Anda di halaman 1dari 59

JARINGAN IKAT

Jaringan Ikat?
Mengikat, menghubungkan
Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel dalam
beberapa hal antara lain : jaringan ikat jarang sekali
terletak bebas, lazimnya terdapat di bawah haringan
epitel atau terdapat di antara organ-organ tubuh sebagai
pengikat atau pengisi ruang antara. Selanjutnya jumlah
sel jaringan ikat relatif lebih sedikit dari jaringan epitel dan
bahan antar selnya lebih banyak. (Hernawati, 2008)
Jaringan
Ikat

Jaringan Ikat Jaringan Ikat


Embrional Dewasa

Jaringa
Mesenkim
Jaringan Ikat Jaringan Ikat
Kartilago Tulang
n
Mukosa Sejati
Vaskula
r
Darah
Jaringan ikat longgar, lemak, pigmen, padat, Hilain, fibrosa,
elastik, retikular elastik dan
limfa
Jaringan ikat
longgar
umum
Jaringan ikat
padat

Jaringan
Jaringan Ikat tulang rawan

Jaringan
tulang keras

sifat khusus
Jaringan
darah

Jaringan
lemak

Jaringan
limfa
Fungsi
Penunjang tubuh dalam arti luas misalnya kerangka tubuh
Penunjang serta pengantar pembuluh darah, limfe, dan
saraf masuk organ tubuh vital seperti otak dan ginjal
Media antara pembuluh kapiler dengan sel-sel tubuh
dalam menghantarkan zat makanan, zat asam dan
megambil sisa metabolisme
Dapat berfungsi sebagai penimbun lemak, pigmen, dan
penghasil benda darah
Komponen Sel
Komponen sel tetap : Komponen sel transien :
Mesenkim/perisit Sel plasma
Fibroblas Limfosit
Neutrofil
Sel lemak
Eosinofil
Sel mast
Basofil
Makrofag Monosit
Makrofag
Sel Struktur Fungsi
Fibroblas Sel memanjang dengan Sekresi kolagn, substansi
bulatan nuklei (seperti dasar karbohidrat, serabut
cerutu) dan sitoplasma yang elastin
tipis

Makrofag Nukleus besar (eksentris), Berasal dari monosit,


permukaaan terlipat oleh EM menfagositosis bakteri atau
cell debris dan mencernanya
di lisosom

Mast cells Lebar, nukleus embulat dan Mengeluarkan granula pada


memiiki banyak granula respon imun

Adiposa Inti kecil letak di samping, Menyimoan lemak


sangat sedikit kandungan
sitoplasma
Tabel Komponen Serabut (fibers)
Kolagen Struktur Ditemukan di- Fungsi
Tipe I Fibril tebal dan membundel Tulang, ligamen, kulit, Mengurangi ketegangan
tendon,

