini bisa
menyebabkan perut kembung, mual atau muntah setelah makan.
DIAGNOSIS
Endoskopi : Pada pemeriksaan endoskopi, bisa
diambil contoh jaringan untuk keperluan biopsi.
Rontgen dengan kontras barium dari lambung dan

duodenum (juga disebut barium swallow atau seri


saluran pencernaan atas) dilakukan jika ulkus tidak
dapat ditemukan dengan endoskopi.
Analisa lambung

Pemeriksaan darah tidak dapat menentukan

adanya ulkus, tetapi hitung jenis darah bisa


menentukan adanya anemia akibat perdarahan
ulkus.Pemerisaan darah lainnya bisa menemukan
adanya Helicobacter pylori.
PENGOBATAN
1) Antacid
2) Alumunium Hidroksida
3) Magnesium Hidroksida
TERAPI KONSERVATIF
Diet makanan yang dimakan harus lembek, mudah
dicerna, tidak merangsang peningkatan sekresi dan
dapat menetralisir asam lambung.
Makan dalam porsi kecil dan berulang kali.
Dilarang makan pedas, asam dan alkohol.
Perut tidak boleh kosong/terlalu penuh
TERIMAKASIH