Anda di halaman 1dari 25

ISPA

Infeksi saluran pernapasan


akut
Etiologi
Virus: Parainfluenza, adenovirus,
rhinovirus,konavirus, konavirus A dan
B, Streptococus, dll.
Perilaku individu
ISPA Atas
Klasifikasi
Usia kurang dari 2 bulan
a) Pneumonia berat
b) Bukan pneumonia
sia 2 bulan 5 tahun
a) Pneumonia berat
b) Bukan pneumonia
Gejala
Ringan
Infeksi saluran pernapasan atas
(URTI)
Ex:
Common cold
Sore throat
Acute otitis media
Sinusitis
Manifestasi klinis:
Nyeri tenggorokan
Demam
Hidung tersumbat
Nyeri telinga
Infeksi saluran pernapasan
bawah
Epidemologi: perang dunia pertama
Etiologi:
- Defisiensi Ig A serta defisiensi
komplemen C3 dan C4 (kongenital)
- Sistem pembersihan paru yang
fungsinya menurun Ex: Mukovisidosis
- Menurunnya efektifitas sistem imun
sistemik
- Infeksi sekunder
Terapi umum:
- Antibiotika
Amoksisilin ( + asam klavulanat) dengan
kortimokasazol.
Cefalosporin generasi terakhir
golongan aminoglikosida
- Terapi suportif: Oxygen sesuai hasil AGD
- Diet tinggi kalori dan protein
- Ekspektoran atau ambroxol HCL
- Infus penambahan electrolit darah untuk
atasi dehidrasi
Acute Bronchitis
Pada kelompok orang yang tadinya sehat
Etiologi
Virus: Rhinovirus, RSV, virus
influesza, virus parainfluenza
Bacteri: Mycoplasma pneumoniae,
bordetella pertussis,
Corynebacterium diphtheriae
Zat iritan: polusi udara, asam
lambung
Aspirasi setelah muntah
Pajanan besar terhadap zat kimia
Manifestasi klinis (virus)
Rinitis dan faringitis
Batuk 3-4 hari setelah rinitis
(awalnya keras dan kering)
Muntah saat batu karena dahak
ditelan
Manifestasi klinis (bakteri)
Stadium kataral pertusis
PF:
- Ronki basah
- Wheezing
- Suara napas berat atau kasar
- Kombinasi
PP:
- Foto paru: Terdapat infiltrat
- Sputum: Lekosit PMN dan bakteri
Terapi
- Setelah diagnosis segera perkirakan
kelompoknya
- Kelompok 1: Amoksilin atau paling tidak ampisilin
- Kelompok 2:
Cari tau superinfeksi atau
eksaserbasi
Antibiotika yang sesuai
Bronkodilator golongan Xanthin
Metronidazol
Prognosis
- Kelompok 1
- Kelompok 2: tidak fatal
Tatalaksana
Virus
Pneumoni lobaris atau
klasik
Adalah peradangan yang mengenai
parenkim paru, distal bronkus
terminalis

#Bronkopneumoni
Klasifikasi
Menurut nama kuman penyebab
Etiologi (factor resiko)
Pneumoni komunitas
Patogenesis
Keadaan (imunitas) inang
Mikroorganisme yang menyerang
pasien
Lingkungan yang berinteraksi satu
sama lain
Cara penularan tergantung jenis
kuman (droplet, selang infus,
pemakaian ventilator)
Manifestasi klinis
Stadium prodormal
PP:
- Radiologi: pada stadium hepatisasi ada
infiltrat, pada bronkopnemoni kadang
ditemukan infiltrat.
- Laboratorium:
Darah: darah rutin (lekositosis berat),
hipoksemia
Sputum
Komplikasi:
Bronkiektasis
Sepsis dan metastase ke organ lain
Abses paru
Adalah suatu rongga berisi
pus dengan dinding tipis
dikelilingi proses radang
setempat
Etiologi:
- makanan yang salah jalur
- darah yang teraspirasi
- nekrotis bekas perawatan gigi
- benda asing
Manifestasi Klinis:
- panas tinggi hingga menggigil
- batuk dengan dahak purulen
- terkadang ada sputum hemoragis
- berkeringat banyak dan lemah
PF:
- Timpani di atas rongga yang berisi udara
- Redup di pinggir rongga
- Auskultasi: suara bronkeal di bagian paru
atas dengan infiltrat dan ronki basah halus
PP:
- Radiologi: ronsen paru terdapat konsolidasi
- Laboratorium:
Darah: darah perifer (Shift to the left, LED
meningkat, kultur jaringan), hipoksemia
Sputum
Komplikasi:
- Radang kronis
- Pneumonia
- Piopnemotoraks
Terapi:
- Antibiotika
- Drainase dan aspirasi melalui
bronkoskopi
Prognosis
MTCC
Sikap pemerintah yang belum bersedia melaksanakan
aksesi terhadap konvensi WHO tentang Framework
Convention on Tobacco Control (FCTC) merupakan kendala
terbesar dalam upaya pengendalian dampak tembakau di
Indonesia.
Tujuan dari MTCC tersebut untuk menumbuhkan dan
meningkatkan kesadaran maupun kemauan masyarakat
mengorganisasikan diri dalam berbagai upaya
penanggulangan dampak merokok.
MTCC akan melakukan berbagai kegiatan mulai dari
melakukan advokasi kebijakan publik dalam pengendalian
dampak tembakau dan sosialisasi pengintegrasian dampak
tembakau dalam kurikulum pendidikan kedokteran