Tipe II Fibril tipis Hyaline dan kartilago elastis Mengurangi penekanan

Tipe III Fibril tidak membentuk Serabut retikular -


bundel

Tipe IV Tidak membentuk fibril Membran basal Penghalang filtrasi

Serabut Elastin Elastin dan fibrilin Ligamen, laring, arteri Menoak geseran
elastic
Fibrobla
s
JARINGAN IKAT LONGGAR
Jaringan ikat longgar dicirikan oleh susunan secara serat-
seratnya yang longgar
Pada matriks terdapat berkas serabut kolagen yang
fleksibel, tetapi tidak elastis. Pada matriks juga terdapat
fibroblast, sel mast, dan plasma sel.
Fungsi Jaringan Ikat Longgar
Memberi bentuk organ-organ daalm, misalnya kelenjar
limfa, sumsum tulang, dan hati.
Menyokong, mengelilingi, dan menghubungkan elemen
dari seluruh jaringan lain, misalnya: Menyelubungi serat-
serat otot, melekatkan jaringan dibawah kulit, membentuk
membrane yang membatasi jantung dan rongga perut,
membentuk membrane yang disebut mesenteris yang
berfungsi menempatkan organ pada posisi yang tepat.
Contoh jaringan ikat longgar adalah jaringan penghubung
antara jaringan kulit dan jaringan otot dibawahnya, serta
antara jaringan pembuluh darah dan jaringan saraf
JARINGAN IKAT PADAT
Jaringan ikat padat dicirikan dengan susunan serat-serat
yang padat
Komponen utama penyusun jaringan ikat padat adalah
kolagen berwarna putih yang padat
Jaringan Ikat Padat dibagi 2, yaitu :
1. Jaringan Ikat Padat Teratur
. Berkas Kolagen tersusun secara teratur
. Jaringan ikat padat teratur dikarenakan susunan
serabutnya. Dengan melihat macam serabutnya,
dibagi sebagai berikut :
. Mayoritas serabut kolagen : tendon, ligamentum,
fasia, aponeurosis.
. Mayoritas serabut elastin : ligamentum nukhe,
tunika flava
2. Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur
. Struktur serabut kolagen padat dan susunannya tidak
teratur membentuk yang anyaman kasar yang kuat.
. Misalnya jaringan ikat padat tidak teratur antara lain
korium atau dermis (kulit), tunika albugenia,
trabukula, septa dan sebagainya.
JARINGAN TULANG
RAWAN (KARTILAGO)
Tulang rawan (kartilago) terbagi menjadi 3 :
1. Kartilago Hyalin
matrix kartilago hyaline
tersusun datas kolagen tipe II,
proteoglikan, glikoprotein dan
cairan extrasel. Kartilago ini
mempunyai warna coklat
kebiruan, semi tembus cahaya
dan lunak. Jaringan ini dapat
ditemukan di hidung, laring,
akhir dari tulang rusuk dan
cincin trakea serta bronkus.
2. Kartilago Elastic
jaringan ini mempunyai serat
elastin, sehingga mempunyai sifat
yang elastin atau elastisitasnya
tinggi. Kondrosit jaringan ini lebih
besar di bandingkan dengan
kartilago hyaline, dan mempunyai
warna kekuningan. (Junquira,2007)
3. Kartilago Fibrosa
Matrix kartilago fibrosa tersusun atas
kolagen tipe I dan mempunyai sifat
asidofilik. Jaringan ini merupakan
jaringan intermediate antara jaringan
ikat padat dan kartilago hyaline.
Jaringan ini dapat ditemukan di discus
invertebralis, simfisis pubis, dan
dalam tendon tertentu.
JARINGAN DARAH
Jaringan darah adalah salah bentuk jaringan ikat.
Jaringan ikat ini lengket dan berwarna merah karena
mengandung sel-sel darah merah. Meskipun tidak
terhubung dengan apa-apa, darah dianggap sebagai
jaringan ikat karena terbuat dari mesenkim dan
terdiri dari sel-sel darah yang tersuspensi dalam
cairan yang tidak hidup. Jaringan darah berfungsi
untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke sel-sel,
menghilangkan limbah dari sel, dan mengangkut
hormon. Darah juga mengandung sel-sel dan faktor-
faktor lain yang membantu darah dalam proses
pembekuan dan membantu untuk mempertahankan
tubuh dari benda asing.
Darah terdiri dari tiga tipe sel utama : eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel
darah putih), dan platelet (trombosit). Sel-sel ini biasanya disebut sebagai
unsur pembentuk darah, yang tersuspensi di dalam medium cair yang disebut
plasma darah
Eritrosit
Pada pengamatan apus darah manusia,
eritrosit (sel darah merah) merupakan sel
dengan jumlah terbanyak dan yang paling
mudah diidentifikasi. Eritrosit tidak memiliki
nukleus dan akan terlihat merah muda dengan
pewarna eosin. Memiliki bentuk yang seragam
dan memiliki diameter kira-kira 7,5 m, yang
merupakan ukuran dari pembuluh kapiler.
Eritrosit dapat digunakan sebagai referensi
ukuran tipe sel yang lain. Sel eritrosit dewasa
terspesialisasi untuk mentransport oksigen
dan karbon dioksida.
Leukosit
Beberapa leukosit atau sel darah putih dapat telihat dalam apus darah.
Leukosit terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan ukuran dan ada
tidaknya nukleus, ada tidaknya granula sitoplasmik, dan afinitas pewarnaan
dari granula. Sel darah putih lebih besar dari eritrosit dan ditemukan dalam
jumlah kurang dari eritrosit. Fungsi utama leukosit adalah untuk
mempertahankan tubuh terhadap patogen infektif dan bahan asing
Granulosit
Granulosit dapat dengan mudah dibedakan oleh warna butiran mereka ketika
diwarnai dengan noda Wright. Ketiga jenis granulosit adalah neutrofil,
eosinofil, dan basofil. Mereka terbentuk di sumsum tulang merah pada
vertebrata.
Neutrofil paling banyak dari sel darah putih
dan mengandung inti dengan satu sampai
lima lobus. Sitoplasma neutrofil mengandung
granula yang berwarna ungu atau merah
muda yang sulit terlihat dengan mikroskop
cahaya. Akibatnya, sitoplasma tampak jernih
atau netral. Inti selnya terdiri dari beberapa
lobus yang dihubungkan oleh helai kromatin
sempit. Fungsi utama neutrofil adalah untuk
menghancurkan patogen oleh fagositosis.
Eosinofil terindentifikasi dalam apus darah
melalui sitoplasma, yang mengandung
granula eosinofilik berwarna pink yang
berukuran besar. Eosinofil mengandung inti
yang terdiri dari dua lobus. Eosinofil
meningkat dalam jumlah besar pada
kondisi alergi dan berperan penting untuk
menelan dan detoksifikasi protein asing
Basofil memiliki granula tidak sebanyak
seperti di eosinofil. Namun mereka lebih
bervariasi dalam ukuran, kurang padat,
dan berwarna biru tua atau coklat.
Meskipun inti tidak berbentuk lobus dan
berwarna pucat, biasanya dikaburkan oleh
kepadatan dan jumlah granula. Basofil
memiliki inti yang berbentuk S. Basofil
melakukan fagositosis, dan mereka
melepaskan herpin dan histamin, dan
mendorong respon inflamasi pada
organisme.
Agranulosit
Ada dua jenis agranulosit, yaitu Monosit dan Limfosit. Sel-sel ini tidak memiliki
butiran dalam sitoplasma mereka.
Monosit adalah leukosit agranular
terbesar. Nukleus bervariasi dari bulat atau
oval sampai menjorok atau berbentuk tapal
kuda dan berwarna lebih cerah dari inti
limfosit. Fungsi utama dari monosit adalah
melaksanakan fagositosis puing selular
dan partikel asing.
Limfosit biasanya jenis sel darah putih
terbanyak kedua dan mengandung satu
inti bulat besar. Kedua jenis limfosit adalah
limfosit T dan limfosit B. Limfosit T secara
langsung menyerang sel yang terinfeksi,
dan mereka tidak membuat antibodi. Tidak
seperti limfosit T, limfosit B menghasilkan
antibodi dan melepaskan ke dalam aliran
darah untuk beredar dan menyerang
partikel asing. Monosit membuat 1-7%,
sedangkan limfosit membuat 15 sampai
30% dari total sel darah putih dalam
manusia dewasa.
Platelet (Trombosit)
Platelet bukan merupakan sel darah. Mereka memiliki ukuran yang terkecil
dibanding sel darah lain, tidak memiliki nukleus dan terdapat pada semua sel
mamalia. Fungsi utama mereka adalah untuk sistem sirkulasi dan untuk
mendeteksi kerusakan pada lapisan endotelium pembuluh darah. Jika lapisan
endotelium pembuluh darah rusak, trombosit akan memulai proses kimia yang
sangat kompleks untuk menghentikan pendarahan
JARINGAN LEMAK
Jaringan Lemak
Jaringan lemak adalah jenis jaringan ikat khusus yang terutama terdiri atas sel
lemak (adiposit). Sel-sel ini terdapat satu per satu atau berkelompok kecil di
dalam jaringan ikat itu sendiri; kebanyakan terdapat dalam kelompok besar,
membentuk jaringan lemak yang tersebar di seluruh tubuh.

