Anda di halaman 1dari 12

PEMODELAN NUMERIK

INTRUSI AIR ASIN PADA


AKUIFER PANTAI

Oleh :
Ngk. Putu Purnaditya (1606843905)
Magister Teknik Sipil, Manajemen
Sumber Daya Air
Universitas Indonesia, Jakarta
AREA dan SUB-AREA
PENELITIAN
Area penelitian ini termasuk dalam
bidang : Contaminant Transport atau
Environmental Fluid Mechanics.
Sub-bidang atau sub-area penelitian ini
adalah Contaminant Transport pada air
tanah. Lebih spesifik lagi mengenai
fenomena pencemaran air tanah akibat air
asin yang masuk ke dalam akuifer air
tanah.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

Zona pantai merupakan zona/daerah yang


memiliki banyak permasalahan hidrologi
seperti banjir akibat pembangkitan
gelombang siklon, kenaikan gelombang
laut hingga permasalahan kelangkaan
fresh water akibat peristiwa intrusi air
asin (C.P. Kumar, et al,)
Intrusi air asin merupakan proses
masuknya air asin bawah permukaan
tanah melalui akuifer daratan (dalam hal
ini adalah akuifer pantai) (Heru
Hendrayana, 2002)
Masalah intrusi air asin, telah menjadi
salah satu kendala besar yang
mempengaruhi dalam manajemen sumber
daya air tanah.
Dengan tiga ilustrasi singkat di atas, maka
dalam penelitian ini akan diangkat
permasalahan mengenai gambaran
fenomena intrusi air asin (secara
mekanika fluida) yang dilakukan dengan
cara mengembangkan model matematika
yang disimulasikan secara numerik.
MENGAPA FENOMENA INI PERLU DITELITI
DAN DICARI PENYELESAIANNYA ?

A.A Javadi, et al, 2011, menyatakan bahwa


intrusi air asin merupakan masalah besar
yang terdapat pada akuifer pantai dan
terjadi di sebagian besar dunia. Hal ini
dikarenakan intrusi air asin akan
mendegradasi kualitas dari air tanah
yang kemungkinan menjadi tidak
layak untuk digunakan untuk
keperluan domestik dan pertanian.
Beberapa penelitian yang dilakukan terkait dengan
Intrusi air laut :
1. Penelitian oleh C.P Kumar dkk di Pantai Ernakulam,
India dengan menggunakan model SUTRA
2. Penelitian oleh A.A Javadi dkk (2011) di akuifer
Wadi Ham, UEA dengan menggunakan model SEAWAT.
3. Sama dengan penelitian A.A Javadi dkk, Harun
Abdulah, dkk (2010) juga melakukan penelitian
dengan model SEAWAT pada pulau Manukan, Malaysia
Timur.
4. Penelitian oleh Wei Zang dkk (2013) di delta Sungai
Pearl, Tiongkok dengan metode pengembangan model
1-Dimensi.
5. Penelitian di Indonesia, tepatnya di Pekalongan oleh
Widada (2007).
Dengan kompleksitasnya masalah pada
akuifer pantai ini terkait dengan intrusi air
asin yang memiliki peran dalam
ketersediaan fresh water serta dengan
bervariasinya metode untuk
memprediksi fenomena ini maka
fenomena ini atau masalah intrusi air asin
ini perlu diteliti dan dicari
penyelesaiaannya dengan
mengembangkan alternatif model
dengan pendekatan yang sedikit
berbeda.
Masih sedikitnya pembahasan mengenai
masalah ini di Indonesia, maka perlu
ditawarkan suatu alternatif gambaran
POTENSI PERTANYAAN YANG KEMUNGKINAN
AKAN MUNCUL DALAM PENELITIAN

1. Model-model seperti apa yang banyak digunakan di


dunia dalam memprediksi intrusi air asin ? Seperti apa
ciri dan karakteristik model tersebut ?
2. Model yang seperti apa yang akan diterapkan dalam
penelitian ini ?
3. Seperti apa pendekatan-pendekatan atau initial
theory yang akan menjadi dasar dalam
pengembangan alternatif model intrusi air asin dalam
penelitian ini ?
4. Apakah model yang telah disusun dan dijalankan
secara stabil (secara numerik) akan bisa diterapkan
untuk memprediksi intrusi air asin di Indonesia ?
Bagaimana aplikasinya ?
BEBERAPA PENDEKATAN
METODE PENELITIAN
Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut dilakukan beberapa pendekatan
metode penelitian sebagai berikut :
1. Descriptive Research, mengeksplor
dan menjelaskan fenomena intrusi air
asin secara detail dengan kerangka :
- What ? Apa itu intrusi air asin ?
- How ? Bagaimana terjadinya ?
- Why ? Mengapa hal itu bisa terjadi ?
2. Correlation Reserch, dilakukan
pengumpulan data seperti data properti
akuifer (Hydraulic Conductivity,
kedalaman muka air tanah, porositas,
massa jenis air tanah, massa jenis air
laut, laju recharge), data yang
mempengaruhi intrusi air asin seperti
pasang surut dll. Data-data tersebut akan
diberikan suatu interfensi pada model
dan hasilnya akan dilihat apakah memiliki
korelasi/hubungan terhadap kondisi
eksisting (misal kedalaman intrusi air
asin, kadar garam dll yang berasal dari
data sekunder apabila tersedia).
3. Explanotary Research, membangun ide
untuk menghubungkan pengaruh perbedaan
massa jenis antara air asin dan air tanah serta
proses difusi-adveksi yang terjadi pada garis
batas antara air asin dan air tanah. Pengaruh-
pengaruh dasar tersebut dianalisa dan dilihat
bagaimana hubungannya serta hasilnya terkait
dengan fenomena intrusi air asin.
4. Exploratory Research, menjabarkan teori-
teori dasar mengenai air tanah, proses difusi-
adveksi dan membentuk hipotesa dan
kemungkinan mengenai hasil simulasi intrusi
air asin apabila data-data yang ada diinterfensi
sesuai dengan teori-teori dasar tersebut.
TERIMA KASIH