Fungsi Jaringan Lemak


1. Lapis lemak subkutan turut berperan dalam membentuk permukaan tubuh.
2. Penimbunan dalam bentuk bantalan berfungsi sebagai peredam goncangan,
terutama pada telapak tangan dan kaki.
3. Merupakan konduktor panas yang jelek, maka ia berfungsi isolator suhu bagi
tubuh.
4. Mengisi celah-celah di antara jaringan lain
5. Membantu menahan organ tertentu pada tempatnya.
Tipe Jaringan Lemak
Berdasarkan struktur selnya, letaknya, warnanya, dan patologinya jaringan
lemak dibagi menjadi 2 macam yaitu jaringan lemak unilokular / kuning
(terdiri atas sel-sel, yang bila telah berkembang sempurna mengandung
satu tetes lemak besar dalam sitoplasmanya) dan jaringan lemak
multilokular / coklat (terdiri atas sel-sel yang mengandung banyak tetes
lipid dan mitokondria.
Jaringan Lemak Unilokular / kuning
Sel-sel pada jaringan ini hanya memiliki
satu vakuola lemak yang merupakan
tempat penyimpanan energi utama bagi
organisme. Warna jaringan lemak
unilokular dari putih hingga kuning tua,
disebabkan adanya karotenoid yang larut
dalam tetes lemak sel ini. Ia ditemukan
tersebar di seluruh tubuh kecuali pada
kelopak mata, penis, skrotum dan aurikula
telinga luar kecuali lobulus. Struktur
histologis sel lemak unilokular berbentuk
bulat bila diisolasi namun berbentuk
polyhedral dalam jaringan lemak.
Jaringan lemak multilokular / coklat
Sel-sel pada jaringan ini memiliki sejumlah
vakuola lemak dan banyak mitokondria.
Jaringan lemak multilokular juga disebut lemak
coklat karena warnanya, yang disebabkan oleh
karena banyaknya kapiler darah dan
mitokondria. Jaringan lemak coklat ini terbatas
penyebarannya, terdapat pada hewan
berhibernasi. Sel jaringan multilokular berbentuk
polygonal dan lebih kecil dari sel jaringan lemak
unilokular. Sitoplasmanya mengandung
sejumlah besar tetes lipid dengan berbagai
ukuran, intinya bulat di tengah dan banyak
mitokondria.
JARINGAN SYARAF
Pengertian Jaringan Saraf
Sel saraf adalah sel yang menjadi penghantar impuls dari
otak atau pusat pengendali ke efektor (otot dan lainnya)
ataupun sebaliknya. Sel saraf memiliki nama lain
yaitu neuron. Sel saraf memiliki bentuk dan ukuran yang
bervariasi sesuai dengan posisi sel saraf dan fungsi sel
saraf tersebut.
Fungsi Jaringan Saraf
1. Menerima rangsang
Rangsang dapat berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Contoh rangsang
yang datang dari luar ialah cahaya, suhu, sentuhan, dan lainnya. Sementara
rangsang yang berasal dari dalam tubuh yaitu rasa lapar, mengantuk, dan
lainnya. Semua perubahan tersebut akan diterima oleh saraf dan akan
diteruskan ke bagian pusat saraf untuk ditanggapi. Kelompok sel saraf yang
menerima rangsang dan meneruskanya ke pusat saraf disebut saraf
sensorik.
2. Mengolah rangsang
Bagian ini merupakan fungsi dari kelompok sel saraf yang menyusun pusat
saraf (otak dan sumsum tulang belakang) disebut sebagai saraf konektor /
interneuron. Berfungsi menerima rangsang dari saraf sensorik dan
mengolah atau menentukan jawaban dari rangsang yang masuk tersebut.

3. Memberikan tanggapan
Setiap rangsang yang datang akan diterima oleh saraf, kemudian saraf
tersebut akan diolah untuk ditentukan tanggapan yang tepat akan rangsang
yang masuk. Tanggapan yang diberikan akan beragam, ditentukan pada
jenis rangsang yang datang dan bervariasi pada tiap hewan. Tanggapan
yang merupakan hasil pengolahan rangsang yang masuk akan diteruskan /
disampaikan oleh sel saraf motorik (efektor: otot dan kelenjar).
Komponen-komponen Jaringan Saraf
1. Badan sel, merupakan bagian yang berisi organel organel sel seperti inti

sel, mitokondria, dan lainnya. Bagian ini berfungsi meneruskan impuls saraf
dari dendrit ke bagian akson. Badan sel adalah pusat aktivitas fisiologis sel
saraf.
2. Dendrit, merupakan penjuluran pendek dari sel saraf. Berfungsi untuk

menerima rangsang dan meneruskannya ke badan sel. Dendrit memiliki


struktur bercabang cabang yang keluar dari badan sel dengan ukuran yang
pendek.
3. Akson/neurit, merupakan bagian penjuluran yang panjang pada sel saraf. Berbeda

dengan dendrit yang bercabang-cabang, akson hanya satu filamen panjang yang
terbungkus selaput myelin. Akson berfungsi meneruskan rangsang dari badan sel ke
sel berikutnya. Bagian akson terlindungi struktur lemak yang disebut dengan selaput
mielin yang dihasilkan oleh sel schwann. Selaput lemak ini berfungsi membantu akson
dalam meneruskan rangsang, selain itu memberikan nutrisi bagi akson.
4. Nodus ranvier adalah celah pada akson yang tidak diselubungi mielin. Bagian ini

menjadi titik perjalanan impuls saraf di sepanjang akson dengan gerakan salto.
Dengan demikian respon rangsang sangat cepat dengan gerakan ini.
5. Terminal akson disebut juga sinapsis merupakan hubungan antara sel saraf satu

dengan sel saraf lainnya atau dengan sel lainnya. Dibagian ini akan terjadi
pemindahan impuls saraf.
Bentuk Sel Saraf
1. Uni polar, penjuluran yang keluar dari badan sel jumlahnya satu. Kemudian

dari penjuluran tersebut bercabang menjadi dendrit dan akson.


2. Bipolar, jumlah penjuluran yanng keluar dari badan sel ada dua, satu dendrit

dan akson.
3. Multipolar, jumlah penjuluran yang terbentuk dari badan sel ada banyak,

sebagian besar berukuran pendek yang menjadi dendrit, sementara satu


panjang menjadi akson.
Pembagian Sel Syaraf
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan
fungsinya
1. Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan
dari reseptor yaitu alat indera.
2. Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan
rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan
berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
3. Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel
saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak
dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf
sensorik dan sel saraf motorik. Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling
berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis.
Perbedaan struktur dan fungsi dari ketiga jenis sel saraf tersebut lebih jelasnya bisa dilihat
pada tabel di bawah ini.
TERIMA KASIH